NovelToon NovelToon
Cinta Mantan Suami

Cinta Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Berbaikan / Selingkuh / Cerai
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: istia akhtar

Deswita Adriana, wanita tiga puluh tahun itu terpaksa harus banting tulang demi mencukupi kebutuhannya dan sang putra, Kelan Sudarma. Pasca perceraiannya dengan Andika Sudarma, kehidupan Wita berubah seratus delapan puluh derajat. Kemewahan yang tadinya identik dengan dirinya, terpaksa ditanggalkan.

Kehadiran Amira Widani yang menjadi pemicunya. Andika terpaksa memenuhi permintaan Wita untuk bercerai, sebab lelaki itu khilaf telah menghamili Amira.

Sayangnya, hati Andika tetap terpaut pada mantan istrinya itu, hingga hari-hari Andika, tak pernah absen merecoki kehidupan Deswita. Mampukah Deswita membunuh mati cinta mantan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Pulang kampung.

"Maaf, Dian. Aku rasa kamu cuma bercanda."

Satu jawaban dari Wita, membuat Dian hanya bisa tersenyum kecil. Sejak dulu, Wita memang selalu begitu. Wanita itu tak mudah mempercayai keseriusan Dian. Bahkan di saat Dian bersungguh-sungguh mengungkapkan perasaan, Wita mengira bahwa Dian hanya bercanda.

"Nggak ada bercanda sama sekali, Wita. Sungguh, ini bukan candaan. Saya serius dengan apa yang saya ucapkan," sahut Dian mencoba untuk meyakinkan.

Wita terpaku. Entah mengapa, hati Wita dilanda resah. Sudut hatinya berkedut, seolah mensinyalir adanya peringatan bahwa ia tak boleh bermain-main dengan kata cinta, sementara dirinya baru saja belum lama bercerai dari Andika.

"Tetapi sungguh, Dian. Aku nggak bisa. Saat ini, aku memutuskan untuk sendiri. Biarkan begini, sendiri membuatku jauh lebih nyaman," jawab Wita seraya mengulum senyum.

Dian mengangguk seraya tersenyum, tak memberi tekanan maupun paksaan. Lelaki itu adalah lelaki pengertian yang tak suka membuat orang lain tertekan atas dirinya. Cinta memang cinta, suka memang sudah sejak lama, tetapi Dian sejak dulu adalah lelaki yang lebih mengutamakan kenyamanan wanita.

Dian diam sejenak, memikirkan banyak hal tentang dirinya. Harusnya, dengan karakternya yang begitu lembut pada wanita, dulu dirinya bisa dengan mudah membuat wanita jatuh cinta padanya. Hanya saja, Wita terlihat sangat enggan untuk menerimanya.

"Baiklah. Kita akan tetap berteman. Saya dan kamu, kita berteman. Jangan sungkan mengatakan apapun dan jangan menyembunyikan masalah kamu sendiri. Saya bersedia menjadi pendengar, teman sekaligus saya siap memberikan solusi, jika itu kamu membutuhkan," ujar Dian, seraya tersenyum tulus.

Penolakan demi penolakan Wita, nyatanya tidak juga membuat Dian patah semangat. Ia tahu, takdir cintanya, Tuhan sudah mengatur hingga sedemikian rupa.

"Terima kasih udah mau mengerti. Sejak dulu, kamu selalu baik sama aku," Wita bisa bernapas lega kali ini.

Kelan berteriak kegirangan, berlarian kesana kemari seraya memanggil mama pada Wita.

Hati Dian menghangat. Baik Wita maupun Dian, mendekat ke arah bibir pantai. Bisa Dian lihat dengan jelas, Kelan begitu bahagia. Melihat tawa Kelan yang murni, hati Dian menghangat.

