NovelToon NovelToon
RAIDEN

RAIDEN

Status: tamat
Genre:Petualangan / Game / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

'Elvort Garden' merupakan sebuah dunia virtual game paling sempurna buatan sebuah perusahaan bernama HD Corporation.

Kau tidak perlu tidur seharian untuk memainkan game ini. Setelah memakai V-Gear dan memutuskan untuk Log In, tubuhmu akan langsung berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang. Rasanya mirip dengan perpindahan dimensi atau masuk ke dunia lain.

Tidak ada sistem yang akan menemanimu, tidak ada bar status atau lainnya. Karena setelah kau masuk, maka hanya ada dua jalan untuk bisa keluar..

Kalahkan Big Bos dan ucapkan keinginanmu atau.. Mati.

Tidak ada tipuan dari pengembang game saat Raiden menggunakan V-Gear miliknya. Dia telah membaca buku panduan game serta risiko yang ada di dalamnya.

Raiden telah memutuskan, dia akan mencoba peruntungan hidupnya di dunia yang sudah lama dia impikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18 - Lilulu

Selesai bersiap, Raiden terlebih dahulu mengajak Yuna kembali ke stadion untuk mengambil Drift miliknya. Ziyan, Theo, dan para rekan mereka mengikuti di belakang seperti pengawal rahasia.

Kelompok dari Teratai Putih ini benar-benar sangat ahli menyembunyikan hawa keberadaan mereka dan Raiden merasa kagum karenanya.

"Bukankah ini bagus? Kita seperti punya pengawal pribadi, sekarang hidupku jadi semakin sempurna." Raiden tersenyum dan mulai memasang helm miliknya. Dia melemparkan satu kepada Yuna.

!

Gadis tersebut menangkapnya dengan sempurna, tatapan Yuna terlihat mengarah pada sebuah Drift berwarna kuning keemasan. "Apa ini milikmu?"

"Kau pikir pemuda tampan sepertiku akan mencurinya? Drift ini adalah kekasihku. Kau harusnya bangga karena bisa menaiki Drift yang begitu populer di abad ini." Raiden mengusap-usap pelan Drift yang jelas sangat keren itu.

"Ayo naik," Raiden kembali bicara, dia mulai menaiki Driftnya. "Kau tinggal pilih mau duduk di samping kanan, di kiri, atau bersamaku sambil memeluk pinggangku juga tidak masalah."

Yuna memakai helm yang diberikan padanya. Drift di depannya memang memiliki dua buah keranjang berbentuk telur berwarna hitam kemerahan, tempat itu sebelumnya merupakan singgasana Yun dan Lulu ketika mereka masih bersama Raiden.

Body Drift itu sendiri hanya dikhususkan untuk satu orang, namun sebelumnya Raiden mengatakan dia bisa duduk di mana pun. Entah pemuda ini hanya bersikap baik atau justru sedang bercanda padanya.

Yuna tidak menjawab, dia duduk di salah satu sisi Drift yang dahulunya merupakan tempat duduk Lulu. Yuna memakai sabuk pengaman yang tidak disangkanya cukup banyak.

Dia pun bertanya, "Apa sebelumnya orang yang menumpang di Drift milikmu harus memakai ini semua?"

Raiden tidak menoleh ketika mendengar Yuna bicara, dia nampak menyalakan Driftnya. "Kau orang ketiga, sebelumnya aku hanya membawa dua orang teman. Duduklah dengan baik dan pasang semua sabuk pengamannya, aku tidak ingin kau jatuh karena tekanan angin."

"Apa kau bisa melaju lebih cepat hingga para penguntit itu tidak dapat mengejar kita?" yang dimaksud 'penguntit' oleh Yuna jelas adalah Theo dan teman-temannya.

Raiden mendengus, "Apa kau baru saja meragukanku, huh? Pegangan yang erat. Ini akan lebih cepat daripada roller coaster."

!!

Belum sempat membalas, Yuna langsung dikejutkan oleh tindakan Raiden yang melajukan Driftnya dengan kecepatan yang benar-benar gila. Dia sungguh sudah meremehkan pemuda ini.

Theo dan rekan-rekannya mulai keluar dari tempat persembunyian mereka. Dia juga sangat terkejut dengan kecepatan Raiden membawa Drift, bahkan hanya dalam sekedipan mata--pemuda bermata merah itu sudah tidak terlihat lagi.

"Apa dia sengaja meninggalkan kita?" salah satu rekan Theo mulai buka suara, dia curiga bahwa sebenarnya Raiden dan Yuna tidak benar-benar ingin bekerja sama dengan mereka.

Ziyan, "Itu tidak masalah. Ayo segera ikuti mereka. Lagipula kita tahu tujuan Raiden, dia dan nona Yuna akan ke Guild Singa Emas."

Theo dan yang lainnya mengangguk, mereka pun bergegas. Guild Singa Emas berada di Kota Cahaya dan berjarak cukup jauh dari Kota Api. Namun karena mereka mempunyai kemampuan yang tidak biasa--Theo dan teman-temannya hanya membutuhkan waktu paling lama adalah seharian penuh untuk sampai ke perbatasan Kota Cahaya.

