NovelToon NovelToon
Hanya Adik Angkat Sersan Davis

Hanya Adik Angkat Sersan Davis

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:99.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Serka Davis mencintai adiknya, hal ini membuat sang mama meradang.

"Kamu tidak bisa mencintai Silvani, karena dia adikmu," cegah sang mama tidak suka.

"Kenapa tidak boleh, Ma? Silvani bukan adik kandungku?"

Serka Davis tidak bisa menolak gejolak, ketika rasa cinta itu begitu menggebu terhadap adiknya sendiri, Silvani yang baru saja lulus sekolah SMA.

Lalu kenapa, sang mama tidak mengijinkan Davis mencintai Silvana? Lantas anak siapa sebenarnya Silvana? Ikuti kisah Serka Davis bersama Silvani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Menemui Jeng Suci

     Setelah menerima pengakuan Davis tadi, Mama Verli langsung terlihat murung, tubuhnya pun terhuyung. Dia tidak sangka Davis bakal mencintai Silva lebih dari sekedar saudara, padahal kalau dipikir, Davis dan Silva sudah bersama sejak kecil, bahkan ia melihatnya kasih sayang yang diperlihatkan Davis maupun Danis, layaknya seorang kakak pada adiknya.

     "Ma, sudah, yuk. Mama sebaiknya masuk kamar dulu. Tenangkan pikiran Mama. Kalau Mama seperti ini dan memikirkan perdebatan tadi, Danis khawatir Mama malah sakit. Ayo, Danis antar Mama ke kamar." Danis meraih lengan sang mama lalu menuntunnya membawa ke dalam kamar.

     "Tidak, biarkan mama di beranda ini, mama tidak mau ke kamar," tolak sang mama tidak mau diajak ke kamar. Danis patuh, ia melepas sang mama di sana.

    "Baiklah, kalau begitu Danis ambilkan minum buat mama, ya, biar mama tenang." Danis segera pergi bermaksud mengambil air untuk sang mama. Mama Verli tidak menyahut, pikirannya masih pada perdebatan tadi, dan benaknya bertanya kenapa Davis bisa jatuh cinta sama Silva.

     "Tidak ada yang tidak mungkin, Ma. Bukankah Mama pernah bilang, apalagi Davis dan Silva bukanlah saudara kandung, mereka tidak sedarah dan bukan saudara sepersusuan. Rasa cinta itu akan muncul seiring waktu. Jadi, wajar kalau ternyata Davis tiba-tiba mencintai Silva, karena mereka sudah terbiasa bersama, maka Davis menemukan kenyamanan pada diri Silva."

     Kini perdebatan itu berlanjut dengan Papa Vero. Mama Verli seakan mendapat perlawanan dari sana sini, yang jelas ia tetap tidak mau Davis mencintai Silva. Mama Verli teguh pada pendiriannya, bahwa Silva tidak boleh berubah status, sekali anak tetap anak.

     "Oleh karena itu, kita harus mencegahnya, Pa. Mama tidak mau mereka saling cinta. Mama hanya menyayangi Silva sebagai anak saja, perasaan mama hanya menyayangi dia sebagai anak," teguhnya begitu egois.

     "Kita tidak bisa mencegahnya, Ma, kalau perasaan itu nyatanya sudah ada dalam diri mereka. Kalau Silva saudara persusuan Davis atau Danis, maka kita wajib mencegahnya, karena mereka sudah mahram dan haram dinikahi. Coba Mama bayangkan, setelah Silva beranjak semakin dewasa, lalu Mama bepergian keluar kota, misalnya dan terpaksa harus meninggalkan papa dan Silva. Apakah Mama tidak khawatir dengan keadaan kami di rumah yang ditinggal Mama pergi?"

     "Ini hanya gambaran saja, papa tidak bermaksud apa-apa. Papa pun tidak mungkin melakukan hal yang tidak bermoral, karena rasa sayang papa kepada Silva sudah seperti ke anak kandung sendiri. Tapi, untuk menghindarkan hal itu terjadi, alangkah baiknya Silva dijadikan mantu saja. Papa juga tidak mau apabila suatu saat Silva tiba-tiba dapat lelaki lain, tapi ternyata lelaki itu berangasan dan tidak bertanggung jawab, apakah Mama tidak akan sedih melihatnya?" lanjut Papa Vero seakan memberi provokasi agar Mama Verli menyetujui keinginan Davis.

