NovelToon NovelToon
Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Spiritual / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:840.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: elaretaa

TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA

BAB 1-95

Niat awal Zia hanya ingin belajar dengan rajin untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang guru dengan melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi karena ia mendapatkan beasiswa, tapi sebelum Zia lulus kuliah, ia justru mendapatkan sebuah proposal ta'aruf dari seorang pria yang tak ia kenal.

Bagaimana kisah Zia selanjutnya? Apakah Zia akan menerima ta'aruf dari pria tersebut atau Zia akan menolaknya dan mengejar cita-citanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Fatih pun datang, hari dimana ia akan melepas masa lajangnya dengan seorang perempuan yang sudah lama ia sukai dalam diam.

Pernikahan, Fatih dan Zia diadakan di rumah Zia dengan sederhana bahkan tidak mengadakan pesta pada umumnya.

Semua ini atas keinginan Zia, Zia tidak ingin menghabiskan uang hanya untuk mengadakan pesta, bagaimanapun Zia paham jika akan membutuhkan banyak uang untuk mengadakan pesta meskipun Fatih mengatakan jika ia yang akan menanggung semua biaya pesta, tapi tetap saja Zia menolaknya.

"Nak Fatih siap?" tanya penghulu.

"Insyaallah saya siap, Pak," ucap Fatih dengan tegas.

"Kalau begitu mari kita mulai," ucap penghulu.

Setelah lantunan ayat suci Al-Qur'an, maka Fatih pun di tuntun untuk berjabat tangan dengan Ayah dari Zia.

'Ayo fokus Fatih,' ucap Fatih dalam hati karena jujur saja ia meras begitu gugup saat ini.

"Kalau begitu tenang diri Nak Fatih dan ucapkan dengan lancar dan tegas," ucap penghulu dan diangguki Fatih.

"Silahkan, Pak," ucap penghulu pada Ayah Zia.

Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Alfatih Haziqqi Al-Banna bin Abdullah Alwi Al-Banna dengan anak kandung saya yang bernama Shazia Maira Amara dengan mas kawinnya berupa uang 9 juta rupiah, logam mulia 10 gram dan seperangkat alat sholat, tunai.

Saya terima nikahnya dan kawinnya Shazia Maira Amara binti Hilmansyah dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.

"Bagaimana saksi?" tanya penghulu pada saksi yang hadir.

"Sah," ucap para saksi.

'Alhamdulillah,' ucap Fatih dalam hati.

Setelah itu, doa pun di panjatkan untuk pernikahan Fatih dan Zia.

"Persilahkan pengantin perempuan untuk datang," ucap penghulu.

Lalu Mbak Putri yang merupakan istri dari Mas Ghali pun menjemput Zia di dampingi Litha dan Ana.

Disisi lain, Zia yang berada di kamarnya begitu gugup karena ia tidak tau apakah ijab kabul sudah tau belum, di kamar Zia memang tidak di pasang televisi atau apapun itu untuk mengetahui acara ijab kabul sehingga wajar jika Zia tidak tau.

"Ya Allah kenapa aku gugup banget ya, seharusnya ijab kabul sudah selesai atau Kak Fatih gagal mengucapkan ijab kabul," gumam Zia.

Hingga beberapa saat kemudian, pintu kamarnya pun terbuka dan memperlihatkan Mbak Putri, Litha dan Ana.

"Zia selamat ya akhirnya lo udah jadi istri orang," ucap Litha dan memeluk Zia begitupun dengan Ana yang juga memeluk Zia.

"Kak Fatih udah ijab kabul nya?" tanya Zia.

"Iya, udah. Nanti ya lo coba lihat pasti sedih deh, gue aja tadi sedih banget," ucap Litha.

"Udah ayo kita keluar, pasti orang-orang lagi nunggu Zia," ucap Mbak Putri.

"Hehehe, iya Mbak. Ayo Zi," ajak Litha.

Akhirnya Zia pun menuju ruang tamu yang di sana sudah ada beberapa keluarga Fatih maupun Zia.

Saat Zia baru saja menginjakkan kakinya di ruang tamu semua mata langsung tertuju padanya tak terkecuali Fatih yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya.

"Jangan lupa kedip Gus," ucap Ustadz Rais.

