NovelToon NovelToon
Stay With Me

Stay With Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: faray_glad

Sekuel dari novel Rafania Amora. Author sarankan sih baca dulu novel Rafania Amora. Tapi kalau malas dan ingin langsung baca novel Stay With Me pun juga tak apa. Suka-suka.

Aleta Zeline Al Malik.
Gadis yang baru berusia 19 tahun itu terus merengek pada papanya setelah tidak mendapatkan persetujuan dari sang mama. Terus membujuk dan meyakinkan mereka agar dapat menyetujui keinginannya. Melanjutkan pendidikannya di Jakarta.

Hingga pada akhirnya dia pun berhasil mendapatkan persetujuan dari keduanya. Tanpa di duga olehnya, pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang lelaki telah membuatnya masuk kedalam sebuah masalah yang mengakibatkan mereka harus menikah.

Pernikahan dadakan pun terjadi. Sosok pemuda dengan ketulusan dihatinya telah bersanding dengannya. Begitu sabar dan menerima setiap hal yang dilakukan olehnya.

Setelah menjalani kehidupan baru mereka sebagai sepasang suami-istri, berbagai peristiwa satu persatu bermunculan, hingga tanpa disengaja hubungan antara mereka pun menguak rahasia di antara kedua orangtuanya.

Berulang kali takdir menguji cinta mereka, hingga suatu ketika terjadilah peristiwa yang semakin membuat mereka terpuruk.


Yuk langsung baca novelnya..

ig : Faray_glad

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Tampak seorang gadis cantik sedang menyiram tanaman dihalaman depan rumahnya. Wajah cantiknya terlihat cerah sore itu. Entah apa yang sedang dia pikirkan, Namun tampak sekali dari guratan diwajahnya jika saat ini gadis itu sedang merasa senang.

tinn

tinn

tinn

Seketika itu, dia menjingkat kaget mendengar bunyi klakson motor dari arah depan rumahnya. Hampir saja selang air yang digenggamnya dilempar karena saking terkejutnya.

" Astaghfirullah.. Ngagetin aja. " ucapnya

tinn

tinn

tinn

Pandangannya beralih menatap kearah pintu pagar rumahnya yang masih tertutup. Wajahnya mengerut karena merasa heran.

" Siapa, sih ? Gak sopan banget bertamu dirumah orang. " gerutunya

tinn

tinn

tinn

Dengan masih menahan rasa kesalnya, gadis cantik itu melangkah cepat untuk mematikan kran airnya. Kemudian segera berbalik, membawa langkahnya menuju pintu pagar.

Gggrrrweeeeeeeeeekkkkkkkkktttttt

Pintu pagar telah terbuka sedikit. Gadis cantik itu keluar sembari menatap tamunya dengan tajam. Bahkan dia sama sekali tidak memasang wajah ramah.

" Ku kira pak Anton ketiduran. Maaf jadi merepotkan kamu. " ucap Ino dengan melemparkan senyuman manis

" Pak Anton, ijin pulkam. Anaknya sakit. Lain kali, jangan nunggu di bukain. " tutur zeline padanya yang kemudian gadis itu telah kembali masuk kedalam.

Kali ini dia benar-benar masuk kedalam rumahnya dan tidak melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat terhenti.

Ino mengangguk kecil, Kemudian dia mulai beranjak turun dari motornya. Dengan cepat Ino mendorong semakin lebar pintu pagar rumah tersebut.

Gggggrrrrrrreeeeeeeeeeekkkkkktttt

Kemudian Ino kembali melangkah menghampiri motornya. Dengan cepat dia segera membawa motornya masuk dan disusul oleh dua mobil lainnya yang juga ikut masuk kedalam.

Jangan heran bagaimana bisa dua mobil masuk ke dalam halaman rumah mewah tersebut. Bahkan ada satu mobil lagi yang memang sudah ada di halaman rumah mewah tersebut.

Yah, karena rumah milik Ammar memang sangatlah luas halamannya. Bukan hanya halamannya saja yang luas. Bahkan rumahnya pun juga sangat megah, walaupun dulu hanya zeline dan keempat pekerja saja yang menempatinya.

" Eh.. Gede banget rumahnya. " ucap Erick yang baru aja turun dari mobilnya

Gery dan Ino hanya menggeleng pelan.

