"Siapa di sana?" tanya seorang gadis yang merasa ada sesuatu yang tak beres.
Saat gadis cantik itu keluar rumah, betapa terkejutnya dia menemukan seorang pria terduduk di bawah pohon mangga rumahnya.
Melihat pria itu yang lemah, gadis itu pun ingin berteriak minta tolong, tapi tanpa di duga, pria itu lari dan membekapnya.
"Tutup mulut mu jika masih ingin selamat," katanya lirih dan menyeret wanita itu masuk kedalam rumah.
Siapa pria itu?
Dan apa yang akan terjadi pada mereka?
Apa gadis itu selamat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gelagat aneh
pagi ini, Anita bangun paling pagi karena merasa perutnya melilit dan butuh ke kamar mandi.
baru juga masuk, tak sengaja dia melihat ada sesuatu yang aneh jadi dia menutup tubuhnya hingga sedemikian rupa, agar tak ada yang bisa mengintip.
sedang untuk dua pria itu, keduanya malah seperti orang linglung, bagaimana tidak mereka berdua baru saja ingat kejadian semalam.
untungnya mereka tak di gerebek warga yang lewat, dokter Aldi keluar dari rumah.
"kalian sedang apa kok melamun begitu, apa ada yang tak beres?" tanya pria itu yang duduk di sebelah kedua orang itu
"tidak ada dokter, kamu hanya sedang menikmati pagi yang cerah dan hawa dingin di desa ini, belum lagi di desa ini tak tercemar polusi, jadi bagus untuk menikmati hidup bukan," kata keduanya.
"begitu ya, tapi memang benar ya, udaranya masih sangat enak untuk di hirup, sudah saya Ndu joging mau ikut?" tawar Aldi yang memang tak punya kegiatan pagi ini.
sedang dokter Nirwan sudah selesai mandi dan bersiap untuk praktek di temani dua perawat terbaiknya.
"Anita, Fani kalian sudah siap?"
"sebentar dokter, ya Tuhan siapa yang menyembunyikan sepatu ku sialan!!" maki perawat Fani yang membuat heboh satu rumah.
"maaf tadi tak sengaja ikut terlempar keluar dan jatuh, untung warna hitam," kata perawat Dewi yang langsung dapat tatapan tajam dari gadis itu
"Kepala mu mau aku copot sialan ini sepatu hadiah dari kakak ku," marah perawat Fani.
"sudah bisa di cuci nanti kita sudah telat,nanti tambah siang," kata perawat Anita
mereka berdua pun berangkat tanpa terduga saat sampai di balai desa cukup banyak orang yang ingin berobat.
tentu semuanya langsung membantu para warga, bahkan Anita terlihat sangat sibuk
Sagara tak bisa menundanya sampai beberapa hari, dia harus segera pulang demi untuk bisa mendapatkan ketenangan.
tapi Anita masih belum bisa di hubungi dan itu membuatnya cemas, dia sudah meminta Lea untuk menghubungi wanita itu.
"apa sudah ada kabar dari Anita?"
"belum tuan,saya juga belum mendapatkan kabar dari Lea, sepertinya desa yang menjadi tempat mereka melakukan kebaikan kali cukup terpencil dan jauh," jawab Virgo yang membantu menyelesaikan berkas milik Sagara.
"besok aku mau pulang, jadi sekarang kita selesaikan ini sebelum kita pulang,"
"baik bos," jawab Virgo.
sebenarnya pria itu sudah tau jika Sagara memang tak berniat mengencangkan kekuasaan miliknya hingga Eropa.
tapi mau bagaimana lagi, barang yang mereka miliki malah sudah di sambut hangat oleh pasar gelap negara itu, tentu saja itu tak di sia-siakan oleh pria itu.
"mulai besok, tunjuk Robert menjadi penanggung jawab di sini, dan pastikan jika semua yang di kerjakan pria itu sesuai aturan dan tetap awasi dengan ketat, sedikit saja kesalahan bereskan," perintah Sagara yang langsung mempercepat pekerjaan miliknya.
sedang di sisi lain ada para petinggi geng yang tak bisa mengalahkan kekuasaan Sagara
karena pria itu terkenal tanpa ampun dan tak segan membunuh wanita dan anak-anak yang menjadi musuhnya.
padahal di dalam dunia hitam itu, banyak yang masih memiliki perasaan, tapi tidak dengan pria itu.
pukul dua belas malam waktu setempat, keduanya selesai dan bersiap ke hotel untuk segera pulang dengan pesawatnya paling pagi.
tapi baru juga keluar dari perusahaan kecil mereka, sebuah tembakan terarah kepada keduanya.
Sagara dan Virgo langsung menunduk dan berlindung, akhirnya baju tembak pun terjadi, lima orang tumbang di tangan Sagara dan Virgo.
saat memastikan sudah aman, tiba-tiba mobil polisi datang dan Keduanya langsung lari meninggalkan tempat peristiwa.
dia menemukan seorang pria tunawisma yang menyebalkan, setelah menembak kepala pria itu
Sagara meninggalkan pistol miliknya yang sudah di taruh sedemikian rupa agar polisi tak curiga dan tak akan mengejar mereka lagi.
di sisi lain ada beberapa orang yang lewat dan tak sengaja tertabrak oleh Virgo.
"tuan kita berpencar dan kita akan bertemu lagi di hotel," pesan Virgo.
"baiklah," jawab Sagara.
mereka pergi ke jalan masing-masing dan Sagara sampai di hotel duluan, kemudian dia segera melepas penyamarannya dan berganti wajah.
sedang Virgo membaur di keramaian dan bersiap melepaskan penyamarannya dan sampai di hotel akhirnya.
mereka berdua pun bersiap ke bandara dengan penyamaran yang lain, dan tentu saja semua berjalan dengan baik.
bahkan saat di imigrasi tak ada yang curiga, dan sekarang polisi yang menanggani kasus salah sasaran itu
membuat Sagara tertawa, sudah cukup lama dia tak bermain seperti ini, "setelah ini lebih baik bos fokus menikah, karena keluarga bos butuh pewaris bukan,"
"ya dan aku akan menjemput pengantin wanita yang sedang kabur," kata Sagara menyeringai
jangan lupa mampir ya k heheh...