Zia pun duduk di samping Fatih, "Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita dan dilanjutkan mempelai wanita yang menyalami mempelai pria," ucap penghulu.

Akhirnya Fatih pun mendekat pada Zia dan mencium kening Zia dan setelah itu Zia pun mencium tangan Fatih.

Keduanya tampak canggung setelah itu, "Gak usah canggung gitu napa," ucap Akbar.

"Diem," ucap Fatih dingin.

Jujur saja Zia sedikit takut saat mendengar suara Fatih yang terkesan dingin dan tidak bersahabat tadi.

Setelah ijab kabul, para keluarga pun menyalami Fatih dan Zia lalu mereka mengobrol di ruang tamu rumah Zia.

"Zia, selamat ya. Gue seneng banget ternyata lo sold out duluan," ucap Ana dan memeluk Zia.

"Makasih ya, Na. Kamu mau datang padahal kamu masih liburan," ucap Zia.

"Gapapa kali, Zi. Justru kalau gue gak datang, gue bakal nyesel seumur hidup gue," ucap Ana.

"Zia, selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng ya," ucap Litha yang berada di samping Ana.

"Iya, makasih ya Tha," ucap Zia.

"Okey, btw makanan di rumah lo kok enak-enak sih kan gue jadi suka," ucap Litha.

"Gapapa, kamu ambil aja uang kamu mau, kamu bawa pulang juga gapapa," ucap Zia.

"Hehehe, pasti itu. Btw, Kak Fatih mana?" tanya Litha.

"Kayaknya Kak Fatih lagi sama temen-temennya di luar rumah deh," ucap Zia.

"Masa lo panggilnya Kak Fatih sih, Zi," ucap Litha.

"Terus aku harus panggil apa kalau bukan Kak Fatih?" tanya Zia.

"Sayang kek atau gak mas lah," ucap Litha dan Zia pun tersenyum canggung mendengarnya.

"Mungkin karena belum terbiasa kali ya, jadi makanya lo panggilnya Kak Fatih," ucap Ana.

"Ya, itu salah satunya," ucap Zia.

"Gapapa Zi, nanti kalau udah terbiasa juga bakal lancar kok panggil Kak Fatih nya," ucap Litha dan diangguki Zia.

"Kak ayo foto bareng di luar rumah," ajak Naya adik dari Fatih.

"Oh iya, lupa padahal kita ke sini tadi kan mau ngajakin lo foto ya. Yaudah yuk," ucap Litha

Naya pun menuntun Zia menuju depan rumah yang ternyata sudah ramai dengan keluarga Fatih dan Zia.

"Ayo sayang kita foto," ucap Ummi Syifa.

Zia pun berdiri di samping Fatih dan setelah itu, mereka pun foto bersama, "Pengantinnya kurang deket," ucap Cakra.

Akhirnya Fatih pun mendekat kearah Zia, Zia sangat gugup apalagi saat ini ia dapat merasakan dada bidang Fatih.

"Lebih deket lagi," ucap Cakra.

Zia pun akhirnya mendekat pada Fatih dan kali ini Zia lebih gugup dari sebelumnya, bagaimana tidak. Fatih justru menarik pinggang Zia hingga membuat tubuh Zia benar-benar menempel pada Fatih.

"Senyum," bisik Fatih.

Setelah sesi foto bersama keluarga, selanjutnya Fatih dan Zia pun foto berdua. Dengan posisi yang sama seperti sebelumnya, Zia sangat malu karena semua keluarganya menatap mereka berdua.

"Udah bagus hasilnya," ucap Cakra.

"Thanks," ucap Fatih.

Malam harinya, Zia dan Ibunya pun menyiapkan makan malam. Sedangkan, Fatih dan Bapak pergi ke masjid melaksanakan sholat isya'.

Semua keluarga Fatih sudah pulang begitupun dengan keluarga Zia lainnya, karena memang acara hanya pagi sampai sian sehingga mereka memutuskan untuk kembali. Begitupun Mas Ghali yang pulang karena orangtua Mbak Putri yang tengah sakit.

"Suami kamu suka udang gak, Zi?" tanya Ibu.

"Eh, Zia juga kurang tau Bu," ucap Zia.

"Kalau gitu kita masak yang lain aja deh takutnya suami kamu gak suka udang, kita masak ayam sisa acara tadi aja ya," ucap Ibu.

