Entah sampai kapan hari itu tiba ...itulah yang di rasa
seorang ineke hapstari.Lahir dari keluarga miskin hingga saat dia remaja tetap itu yang dia rasa.Ada kala jenuh dan ada kala bosan dengan semuanya
namun semua kembali lagi dengan keadaan yang tetap sama .....sampai suatu ketika di ujung rasa lelah nya ,seperti ada uluran tangan yang akan mengubahnya menjadi lebih baik walau masih banyak lika likunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Ineke mencari nenek ke teras belakang rumah tapi si nenek tidak ada di sana hanya ada Atun yang sedang menyapu .
"Bik ..nenek di mna " sambil menghirup aroma bunga yang dia sentuh .
"Tadi duduk di sini neng ,tapi katanya ngantuk jadi bibik anterin ke kamar " Terlihat Atun sedang menggunting bunga yang nanti akan dia letak kan di sudut ruangan tamu.
" o ya udah makasih bik, bagus ya bik! wangi " ucapnya sambil berlalu.
ineke lanjut ke kamar nenek, sepintas dia melihat di ruang tamu sudah tidak ada Dion dan temannya. Dengan perlahan dia buka pintu kamar nenek , terlihat tidurnya nenek sangat nyenyak dengan hati hati dia ambil selimut untuk menutupi tubuh sang nenek.
Setelah itu dia menuju dapur untuk memotong buah yang akan dia berikan nanti setelah nenek bangun.Setelah selesai dia kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya kemudian keluar lagi . Banyak chatt masuk dari temannya , ada yang ngajaknya nonton ada juga yang ngajak ke Cafe , tapi dia sedang tidak ingin keluar apa lagi mama Bella sedang tidak ada , dia harus menemani neneknya . Setelah membalas chatt , Ineke kembali ke kamar nenek dengan membawa buah yang tadi dia potong . Ineke tersenyum ternyata nenek sudah bangun , dia bantu neneknya duduk dia selipkan bantal di belakang nenek untuk sandaran duduk . Kemudian dia berikan buah yang tadi dia bawa.
" Buahnya , masih seger nek Ine baru beli tadi , gimana? udah lebih enakan , kayaknya tidur nenek nyenyak tadi " Dia ambil tempat duduk yang ada , lalu dia duduk di sebelah nenek sambil memijit kaki neneknya.
"Lumayan sayang ..badan nenek jadi lebih seger , km baru pulang" sambil menyuap buah potong untuknya juga untuk Ineke.
" Satu jam yang lalu nek , mau makan di luar gak?" tanyanya kemudian
" gak di sini aja , nenek mau ngomong sama km" Ine menatap neneknya .
" ngomong apa nek?" lanjutnya
" Gini Ine...dulu sebelum suami nenek meninggal dia menitipkan amanah sama nenek , untuk Herman dan Sulaiman ayah kmu...
Jadi kakek punya lahan di daerah Bogor selain pabrik yang di kelola papa Herman sekarang . Lahan itu dia bikin dua surat , yang satu buat ayah kamu yang satu buat papa nya Dion. Surat itu akan di berikan kepada keturunan mereka , saat anak mereka udah besar . Tapi maaf ya sayang karna ayah kamu anak angkat kami , jadi bagiannya tidak sebanyak papa Herman , kakek ingin memberikan itu atas jasa dan rasa sayangnya pada Leman , yang sudah berbakti sama kakek ,dan ayah kmu pun ikut andil dalam merintis usaha itu , Nenek sempet bingung mau cari kalian ke mana, karna setelah menitipkan amanah itu gak lama kemudian kakek!meninggal , nenek sampai putus asa waktu itu . Tapi takdir telah mempertemukan kita , walau kamu mendapat ujian yang begitu berat nenek percaya , itu adalah pintu gerbang untuk km menuju sukses , percayalah tuhan menguji umatnya tanpa sebab , mungkin karna akan di angkat derajatnya"
"Aamiin ...." sahut Ineke
" Nenek rasa sudah saatnya km menerima amanah ini , tapi sebelum kmu menerimanya nenek ada permintaan" sambungnya
"Apa itu nek" Ineke menyimak ucapan nenek dengan serius
"Nenek mau melihat kmu menikah"
" Menikah!" tak pernah terlintas di fikirannya untuk menikah sekarang "tapi kan aku masih kuliah nek , trus aku juga belum ada calon yang cocok" Ineke membeo.
"Tapi kalo nenek ada calon km harus mau ya" kata nenek
Ineke tidak tau harus berkata apa , menolak juga dia tidak mungkin karna dia sangat menyayangi dan menghormati neneknya , sedangkan untuk menerima dia juga gak mungkin , calonnya saja dia belum tahu seperti apa .
" ya udah nanti kita bicarakan ini lagi ya , yang penting nenek udah sedikit lega , walau masih banyak tantangan yang harus nenek hadapi " dia merasa akan sedikit kesulitan untuk masalah selanjutnya.
Setelah menyampaikan tadi sang nenek kembali untuk istirahat , sedangkan Ineke terlihat sedikit tegang saat keluar dari kamar .
udh ketumpuk ma novel lain
sampai ke tumpukan novel baru