Ayahnya Arumi terlilit hutang. Hal itu membuat sang ayah kena serangan jantung. Arumi tidak punya uang untuk membawa sang ayah berobat. Bahkan, rumah sebagai jaminan sudah ditarik rentenir. Dalam keadaan sulit itu, seorang dokter wanita menawarkan bantuan kepada Arumi. Akan membiayai pengobatan sang ayah, asal Arumi mau menikah dengan ayahnya yang sedang sakit.
Tidak ada pilihan lain, dalam keadaan terpaksa Arumi menerima tawaran itu, walau sebenarnya ia masih ingin melanjutkan studynya.
Pernikahan Itu pun terlaksana, dan ia dikejutkan dengan kenyataan bahwa, pria yang ia sukai di pandangan pertama adalah anak dari pria tua yang menikahinya, tepatnya. Arumi menyukai anak tirinya.
Bagaimana kah kelanjutan kisah cinta terlarang itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu kah aku?
Malam harinya.
Dimas tiba-tiba saja merasa bersalah kepada Arum. Karena pria itu memaksa Arum mengganti laptopnya yang rusak. Padahal Arum tidak S sengaja. Ia terjatuh, makanya laptopnya Dimas rusak.
Apalagi saat makan malam Arum memilih diam dan murung. Sampai seisi rumah khawatir pada Arum, kecuali Bu Dewi.
Dimas yang tidak tenang, keluar dari kamarnya. Ia akan menemui Arum. Tapi, saat ia turun ke lantai bawah. Tidak ada lagi orang di ruang tamu atau di ruang keluarga. Itu Artinya Arum juga sudah mazuk.ke.kamar.
Dimas yang terus kepikiran Arum, menyeret kakinya ke kamar Ayah nya itu. Tangannya sudah bergerak ingin mengetuk pintu. Tapi, ia urungkan niatnya karena mendengar percakapan Ayahnya serta ibu tirinya itu.
"Besok, bapak dan ibu Dewi akan berangkat keluar negeri. Kata dokter, sepulang dari luar negeri bapak ini akan sehat. Bisa jalan dan akan sanggup melakukan kewajiban untuk memberikan nafkah bathin untukmu!"
Uhukk...
Uhukk..
Arum terbatuk batuk mendengar ucapan sang suami. Ia melirik malas suaminya itu. Jujur, sampai detik ini, Arum masih merasa nyaman meladeni Pak Subroto. Karena pria gua ini tidak pernah minta hal-hal aneh. Bahkan hanya sekedar cium kening dan pipi. Tapi, mendengar ucapannya tadi, Arum jadi merinding. Dia juga belum pernah memikirkan untuk melakukan hubungan badan. Bahkan, ia ketakutan memikirkan itu.
Sedangkan Dimas yang menguping dibalik daun pintu kamar, dibuat panas mendengar ucapan sang Ayah. Ada rasa kesal mengetahui ayahnya serius kepada Arum.
Sial... Ngapain sih, aku cemburu kepada ayah! umpat Dimas kesal, ia pun memilih pergi dari tempat Itu, daripada kepalanya sakit mendengar ucapan sang ayah.
Dimas memilih pergi ke taman belakang. Di sana ada kolam renang dan juga burung beo nya si poppy. Dinas yang kesal, mendudukkan bokongnya di kursi taman dekat burung kesayangannya.
"Aku kenapa sih? tidak mungkin kan aku suka kepada Arum?" ucapnya sendiri, Ia memainkan bulu-bulu tipis yang ada di dagunya. Kedua matanya menerawang jauh ke langit yang indah dihiasi kerlap bintang dan bulan purnama.
"Tidak.. Ini tidak boleh terjadi. Shitt...!" umpatnya sangat frustasi. Ia bangkit dari duduknya. Mondar mondar, hilir mudik di depan kandang nya Poppy.
"Bos jatuh cinta, bos jatuh cinta..!" oleh Poppy melompat-lompat kegirangan di sangkarnya.
Deg
"Poppy... Diam kamu!" ketus Dimas kepada burung kesayangannya.
"Accummm.. ibb bu Tiri... !" ledek si poppy berkicau meledek. Accmum namaaian dari Arum untuk si Poppy
Dimas dibuat geram oleh tingkahnya Poppy. Memang burungnya itu pintar nya kebangetan. Kebanyakan minum vitamin otak sih.
"Awas saja kalau mulut mu ember ya. Ku potong lehermu Poppy!"
Ancam Dimas, menatap kesal Poppy yang kerjaannya melompat-lompat itu.
"Siapa takut...!" tantang Poppy membelakangi Dimas.
"Awas saja!" ancam Dimas, ia pun pergi dari tempat Itu.
Dan
Awwwuu..
Nyess..
Tanpa sengaja, ia malah menabrak Arum yang tiba-tiba saja keluar dari dalam. Dan sialnya, bibir kedua nya sempat tabrakan. Hal itu membuat Arum hendak terjatuh. Tapi, Dimas dengan cepat menahan tubuh wanita itu. Sehingga kini Arum ada dalam rengkuhan Dimas.
Aauuwwhh..
Dimas yang salah tingkah, menegakkan tubuhnya Arum cepat. Disaat itu Arum masih terperanjat dan karena Dimas menegakkan tubuhnya cepat. Arum malah menggigit lidahnya sendiri.
"Aauuwwhh.. Sakit..!" Arum pegang i mulutnya, sambil menatap malas Dimas. "Kamu, bisa gaji sih tidak menyakiti aku. Gara-gara kamu juga, aku jadi dikejar-kejar Cindy di kampus. Dan di rumah ini, kamu itu selalu kesempatan dalam kesempatan. Dasar cabul..!" umpat Arum dengan teriak.
"Hei.. Kalau ngomong jangan asal!" Dimas menahan tangannya Arum kuat, saat wanita itu ingin meninggalkan tempat itu.
Arum sungguh terkejut mendengar ucap