Hidup ini terasa berat Aruna yang hanya seorang gadis yatim piatu
Dimana dia harus menjalani keras nya hidup di Dunia yang sangat kejam untuk orang kecil
Seatu hari, Aruna di bully habis-habisan oleh sekelompok teman sekolah nya, hingga Aruna meregang nyawa
Namun bukan nya mati dan menuju ke alam baka, jiwa Aruna malah harus memasuki raga yang telah di tinggalkan Tuan nya.
Bagaimana kelanjutan kisah Aruna?
Akan kah dia mampu menjalani hidup di dunia yang baru dengan tubuh yang baru?
Yuk kita sama-sama baca kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-18. Serangan Semut Merah
"Aaaarrrrrggggghhhh.. Sakit.. Panas.. Tolong.. Tolong.. Tolong aku.. Aaaarrrrrggggghhhh panas sekali!!".
"Jangan, jangan.. Jang gigit aku aaaarrrrrggggghhhh.. ".
"Lari, ayo kita lari aaaarrrrrggggghhhh.. ".
"Panas, panas aaaarrrrrggggghhhh panas".
Teriakan dan jeritan kesakitan tiba-tiba saling bersahutan.
Diantara ratusan para ahli hampir semuanya telah di serang oleh berbagai macam Semut.
Mereka terlihat kesakitan sampai berguling-guling di atas rumput.
Ada juga yang melompat-lompat bahkan ada yang yang sampai menjatuhkan diri ke dalam sungai.
di tubuh mereka keluar bintik merah kehijauan.
Gigitan dari Semut beracun langsung menimbulkan luka yang sulit di sembuh kan.
Ada juga beberapa orang yang kulit nya sampai melepuh seperti terkena sengatan api.
"Ini.. Ini sebenarnya ada apa??" Pengendali angin di buat keheranan dengan pemandangan di depan matanya.
Pasal nya dia dan beberapa teman nya tak mendapatkan serangan tersebut.
Beberapa kelompok juga ada yang sama seperti dirinya.
Mereka hanya diam menyaksikan semuanya dalam kengerian.
Pemandangan tersebut membuat mereka takut.
Mereka baru kali ini melihat berjuta-juta Semut yang sangat ganas dan kejam.
"Kalian kesini, kita harus berkumpul.. Aku takut nanti nya kita yang akan di serang!!" Pengendali angin meminta orang tersisa berkumpul dengan nya.
"Apa kalian juga tak di serang??" Tanya heran pengendali kekuatan lain nya pada pengendali angin.
"Ya, aku dan teman-teman ku tidak di serang seperti kalian" Kewaspadaan di tingkatkan.
Mereka tak ingin kecolongan dengan serangan yang mungkin sewaktu-waktu menerjang mereka.
"Panas.. Panas.. " Beberapa orang masih terus berguling-guling dalam kesakitan.
"Ampun.. Ampun.. Kami mohon ampunan mu.. " Meski tak tau pada siapa mereka meminta ampunan.
Orang-orang itu saling bersahut-sahutan untuk meminta ampunan.
"Apa ini ada kaitan nya dengan Ratu Aruna??" Pengendali angin memperhatikan semuanya.
Semut-semut itu hanya terus menyerang orang-orang yang suka berbuat jahat.
Selama ini pengendali angin dan teman-temannya bisa di katakan adalah orang baik.
Mereka tak pernah melakukan hal keji seperti orang lain nya.
Mereka tak pernah mengikuti arahan Raja Kegelapan yang telah menerapkan hidup bebas tanpa aturan.
Kelompok pengendali angin selalu menutup diri dari keramaian.
Bahkan mereka menyembunyikan keluarga mereka agar terhindar dari perbuatan tak beradab itu.
"Seperti nya begitu.. Lihat lah, dia adalah pengendali hati.. Dia adalah orang yang sering menggunakan kekuatan untuk keuntungan sendiri, dan dia mendapatkan serangan paling parah".
Dapat di lihat oleh semuanya, sang pengendali hati kini kulit nya telah melepuh.
Wajah nya tak berbentuk lagi karna penuh dengan darah.
"Orang itu, dia adalah pengendali tangan.. Dia dulu pernah menyerang ku dengan kekuatan nya hingga tangan ku tak dapat di kendalikan.. Aku tak bisa melakukan apapun saat tangan ku di kendalikan untuk melakukan hal tak senonoh yang paling aku benci".
Terlihat sang pengendali tangan keadaan nya tak kalah mengenaskan.
Dimana kedua tangan nya kini hanya tersisa tulang saja.
Semut-semut itu seakan tau mana orang yang paling menjijikan.
Setiap orang yang paling terluka parah, dialah orang yang paling sering melakukan kejahatan.
