Tak pernah terbayangkan di zaman modern seperti ini ada kemampuan manusia yang di luar nalar.
Mampu melihat masa depan?
WOW!!!
Itu adalah kemampuan luar biasa yang diinginkan oleh semua orang. Namun tidak dengan Maylea.
Ya, gadis bernama Maylea memiliki kemampuan untuk melihat masa depan seseorang, tapi tidak dengan dirinya.
Jadi, untuk apa kemampuan yang dimilikinya ini?
"Aku ingin hidup seperti manusia normal pada umumnya! Siapa yang ingin kemampuanku? Silakan ambil saja!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatymah Azzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#17 Tamu Tak Diundang (Revisi)
...Jangan lupa untuk klik ikon like, isi rate dan vote-nya ya 🤗🤗🤗...
...Biar author makin semangat nulisnya......
✨Selamat Membaca✨
Saat pintu toilet terbuka, Neta berjalan menuju ke arah pintu tersebut. Neta menabrakkan dirinya ke seseorang yang keluar dari toilet tersebut dan menjatuhkan dirinya.
"Aduuhh..." Neta sedikit melirik ke arah seseorang yang dia tabrak.
"Sakit sekali..." rintih Neta dengan suara yang sengaja dikencangkan.
Neta mengusap-ngusap pantatnya yang rata itu. Walaupun dia memang sengaja menjatuhkan dirinya, tapi tak mengira akan sesakit itu rasanya jatuh terduduk.
"Ah, maafkan aku nona. Apa kau tak apa?" tanya Steve yang mencoba membantu Neta untuk berdiri.
"Apa kau kira aku baik-baik saja? Apa kau tak bisa melihatnya?" gerutu Neta yang masih merasakan sakitnya terjatuh.
"Ah, maksudku, aku merasa sedikit sakit..." Neta langsung mengubah gaya bicaranya saat tersadar dengan apa yang diucapkannya tadi.
"Apa perlu ke rumah sakit?" ujar Steve yang melihat Neta masih mengelus pantatnya.
"Tidak perlu, ini tak sesakit yang tuan kira,,,hanya terasa cenut-cenut saja" ujar Neta memamerkan senyum genitnya.
"Wah wah wah..Lihatlah aktingnya itu...Padahal tadi di awal dia sudah seperti mak lampir..." batin Steve, jiwanya bergidik melihat sikap pura-pura Neta itu.
"Sebagai permintaan maaf saya, saya akan mengabulkan satu permintaan nona" ujar Steve sembari memberikan selembar kertas kecil.
Neta menerima kertas tersebut. Neta sangat terkejut melihat jabatan dan nama perusahan yang ada pada kartu nama tersebut. Neta memandang ke arah Steve, kemudian ke arah kartu nama itu lagi, terus saja begitu sampai beberapa kali.
Steve yang melihat itu tersenyum, padahal dalam hatinya ia terkekeh. Steve tahu, Neta pasti tak menduganya. Secara, siapa yang tidak tahu dengan Milica grup? Perusahaan yang baru beberapa tahun berdiri, tapi sudah mampu menggaet perusahaan-perusahaan besar di Indonesia!
"Kalau begitu saya pamit dulu nona, temanku sedang menunggu di depan". Steve meninggalkan Neta yang masih mematung di depan pintu toilet.
Setelah kepergian Steve beberapa langkah, Neta sadar, Steve tidak bertanya tentang namanya. Neta langsung mengejar Steve yang belum terlalu jauh melangkah meninggalkan dirinya.
"Tunggu tuan Steve..."
Steve berhenti, kemudian menoleh ke arah Neta.
"Nama saya Neta. Ah, bukan, tapi Aneta Maheswara" ujar Neta memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangan.
"Aku sudah tau namamu!" batin Steve dalam hati.
Steve hanya mengangguk dan membalas uluran tangan itu. Steve hendak melepaskan tangannya karena ia merasa tidak senang, tapi Neta malah menahan tangan Steve dengan sekuat tenaga.
"Baiklah nona Neta...saya permisi" ujar Steve setelah berhasil melepaskan tangannya, kemudian melanjutkan langkahnya lagi.
"Tak hanya tampan dan mapan, tapi dia juga cukup manis. Benar-benar menggoda iman..." gumam Neta yang terpesona akan sikap Steve.
"Cih, dasar mak lampir! Tangan indahku sekarang ternodai oleh virus-virus kemunafikanmu! Aku harus segera menyeterilkannya ketika pulang nanti!" umpat Steve dalam hati.
🍃🥀🍃🥀
Dua hari kemudian, di MILICA grup.
Neta sengaja berdandan dengan cukup cantik untuk bertemu dengan Steve. Ia ingin terlihat anggun di hadapan CEO MILICA grup tersebut.
