Benua timur telah hancur.
Menyisakan sisa-sisa pertempuran yang memilukan.
Semua orang bergantung harapan kepada Liu Feng. Mereka semua mengakuinya sebagai penguasa alam manusia.
Liu Feng telah membulatkan tekadnya untuk naik ke alam dewa, demi menyelamatkan Dewi Yun Xian dan juga Dewi Ning Yudie.
Ini adalah kisah seorang penguasa alam manusia yang mengalahkan segala rintangan. Melawan dewa, melawan iblis surgawi kuno.
Ini adalah lanjutan karya Liu Feng - Penguasa Dunia.
Special Bab pertempuran para dewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Battle of Gods - Chapter 18
Sepuluh hari telah berlalu. Liu Feng mempercayakan Yun Xiao kepada faksi dewa Es dan Salju untuk keselamatannya dalam proses kristalisasi.
Saat itu, Liu Feng telah bersiap untuk segera meninggalkan istana faksi Dewa Es dan Salju, ia hendak segera menyelesaikan urusannya dengan orang-orang yang membawa Dewi Yun Xian dan juga membawa Dewi Ning Yudie. Tetapi ia juga merasa bimbang, di satu sisi, Liu Feng belum mengetahui bagaimana keadaan Qin Yue, dan ia sama sekali tidak tahu akan hidup dan matinya Qin Yue di alam dewa ini.
"Saudara Bing Tian! Mohon kerja sama anda!" ujar Liu Feng, tak ragu menundukkan kepalanya.
Dewa Es Bing Tian yang sudah lumayan pulih, segera membungkukkan tubuhnya, kedua tangan bertumpuk di depan.
"Anda adalah penerus sang Pangeran Naga, sudah sepantasnya aku menjadi salah satu pendukung terkuat anda. Tenang saja, urusan mencari adik anda yang bernama Qin Yue, serahkan kepada kami, kami pasti akan menemukannya." tegas Dewa Es Bing Tian, dengan penuh rasa hormatnya.
"Terimakasih yang mulia Dewa Es Bing Tian, budi kebaikan ini tidak akan pernah aku lupakan." sahut Liu Feng, sopan.
Di koridor istana, Sun Jian baru saja datang. Dia berjalan bersisian bersama Bing He. Setibanya di hadapan Liu Feng dan juga Bing Tian, mereka pun segera membungkuk sebagai tanda hormatnya.
"Kau ... sudah akan kembali, Sun?" tanya Liu Feng.
Sekali lagi, Sun Jian membungkuk sebagai tanda hormatnya, dan kembali bangkit, lalu ia pun berbicara, "Benar Tuan Liu! Pulau Naga membutuhkan aku untuk terus menjadi pelindungnya." kata Sun Jian, nampak enggan untuk kembali ke Pulau Naga, tetapi itu adalah kewajibannya untuk menjaga keamanan di pulau itu.
Liu Feng pun tersenyum, ia pun menepuk-nepuk sebelah pundak Sun Jian sembari berkata, "Baiklah, terimakasih atas bantuanmu sebelumnya. Kelak, aku pasti akan menjadikan Pulau Naga sebagai tempat terindah di alam dewa ini!" ujar Liu Feng, segaris senyuman masih menggantung.
"Terimakasih, Tuan Liu!" sahut Sun Jian.
"Saudara Liu! Apa tujuan anda selanjutnya?" tanya Bing Tian.
Liu Feng pun mengibaskan jubah hitamnya, kedua tangan berada di punggung, berdiri di depan Sun Jian, Bing He, dan juga Bing Tian. Bahkan hanya punggung Liu Feng saja yang terlihat oleh mereka.
"Aku ... akan segera menyelesaikan urusanku dengan mereka!" ucap Liu Feng dengan nada yang sangat dingin, penuh dengan amarah yang membakar dada.
"Dewi Yun Xian dan Dewi Ning Yudie, adalah gadis yang banyak di dambakan oleh semua kalangan di alam Dewa ini. Selain mereka berasal dari faksi Dewa terkuat, dua Dewi ini juga merupakan dua orang yang sangat menjanjikan untuk mencapai tingkatan ranah Nirwana!" kata Sun Jian.
Namun dewa Es Bing Tian sangat begitu terkejut, wajahnya tercengang, "U— untuk apa anda mencari mereka?" tanya Bing Tian dengan nada yang terkejut.
Liu Feng menghela nafasnya, lalu ia pun berbicara, "Mereka ... adalah guruku!" jawab Liu Feng, merasa sedih.
Dewa Es Bing Tian tertegun untuk sesaat, 'Ternyata, menghilangnya dua Dewi selama beberapa tahun itu, dia berada di Alam Manusia, dan diam-diam melatih seorang jenius seperti ini. Bahkan murid yang mereka latih telah melampaui mereka berdua, sungguh mengerikan!' gumam Dewa Es Bing Tian di dalam hatinya.
"Saudara Liu! Dewi Yun Xian berasal dari Faksi Dewa kegelapan, dan Dewi Ning Yudie berasal dari Faksi Dewa Cahaya. Apakah anda bermaksud untuk mendatangi Faksi-faksi kuat itu?" Dewa Es Bing Tian bertanya kepada Liu Feng.
Liu Feng tersenyum, lalu menjawabnya.
"Ya, anda benar!" jawab Liu Feng.
"Hm, para petinggi ke-dua Faksi itu sangatlah kuat, bahkan kekuatan Faksi Dewa Es dan Salju tidak terbilang setengah kekuatan dari kedua faksi tersebut, sebaiknya anda pikirkan matang-matang." Kata Dewa Es Bing Tian, menyarankan.
"Aku yakin, dan bila perlu aku akan menghancurkan kedua Faksi Dewa tersebut." tegas Liu Feng, tanpa rasa takut sedikitpun.