" Ayo, masuk ! " ajak Ino

Mereka semua kini telah melangkah masuk kedalam rumah mewah tersebut. Ino menggiring kedua temannya menuju ruang tengah yang disana juga biasa digunakan untuk menonton televisi bersama keluarga.

" Bagus banget rumahnya. Sumpah. " ucap Erick

" Ah.. elak.. Biasa aja ngapa sih. Lebay Lo

" ucap Gery

Namun langkah mereka terhenti ketika ketiganya melihat sosok gadis cantik yang juga menjadi istri Ino telah menuruni anak tangga.

" Eh.. Bussseeett " gumam Gery

Zeline terlihat sangat cantik sekali sore itu. Sepertinya dia akan pergi ke suatu tempat.

" Zeline, kamu mau kemana ? " tanya Ino

Zeline yang masih belum mengetahui akan kedatangan tamu yang mendadak itu, seketika dia tertegun melihat kearah tiga cowok yang ada di depannya.

" Emm.. " masih terkejut. Zeline bahkan bingung mau menjawab apa.

" Kamu mau kemana ? " tanya Ino lagi

Kedua temannya pun juga tampak tertegun. Masih belum bisa percaya jika wanita tempo hari yang ikut kena skorsing akibat membantu mereka kini telah menjadi istri temannya.

" Aku mau ke taman dekat kampus. Mau ambil tugas dari pak Herman." jelas zeline yang wajah Ino mengerut kebingungan

" Pak Herman ngajak ketemuan disana ? " tanya Ino

Zeline menggeleng pelan dengan sesekali melirik kearah dua sahabat suaminya yang sedang menatapnya dengan lekat.

Apaan sih, mereka. Bikin risih aja.

" Kak Rangga yang ngasihin tugasnya. Dia nungguin aku disana. Bentaran. Kalau sudah, aku langsung pulang. " jelasnya lagi

Ino mengangguk kecil.

Setelahnya zeline pun ikut mengangguk kecil sembari mulai melangkahkan kakinya. Tanpa menghiraukan keadaan ketiga pemuda itu, zeline segera mengajak kedua kakinya untuk melangkah keluar dari rumah tersebut.

Ino masih terpaku dan terdiam ditempatnya. Kepalanya masih setia mengikuti kemana gadis cantik itu melangkah.

" Eh.. Anterin gih. Di embat sama si Rangga baru tahu rasa, Lo. " ucap Gery yang membuat Ino tersadar dari lamunannya.

Tiba-tiba hatinya merasa tidak rela untuk kehilangan sosok gadis cantik tersebut. Walaupun saat ini diantara mereka masih belum memiliki perasaan istimewa, namun Ino sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika dia tidak akan pernah menganggap pernikahannya sebuah lelucon.

Rangga adalah asisten dosen pak Herman. Cowok itu juga tak kalah tampan dari mereka bertiga. Bahkan ketenarannya di kampus juga tidak bisa dielakkan lagi.

" Kunci. Mana kunci ? Gue pinjam mobil Lo. " ucap Ino cepat

Kedua temannya segera merogoh kantong celananya. Sama-sama mengambil kunci mobil mereka yang baru saja dimasukkan kedalam sana.

Ino menyambar kunci mobil milik Erick, karena memang dia lebih dulu mengeluarkan kuncinya terlebih dulu.

" Gue pinjem bentar. Kalian panggil aja mbak Ita atau mbak nur. Bilang kalau kalian temen gue. " teriak Ino dengan berlari keluar

Ino tersenyum lebar ketika maniknya menangkap sosok sang istri yang masih berdiri di depan mobil mewah miliknya.

" Kenapa ? " tanya Ino yang membuat zeline menjingkat kaget

" Astaghfirullah.. " ucap zeline sembari memegang dadanya

" Apaan, sih. Ngagetin aja. " ucap zeline dengan kesal

Ino tersenyum canggung.

" M-maaf " ucapnya

" Kenapa belum berangkat ? " tanya Ino lagi

" Masih nungguin pak Budi, lagi ke kamar mandi. " balasnya

" Yawda, aku anterin aja. " ucap Ino

Merasa lega karena dia memiliki alasan yang tepat untuk mengantarkan zeline tanpa harus membuat dirinya merasa malu.

Zeline menatap lekat kearah sosok pemuda yang saat ini sedang berdiri didepannya. Tak ingin mengiyakan karena dia sungguh malas berhadapan dengan pemuda itu.

