Senja, seorang gadis yang cantik dan ceria, dia malah jatuh cinta dengan Om nya sendiri, adik dari Ayahnya. Perasaan cinta Senja tumbuh saat dia duduk di bangku putih biru, dengan kata lain Om nya sendiri yang bernama Krisna adalah cinta pertamanya.
Krisna atau Senja sering memanggil namanya Om Kiss adalah lelaki tampan, tegas dan sederhana. Dia benar-benar menyayangi Senja sebagai seorang keponakan kesayangannya. Sedari bayi Nenek dan Krisna lah yang mengasuh Senja karena Mama Senja memutuskan untuk tetap bekerja.
Di saat Senja sudah pasrah dan rela melepaskan Krisna, dia malah mengetahui fakta yang sebenarnya. Hal itu membuat Senja menjadi lebih terobsesi dengan Om Kiss kesayangannya. Bahkan dia menjebak Krisna agar menikahinya, berhasilkah Senja mendapatkan hati Krisna?
"Om Kiss, kiss Senja dong!"
"Ogah, najis cium bocil"
"Ih jahat banget sih Om mulutnya"
"Baru tau kamu? Kamu kan yang jebak Om buat nikahin kamu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 GARA-GARA KECELAKAAN
Seluruh karyawan divisi office Winners Grub sedang piknik hari ini. Senja satu bis dengan divisi pemasaran, dia duduk di samping Krisna. Tidak jauh hanya ke kota sebelah saja, mereka tampak menikmati liburan bersama karena jenuh dengan rutinitas kantor mereka.
Senja sedang membisu dengan Krisna, dia benar-benar tidak mood berbicara dengan Krisna. Krisna juga cuek dan diam saja, bagi Krisna justru itu kesempatan bagus karena tidak akan di ganggu oleh Senja. Lagi Krisna juga berfikir agar Senja dapat melupakannya lebih cepat.
Hingga tibalah makan siang di salah satu restoran. Restoran itu tepat berada di pinggir jalan, dan di depannya ada minimarket. Setelah makan, Senja pergi ke minimarket dan membeli sesuatu. Dia pergi sendiri karena memang dia seperti itu, suka kemana mana sendirian. Maklum dia memang orang introvert dan menyukai ketenangan.
Saat hendak menyebrang dia maju mundur takut karena jalanan ramai, namun dia tetap berusaha agar dia bisa pergi ke minimarket. Dia benar-benar butuh coklat dan es krim agar moodnya membaik. Saat baru 3 langkah ke depan tiba-tiba "tttiiinnnnnn" terdengar bunyi klakson mobil.
Senja menengok dan mematung lalu "bruk" dia terjatuh dan tertabrak, namun yang dia heran dia terjatuh di pelukan Krisna. Untunglah mobil mengerem sehingga tidak tertabrak mereka dengan keras, Krisna hanya lecet di bagian tangannya karena memeluk tubuh Senja.
Meski begitu Senja tetaplah panik dan menangis, Krisna dan Senja langsung di amankan ke pinggir jalan. Semua karyawan berlari melihat kondisi mereka. Senja masih menangis, dia khawatir dengan Krisna, padahal Krisna baik-baik saja. Badan Senja bahkan bergetar wajahnya memucat teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Om Kis gak apa-apa? Hikz"
"Maafin Senja Om Kiss"
"Di mana yang sakit Om Kiss?"
"Om Kiss ayo kita ke rumah sakit"
"Om gak apa-apa Senja cuma lecet doang" Jawab Krisna, dia berharap Senja menjadi tenang dan tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Gak bisa Om Kiss, ayo kita rontgen, jangan-jangan tulang yang dulu patah lagi, hikz ayo Om kita ke rumah sakit" Rengek Senja, masih saja menangis dan panik meski Krisna sudah menjelaskan dia baik-baik saja.
"Gak usah Nja, beneran Om gak apa-apa" Jawab Krisna dengan tenang.
