NovelToon NovelToon
That Day I Became A Daughter Of The Demon Lord

That Day I Became A Daughter Of The Demon Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Fantasi Timur
Popularitas:296.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Onee - sama

"Harusnya kau mati 63 tahun 21 hari lagi, tapi kau malah menyelamatkan anak kecil itu dan mati terkena reruntuhan bangunan. Sebagai apresiasi, kau akan diberikan kesempatan kedua untuk menikmati hidupmu sebelum dikirim ke nirwana."

Karena mati sebelum ajal yang dituliskan, Tuhan memberikan kesempatan kedua untuk menikmati hidup padaku dengan menjadikanku putri seorang raja iblis yang kejam di dalam game! Oh Tuhan, aku lebih baik ke nirwana daripada harus melalui ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Onee - sama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Pesta ulang tahun? Pesta ulang tahun katanya?

Bukan, INI PESTA PERNIKAHAN!

Aku melirik ke seluruh penjuru ruangan. Hanya ada iblis dewasa yang menggandeng pasangannya masing-masing. Tidak ada iblis seumuranku yang datang. Tidak ada balon berisi gulungan kertas bertuliskan berbagai tantangan. Di luar terdapat pengawal yang memeriksa tamu-tamu yang datang.

Benar-benar...ini bukan pesta ulang tahun.

Sedari tadi aku duduk di pangkuan Edgar, beberapa kali memainkan rambut panjangnya. Aku tidak diizinkan untuk makan apapun. Edgar tampaknya khawatir kejadian yang sama akan terulang kembali.

Wajahnya memang tampak tenang, cuek, tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi. Namun matanya selalu siaga, melirik ke seluruh penjuru ruangan. Ia juga saling memberi kode dengan beberapa orang yang tidak aku kenal. Tampaknya ia merencanakan sesuatu.

"Papa."

Atensinya sekarang sepenuhnya teralihkan padaku. Ia menyingkirkan sejumput rambut panjangnya dari tanganku, kemudian bertanya, "Ada apa?"

"Elish bosan."

Ia menghembuskan napas panjang, melirik sejenak pada seseorang yang berada di tengah keramaian pesta. Ia menggendongku, membawaku beranjak dari ruangan tengah istana yang sesak dan membosankan.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya Edgar saat kami berada di tengah perjalanan.

Aku terdiam, memberikannya sebuah tatapan penuh tanda tanya.

"Maksudku hadiah ulang tahunmu. Apa yang kau inginkan?"

"Ooh, itu..." aku diam sejenak, meletakkan jari telunjukku di bibir bawah. Aku juga tidak tau menginginkan apa. Saat berada di dunia manusia aku memang memiliki segalanya. Kecuali kasih sayang orang tuaku tentunya. Mereka lebih sayang pada pekerjaan dan selingkuhannya dari pada anaknya. "Boleh buatkan Elish taman? Taman yang penuh dengan bunga warna-warni dan pohon rindang, juga ada meja dan kursi untuk papa dan Elish menghabiskan waktu!"

Edgar terdiam, menghentikan langkahnya sembari melihat ke arahku. "Kau yakin menginginkan itu?"

Aku mengangguk cepat. "Elish mau menghabiskan banyak waktu dengan papa!"

Kini kaki Edgar kembali melangkah. "Aku tidak suka taman dengan bunga warna-warni. Itu membuatku mual."

"Kalau begitu tanam saja bunga higanbana. Papa suka higanbana, kan?"

Edgar mengerutkan dahi. "Siapa yang memberitahu hal itu padamu?"

Aku menunduk, bicara dengan nada lemah. "Lilya yang beri tahu."

Edgar menyandarkan kepalaku di dadanya, mengusap pelan kepalaku. "Informasi itu tidak 100% benar. Aku bukan hanya menyukai higanbana, tetapi juga bunga berwarna merah yang lain."

Aku tersenyum. Rasanya semangatku tiba-tiba berada di puncaknya. "Kalau begitu tanam bunga higanbana, mawar, lily, dan bunga merah lainnya di tamanku! Bagimana?"

