>>>SEASON 1<<<
Natasha yang dijodohkan dengan Fadhil, sabatnya sendiri. Harus menelan pil pahit ketika pacar Fadhil kembali disaat Natasha sudah menikah dengan Fadhil.
Lalu apa jadinya, ketika Natasha hamil, Pacar Fadhil juga mengaku hamil setelah berhasil menjebak Fadhil di saat mereka sudah putus.
Akankah Natasha memaafkan Fadhil dan menerimanya kembali? Atau memilih merelakan suaminya untuk wanita lain?
>>>SEASON 2<<<
Nazira Taraan, Anak dari Natasha.
Dan Nabilla Anastasya, Anak dari mantan Pacar Fadhil. Beranjak dewasa bersama, walaupun sering diperlakukan berbeda.
Ana, sapaan untuk Nabilla Anastasya. Gadis malang itu tidak tahu, mengapa dia diperlakukan berbeda.
Sampai dia harus dijodohkan dengan Alfath. Yang bermaksud hanya untuk mendapatkan Anak dari rahim Ana. Karena istrinya mandul.
Ana yang padahal sudah memiliki pacar saat itu tidak punya pilihan, kecuali menuruti keinginan keluarganya.
Akankah penderitaan Ana terbayarka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Terluka, Membuat Fadhil Hilang Akal
*Pagi itu aku sedang sarapan sendirian ..
"Pagi sayang .." Fadhil menghampiriku, lalu mengecup pipiku, dia sudah siap untuk berangkat kekantor. Dia duduk di depan ku untuk ikut sarapan.
"Kok sepi.. Mai mana ?" tanya Fadhil sambil celingak-celinguk melirik kedapur seperti mencari sosok Mai ..
"Mai ke supermarket untuk beli perlengkapan bulanan kita." Sahutku sambil terus menikmati sarapan ..
"Kak .."
"Mmpp .." jawab kak fadhil dengan mulut di penuhi nasi goreng ..
"Kok kakak terima baby sitter yang masih muda banget .."
"Lahhh truss .. gak lucu dong kalau kakak terima ibu-ibu untuk jadi baby sitter.. untuk gerak aja kadang ibu-ibu udah kelelahan sendiri.. apa lagi kalau harus ngejar-ngejar anak-anak yang sedang aktif-aktifnya."
"Hehe iyaa juga yahh .." Sahutku sambil garuk-garuk kepala ..
Tak lama setelah Fadhil berangkat ke kantor.. terdengar suara bel ..
Aku langsung melangkah untuk membuka pintu ..
Aku melihat sosok pria berdiri didepanku ..
"Maaf cari siapa yaa ?" Tanyaku penasaran.
"Meimunah ada ?" Tanyanya ..
"Hahhh .. meimunah ?" Tanyaku balik dengan raut wajah sedikit bingung karena merasa tidak mengenal orang yang dimaksud ..
"Iyaa meimunah, kata nya mahh dia kerja disini buat jagain anak-anak" sahutnya dengan logat khas nya ..
"Ohh Maiii maksudnya .." Jawab ku menebak ..
"Iyaa iyaa maiii .." Jawabnya sambil mengangguk kan kepala dengan cepat
"Mai nya lagi keluar sebentar .. tunggu aja dulu, ayo silahkan duduk .." Ucapku sambil mempersilahkan dia duduk di kursi yang berada di teras rumah ..
"Sebentar saya ambilkan minum .." lanjutku..
"Gak usah Mbak, gak usah repot-repot.."
"Gak kok, gak ngerepotin.." Sahut ku sambil tersenyum ramah ..
Aku melangkah masuk kerumah.. tapi sebelum membuat kan minuman untuk pria tersebut, aku memilih untuk masuk kekamar dulu melihat anak-anak ..
untungnya mereka masih tidur ..
Aku ke dapur lalu membuatkan minumanan ..
Saat aku keluar, aku melihat Mai dan Pria itu sedang bertengkar dan beberapa kali Pria itu menarik-narik tangan Mai dengan kasar ..
Aku bermaksud ngelerai pertengkaran mereka .. Namun tak sengaja Pria tersebut menepis tangan ku dengan kuat sehingga aku terjatuh dan lenganku terluka karena terkena sudut meja kaca yang berada di teras .. lukanya cukup dalam sehingga mengeluarkan banyak darah ..
Karna panik melihat aku terluka Pria itu lalu bergegas pergi ..
Mai panik melihat aku terluka dan berdarah ..
"Aduhh Mbak gimana ini .." Ucap mai panik sambil berlari kedalam rumah mengambil kotak tissue .. dia menggambil beberapa lembar tissue dan menutup luka ku untuk menghentikan darah yang terus keluar ..
"Ayo Mbak kita ke dokter. luka Mbak ini parah, kayaknya harus dijahit.."
"Kamu tolong telfon Fadhil aja sebentar. biar aku ke dokter bareng Fadhil, kamu dirumah aja jagain anak-anak." Mai menuruti perkataanku ..