"Apa kita akan selamat??" Seakan ada sedikit harapan.
Mereka sadar mereka bukan orang baik, tapi mereka juga tau seperti apa keseharian mereka.
"Semoga kita benar-benar akan selamat" Mendapatkan serangan dari Semut merah bukanlah harapan mereka.
Tentu saja mereka tak ingin mendapatkan serangan Semut merah itu.
"Kalian akan selamat.. Karna Ratu Aruna telah memilih kalian untuk menjadi orang nya" Tiba-tiba saja di hadapan mereka berdiri seorang remaja.
Remaja itu bukan orang biasa.
Para pengendali itu merasakan betapa besar nya pengendalian bawaan dari remaja tersebut.
"Lalu mereka!!" Tak sampai hati jika mereka harus membiarkan orang lain dalam kesakitan.
"Ratu tidak akan menghabisi mereka, Ratu hanya meminta semut-semut itu untuk bermain" Ucapan nya santai.
Mengatakan kata bermain seolah-olah memang sedang bermain.
"Kita akan kemana??" Keraguan tentu menyertai.
Apalagi mereka baru menyaksikan pemandangan yang sangat membuat ngeri.
"Ke Istana Ratu Aruna" Pengendalian nya di aktifkan.
Kabut tebal segera hadir menghalangi pandangan.
Bagas dengan pengendalian kabut nya segera membawa orang-orang itu pergi dari arena pertempuran.
Selama perjalanan tak ada satu orang pun berbicara.
Mereka semua menutup rapat mulut mereka agar tak mengeluarkan suara.
Nafas pun sengaja mereka tahan agar tak terdengar.
'Kenapa aku merasa aku hanya berjalan di satu tempat saja' Dalam hati mereka merasa keheranan.
Kaki mereka berjalan, tapi yang mereka lihat pemandangan hanya itu-itu saja.
Tanpa mereka sadari selain pengendali kabut, Bagas juga adalah pengendali pandangan.
Dia akan menjadikan pandangan seseorang hanya melihat satu hal saja.
( Wkwkwkwkk.. Berasa punya ilmu banyak Mak bikin novel ini🤣🤣)
"Ayo masuk.. Ratu Aruna telah menunggu kalian" Tak tau kapan mereka sampai.
Kini di hadapan mereka Istana besar nan megah jelas terlihat oleh mata.
"Ini.... "
…………………………………………………
Jleb
Jleb
Jleb
"Hahahahahahaha... Aku semakin tak sabar untuk memiliki nya, tak salah takdir telah mendatang kan nya.. Dia benar-benar hebat.. Dan wanita seperti dirinyalah yang harus menjadi Ratu Kegelapan... " Beberapa orang suruhan nya telah terbunuh.
Dengan mudah nya Raja Kegelapan mengakhiri nyawa mereka.
Dia marah karna telah gagal.
Namun dia juga bahagia karna mengetahui tentang Aruna.
"Ratu Aruna!! Kau tak bisa lari dari ku karna kau di ciptakan hanya untuk ku" Tekad nya semakin kuat.
Aruna harus bisa dia miliki walaupun harus melakukan berbagai macam cara.
(Dih amit!! Ratu ku ceunah🥴)
"Tunggu lah Aruna.. aku akan terus mencari mu hingga kamu bisa ku temukan, tenang saja.. Aku masih memiliki banyak orang-orang bodoh yang akan mencari keberadaan mu" Semua orang yang ada di Kerajaan Sihir berada dalam pengendalian nya.
Apapun yang di perintahkan oleh Raja Kegelapan.
Pasti akan mereka jalankan dengan patuh tanpa perlawanan.
"Orion.. kehancuran mu semakin dekat.. Wanita mu semuanya akan menjadi milik ku, termasuk Ratu pilihan yang telah di ramalkan oleh takdir" Melawan takdir adalah kesenangan Raja Kegelapan.
Apapun yang di miliki oleh Raja Orion maka Raja Kegelapan akan merebutnya.
"Kalian, terus telusuri Hutan Terlarang itu.. Aku yakin suatu hari Ratu Aruna pasti akan menampakan diri" Pencarian di lakukan kembali.
Dan setiap orang yang terluka kembali di obati.
Mereka kembali sehat tanpa ada luka gigitan ataupun luka sayatan.
Mereka kembali ke semula dengan tenaga yang bertambah.
Dengan energi Kegelapan nya Raja Grim memberikan mereka kekuatan.
Sayang nya kekuatan Kegelapan itu akan merenggut nyawa mereka secara perlahan.
Mereka yang percaya pada Raja Kegelapan hanya memberikan nyawa mereka secara percuma.
Bersambung.. lanjut di bab selanjutnya ➡️