" Gak, perlu. Kan kamu lagi ada tamu. Aku nungguin pa..... "

Belum juga selesai berbicara Ino sudah menggeretnya menuju ke arah mobil Erick yang terparkir di samping mobil keluarganya tersebut.

" Eh.. eh.. Aku nungguin pak Budi aja " ucap zeline yang terus mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Ino

" Aku anterin aja. " sahut Ino dengan cepat.

Bip Bip

Setelahnya terdengar bunyi tersebut, Ino segera membuka pintu mobil Erick dan mendorong masuk tubuh zeline yang tidak lebih besar darinya.

" Ampun.. Maksa banget sih. " ucap zeline dengan kesal

Brakk

Pintu mobil tertutup sedikit keras. Kemudian Ino berlari kecil memutari mobil agar segera ikut masuk kedalam mobil dengan posisinya yang mengambil alih kemudi.

Ino tersenyum tipis ketika kini dirinya telah duduk di kursinya. Dengan cepat dia segera memutar kemudinya. Seketika itu terlihat pak Budi datang dengan perlahan menghampiri mobil yang dikemudikan oleh Ino.

" Den, mbak zeline nya gak jadi saya yang anterin ? "

" Gak jadi, pak. Biar saya aja yang anterin. " ucap Ino cepat dan segera melajukan mobilnya keluar dari rumah mewah tersebut.

Dengan pintu gerbang yang masih terbuka, sehingga Ino dengan cepat keluar dari sana menuju ke taman dekat kampus yang saat ini menjadi tujuan mereka.

Tbc

1
Lusiana Trimurdiati
kerrrrennnn abis bagus banget cerita nya alurnya juga gak muter", tetap berkarya ya thooorrr
Faray glad: mampir juga di novel terbaruku kak. Shanum Marwah
total 2 replies
Haetsuki
bagus
Tita Hartutik
tambah setuju ni, semoga ketemu Adri
Elly Setia Ningsih
aku pikir itu faraya
Elly Setia Ningsih
ammar sosok lelaki yang tenang tidak emosi dan terbawa perasaan ketika liat mantan suami istrinya masih bisa berpikir jernih dan bijak, lelaki idaman ammar itu
Wica Carolina
anak akam menjadi satu diantara bagian yg paling terluka...... memori pahit yg akan selalu menemani langkah kehidupan di masa yg akan datang 🤧
Wica Carolina
dia yg udah tua aja omongannya gk bisa dipegang, kok malah masukin hati omongan anak kecil ???? kebodohan yg membagongkan 😏😏😏😏
Wica Carolina
Istri yang menjadi mantan istri, lalu menjadi besan ☺.
Nur Yuliastuti
Farel 😅😂😂😂😂😂🤣🤣🤣
Nur Yuliastuti
terimakasih up nya 🤗😍
Delius Sab
ngapain pulak cewek murahan itu nangis, kan itu yg dia inginkan
Reena Azza
yg bnar sekretaris thor...bukan sekertaris
🙏
chipa'm
udah brkali x baca tapi ttp mewek..astaga,nggk tega sih nia dan adri nggk balikan apa lg trnyata mayra bkn anak kandung adri..dulu pertama x baca sih udh feeling..ya udah lah udh benar ino dan zeline yg lanjutin
chipa'm
mila adik nya denis ya bukan anak nya kirain anaknya
Betty Anggrainie
cy78ik
Epa Yandika
keren dr yg sedih nangis bombay zaman nia pas skrng anakny bahagia
fitri indrawati sutanto
sedih melihat papa Adri meninggal mungkin papa Adri sdh lelah dan dia ingin bertemu dgn putra kesayangannya diatas sana
fitri indrawati sutanto
ya kan ino yg dr kecil selalu dianiaya ahkirnya disaat perusahaan diambang kehancuran siapa yg membantu ino
fitri indrawati sutanto
Ino ini adl buah dr kesabaranmu menerima ketdk Adilan dr papa tirimu km sekarang bahagia mendapat mertua yg baik spt papa Ammar yg tdk melihat ank siapa dia
fitri indrawati sutanto
meskipun ini kuliah diluar negri tp tenang aja tetap diawasi oleh papa amar Krn papa amar tdk akan membiarkan sesutu terjadi kpd ino sang menantu suami dr princess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!