*Dirumah sakit.
Luka ku sudah dijahit, dan aku menunggu Fadhil didalam mobil, karena dia harus mengambil obat di apotik rumah sakit..
Aku mencoba menahan rasa sakit karena obat biusnya sudah mulai hilang ..
didalam perjalan pulang, Fadhil mulai mengintrogasi ku, karena disaat pergi tadi dia hanya diam dengan ekspresi panik namun tetap mencoba fokus mengemudi..
"Apa yang terjadi ?" Fadhil memulai pertanyaannya.
Dan aku pun mulai cerita dari awal kejadian sampai akhirnya bisa jadi gini..
Raut wajah Fadhil tiba-tiba memerah .. dia emosi .. dan selanjutnya dia hanya diam entah apa yang dia fikirkan ..
Sesampainya dirumah.. Fadhil langsung turun dari mobil dengan tergesa-gesa setelah memakirkan didalam garasi ..
Aku mengikutinya dari belakang dengan heran ..
rupanya dia mencari mai, dan mulai mengintrogasi mai soal cowo itu .. setelah mendapatkan informasi tentang cowo itu Fadhil langsung bergegas pergi lagi entah kemana ..
sudah malam Fadhil belum pulang juga ..
aku mencoba menelfon nya berulang kali namun tak ada jawaban ..
Aku jadi khawatir terjadi apa-apa sama dia ..
jam 9:30 malam Fadhil pulang, dwngan wajah yang sedikit memar dan darah disudut bibirnya ..
aku yang panik langsung menghampirinya..
"Kakak kemana aja .. kenapa gak angkat telfon dari aku.. trus kenapa sama muka kakak .. apa yang terjadi."
"Nanti aku ceritain.. aku mandi dulu.."
Aku menunggunya sambil duduk disofa dalam kamar.. mataku terus menatap pintu kamar mandi..
Fadhil keluar dengan hanya memakai handuk, dan langsung menghampiriku. dia duduk disampingku.
"Tadi aku minta bantu temen ku yang intel untuk cari keberadaan cowo brengsek itu .."
Fadhil terdiam sejenak lalu melirik ke arahku.. aku hanya terdiam sambil terus melototinya ..
"Yaa terus kami berhasil nemuin keberadaan dia. dia lagi nongkrong sama temen-temennya.. karena emosi aku langsung hajar dia.. cuma dia di bantu temennya yang cukup rame .. Kalau gak ada temennya mungkin dia udah mati malam ini."
Aku masih melototi dia dengan ekspresi marah..
"Gak ada kerjaan banget sih ? untuk apa juga kakak sampe ngelakuin hal yang kayak gitu.. kalau dia sampai benar-benar mati gimana ? tolong yahhh jangan pakai kekerasan untuk atasi emosi kakak.. aku gak mau anak ku punya ayah seorang pembunuh .."
Emosi ku berkobar-kobar.
"Kok jadi kamu yang marah.. aku lakuin semua ini juga demi kamu .."
Dan akhirnya aku menangis.. menangis sejadi-jadinya..
Fadhil tambah bingung ..
"Lahhhh kok malah jadi nangis .."
"Aku tuu khawatirin kamu bodohh .. dari tadi aku tuu gak tenang mikirin kakak.. takut kakak kenapa-kenapa.. tolong jangan lakuin hal-hal yang bisa ngebahayain diri kakak.. aku gak sanggup lihat kakak terluka kayak gini.." Tangisku sambil sesegukan ..
"Aku yang malah lebih-lebih khawatirin kamu.." Ucap Fadhil lalu memelukku.
"Gak.. aku yang lebih-lebih." sahutku ..
"Aku yang lebihhhh .." Fadhil tak mau kalah.
"AKUUU.."
"AKUUUUU.."
"GAK GAK GAK.. POKOKNYA AKU YANG LEBIH.." ucapku menegahkan
"Udah ah gak usah bertengkar masalah itu.." ucap Fadhil sambil tersenyum mengingat kekonyolan yang kami argumen kan..
Aku melepaskan pelukannya lalu mendekatkan wajahku ke wajahnya ..
"Aku mau dicium.." Ucapku manja.
Fadhil terseyum tipis lalu tanpa menunggu lama langsung ******* bibirku..
"Auuu…" Ucapnya karena merasa sakit di bagian sudut bibirnya ..
Aku tertawa puas ..
"Kamu sengaja yaaaa.." ucapnya kesal dan memasang wajah ngambeknya..
"Gak gak gak .. sini sini aku pelan-pelan.." Sambil melingkari sebelah tanganku ke bagian belakang leher Fadhil.
lalu dengan lembut aku ******* bibirnya.. dia yang semakin bersemangat memelukku dengan sangat erat .. samapi mengenai lenganku yang terluka..
Aku menjerit kesakitan.. lalu menangis karena rasa sakit itu ..
"Sorry sorry.. " Ucap Fadhil panik.
.
.
.
.
.
NEXT>>>
Jangan cepat-cepat END