Iya, CEO abal-abal. 😏😏
"Permisi, apakah tuan Steve ada?" tanya Neta dengan keramahannya pada mbak resepsionis.
"Apakah nona ada perlu dengan Pak Steve?" mbak resepsionis malah menjawab dengan pertanyaan.
"Pak Steve menyuruh saya untuk menemuinya kemari", ujar Neta berbohong.
Steve sama sekali tak pernah menyuruh Neta untuk datang ke MILICA grup, apalagi untuk menemuinya di perusahaan.
"Harap tunggu sebentar ya nona..." ujar mbak resepsionis.
Sang mbak resepsionis pun menghubungi sekretaris Fey, memberitahukan bahwa ada wanita yang ingin bertemu dengan Steve. Sekretaris Fey pun menghubungi Lea memberitahukan perihal Neta. Lea mempersilakan Neta untuk masuk ke ruangannya.
"Mari nona, saya antar ke ruangan presdir" ujar mbak resepsionis.
Neta pun mengekor mengikuti mbak resepsionis. Sepanjang jalan, Neta memandangi bangunan itu kesana kemari. Hatinya berdecak kagum dengan perusahaan yang tengah ia pijaki itu.
Di ruangan Maylea
"Aku merasa sedikit lelah, aku ingin tidur siang dulu sebentar" Lea meregangkan tubuhnya sembari menuju sofa.
"Kak Steve, bisakah kau membantu pekerjaanku? Berkas-berkas tersebut harus selesai siang ini juga", ujar Lea pada sang kakak yang sedari tadi sibuk dengan gawainya.
Lea kini sudah bersikap biasa saja setelah 3 hari berpura-pura marah pada Steve. Selama 3 hari itu pula, Lea tak berbicara sepatah katapun pada Steve, walaupun Steve mengekor kemana pun Lea pergi.
"Baiklah adik kecilku..."
Steve langsung menyimpan gawainya ke dalam saku jas, kemudian bergegas menuju meja Lea yang penuh dengan tumpukkan dokumen tersebut.
"Tidurlah dengan nyenyak kesayanganku..." ujar Steve dengan senyum tampannya, kemudian langsung sibuk berkutat dengan dokumen.
"Terima kasih kakakku sayang..." ucap Lea yang kemudian mengecup pipi kiri Steve dan segera berlalu ke kamar.
"Aiiihh...Dia benar-benar adik kecilku" ujar Steve yang sedikit terkejut dengan kecupan mendadak itu.
Kriiing...
"Iya sekretaris Fey, ada apa?" tanya Steve yang sudah tahu siapa sang penelpon.
"Tamu yang ingin menemui tuan Steve sudah berada di sini" jawab sekretaris Fey.
"Tamu? Menemuiku? Siapa?"
Steve bertanya-tanya, siapa tamu tersebut. Seingat Steve, ia tak pernah meminta siapa pun untuk datang menemuinya di kantor Lea. Rupanya Steve masih tidak tahu perihal kedatangan Neta. Lea memang sengaja tidak memberitahukan Steve tentang tamu tak diundang tersebut.
"Baiklah, persilakan masuk" titah Steve.
"Baik, pak"
Kriiieettt...
*
*
*
✨Bersambung✨
Makasih 😍😍
Selamat Hari Pahlawan
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
7in1 NT 🌿🌿🌿🌿
Selamat Hari Pahlawan
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
7in1 NT ,⭐⭐⭐⭐
Selamat Hari Pahlawan
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
7in1 NT ,⭐⭐⭐⭐⭐
Selamat Hari Pahlawan
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Selamat Hari Pahlawan
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃💃😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Sebelumnya owner minta maaf pada semua anggota GC Fatymah Azzahra. Maaf apabila selama berada di GC ini kurang nyaman atau gimana gitu 😂
Maaf juga yah kalau ini GC sepi kaya kuburan...
Langsung ke intinya aja...
Berhubung owner sedang dalam masa² sibuk untuk mempersiapkan sesuatu dan para admin juga sibuk... Dengan berat hati owner memberitahukan bahwasannya SELURUH ANGGOTA yang berada di GC Fatymah Azzahra akan owner keluarkan 🙏🏻🙏🏻
Kita bisa silaturahmi di GC lain yah 😗
Oke, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih 😙
Wassalamualaikum
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
si jahil takut ya, eh....apa itu namanya 😂😂😂😂
Dukungan dari
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷💙💙💙♥️♥️♥️
Dukungan dari
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕💜💜💜💜
Kamu dah cantik 💕💕💕💕💕
Dukungan dari
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
sesekali boleh mampir dan dukung karyaku juga yaa judulnya'What Happens When You Die'