Sebuah kehangatan hadir mewarnai hati Dian. Tanpa sadar, ada pikiran liar Dian yang tiba-tiba terbersit. Ia ingin memiliki anak, anak yang terlahir dari rahim wanita yang ia cintai. Tetapi entah itu bisa terjadi atau tidak, Dian hanya berharap takdir berpihak padanya suatu hari nanti. Entah dengan cara apapun takdir berjalan, ia dan Wita bisa hidup bersama.

Senja kali ini, Dian dan Wita berjalan bersama di bibir pantai. Keduanya merasakan bahagia, disaksikan ombak laut dan cahaya merah keemasan di langit. Ini terlihat romantis bagi Dian, namun bagi Wita, ini hal yang biasa saja.

Menikmati momen seperti ini, Wita seolah merindukan masa-masa bahagianya bersama Andika dulu. Semua yang pernah ia dan mantan suaminya itu rasakan, nyatanya kini Wita merindukan. Semuanya.

. . .

"Pulanglah, Wita. Bapak dan Ibu sudah tahu semuanya tentang kamu dan Andika. Bapak juga sudah sepuh. Mau sampai kapan kamu suka hidup berdua dengan cucu Bapak, sementara bapak, kamu meninggalkan Bapak dan Ibu."

Suara bapak di seberang sana, membuat Wita terngiang-ngiang, meski sambungan telepon sudah tertutup sejak dua jam yang lalu. Hati Wita perih tak berdaya, mengingat betapa besar maklum orang tuanya, pada rumah tangganya bersama Andika yang telah kandas.

Wita tak bisa pulang ke kampung halaman begitu saja, ada banyak pekerjaan di sini yang baru saja Wita lakoni sebagai kesenangan, juga sebagai mata pencaharian untuk dirinya dan Kelan.

Jika Wita mau, tentu Andika sudah memberikan uang jatah bulanan untuk Kelan, yang pastinya juga cukup untuk kebutuhan dirinya. Jumlahnya tak sedikit, bahkan nominalnya setara dengan jatah belanja bulanan Wita, seperti semasa Wita menjadi istri Andika.

Untuk masalah uang, Andika memang seroyal itu terhadap keluarganya.

Maka dengan segala pertimbangan tak sekali dua kali, Wita memutuskan untuk pulang ke kampung halaman untuk beberapa hari. Wanita itu akan kembali, untuk melanjutkan hidup seperti biasa di ibukota. Di kampung, Wita tak memiliki banyak peluang untuk sukses.

Tepat ketika Wita hendak pergi ke terminal bus, Andika tiba-tiba datang. Lelaki itu terakhir menemui Wita, sekitar dua Minggu yang lalu. Entahlah, apa tujuan Andika datang menemuinya, Wita tak ingin banyak memupuk harapan setinggi langit.

"Wita, kamu . . . kamu mau kemana?" tanya Andika dengan tatapan matanya yang tajam seperti biasa. Lelaki itu baru saja turun dari mobil, dan mendapati Wita sudah siap bersama Kelan, membawa satu koper pakaian miliknya dan putranya.

Sebagai lelaki yang memiliki ego setinggi langit, Andika tak ingin jika Wita pergi tanpa pamit pada dirinya.

"Papa!" teriak Kelan dengan riang. Bocah lelaki itu lantas menghampiri Andika, sebelum akhirnya Andika membawa Kelan dalam gendongan dan mengecup kedua pipi putranya bergantian.

Hei!!

Mungkin Andika lupa, jika Wita bukan lagi istrinya.

"Mau pulang kampung menjenguk Bapak dan Ibu," jawab Wita tenang. Namun sejujurnya, dua Minggu tanpa menatap wajah mantan suaminya itu, Wita jadi rindu.

"Tanpa pamit pada saya?" tanya Andika lagi.

"Lah, apa masalahnya? Kita bukan lagi suami istri," jawab Wita lagi.

Mendengar ini, Andika hanya bisa menghembuskan napasnya kasar. Wita memang benar. Mereka bukan sepasang suami istri lagi. Hanya saja, Andika masih saja mendeklarasikan rasa posesif terhadap Wita.

