NovelToon NovelToon
Perindu Senja

Perindu Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:53.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ata~Tenareten

Mencintai bukan berarti sepenuhnya memiliki karena takdir tak pernah kita tahu rencana yang Kuasa. Memiliki bukan berarti sepenuh mencintai karena cinta tulus setia hanya untuk seseorang saja.

Simak Kisah "Perindu Senja."
By : Farit Rittan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ata~Tenareten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersama Lagi

Mendengar ujaran Metallo, Ayah Festo menggelengkan kepala pelan, dengan sedikit tawa geledek, sedangkan tatapannya mengarah kepada Mey dan memainkan matanya.

Raut wajah Indri seketika memerah, dia kemudian merapatkan giginya, dan memasangkan wajah yang begitu dendam terhadap Metallo.

Melihat Indri sangat marah terhadapnya, iapun langsung diam, lantas ia takut jikalau Indri marah.

"Oh... Begitu, ya. Terima kasih telah mikirkanku," Indri membalikkan keadaan dengan mengatakan demikian, sebab dia juga tahu bahwa Mey pasti sangat marah terhadap Metallo, jikalau dia mengatakan demikian.

Kedua gadis itu terlihat sangat geram terhadapnya, tetapi tidak dengan dia. Gitar yang selalu dibawanya terus dipetiknya, hingga membuat kedua Gadis itu luluh dan mau menghiraukan lagi candaanya.

"Ah... Aku pulang dulu, iya," Metallo menghentikan petikan gitarnya, ketika melihat kedua gadis itu tak menghiraukan lagi dirinya.

Mey kebingungan, menatapi dia dengan penuh tanya, 'Apakah dia memang benar-benar pulang, hanya karena kesalah pahaman yang baru saja terjadi. Ah, tidak mungkin.'

“Wey, Metal. Jangan terlalu arogan. Ada apa dengan dirumu, sehingga engkau pergi begitu saja,” pinta Festo.

Metallo sama sekali tak menghiraukan Festo, sebab laju jalannya sangat cepat, mengingat dia harus kembali lagi kesitu.

Indri menatpnya sesaat, sebelum mengarahkan kembali pandangannya kepada Mey dan Festo, "Nanti juga dia kembali lagi kesini."

Kini Mey tersadar, bahwa Metallo kemana-mana selalu membawa gitar, sedangkan sekarang ini dia tidak membawanya, melainkan meletakkannya di bawah lantai, 'Mungkin dia lupa sesuatu.'

Walapun demikian, mereka tidak pernah mengira, bahwa kedatangan Metallo ke situ hanya membawa gitarnya, sedangkan buku tugas yang menjadi terpenting, terlupakan olehnya sehingga dia pulang untuk mengambil buku tugasnya.

******

Kali ini tidak membutuhkan waktu yang lama, setelah tak terlihat lagi oleh ketiga temannya, iapun mulai berlari dengan sangat cepat menuju ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Metallo langsung mengambil buku tugasnya dan bergegas pergi lagi. Ibu Elena mengerutkan dahinya, ketika melihatnya yang tergesah-gesah beranjak pergi lagi, setelah beberapa detik berada di situ.

“Nak, baru juga pulang. Kenapa pergi lagi, tinggalkan Ibu sendirian di sini?” tanya Ibu Elena, karena merasa kesepian bercampur rasa takut, sebab beberapa rumah yang berada di dekat mereka telah mematikan lampu dari ruangan tengah mereka, yang menandakan mereka telah beristirahat, sehingga keadaan di keliling rumah mereka sangat sunyi seperti tidak berpenghuni.

"Bu, tadi aku lupa membawa buku tugasku, makanya aku kembali lagi kesini untuk mengambilnya, lantas malam ini kami harus menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Pak Lias tadi,” jawabnya, sembari menunjukan buku yang berada di genggamannya.

Walaupun Ibu Elena merasakan sedikit kesepian, namun dia juga tidak bisa menahan anaknya di situ, mengingat Metallo sedikit sulit untuk diatur.

“Ya, sudahlah. Tapi kamu harus cepat pulang iya, Nak.”

*****

Selang beberapa menit Metallo berada di situ, setelah mengambil buku tugasnya, akhirnya Faelo tiba juga. Sebenarnya Faelo sendiri ingin ke rumah Metallo, tetapi dia teringat akan tugas yang diberikan oleh Pak Lias, dilain sisi dia juga belum mengerjakan tugas tersebut, sebab taman-teman mereka yang sekelompok dengannya berada di kampung Mulawato(dimana terdapatnya sekolah mereka atau dengan kata lain, sekolah mereka berada di kampung Mulawato), oleh karena itu dia memutuskan untuk mengerjakan bersama mereka.

Melihat Faelo menghampiri mereka disaat yang tidak tepat, Metallo ingin menanyakan kepada dia tentang tugas yang diberikan oleh Pak Lias.

"Faelo, apakah tugas...." ujara nya terhenti, ketika mengingat kembali pembagian kelompok yang dilakukan oleh Pak Lias.

"Ah, Slow. Intinya tugas dari Pak Lias dapat kita selesaikan," pinta Mey, menatap tajam Metallo, sebab dia sangat senang akan kehadiran Faelo yang nantinya akan menemani Indri, dilain sisi dia juga ingin mehabiskan malam bersama Metallo tanpa diganggu oleh Indri.