"Iya, Bu," ucap Zia.

Beberapa saat kemudian, Bapak dan Fatih pun pulang dari masjid, "Assalamualaikum," salah Bapak dan Fatih.

"Waalaikumsalam," jawab Ibu dan Zia.

"Wah, kayaknya enak nih," ucap Bapak.

"Makanannya cuma sisa ayam tadi gapapa kan?" tanya Ibu.

"Ya, gapapa lah," ucap Bapak.

"Nak Fatih gapapa?" tanya Ibu.

Fatih pun tersenyum pada Ibu, "Iya, Bu. Gapapa," ucap Fatih.

"Syukurlah kalau kamu gapapa, yaudah ayo makan," ajak Ibu.

"Zi, siapin buat suami kamu," ucap Ibu.

"I-iya Bu," ucap Zia lalu mengambil piring dan menyiapkan makanan untuk Fatih.

"Kebanyakan Kak?" tanya Zia.

"Cukup, segitu aja," ucap Fatih dan diangguki Zia.

Setelah makan malam, mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Zia sendiri saat ini sudah merebahkan tubuh di atas ranjang dan Fatih tengah berada di kamar mandi yang berada di luar kamar.

"Apa Kak Fatih bakal minta hak nya ya?" tanya Zia pada dirinya sendiri.

"Huh, udahlah gak usah mikir aneh-aneh, lagian Kak Fatih kan suami aku, ya wajarlah kalau minta hak nya," lanjut Zia.

.

.

.

Tbc.

1
Yadi Manminhari
bingung jalan ceritanya
Ryan Dynaz
dilihat kayaknya byk yg ngasih hadiah..tpi kok sikit yg dipapar jumlahnya....bingung suh...apa pada gak suka ya sama nvlnya....di baca rasanya seru nih
Ruh Wiyati
Thor,mnurut saya zia trlalu lebay. klo bisa karakter zia agak dirubah sedikit,jangn trllu manja,sm curigaan.
Ruh Wiyati
kusuka ceritanya,tp maaf thor banyak typonya 🙏 kadang agak bingung bacanya. tapi keseluruhan its okey.
Susi Susilawati
Luar biasa
mae munah
pondok pesantren bkn ajang adu mulut atau adu otot tapi ponpes itu ajang mencari ilmu yg bermanfaat bagi dunia dan akhirat bkn ilmu yg ga berfaedah sama sekali,tempat belajar ilmu agama kelak klo keluar dari ponpes tsb bs membagikan ilmu'a untuk yg membutuhkan itu baru TOP BGT
Zaskia Dafi
bagus benget
Icka Shinbie Poespittasarrie
berasa aq yg di ta"aruf.....🤭deg,,,,deg"sn😁
Icka Shinbie Poespittasarrie
lahh u yg berbuat...knp harus orang lain yg menanggung akibat nya???aneh nih orang sakit apa?!!!🤔
Icka Shinbie Poespittasarrie
si kiki ini iri dengkinya parah bgtz,,,,meski dirukyah ni orng🙄
Nia Andriawan
ra mudeng ini thor
Sulastrie Herlina
se cuek2 nya manusia, klw dah sma istri gk gtu2 juga kliii,,, apa lgi zia itu udah incaran dia dri lama,,
Sulastrie Herlina
apaaan sihhh,,, novel sih novel thor,, tapi gak gini2 amatttt
Sulastrie Herlina
aku teh bingung,,, di kampus, di kosan, anak2 kuliah, jurusan pendidikan tapi sifat nya gtu semua,, ampun dahhh
bunda Lisa
banyak typo ketikannya thor...
Anwar Sanusi
seru
NOVIA
jujur aku lupak nial itu anak.a yg Ke berapa🤣
elaretaa: Waduh! harus baca lagi deh kayaknya. Spoilernya dia kembar🤭
total 1 replies
Neny Suswiyanti
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻💪
Neneng
buat penulis mohon maaf sebelumnya saya koreksi untuk masalah katanya sering kebalik balik dalam penulisan dan kadang kurang nyambung untuk menyatukan 1/2 kalimat,,mohon maaf kl saya salah koreksi
Yuyun Yuwanah
tamat kok dadakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!