Melodi tidak menyangka terekspos nya sang anak membuat masa lalunya juga ikut kembali. Demi menyelamatkan karir dan putrinya, melodi menawarkan pernikahan pada Kenzio sang masa lalunya.
Cinta yang memudar karena ego akankah kembali seperti keinginan sang putri untuk keluarga yang harmonis?
Ikuti usaha Kenzio yang dibantu sang anak untuk meluluhkan hati sang Istri dengan tingkah manis dan romantis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hujaman Cinta
"Aku mencintaimu." Ucapan itu membuat perasaan Kenzio bahagia bukan main, seolah ada bunga yang bermekaran di musim semi.
"Melodi, katakan lagi!" Kenzio mencoba melihat wajah istrinya, tapi manik indah itu sudah tertutup.
"Aku membencimu..."
"Aku membenci mu."
"Astaga! Kau mengikuti ucapan ku!" Sungguh semua bunga yang tadinya bersemi jadi berguguran yang membuat Kenzio lemas.
"Aku tetap mencintaimu melodi!" Entahlah sungguhan atau tidak dari ucapan Melodi, yang jelas Kenzio bersungguh-sungguh.
Tangannya mengelus rambut hitam Melodi yang terbentang indah di tubuhnya. Melodi tampak nyaman dalam dekapan suaminya. "Aku sangat mencintaimu...." Sekali lagi, Kenzio mengatakannya dan ditambah dengan kecupan kecil di kening Melodi.
Melodi tampak menduselkan hidung nya ke dalam dada bidang itu dan seolah seperti selembut sutra Melodi mengeratkan pelukannya.
Kenzio memperbaiki posisi tidur mereka agar lebih nyaman dan tentunya tidak akan membuat pelukan itu terlepas. Kenzio sangat rindu dengan hal seperti ini, sadar atau tidaknya Melodi bisa dipikirkan nanti. Yang terpenting, adalah perasaan Kenzio merasa senang dan dia akan terus membuktikan dan memberikan seluruh cintanya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Perlahan manik berbulu melentik itu terbuka, seiring dengan cahaya yang menyapa maniknya. Dia mengedipkan matanya beberapa kali hingga bisa melihat dengan jelas. Wajah tampan dengan bulu-bulu halus yang menambah pesona rahang tegas itu.
Bibir dengan ketebalan yang pas membuat manik Melodi berlama-lama menatapnya. Seolah pagi ini adalah tontonan terbaik yang melodi dapatkan, dia tidak pernah menampik, ketampanan yang dimiliki oleh sosok pria yang menjadi suaminya itu.
Ditambah, tubuhnya bisa merasakan kekekaran dan beberapa angka yang tercipta dari otot perut itu. Belum lagi lengan yang terlihat jelas dengan guratan otot yang kuat menjadi bantak nya semalaman.
"Beberapa tahun tidak bertemu, kau jadi lebih tampan." Jari-jari Melodi mulai bermain pada sekitaran area wajah Kenzio.
Mungkin karena mimpi yang masih belum usai, membuat Kenzio bertahan lama dalam tidurnya. Karena gemas sendiri, melodi memainkan kakinya yang membuat dirinya lupa dengan luka di sana.
"Aghhh!" Pekik Melodi yang membuat Kenzio terbangun.
"Ada apa? Kenapa?" Tanya Kenzio dengan panik meksipun nyawanya belum terkumpul.
"Kakiku sakit. Aku lupa, aku tidak bisa bangun sendiri." Jelas Melodi dengan ringisan.
"Kau ini. Biar aku lihat!" Kenzio dengan lembut menyangga kaki yang sedang dalam tahap pemulihan itu.
Lagi, Melodi melihat perhatian Kenzio padanya. Bibir tebal yang ingin ia mainkan itu tampak meniup-niup lembut kakinya.
"Sudah?" Melodi segera tersadar dan mengangguk.
"Iya, terimakasih. Aku rasa cinta akan segera bangun. Kita terlambat bangun."
"Biar ku bantu." Sungguh, detak jantung Melodi kembali berpacu. Apakah dia kembali jatuh cinta pada pria yang sama.
"Hmmm." Gedoran pintu membuat perhatian Kenzio teralihkan.
"Duduk disini, aku akan buka pintunya." Melodi hanya diam, baru satu langkah diambil Kenzio. Kakinya jadi membeku karena pipinya mendapatkan serangan tak terduga.
Sebuah sentuhan lembut dan hangat mendarat di pipinya. "Ada nyamuk tadi. Sekarang sudah tidak ada lagi, sudah terbang!" Jelas Melodi dengan wajah yang memerah dan tampak manis di mata Kenzio.
"Daddy! Mommy!" Gedoran pintu yang semakin terdengar ditambah teriakan cinta membuat Kenzio melanjutkan langkahnya dengan senyuman sumringah.
"Daddy jahat!" Ujar cinta dengan wajah cemberutnya membuat Kenzio kebingungan.
"Ada apa putri Daddy?"
"Daddy Dan Mommy tidur di bersama! Kenapa aku disingkirkan? Aku kan tidur bersama Mommy kemarin." Jelas cinta yang membuat Kenzio menggaruk tengkuknya.
"Sayang... kaki mommy kan masih belum sembuh, jadi Daddy pindahkan cinta. Cinta lupa ya?" Ucapan Daddy nya membuat wajah itu tampak berpikir dan tak lama tersenyum manis.
"Iya, cinta lupa!"
"Kaki Mommy masih sakit?" Tanya Cinta yang sudah berada di hadapan Mommy nya.
"Tidak terlalu. Mungkin nanti gips nya bisa dilepas."
"Cepat sembuh mommy." Melodi terkekeh senang melihat tingkah laku putrinya yang manis.
"Cinta sudah mandi?"
"Sudah! Mommy dan Daddy yang belum."
"Kalau begitu kita akan ke rumah sakit setelah sarapan pagi." Ujar Kenzio yang bergabung bersama anak dan istrinya.
"Putri Daddy sudah wangi!"
"Ahhh! Daddy! Daddy bau! Sana mandi dulu!" Pekik cinta yang berada dalam dekapan Dads nya yang diikuti oleh Melodi sehingga pekikan cinta semakin menjadi karena ulah kedua orang tuanya.
"No Daddy! Mommy! Cinta sudah mandi. Aaaaa!" Pagi itu, cinta berteriak kegelian karena hujaman gelitik dan ciuman manis kedua orang tuanya.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.