Edgar mengangguk sejenak. "Baiklah, lusa akan ada taman yang penuh dengan bunga merah di barat daya istana, di dekat patung naga."

"Hore! Elish sayang papa!" Aku melingkarkan kedua tanganku di lehernya, tak lupa menghadiahkan sebuah ciuman di pipi kirinya.

Ia hanya diam, tidak memberi respon apapun. Bahkan sama sekali tidak tersenyum. Benar-benar...es abadi.

"Kita telah sampai."

Aku melihat ke depan. Terdapat sebuah pohon mati—tanpa daun—yang memancarkan cahaya berwarna merah darah. Pohon itu persis seperti pohon beringin, hanya saja tanpa daun dan akar gantung. Diameternya lebar, namun batangnya tidak terlalu tinggi. Cabang-cabangnya terlihat besar dan kokoh.

Edgar mengeluarkan sayap kelelawarnya, terbang perlahan menuju salah satu cabang pohon. "Sentuh cabang itu," perintahnya sembari melayang di dekat salah satu cabang pohon.

Aku mengangguk, menelan ludah sejenak. Takut-takut, aku mendekatkan tangan kananku ke cabang pohon. Kuku hitamku tampak mengkilap terkena sinar merahnya. Dan saat tanganku menyentuh cabang pohon itu, kuku hitamku berubah warna menjadi merah bercahaya.

Aku melihat ke arah Edgar, hendak bertanya apa yang terjadi. Namun ia sedang fokus akan sesuatu, memejamkan matanya sembari menyentuh pohon. Aku turut memejamkan mata, merasakan perubahan apa yang akan terjadi selanjutnya.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

Tak ada perubahan...

5 detik...

"Mungil dan lemah sekali, seperti nyamuk. Aku bisa membunuhmu dalam sekali tepukan."

Aku kaget, menjauhkan tanganku dari pohon. "Papa, ada yang berbisik di telinga Elish." Aku melihat ke sekitar, hanya ada aku dan Edgar di sini. Tidak ada siapapun.

Apakah itu suara pohon ini?

Tanpa menjauhkan tangannya dari pohon, Edgar bercerita. "Ini adalah Tree of Eternity. Pohon ini dirasuki oleh arwah nenek moyang iblis bangsawan, Lilith. Kau bilang ada yang berbisik di telingamu? Itu adalah Lilith, Felice. Nenek moyangku, juga nenek moyangmu."

Aku terpana sejenak, kembali menyentuh cabang pohon sembari memejamkan mata. Namun tidak sempat aku bicara dengan Lilith, Madam Amber malah datang dan membawa berita yang membuat Edgar tersenyum mengerikan.

"Mata-mata itu tertangkap."

-~~~-

1
blueby
bagus. unik. konsep menarik.
latar fantasi, tokoh utama putri kerajaan dan seorang ayah. pengenalan karakter dan pengembangannya sangat bagus. alur cerita tidak lambat dan bahasa yang di pakai mudah dipahami.

aku suka.
Tri Haryanto
Luar biasa
Deby Anggraeny
Kecewa
Deby Anggraeny
Buruk
mrn_zmrn
ngak dilanjut ceritanya thor?
Giserin Pitta Loka
GK up LG thorrrr
Nurul Zakiah
lanjutttt thorrr
cungkring
semangat thor.
Leona
thor up nya kpn?
..🥰: kak, liat profilku yuk.. ada nopel bagus
total 1 replies
Ra
Thor Udah 4 bulan loh, kenapa belum Juga Up😭😭😭😭😭😭😭
Querido🦋: udh setahun we😌
total 1 replies
Ra
Thor Up
Ra
Up thor
DuchessElia
apakah biar edgar engga dibunuh?
DuchessElia
bagus banget ceritanya, terimakasih author😭❤
Ra
up thor
mrs jungkook 💜
thor,, up nya kapan,,
ℚ𝕌𝔼𝔼ℕ 🖤
thor up-nya kpn nih?
Ritasilviya
lanjut
Ritasilviya
lanjut lagi thorttttttt
Ritasilviya
lanjut lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!