Indri mengendus kesal ketika melihat mereka semua senang akan kehadiran Faelo, mengingat kelakuan Faelo yang terjadi kemarin malam masih membekas dalam benaknya, walau hubungan mereka berdua sudah membaik.

'Dia lagi... Dia lagi...' Indri menggelengkan kepala pelan, sebab dia sendiri tahu bahwa dengan adanya kehadiran Faelo di situ, dia tidak bisa bersama Metallo, kerena terhalang oleh Mey, juga Faelo yang akan menemaninya menghabiskan malam bersama.

Dilain sisi dia sama sekali tidak tahu, bahwa Mey sendiri inging menghabiskan malam bersama Metallo, demikian pula sebaliknya dengan Metallo.

"Jikalau kalian tidak mau, aku mengerjakan tugas bersama kalian. Maka aku menunggu kalian di rumahnya Metallo," pinta Faelo, dengan tatapan sinisnya yang mengarah kepada Indri dan juga Festo secara bergantian.

"Terserah kamu," jawab Indri, yang tidak mau lagi menghiraukan nya, sebab tugas yang dia kerjakan masih banyak yang belum terselesaikan.

"Sudahlah... Kita kerjakan bersama-sama," pinta Festo, yang tidak ingin perdebatan diantara mereka makin panjang.

Akhirnya Faelo pun turut serta bergabung bersama mereka, untuk mengerjakan tugas yang diberikan Pak Lias, tetapi Faelo sama sekali tidak membawa peralatan tulisnya. Maka dari itu, dia memutuskan untuk membatu menyelesaikan tugas itu terlebih dahulu, sebelum meminjamkan buku tugas Indri, untuk dibawanya pulang dan menyalin tugas itu di rumah dia .

*****

Setelah mereka menyelesaikan tugas, dan juga membereskan segala peralatan, mereka pun mulai menuju ke tempat nongkrongan.

"Mey, apakah hubungan keduanya sudah membaik?" tanya Metallo, sembari menarik tangan kiri Mey, serta menunjuk kearah Faelo dan Indri yang berjalan di depan mereka.

Mereka berdua terlihat sangat dekat, hanya saja terkadang raut wajah Indri menggambarkan perasaannya yang tidak bersahabat, oleh karena itu Metallo terus memperhatikan mereka berdua, mengingat kejadian yang pernah mereka alami di hari kemarin.

"Ah, sudahlah. Biarkan saja...." Mey menghentikan ucapannya, ketika melihat Metallo terus menerus menatapi Indri .

"Apakah kamu juga mencintainya?" tanya Mey, dengan raut wajah yang sangat cemberut.

Mey sendiri tahu bahwa Indri sangat mencintai Metallo, oleh karena itu dia memberikan pertayaan yang diluar dugaan Metallo, untuk memastikan perasaan yang sedang Metallo rasakan sekarang, 'Jikalau kamu mencintainya, kenapa engkau hanya melihat dia begitu saja.'

Metallo menghentikan langkahnya seketika, dan tersedak air liurnya, "Apa?" tanyanya, mantap Mey begitu dalam.

"Hm... Sudahlah, jangan dipikirkan," jawab Mey.

Rupanya Mey merasa sedikit senang, namun dia sendiri tidak ingin itu diketahui oleh Metallo, mengingat dia juga bukan siapa-siapanya Metallo, hanya saja dia merasa sedikit nyaman bila berada di dekat Metallo.

Bersambung...

[Masalah merupakan sebuah tugas yang diembankan bagi kita makluk berakal.

Setiap insan melakukan sesuatu, baik itu keinginan dari dalam diri ataupun dari orang lain yang diberikan kepada kita, ialah masalah terbesar yang kita hadapi.

Segala sesuatu yang sifatnya mengeluarkan energi, itu dikategorikaan juga sebagai sebuah problem. Bahkan sebelum kita ada di dunia ini, atau masih dalam kandungan Bunda tercinta kita, problem itu telah menimpah kita.

So : Jaganlah merasa terpuruk ataupun terkucilkan hanya karna sebuah masalah. Tetapi bersukurlah bahwa kesempatan yang di berikan Allah, tidak kita gunakan sia-sia untuk melesaikan semua yang Dia kehendaki.]

1
Reaz
semagat Thor.../Ok//Good/
mampir juga ya.../Coffee//Coffee/
Abu Yub
luar biasa
Abu Yub
Aku kasih bintang masuk ngak dedek
Abu Yub
Aku mampir dedek/Rose//Rose/
Abu Yub
sedih
Abu Yub
dapat melihat
Abu Yub
Tumben
Abu Yub
indah namun aneh
Larina
Turut prihatin dengan keadaan listrik di wilayah Metallo, ternyata cukup payah
Larina
mereka sama-sama menarik nya
Larina
pH no,, dia salah sangka
KIA Qirana
Wah, kalian jadi lebih sakit kan, terjatuh, dan tertimpa 🤔🤔
Adinda
Kasihan Mey, jiwanya jadi murung
ALONE ⭕
Astaga, itu para ibu-ibu rombengan banget mulutnya
Zelyn ⭕
Hey Metallo sabarlah sedikit
Nina ♋
Apa aku seindah senja 🤔🤔🤔
Dhina ♑
Sungguh miris keadaan Mey.
Dikelilingi kebencian
Jazz ♋
Dia siapa
Jazz ♋
Pukulan kamu sungguh dahsyat Mey
Jazz ♋
Karena tidak ada cara lain untuk menyadar........

Thor, itu maksudnya bagaimana ya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!