Semua karyawan yang menghampiri mereka tentu menyaksikan obrolan Senja dengan Krisna, lalu datanglah Guntur dan langsung memeluk Senja. Begitu juga datanglah Yulia yang melihat keadaan Krisna.
"Senja kamu gak apa-apa? Di mana yang sakit? Ayo kita ke rumah sakit" Wajah Guntur terlihat panik.
"Senja gak apa-apa Mas, Senja baik-baik aja. Om Kiss yang sakit" Jawab Senja.
"Udah di bilang aku gak apa-apa Nja cuma lecet" Jawab Krisna.
"Udah jangan nangis lagi Nja, kamu gemetaran ini. Udah ya rileks" Lagi Guntur memeluk Senja.
"Mas ayo aku obati lukanya, ayo masuk ke dalam Yulia ambilkan salep sama plester" Ucap Yulia lembut.
"Iya Yul" Lalu mereka berempat masuk ke dalam restoran lagi.
Semua orang masih menatap mereka berempat, seolah olah bertanya apa hubungannya mereka? Kenapa Senja memanggil Krisna Om? Kenapa Guntur memeluk Senja? Itulah yang mereka pikirkan.
"Di minum ya Nja, pelan-pelan ini panas. Biar kamu tenang" Ucap Guntur.
"Iya Mas" Senja patuh dia meminum teh yang di berikan oleh Guntur.
"Udah gak apa-apa semua baik-baik aja Senja, Om mu cuma lecet sedikit di sikunya kena aspal tadi kayaknya" Guntur membelai rambut Senja, dan mengelap air mata Senja dengan tisu.
Sementara Yulia mengobati luka Krisna dengan telaten, dan Krisna menatap Senja dan juga Guntur yang ada di depannya. Lagi-lagi semua karyawan masih melihat ke arah mereka.
"Nyebrang tuh pake mata Nja, kalau gak bisa tuh minta tolong kamu punya mulut kan? kamu itu mau bunuh diri ha!" Bentak Krisna.
"Maaf Om Kiss, Senja tadi lihat pake mata kok, beneran tadi udah sepi. Lagian kenapa Om Kiss tiba-tiba ada di depan Senja?" Bela Senja.
"Heh? Kamu udah di tolongin malah nyolot! Gak sopan kamu Nja!" Bentak Krisna.
"Om Kiss juga ngapain bentak-bentak aku? Dari kemarin Om bentakin aku terus. Aku kan gak salah apa-apa Om." Protes Senja.
"Kamu makin berani sama Om ya sekarang? Harusnya Om tadi gak nolong kamu!" Bentak Krisna.
"Ya udah tadi gak usah nolong Senja Om, biar sekalian Senja mati ketabrak mobil!" Balas Senja.
"Kamu ya Nja makin lama makin keterlaluan. Gak ada sopan-sopannya kamu sama Om." Bentak Krisna.
"Stop Kris, kamu kenapa sih bentakin Senja!" Bentak Guntur.
"Gak usah ikut campur kamu Tur, ini urusan keluarga!" Balas Krisna.
"Aku tunangannya Senja Kris, aku berhak loh belain Senja. Jangan mentang-mentang kamu Om nya ya terus kamu seenaknya bentak-bentak keponakan kamu." Balas Guntur.
"Tapi Senja masih di bawah tanggungjawabku Tur, nanti kalau kenapa-kenapa aku juga yang di salahin sama masku." Belas Krisna.
"Jadi Om keberatan njagain Senja selama ini? Kenapa gak bilang sama Papa? Senja benci Om Kiss!" Bentak Senja.
"Iya emang kenapa? Kamu itu terlalu di manja. Pusing saya ngurusin kamu. Terlalu ceroboh, banyak maunya, cengeng!" Balas Krisna.