Raiden dan Yuna sendiri lebih dahulu sampai di Kota Cahaya. Mereka disambut dengan pemandangan yang luar biasa mengagumkan.

Kota ini dihiasi oleh lampu-lampu jalan berwarna perak, pepohonan yang ada merupakan sejenis plum dengan bunga bermekaran yang indah. Raiden terus melajukan Drift-nya walau kini dia melambatkan kecepatannya.

Banyak orang yang dilihat Raiden, dia lantas menghampiri seorang pedagang dan bertanya tentang lokasi Guild Singa Emas. Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkannya, dia lalu berterima kasih dan kembali melanjutkan perjalanan.

Guild Singa Emas rupanya berada di wilayah pegunungan, terletak di sebelah selatan Kota Cahaya. Tempat itu luas dan memang jauh dari riuhnya perkotaan. Siapa pun yang ke Guild tersebut akan melewati sebuah hutan dan lembah terlebih dahulu, sebelum akhirnya tiba pada jalanan yang menanjak.

Raiden berhenti tepat di pinggiran hutan, dia mengambil napas sejenak sebelum kembali melajukan Drift miliknya. Dia melewati hutan lewat atas, inilah keistimewaan Drift terbarunya yang dapat melayang seakan mempunyai sayap.

Yuna sendiri begitu tenang duduk di belakang, tidak ada pembicaraan antara keduanya selama perjalanan mereka--itu mungkin karena kondisi di mana tekanan angin ketika mengendarai Drift cukup kencang sehingga jika berbicara sekali pun, suara mereka akan sulit didengar.

Raiden sebenarnya sudah ditunggu oleh Hide dan teman-temannya yang lain. Bisa dikatakan mereka adalah senior yang sudah tidak sabar menyambut anggota baru dari Guild Singa Emas.

Sebelumnya sudah ada dua orang pemain yang lebih dahulu datang sebelum Raiden. Hanya saja sekarang ini kedua pemain itu tengah terbaring lemah di dalam arena latihan--tubuh mereka penuh luka seperti telah dihajar habis-habisan.

"Anggota baru kita ternyata sangat lemah." suara seseorang terdengar, nada bicaranya begitu dingin.

"Dia punya teknik yang bagus, kupikir mereka akan lebih baik setelah melalui banyak latihan."

"Hmm, bukankah Tuan Hamada memilih mereka hanya untuk dijadikan umpan? Kita kekurangan peliharaan, setidaknya mereka bisa dapat menghiburku sedikit."

"Hide, kapan anggota baru lainnya akan datang? Mereka sangat keterlaluan karena membuat para Seniornya menunggu."

"Hmph, jika dia tidak tewas. Mungkin sebentar lagi akan sampai," Hide memperbaiki posisi duduknya, dia bersama empat orang rekannya yang mempunyai keahlian masing-masing.

Sudah menjadi tradisi bagi Guild Singa Emas untuk menyambut junior mereka dengan perlakuan yang kasar. Dan sebenarnya tidak hanya di sini, tetapi juga Guild yang lain. Buktinya sekarang Lulu yang berada di Guild Phoenix Api tengah fokus bertarung dengan seorang seniornya. Dia berada dalam kondisi terdesak.

!!

Satu-satunya pemain yang dipilih sebagai anggota baru oleh Guild nomor satu ini adalah Lilulu. Gadis mungil itu telah mencuri perhatian hingga banyak senior yang ingin menantangnya bertarung.

"Kau mengagumkan. Aku memuji bakatmu, tapi apa hanya ini yang bisa kau lakukan?" seorang pria berpakaian merah dengan sulaman burung Phoenix terlihat berdiri di hadapan Lulu.

Dia nampak berusia sekitar 25 Tahun dengan rambut panjang berwarna tinta. Matanya sebiru langit, mempunyai wajah bersih dan tatapan mata yang dingin.

Sejak bertarung, dia hanya menggunakan separuh dari kemampuannya. Jelas dia masih meremehkan gadis mungil yang berpakaian layaknya cosplay tersebut.

Lulu sendiri masih tetap memasang wajah tenangnya. Pakaiannya sudah kusut, kotor, dan beberapa juga terlihat koyak. Walau demikian, tatapan matanya belum memperlihatkan tanda-tanda kelelahan.

Kedua tangan Lulu memegang pedang kembar dengan aliran Vit pada bilahnya. Dia tidak menjawab pertanyaan dari pria di hadapannya, tetapi justru kembali melesat maju.

!!

Pria itu sendiri menangkis serangan Lulu hanya dengan memakai sebuah seruling yang terbuat dari giok berwarna delima. Benturan senjatanya menghasilkan suara nyaring dan angin kejut. Lulu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kembali menyerang.

Gadis itu memutar pedang di tangan kirinya dan menargetkan tubuh bagian bawah lawan. Gerakannya cepat, meski lawan dengan mudah menghindarinya.

