CERITA MASIH ACAK-ACAKAN AKAN AUTHOR REVISI SATU PER SATU.
-DALAM PROSES REVISI -
Sejak kecil Rania hidup bersama keluarga yang telah mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Segala hal akan Rania lakukan agar keluarganya bangga terhadap Rania, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri.
Sampai kakak tirinya divonis tidak bisa memiliki anak. Sejak itu Rania ditunjuk untuk menikahi suami dari kakak tirinya agar bisa memiliki keturunan. Tetapi dengan perjanjian setelah memberinya anak Rania akan diceraikan.
Apakan Rania menyanggupi permintaan kakak tirinya? atau Rania memilih untuk pergi menghilang dari keluarga yang telah mengadopsinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 Jogging (revisi)
Rania bangun dipagi hari dengan pelukan erat dari Dimas. Ia sedikit mengerang lalu mengelus pelan rambut Dimas. Melihat Dimas yang sedikit terganggu Rania perlahan beranjak meninggalkan kasur agar tidak membangunkan Dimas.
"mas bangun mas, katanya mau jogging" panggil Rania sembari menepuk-nepuk pelan Dimas, seketika mengingat perintah Dimas tadi malam
Dimas mengerang dan membuka matanya perlahan, "pagi Rania" Dimas memperhatikan Rania yang sudah memakai pakaian yang cocok untuk lari pagi, "bentar saya siap-siap terlebih dahulu"
Tidak butuh waktu lama, ia hanya mencuci muka dan mengganti pakaian dengan training dan kaos yang kemudian dilapisi dengan jaket, "udah siap?" ucap Dimas
"udah mas" Rania menyerahkan segelas susu, "minum dulu mas, biar perutnya gak kosong banget" pinta Rania
Dimas meneguk nya, "sudah, hayuk keburu siang"
Mereka keluar dari lingkungan apartemen dan mulai berlari dengan perlahan menuju taman kota tempat orang-orang biasa melakukan lari pagi.
Dimas dan Rania berlari beriringan membuat siapapun yang melihat merasa gemas. Pasalnya tanpa sadar keduanya memakai pakaian dengan warna sama, dan orang-orang akan mengira mereka sedang memakai pakaian couple.
Ah, Rania jadi malu membayangkan-nya.
"kamu sengaja menyamakan warna baju saya dengan warna baju kamu ya" tuduh Seno tiba-tiba
"dih! Kan mas sendiri yang ambil baju. Rania gak ambilin loh" Sania tidak terima
"benar juga"
Tiba-tiba Rania memukul Dimas lumayan kencang dari belakang, "hayo mas kejar aku, kejar akuu" ejek Rania lalu berlari mendahului Dimas
itu istri saya kenapa sih, kok bisa imut banget.
Sadar Rania sudah lumayan jauh, Dimas mengejarnya. Melihat istrinya yang sudah berlari perlahan Dimas menubruk dan memeluk Rania dari belakang, "sudah berani bandel ya sama suami" Dimas mengacak-acak rambut Rania
"mas jadi acak-acakan!" Rania bersungut-sungut kesal, dan merapihkan kembali rambutnya.
Rania tiba-tiba ingat sesuatu dan kini memandang Dimas yang sedang menatap kerumunan anak kecil yang sedang bermain, "mas kamu gak pulang kerumah ka Salsa" Rania melihat jam tangannya, "udah lumayan siang. Aku gak mau nanti ka Salsa malah marahnya sama aku" lanjutnya
"iya nanti dzuhur saya pulang"
"mas mau bubur" tunjuk Rania kesalah satu stan makanan yang sangat ramai tersebut
Dimas memperhatikan tempat yang ditunjuk Rania.
apa makanan tersebut sehat? bahkan mangkok kotornya dibiarkan begitu saja. Melihatnya saja sudah membuat Dimas bergidik.
"kita ke restauran aja ya" ajak Dimas
"no... no.. dari kemaren aku mau bubur. Kalau mas gak mau ya aku makan sendiri saja, mas pulang aja sana ke rumah ka Salsa" Rania menggelembungkan kedua pipinya membuat Dimas gemas seketika
"ya sudah, saya antar tapi kamu yang makan saja ya. Saya belum begitu lapar" pinta Dimas
Rania menarik Dimas kestan bubur tersebut, "mang buburnya satu ya jangan pakai kecap manis"
"iya neng"
Rania memasuki stan tersebut dan duduk di salah satu kursi kosong, "mas duduk ih" Rania kesal melihat Dimas yang masih berdiri dihadapannya
Dimas melirik sekitar yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing, lalu ia mengambil tisu dan membersihkan tempat yang akan ia duduki terlebih dahulu.
dasar orang kaya! sombong banget. Biasa makan di restauran jadi gini nih,sok-sokan higienis, sungut Rania
"ini neng" Bubur sudah tersedia dihadapan Rania. Saat ingin mengambil sendok, Dimas mem- berhentikannya, "apa lagi sih mas! aku laper pak banget"
"itu sendoknya bersih gak" Dimas sedikit berbisik takut menyinggung orang disekitarnya
"bersih dan bersih" menghiraukan Dimas, Rania langsung mengambil sendok dan menyuapkan ke mulutnya, "Mmm, enak bangettt"
Dimas sedikit berliur melihat cara makan Rania.
"mas mau?" langsung dijawab gelengan oleh Dimas
Tidak memperdulikan Dimas, Rania tetap menyuapkan nya kepada Dimas. Mau tidak mau, Dimas menerimanya dengan sangat terpaksa.
Rasa yang belum pernah dicoba membuat Dimas terbelalak, "ini enak banget. Pesenin satu dong buat saya"
Rania memutar matanya kesal, "iya mas iyaa"
😡😡😡😈😈😈
😡😡😡
😡😡😡
tokoh laki-laki.y juga gampang dibohongin pokok.y nambah beban pikiran dah
plis deh jangan goblok 😩 gak usah cari penyakit fokus aja ke karir Ama si kembar😑