"Stop Kris, sekali lagi kamu menghina calon istriku di depan umum kamu bakal berhadapan sama aku!" Bentak Guntur.
"Sabar Mas sabar, malu di lihat temen-temen." Yulia menyandarkan Krisna dengan mengelus elus lengannya.
Hening.
Mereka semua kini sudah tau hubungan ketiganya seperti apa. Dari pertengkaran antara Senja, Guntur dan juga Krisna mereka dapat menyimpulkan bahwa Krisna adalah Om Senja, dan Guntur adalah tunangan Senja.
Mereka kembali lagi ke dalam bus, namun kali ini Senja duduk bersama Guntur. Bahkan sesekali karyawan divisi keuangan menggoda mereka. Guntur justru senang hubungan mereka terpublikasi di depan teman-temannya. Namun Senja sebaliknya di merasa sedih, jika semua orang tau Krisna adalah Om nya tentu saja peluang mendapatkan Krisna menjadi tipis.
"Wah Pak Guntur tau-tau udah tunangan aja sama anak magang. Cilok di kantor nih Pak ceritanya?" Goda seorang lelaki teman Guntur.
"Wah salah itu, saya udah kenal Senja sejak dia kecil. Kakenya dan kakek saya sahabatan. Terus Omnya Senja si Krisna juga temen saya, jadi beneran bukan cinlok di kantor." Jawab Guntur.
"Wo gitu ya Pak Guntur, saya kirain gara-gara Senja magang di kantor jadinya cinlok." Ucap seorang wanita teman Guntur.
"Nikahnya kapan Pak Guntur?" Tanya salah satu karyawan yang duduk di samping Guntur.
"Maunya saya ya secepatnya, tapi ya kayaknya nunggu Senja lulus kuliah dulu, satu tahun lagi, atau mungkin 6 bulan lagi kalau skripsi Senja lancar." Jawab Guntur tegas.
Lalu semua karyawan divisi keuangan, memberikan doa agar hubungan mereka lancar dan bisa ke jenjang pernikahan. Guntur tampak bahagia, sebaliknya Senja justru merasa sedih mendengar ucapan doa dari karyawan divisi keuangan.
Sementara di bis divisi pemasaran, Krisna sedang menatap jalanan kota. Dia merasa bersalah pada Senja, setelah Krisna fikir memang dia yang keterlaluan. Entah kenapa dia merasakan marah jika Senja dan Guntur bermesraan di hadapannya.
Itu sebabnya dia bisa meledek ledak tanpa kendali. Apalagi semua orang tau ternyata dia adalah Omnya Senja, dia merasa tidak suka statusnya sebagai Omnya Senja di ketahui semua orang. Entahlah alasannya apa, seharusnya dia merasa senang karena tentu saja Senja tak lagi merepotkannya lagi.
"Wah Pak Krisna ternyata Om nya Senja ya, saya kira malah pacarnya Senja. Saya kira bapak naksir Senja." Ucap Seorang laki-laki yang ada di samping Krisna.
"Hahahah gak Pak, dia anaknya kakak saya. Makanya saya perhatian dan galak sama dia kalau di kantor. Pengennya emang tegas, tapi kadang ngerasa bersalah setelahnya." Jawab Krisna.
"Kapan sih Pak Krisna, tunangannya Pak Guntur sama Senja?" Tanya seorang wanita.
"Belum lama kok mereka tunangan, belum ada seminggu. Di jodohkan, soalnya Ayah saya sama Kakek Guntur saling kenal. Keluarga kami juga sudah dekat." Jawab Krisna.
"Tapi Pak Krisna sama Senja deket banget ya ternyata. Jarang loh Om sama keponakan bisa deket banget gitu." Ucap seorang wanita.
"Ya gimana gak deket Mbak, yang momong Senja dari kecil Saya soalnya. Papa dan Mamanya kerja jadi Saya kayak orang tuanya Senja malah, jadinya deket banget." Jawab Krisna.