     "Papa sama saja sama Davis. Papa justru mendukung Davis. Si Davis seperti tidak ada perempuan lain, kenapa harus jatuh cinta sama Silva. Si Silva juga, anak itu, kalau Davis masuk kamar selalu saja dalam keadaan berhanduk. Dan bodohnya lagi, pintu kamar kenapa tidak pernah dikunci, padahal sudah mama peringatkan berulang kali, kunci pintu-kunci pintu," omelnya kesal.

     Papa Vero hanya geleng kepala mendengar istrinya ngomel seperti itu.

    "Ma, sudah. Mama jangan marah terus, nanti cantiknya hilang lho. Ayo, kita berebah saja, biar papa redam kemarahan Mama dengan pijatan papa," rayu Papa Vero tersenyum genit.

     "Ih, Papa ini genit, tidak tahu ini masih sore, tapi kelakuan kayak pengantin baru. Padahal kita pengantin sudah basi. Mama mau pergi dulu ke rumah Jeng Suci. Dia pakai keceplosan segala, jadinya Silva terlihat murung tadi. Sepertinya Silva murung karena ucapan Jeng Suci," duganya sembari meraih kerudung dan jaket bulunya.

     "Mama mau apa, mau labrak Jeng Suci? Kan dia sudah minta maaf kalau dia keceplosan. Jeng Suci tidak seperti Jeng Riana, Ma. Sepertinya dia memang hanya keceplosan," bujuk Papa Vero merasa khawatir sang istri akan kembali melabrak orang gara-gara tidak sengaja mengungkap siapa sebenarnya Silva.

     "Tidak, mama bukan mau labrak Jeng Suci seperti melabrak Riana, tapi hanya mempertanyakan seperti apa kronologisnya. Mama tahu kalau Jeng Suci memang kadang latah. Sudah Papa tidak usah khawatir, mama juga tahu mana yang harus dilabrak dan mana yang tidak." Tanpa menggubris ucapan Papa Vero lagi, Mama Verli segera bergegas keluar dari kamar, dia akan menemui Jeng Suci yang tadi minta maaf melalui WA, karena merasa keceplosan.

     Deru motor Mama Verli terdengar sampai ke lantai atas. Papa Vero geleng kepala melihat sang istri yang sudah pergi dengan tujuan menegur tetangganya itu. Tapi kali ini Papa Vero tidak terlalu khawatir atau sampai harus mengikuti Mama Verli, karena ia tahu Jeng Suci memang orangnya sedikit latah.

     Motor Mama Verli tiba di depan rumah Jeng Suci, Dia langsung turun dan menuju pintu. Saat pintu dibuka, kebetulan dibuka oleh Jeng Suci. Jeng Suci terlihat gembira sekaligus kaget atas kedatangan Mama Verli tetangga di komplek itu.

     "Silahkan Jeng masuk. Wah, ada apa nih seperti dinas banget. Atau jangan-jangan gara-gara pesan WA saya tadi? Aduh Jeng, sumpah itu benar-benar keceplosan. Itu tu sebelumnya saya baru saja nonton si Nana yang anak angkat. Jeng tahu film nasional itu, kan?" brebet Jeng Suci tanpa diminta dengan muka yang merasa bersalah.

     "Iya sih Jeng, aku datang ke sini untuk menanyakan hal itu sama Jeng. Aku hanya ingin tahu seperti apa kronologinya sampai Jeng Suci bisa keceplosan begitu. Jadinya Silva tadi pas pulang terlihat murung dan sedih," beber Mama Verli seadanya.

     "Begini Jeng, aku juga minta maaf sebelumnya, ya. Sumpah, aku tidak pernah bermaksud ikut campur masalah orang lain. Gara-gara habis nonton si Nana, jadi kebawa-bawa keceplosan deh di depan Silva. Awalnya ...."

     Jeng Suci menceritakan kronologis kenapa ia bisa keceplosan seperti tadi.

