📌Season kedua dari THE QUEEN OF MAFIA
📌Disarankan membaca THE QUEEN OF MAFIA terlebih dahulu.
Mengisahkan tentang seorang gadis yang ditinggal oleh kekasih masa kecilnya, semenjak itu ia berubah menjadi datar dan dingin, ia juga mewarisi mafia yang didirikan oleh Momynya, ia biasa disebut sebagai Queen ke-dua.
Gadis tersebut adalah putri semata wayang dari Azkadina Anderson dan Arion Adhitama Robertson.
Ia melewati hari harinya selalu bersama dengan sepupu dan teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, hingga mereka memutuskan untuk tinggal dalam satu mansion, tanpa disangka mereka bertemu dengan orang yang selama ini mereka cari dan tunggu tunggu.
Apakah dia akan bertemu dengan pujaan hatinya?
Penasaran? Simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Hari hari yang dilewati Alena dkk juga Marvin dkk kini berubah karena mereka kini semakin dekat khususnya Berlian dan Adrian
Soal taruhan yang diberikan Alena sebagai syarat kemenangannya yaitu untuk Marvin agar menjauhinya, tidak dilakukan oleh Marvin, malahan Marvin terus mendeekati Alena yang hanya diacuhkan oleh Alena
Kini dikampus Adrian selalu melayani Berlian, disuruh ini, itu, ini, itu, namun anehnya Adrian tidak merasa kesal sama sekali, ia malah merasa senang, karena dengan ini ia bisa lebih dekat dengan Berlian
Juga Berlian yang terus menyuruh Adrian agar dapat mengerjainya terus menerus
"Oncom, sono pesenin makanan buat kita." suruh Berlian pada Adrian
"Iya tuan putri." Jawab Adrian lalu pergi memesan makanan untuk nya dan teman temannya yang lain juga Alena dkk
"Lu suka ya sama Adrian?." Tanya Valen pada Berlian dengan berbisik
"Apaan sih lu." Jawab Berlian juga berbisik
"Eleh kalo suka bilang aja, kaga udah malu gitu." Ucap Valen lagi berbisik dengan nada mengejek
Tak lama Adrian datang dengan membawa beberapa makanan
"Ini buat lu." Ucap Adrian memberikan makanan pada Berlian yang hanya dibalas anggukan olehnya
Disela makannya Jovian terus saja memandangi wajah cantik Valen yang sedang serius memakan makanannya, yang dapat dilihat oleh Berlian
"Woy Jo, napa lu liatin Valen mulu?." Tanya Berlian disela sela mengunyahnya
"Kalo ngomong itu makanannya ditelen dulu, ntar keselek." Peringat Adrian
Uhuk uhuk batuk Berlian tersedak makanan dalam mulutnya, dengan cepat Adrian memberikan minumnya untuk Berlian
"Nih nih minum dulu." Panik Adrian menyodorkan gelas berisi air kedepan mulut Berlian, yang langsung disambut oleh Berlian
"Tadi gw kan bilang, kalo mau ngomong ditelen dulu, jangan sambil ngunyah." Omel Adrian seperti emak emak komplek
"Ngomel mulu lu, kek admin gosip." Balas Berlian
"Nape lu tadi liatin gw?." Tanya Valen pada Jovian dengan menatapnya dengan tatapan penuh selidik
"E... ee itu anu lu cantik." Ceplos Jovian membuat Valen malu dan bulshing
"Wah gw mencium aroma aroma benih cinta nih," goda Berlian yang membuat Valen jadi lebih malu "wahh gw liat kepiting rebus nih." Imbuhnya mengejek Valen
"Apaan sih lo." Malu Valen
Sedangkan Alena dan Marvin hanya diam menyimak dan sibuk dengan makanan masing masing
"Kalo suka langsung aja, dari pada diembat kocheng garong ntar." Saran Adrian pad Jovian
"Bisa diatur itu." Jawab Jovian tersenyum kearah Valen
Saat bel pertanda masuk telalh dibunyikan Jovian menarik Valen untuk pergi ketaman kampus
"Napa lu bawa gw kesini?." Tanya Valen bingung, karna ditaman hanya ada mereeka berdua saja, entah kemana para Mahasiswa pergi
Jovian memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaannya, ia menarik kedua tangan Valen dan mengenggamnya
"Gw mau nyatain perasaan gw ke lu, kalo gw sayang sama lu, lu mau jadi pacar gw, ya emang gw bukan tipe cowo yang romnatis." Ucap Jovian menatap mata Valen dalam
Sejenak Valen terdiam dan berfikir hingga ia menarik nafasnya dalam dalam, dan menghembuskannya kasar
"Gw ...." Gantung Valen
"Gw? apa?." Tanya Jovian meminta kepastian
"Gw mau kok jadi pacar lu." Jawab Valen yang langsung membuat Jovian berbinar dan langusng memeluk Valen dengan erat
"Makasih" ucap Jovian
"Gw boleh tanya?." Tanya Valen
"Boleh" jawab Jovian melepas pelukannya
"Nama panjang lu yang sebenarnya." Ucap Valen yang memang sedari awal sudah penasaran dengan marga Jovian
"Jovian Vio Franklin." Jawab Jovian
"Franklin?." Tanya Valen mengingat nama Franklin
"Iya marga Dady." Ucap Jovian
"Farel Franklin, Abila Abraham." Gumam Valen mengingat nama orang tua Jovian yang pernah diceritakan oleh Carlet momynya
"Kamu tau?." Tanya Jovian yang agak terkejut
"Iya, orang tua kita teman waktu SMA." Jawab Valen
"BERARTI KITA." Kompak Jovian dan Valen mengingat masa kecilnya lalu kembali berpelukan
"Udah lama banget kita nggak main bareng." Ucap Jovian mengelus rambut Valen dengan sayang
"Lu sih, pergi." Kesal Valen
"Gw pergi juga bukan karna gw yang mau." Jelas Jovian melepas pelukannya
"Kalo kita temen waktu kecil, berarti Adrian, Marvin juga dong." Ucap Valen
"Nggak tau juga, gw ketemu mereka waktu SMA di negara A, gw nggak tahu pasti sih, tapi kemungkinan juga bisa sih, soalnya mereka juga sama kayak kita dulu, cuman si Marvin dingin." Jelas Jovian
"Tapi gw yakin kalo kita semua sebenernya temen waktu kecil, Alena berarti.." Ucapnya dalam hati
"Ohhh gitu yaudah, kita kekelas aja." Ajak Valen
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