NovelToon NovelToon
Bad Boy VS Gadis Pengamen

Bad Boy VS Gadis Pengamen

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:111.2k
Nilai: 5
Nama Author: LichaLika

Terjerumus dalam geng motor adalah pilihan terbaik bagi Marvel untuk menghilangkan rasa tertekan pada hidupnya, masalah kedua orang tua menyebabkan dirinya menjadi sosok yang liar dan ditakuti banyak orang.

Siapa sangka seorang gadis pengamen yang bernama Meisie membuat hati seorang Marvel terketuk, pertemuan yang diawali dari sebuah kebencian, berakhir dengan kisah yang mengharu biru. Meisie berhasil menguak rahasia besar yang tersimpan bertahun-tahun dari seorang Marvel. Lantas, siapakah sebenarnya Marvel?

Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia?

Yuk ikuti kisah romantis mereka 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedinginan

"Kakak pasti bercanda!" ucap Mei sambil membalikkan badannya. Namun, seketika langkahnya terhenti saat tangan Marvel menahannya. Mei menoleh ke arah Marvel dan menatapnya tajam.

Genggaman tangan Marvel begitu erat, pemuda itu menarik perlahan tangan Mei. Dalam derasnya hujan, keduanya basah kuyup. Mereka berdua di bawah hujan deras saling menatap. Tidak perduli air membasahi wajah mereka.

Marvel menarik pinggang Mei dan mendekati gadis itu begitu dekat sehingga tak ada jarak lagi diantara mereka.

"Kak Marvel mau apa?" sebuah pertanyaan yang mulai keluar dari bibir Mei.

"Aku menginginkanmu, Mei. Aku tidak tahu perasaan apa yang muncul dalam hati ini. Aku merasa kamu adalah milikku. Karena aku sangat mencintaimu, Mei. Aku tidak ingin ada orang lain yang memuji kecantikanmu, kecuali aku. Itulah sebabnya aku tidak ingin kamu memakai pakaian seperti ini. Aku sangat tidak suka!"

"Kamu gila, Kak. Kamu terlalu berlebihan!" sahut Mei.

"Karena aku terlalu mencintaimu. Aku rasa itu tidak berlebihan. Karena aku ingin cuma aku saja yang melihatnya. Cukup aku saja yang memiliki semua kesempurnaanmu. Aku ingin menikahimu, Mei. Karena hanya kamulah yang bisa membuatku kuat. Aku mohon padamu, jadilah istriku, Mei. Aku pasti akan melamarmu ke rumah orang tuamu. Secepatnya aku akan datang untuk meminta izin kepada mereka untuk menikahkan kita berdua!"

"Kak Marvel, kau serius?"

"Untuk apa aku berbohong, apa kamu tidak percaya padaku?" seru Marvel sambil menempelkan kening mereka. Sehingga keduanya terlihat begitu dekat.

Mei pun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena sesungguhnya ia juga memiliki perasaan yang sama.

"Entahlah, Kak. Mei juga tidak tahu bagaimana perasaan ini. Kadang kakak bikin aku kesal, marah, sebel. Meskipun begitu aku nggak bisa marah banget sama Kakak. Kadang aku juga ngerasa aneh aja. Tapi, jujur. Aku nggak mau kakak pergi. Aku nggak mau kakak jauh dariku. Apa ini yang dinamakan cinta?" balas gadis itu yang mulai menggigil kedinginan.

Marvel spontan memeluk Mei dan mendekap erat gadis itu. Dalam guyuran air hujan, Marvel dan Mei mencurahkan segala perasaan yang mereka rasakan selama ini.

"Aku tahu kamu pasti akan mengatakan hal itu, Mei. Terima kasih banyak!"

Marvel semakin erat memeluk gadis itu hingga tak sadar jika Mei mulai kedinginan dan tak sadarkan diri. Marvel merasa tubuh Mei melemas.

"Mei, kau mendengarkanku?"