     "Begitu ceritanya Jeng. Aku tadi itu merasa tidak biasa melihat Silva pulang jalan kaki, kan biasanya suka bareng Mas Davis. Dan gilanya mulut aku ini, malah kepikiran anak angkat gara-gara nonton si Nana. Noh, kalau tidak percaya, aku ini baru nonton si Nana. Aku takutnya Jeng malah menuduh aku sengaja. Aku minta maaf, ya, Jeng. Coba tadi aku tidak ketemu Silva sepertinya mulutku ini tidak akan latah dan lancang seperti ini," jelas Jeng Suci menyesal.

     Setelah mendapat penjelasan dari Jeng Suci, Mama Verli segera berpamitan. Saat Mama Verli berpamitan, Jeng Suci membekali Mama Verli bolu pisang pandan yang baru saja dibuatnya.

     "Terima ini, untuk camilan di rumah, serta sebagai rasa sesal dan permohonan maaf aku sama Jeng Verli."

     Dengan terpaksa dan senang hati, Mama Verli menerima bolus pisang pandan yang masih panas itu. Mama Verli pun pamitan, dan kasus keceplosan Jeng Suci dimaafkan.

1
Cerlia Wati
semangat thor,suka ceritanya,kira" ada kelanjutan kisah anak" mereka kah.
Nasir: Insya Allah ya, nanti akan dipikirkan. Lanjut ke kisah lainnya ya. 🙏🙏🙏
total 1 replies
nis_ma
sukses selalu, thorr 🔥🔥
Nasir: Mksh byk ya Kak.... mampir lagi ke karya yg lain...
total 1 replies
Nick_Hen
👍
Nasir: Makasih byk Kak. Mampir lagi ke karya yang lain.
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ya kok habis pðhl aq suka bgt sm crita in, ap gakda crita anak2 mrk atau lanjutlah thor
Nasir: Nanti akan saya buat, Insya Allah. Terus pantengin ya. ...
total 1 replies
FHR
Terus berkarya dan bahagia 👍👍
Nasir: Mksh byk Kak....
total 1 replies
FHR
Terimakasih karyanya Kak, tetap semangat 😍
Nasir: Sama2 Kak. Pantengi terus ya Author, atau ikuti Author biar ada pemberitahuan saat terbit karya baru.
total 1 replies
Tamirah Spd
Cinta Davis tumbuh Karena witing tresno jalaran seko kulino, dan juga dia berani menyintai Silvana karena ia bukan adik kandung nya gimana kedepan nya apa kata author saja kita tinggal mengikuti aja.
Nasir: Hehheehh
total 1 replies
panjul man09
authornya lg main petek umpet 😄
Nasir: Sedang kehilangan ide Kak... 🤭🤭🤭🙏🙏🙏
total 1 replies
panjul man09
alur ceritanya sangat rapi , pemeran pak vero sangat bijaksana , authornya👍👍👍👍
Nasir: Makasih byk Kak.... 🙏🙏🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
panjul man09
cerita ini hampir sama dgn yg pernah ku baca tapi di sini lebih masuk akal dan tdk realistis sedangkan di novel yg satunya ceritanya bikin emosi pembaca karna banyak yg tdk masuk akal dan bikin bertanya tanya sendiri👍
Nasir: Hehehe... iyakah.... 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Lendra malayu
akhirnya up jg 😍😍
Erni Zahra76
alhamdulillah sdh up lg...semngat thor utk upnya💪💪
Nasir: Mksh Kak....
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
harusnya ini dulu diselesaikan baru bkn yg baru lg, yg mantan istri hadir kembali atau apa ya yg baru
Supiah Susilawati
bagus
Nasir: Mksh byk Kak..
total 1 replies
mety
padahal ceritanya bagus thor
Nasir: Sedang kehilangan ide Kak. Gara2 gak lolos retensinya.
total 1 replies
mety
kereeennnn ibu....😍😍
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ini mn lanjutanya
Nasir: Besok aja ya Kak.... 🙏🙏
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
bagus
Nasir: Mksh Kak
.
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
mn in kelanjutanya
Nasir: Hehheh... iya Kak nanti ya..
total 1 replies
anyarai
kelamaan up jd lupa jln cerita nya,,,mau
ngulang dr awal lagi udah males,,
skip ajalah
Nasir: Mampir dulu ke kisah lain ya Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!