"Tetapi setidaknya kamu pamit bawa Kelan untuk pulang kampung. Biar saya temani kalau begitu. Sekalian saya ingin datang untuk meminta maaf pada Bapak dan Ibu. Saya belum memiliki kesempatan selama ini karena kesibukan," ungkap Andika.

"Nggak usah, mas. Sebaiknya kamu datang sendiri saja pada Bapak dan Ibu dengan menyusul aku," tolak Wita dengan tegas.

Wita melihat tatapan netra Andika yang rumit. Andika tak tahu lagi, bagaimana bisa meruntuhkan gunung es dalam hati mantan istrinya itu. Andai saja Wita mengerti, mungkin Wita tak akan memperlakukan dirinya begini. Di tolak terus menerus, membuat Andika makin tak percaya diri akhirnya.

"Sampai kapan kamu akan menolak saya, Wita? Sampai kapan kamu mau menolak niat baik saya?" tanya Andika pelan.

"Bukan masalah sampai kapan, mas. Tapi aku masih memiliki hati yang enggan untuk membuat masalah, terlebih itu bersama kamu sampai membuat Amira merasa disisihkan. Cobalah mengerti," ujar Wita.

Sejujurnya, antara Wita dan Andika, keduanya saling mencintai. Hanya saja, keduanya terhalang jurang yang begitu menyiksa.

"Baik jika begitu. Hati-hati di jalan," hanya itu yang bisa Andika katakan, sebelum ia menurunkan Kelan dari gendongan dan mengatakan sesuatu pada putranya itu.

Dalam hati Andika membatin, ia ingin menyelesaikan segera urusannya bersama Amira, agar bisa memperbaiki hubungan dengan Wita.

. . .

1
Daulat Pasaribu
lanjut thor
Happy Kids
biar aja andika jd bujang lapuk. wita sama ardian dlu. nikah. ntah abis brapa taun ardian meninggal gpp deh.
Happy Kids
fiks amira adik wita. kl gini pasti wita ga mau balikam sama andika
Happy Kids
jgn bodoh. awal mula dia kejebak knp? krn andika buka jalan. dia jg mau main main
Happy Kids
paling kl mira ga hamil lanjut terus hubungan selingkuhnya🤭
Happy Kids
pas flirty flirty mikir cinta ga.🤣
Happy Kids
manusia NPd
Happy Kids
well yg ngundang brt bukan amira. tp andika sendiri krn dia ug buka celah goda godain anak orh
Happy Kids
pret. bulshit
Arcila Putri
biarkan Amira yg asuh anaknya Thor egois x si Andika ini padahal sama" salah enak diandikanya ding
Arcila Putri
kok kasihan ya Amira padahal sama" salah dipisahkan dari anak itu sakit
Arcila Putri
Andika mulutnya seenaknya saja kalo ngomong kamu juga salah jgn cuma nyalahin Amira egois banget Lanang ini
Arcila Putri
mampir y Thor👍
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Lee Mba Young
kapan kena karma si amira, semoga anak amira bukan anak andika gk rela harta andika di bagi pd anak amira. pingin amira hidup blangsak ma anak Haram nya itu. kl pun itu anak andika dan perempuan kl hamil sebelum nikah sah andika tak berhak jd wali nya dan anak amira tdk berhak atas warisan andika.
semoga anak amira nnti yg kena karma ibunya greget aku amira wanita sundal pelakor macak korban.
Iyah Chomel
geram jg sama si Amira ulat bulu tu
pingin aku BG racun tikus sekaliyan
Lee Mba Young
pinter manda gercep, cpt kirim ke andika biar cpt selesai sidang cerainya.
Arya akhtar
wah seru si WITA ini
Helen Emeli
wita kamu benar"egois dan tdk pernah mau memberi kesempatan itk ngobrol dg dika baik"tanpa bersilang agumen yg saling memojokan dika,berapa besarkah ke sombonganmu itu yg hrs dika butuhkan ampunan atas kesalahan krn terjebak dr amira ?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!