Tidak ada jawaban dari Mei. Karena sebenarnya gadis itu memang sedang pingsan. Karena tidak ada reaksi dari Meisie. Marvel pun melepaskan pelukannya dan Ia melihat Mei yang sudah tidak sadarkan diri.

"Mei! Kamu kenapa? Astaga, kamu pasti kedinginan. Maafkan aku!"

Panik, Marvel segera membawa Mei untuk berteduh. Ia membawa tubuh Mei ke gubuk itu lagi. Di sana ia membaringkan tubuh gadis itu di atas sebuah tikar bambu. Kemudian Marvel mencoba mencari sesuatu untuk menghangatkan tubuh gadis itu.

Marvel melihat sebuah kain yang cukup lebar yang cukup untuk menyelimuti tubuh gadis itu. Marvel meletakkan kain itu pada tubuh Mei. Mei terlihat pucat dan menggigil.

Setelah itu, Marvel segera membakar kayu-kayu kering untuk menghangatkan tubuh mereka, setidaknya bisa membantu menaikkan suhu tubuh akibat cuaca dingin.

Setelah Marvel mengumpulkan beberapa ranting kering. Ia pun segera membuat api dari gesekan dua batu yang ia temukan di dalam gubuk.

Dengan berulang kali Marvel menggesekkan batu itu. Akhirnya api mulai menyala. Suasana pun tidak terlalu gelap lagi karena cahaya dari api dari ranting kering yang dibakar.

Setelah itu, Marvel kembali melihat kondisi Mei. Ia pun melihat Mei yang masih kedinginan. Marvel segera meraih tangan gadis itu dan mengusap-usapnya dengan telapak tangannya.

"Ayo, Mei. Sadarlah! Jangan membuat aku panik!" Marvel terus meniup dan mengusap-usap telapak tangan Mei, agar gadis itu segera merasa hangat.

Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja api itu mulai mengecil. Marvel berusaha untuk membesarkan api itu kembali dengan membakar ranting-ranting yang masih tersisa.

Marvel beranjak berdiri. Namun, seketika dirinya berhenti karena Mei menahan tangannya.

"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Dingin sekali!" ucap gadis itu sembari terus memejamkan matanya, bibirnya gemetaran dan terlihat pucat. Marvel pun kembali duduk di samping Mei dan berkata. "Aku hanya sebentar. Apinya mulai padam, aku mau menambah kayu lagi." ucap Marvel.

Mei justru semakin erat menggenggam tangan Marvel. Karena tak tega melihat Mei kedinginan. Marvel tidak punya cara lagi selain menghangatkan tubuh gadis itu dengan cara lain. Skin to skin.

"Apakah aku harus melakukannya? Jika tidak, Mei bisa hipotermia dan semakin berbahaya. Tidak ada pilihan lain. Maafkan aku, Mei!"

Marvel segera melepaskan semua pakaian Mei yang basah kuyup. Cahaya dari api itu mulai redup dan seolah seperti cahaya lilin. Perlahan, pakaian Mei mulai terlepas satu persatu, dan Marvel pun mulai merasa ada sesuatu yang membuatnya terbakar. Entah itu apa, yang jelas sisi kelelakiannya mulai bangkit karena ia melihat Mei dalam keadaan polos. Hanya berbalut bra dan kain penutup segitiga berenda.

Setelah Marvel melepaskan pakaian terakhir Mei yang berupa sebuah rok. Ia pun menutupi tubuh gadis itu dengan kain sebelumnya. Kemudian ia pun mulai melepaskan pakaiannya sendiri satu persatu.

"Maafkan aku, Mei. Aku terpaksa melakukannya." ucapnya sebelum masuk ke dalam selimut bersama gadis itu.

Kini, posisi Marvel berada di atas tubuh Mei dan memeluknya erat agar gadis itu bisa merasakan kehangatan suhu tubuh Marvel.

Sesekali Mei menggeliat ketika Marvel memeluknya.

"Mei plis! Jangan gerak-gerak! Kamu bisa membangunkannya. Ahhhhh ... shiiit! Bangun juga!" gumam Marvel ketika dirinya mulai merasa nyeri di sana. Apalagi Mei yang selalu bergerak dan sesekali membuka kedua kakinya.