Banyak yang menyaksikan pertarungan ini, beberapa suara terdengar yang mana satu di antara mereka menyebut nama lawan yang tengah dihadapi Lulu. Pria berpakaian merah itu bernama Arashi, dia merupakan salah satu yang terkuat di Guild Phoenix Api.

Arashi tidak memainkan seruling miliknya, dia mengayunkan senjata itu seperti sedang memakai sebuah pedang. Gerakannya cepat, penuh strategi, dan tanpa celah. Dia mampu memberi serangan hingga membuat Lulu kembali terpental.

Meski hanya mengeluarkan separuh kekuatan, namun serangan Arashi tidak main-main. Sudah berulang kali Lulu terlempar, menghantam tanah dengan keras, termasuk sebuah dinding hingga rusak.

!!

"Ya ampun, aku jadi kasihan padanya~"

"Dia masih anak kecil~"

"Senior Arashi harusnya lebih lunak sedikit. Dia malang sekali~"

Ada tiga orang suara perempuan yang dapat didengar oleh Lulu, namun ucapan dari orang kedua-lah yang membuat telinganya panas. Dia bukanlah anak kecil, dirinya adalah gadis yang sudah dewasa!

Lulu berdiri sekuat tenaga, nampak menghiraukan rasa sakitnya. Dia kemudian meludahkan darah segar dan menatap tajam Arashi. Kedua pedangnya kembali dialiri Vit dan semakin besar.

!!

Sesuatu tiba-tiba saja terjadi. Angin berhembus sangat kencang dan bahkan mampu mengikis lantai arena, termasuk dinding tempat Lulu menghantamnya. Gadis itu mencengkeram kuat pedangnya hingga darah mengalir pada sela-sela jarinya.

"Aku bukan anak kecil.." Lulu bergumam, matanya berkilat dan detik berikutnya dia kembali menyerang.

"Gerakanmu masih saja memiliki celah, aku bisa melihatnya." Arashi mengalirkan Vit pada serulingnya saat Lulu semakin mendekat.

!!

Hanya saja ketika berjarak selangkah lagi, Lulu tiba-tiba menghilang di udara. Ini membuat mata Arashi melebar karena perempuan mungil itu hilang tepat di depan matanya.

Sebuah serangan datang dari arah titik buta Arashi. Suara debaman keras terdengar ketika tubuh pria itu terlempar dan menghantam sebuah pilar hingga hancur. Kondisi tersebut mengejutkan, apalagi tubuh Arashi baru berhenti ketika menabrak dinding. Tempat itu pun bahkan lebih buruk lagi.

"Aku bukan anak kecil.." Lulu kembali bergumam. Niat membunuhnya muncul dari sorot matanya tersebut.

"Jangan memanggilku anak kecil.." suara gadis mungil itu terdengar sangat dingin. ".. Tidak ada yang diizinkan memanggilku begitu. Siapa pun yang melakukannya, mereka layak mati."

***

1
Fadiyah NK
Kak jujur kangen Raiden, ini KK GK niat lanjut lagi kah? Sampe aku baca ulang saking kangennya
Uchy
Raiden nampaknya kurang mendapat perhatian dari Dasha.....
Uchy
Dari semua karya Dasha,,, hanya Raiden yang belum punya julukan fans.....
Uchy
Hari ini kok ngga dapet iklan LG favorit ku, ya.?!😁😁
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Uchy
Sepertinya Raiden perlu banyak persiapan untuk melanjutkan petualangannya.
Anna Bisay
ahmm suka
Uchy
meskipun hanya cerita sebuah game, tapi jln ceritanya sangat menarik
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Dasha masih sibuk kah.?!
Uchy
Ternyata Raiden belum di lanjut 😁😁
Uchy
jatuh cinta kah Raiden pada Yuna.?!
Uchy
Sebagai tokoh utama dalam cerita.
mana mungkin Raiden akan tewas.?!
sekalipun nyawa hanya tinggal seujung rambut....
Uchy
Raiden....
Pastikan bahwa itu adalah seringai terakhir dari lawan mu.....
Uchy
Raiden semangat 💪
Tunjukkan kemampuanmu pada Hide, dan tundukan Hide dlm pertandingan antar pemain.
Uchy
Hide kebakaran jenggot sampai rambutnya jadi pirang kepanasan 🤪🤪🤪🤪
Uchy
Meskipun bukan yang pertama.
tp aku akan tetap hadir dengan dukungan tulus.
Alan Bumi
banyak kalimat yang kehilangan satu huruf di setiap kata dan ada juga yang kelebihan satu huruf di setiap katanya
Hamtaro Dasha: Siap kak. Nanti direvisi kembali typo-nya, 。^‿^。Terima kasih ya karena sudah menolong Dasha memeriksa ulang tiap episode di novel kami. Ini sangat membantu (*´∀`~*)
total 1 replies
Alan Bumi
musuhnya = musuhmu
Alan Bumi
membunuh = pembunuhan
Alan Bumi
Adhd tuh apa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!