"Haruskah aku ikut membawanya mencari kehangatan? Mei, kau bisa dengar aku?" bisik Marvel pada telinga Mei. Tiada hujan tiada angin, kedua tangan Mei melingkar pada leher Marvel seolah dirinya merespon apa yang baru saja dikatakan oleh pemuda itu.

"Dingin, dingin sekali kak!" balas gadis itu sembari terus memeluk Marvel.

"Iya aku tahu. Aku juga kedinginan. Aku ingin masuk tapi takut kamu marah!" balas pemuda itu. Mei tidak peduli apa yang dikatakan oleh Marvel. Yang terpenting dirinya bisa terhindar dari hipotermia dan tidak menggigil lagi.

Mei tidak menjawabnya. Ia hanya fokus pada kehangatan yang diberikan oleh Marvel. Sementara itu Marvel melihat ekspresi wajah Mei yang benar-benar sangat menggodanya. Gadis itu membuka sedikit mulutnya. Memaksa Marvel untuk mengecupnya sekilas. Mungkin tidak akan apa-apa, pikirnya.

Marvel mulai mengecup bibir itu , setidaknya ia ingin menyentuh gadis itu dengan kelembutan. Setelah dirasa cukup, Marvel pun mulai melepaskan ciumannya. Tapi apa, bukannya melepaskan Mei justru membalas ciuman Marvel dengan penuh gairah.

"Mei, kau ...!" Marvel pun mengurungkan niatnya untuk melepaskan ciuman. Karena dirinya mulai menikmati ciuman itu saat Mei membalasnya

Akhirnya, sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi. Terjadilah! Ciuman itu menjalar semakin jauh karena baik Mei dan Marvel sama-sama menikmatinya. Di temani hujan yang terus menerus tiada henti.

Pada akhirnya, Mei berteriak kecil di saat ia merasakan Marvel melakukan sesuatu padanya.

"Ahhhhh ... kak, apa yang kau masukkan?"

"Sorry, Mei! Aku tidak bisa mengendalikannya, dia masuk sendiri. Itu adalah penghangat tubuhmu, setelah ini kamu akan merasa lebih nyaman dan tidak kedinginan lagi."

"Hmm ... iya kamu benar, sangat hangat dan aku sukaaaa ...!!"

...BERSAMBUNG ...

1
Muliyati Annisa
aih tidak setuju Krn ceritanya tidak tuntas
Yuli Silvy
mana kelanjutan ny ne kok ga' tuntas sih
Yuli Silvy
mewek Thor 😭😭😭
Yuli Silvy
y ela mei
Yuli Silvy
jahat x bu' Linda ambl ank majikan ny
Yuli Silvy
gabung lg🤗
Dyah Oktina
ah... iya thor kla update jgn lama2 ngapa... suka bet ngegantung cerita nih.. bikin sebel bacanya.... tp penasaran .... semangat... 😍❤️❤️
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😍
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
ayuk marvel... bergerak... walaupun. pakai kursi rodapun ok lah... nnt d tinggal & salah paham deh
Dyah Oktina
eh......
Dyah Oktina
lah kan mei juga suka ikut kebut2tan ya.. kok takut
Dyah Oktina
bu linda jahat ya... main bawa lari anak orang... misahin anak dari ortunya ..apa lagi dari kembarannya.. Ngak punya perasaan banget
Nurul Laila
🤣🤣🤣
Suardi Suardi
suka visual nya👍
Arda Pratama
lanjut kak thor ceritanya bagus di tunggu up nya jangan lama- lama😁
Arda Pratama
ayo lanjut kak thor aq lagi asik2 bacanya maraton mulai bab pertama eh tiba2 bersambung aq rasa mia bajal jadi jodohnya zafran ya kak,jangan lama2 ya kak up nya d tungguni gak sabar nunggu kelanjutannya
nyimak
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
Zafran pasti berjodoh dengan Mia sepupu Meisi😘😘😘
bunda R2
lanjut up lg kak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!