NovelToon NovelToon
Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Single Mom / Nikahmuda / Poligami / Spiritual / Ibu Pengganti / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: rahma khusnul

Seorang ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkan anak-anaknya adalah wanita yang hebat.

tapi tahukah kalian bahwa ada wanita yang jauh lebih hebat, yaitu wanita yang terus berjuang untuk menjadi seorang ibu, dia yng melakukan segala hal demi memperjuangkan garis dua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma khusnul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suami Idaman...

HAPPY READING...⚘⚘⚘

"Assalamualaikum warohmatulohi wabarokaatuh..."

Suara salam Ustadz Ali dari pengeras suara mesjid dekat rumah, terdengar menggema ditelinga Afifa, "Astaghfirulloh...!" Seketika mata bengkaknya terbuka, dan langsung mendudukan dirinya diatas kasur yang masih tergelar diruang keluarga, Afifa menatap jam dinding yang tergantung disisi rumahnya masih setia berdetak menunjukan pukul 03:30, dia memutar pandangannya ke seluruh ruangan, semua keluarganya dan keluarga suaminya masih bergelimpangan tertidur disekitarnya, mungkin mereka lelah setelah kejadian semalan, fikirnya.

Matanya masih berputar mencari sosok suaminya, "Kenapa Kak Aji tidak ada? kemana dia?" gumamnya. Afifa menggeser tubuhnya yang terasa remuk, ah...rasanya ingin kembali berbaring saja, tapi dia sudah tak tahan ingin buang air kecil, diapun tak tega jika harus membangunkan salah satu dari mereka yang tertidur begitu lelapnya.

Dia mencoba bangkit, menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya, tangannya berpegangan pada tembok dinding rumahnya agar tubuhnya tidak oleng saat bertumpu dikakinya. Rasa yang mengganjal diperut bagian bawahnya, memaksa dirinya untuk melangkahkan kaki perlahan menuju kamar mandi belakang.

Saat melewati ruang kamar yang biasa dijadikan tempat sholat, Afifa berhenti, matanya menangkap ada seseorang disana yang duduk bersimpuh diatas sajadah lengkap dengan kain sarung dan kopiahnya, sambil menengadahkan kedua tangannya, mengucapkan kata-kata Do'a diselingi isakan kecil dari mulutnya.

"Astaghfirullohal adzim...hamba yang berlumuran dosa ini memohon ampun padaMu Ya Alloh..., hilangkanlah semua penyakit hati yang ada dalam diri ini, berikanlah kelapangan dan keikhlasan dalam jiwa hamba agar dapat menerima semua taqdirMu, hilangkanlah rasa sesal dan kecewa yang kini hadir dalam fikiranku, hapuslah ingatanku akan rasa kehilangan dari sesuatu yang pernah kau titipkan padaku, meski hanya sesaat dia mengisi hariku, rasanya begitu indah dan membuatku sulit untuk tidak mengingatnya sedetikpun, hamba tau, Engkau maha mengetahui segala sesuatu, maka kuatkanlah hatiku dan hati istriku".

Untaian do'a yang diucapkan suaminya terdengar begitu memilukan ditelinga Afifa, airmatanya kembali menetes, mengingat kembali kesalahan dan kecerobohannya, kakinya yang lemah gemetar tak mampu menopang tubuhnya, diapun lunglai jatuh terduduk bersimpuh dilantai tepat didepan pintu kamar mushola.

Fauzi yang mendengar suara ambruk dan tangisan istrinya seketika memutar tubuhnya, menatap tajam ke arah istrinya yang menangis sambil tertunduk disana.

"Sayang..." Segera bangkit dan menghampiri istrinya, "Kenapa ada disini?" tangan Fauzi replek meraih tubuh Afifa, memegang pundaknya dan berusaha mengangkat wajah istrinya yang tertunduk dengan berlinang air mata.

Afifa mengangkat wajahnya perlahan, menatap wajah suaminya dengan mata basahnya, "Maafkan aku Kak...hiks...hiks...", kembali menundukan kepalanya.

"Hei...kok terus saja minta maaf?, ini bukan salahmu, ayo sini kita kekamar saja ya", Merangkul tubuh istrinya hendak menggendongnya, tapi Afifa diam saja. "Apa mau ke kamar kecil dulu? aku bantu ya", ucapnya dengan tenang.

tanpa menunggu jawaban istrinya, Fauzi menggendong tubuh kecil Afifa dan membawanya ke kamar mandi yang ada dikamarnya, "Jangan khawatir, aku akan terus menemanimu", ucapnya sambil berjalan menggendong Afifa masuk kamar.

Setelah selesai dan bersih, Fauzi kembali menggendong Afifa dan menyandarkannya perlahan disandaran tempat tidur dalam kamarnya, lalu dia berdiri menutup pintu dan menguncinya, dan kembali duduk disamping istrinya.

"Kaaak...", panggil Afifa sambil menyandarkan tubuhnya kedada bidang suaminya.

"Ya...?", jawab Fauzi, tangannya memainkan jari-jari istrinya yang terasa dingin dipangkuannya.

"Kak Aji gak marahkan sama Fifa?" tanyanya pelan, tatapannya kosong lurus kearah pintu kamar mandi.

"Tidak, kenapa harus marah?"

"Karena aku teledor dan memaksakan diri untuk datang ke rumah Mbak Wulan, padahal aku tau persis kondisiku".

Fauzi menarik nafas berat, "Semua sudah terjadi, biarlah kita jadikan pelajaran kedepannya", Berhenti sejenak seolah sedang berfikir, lalu kembali melanjutkan ucapannya, "Lagi pula, bukankah setiap jiwa itu sudah membuat perjanjian dengan Alloh ketika pertama kali ditiupkan roh keraganya, mungkin anak kita hanya sanggup hidup didunia dalam waktu hanya 5 jam saja, dan kau tau... jiwa yang suci itu akan menjadi tabungan untuk kita di akhirat nanti", Fauzi tersenyum kearah istrinya.

Afifa menengadah dalam sandaran suaminya, menatap mata suaminya lalu tersenyum.

Fauzi mencium kening istrinya dan mendekapnya erat.

Waktu terus berjalan, Afifa masih terlena dalam kenyamanan pelukan suaminya, hingga matanya kembali terlelap, begitupun dengan Fauzi, mereka terbuai dengan dinginnya udara subuh hingga tak menyadari kalau adzan subuh telah berkumandang.

***

Umi terbangun karena suara adzan, matanya mencari sosok putrinya yang kini sudah tidak ada disampingnya, Afifa? kemana dia?, gumamnya. Pandangan Umi beralih kepada Mama, dia mencoba membangunkannya, "Bu haji..., sudah subuh", menepuk pelan pundak istri Pa H. Ramadhan.

Mama terbangun, mengusap wajah dengan kedua tangannya, "Hooaaam..., iya Umi", mencoba mengumpulkan kesadarannya.

"Afifa gak ada Bu Haji, apa bu haji melihatnya?" tanya Umi.

"Tidak..., mungkin ke kamar mandi".

"Sendiri?...diakan belum bisa bergerak bebas, ayo kita lihat!" ajak Umi khawatir. Keduanya bangkit, mencari Afifa ke belakang, dapur, ruang makan dan kamar mandi, tapi tak juga ditemukan, obrolan mereka membuat Hanita dan Nadia terbangun.

"Ada apa Ma?" tanya Hanita dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.

"Afifa gak ada Nit", Jawab Mama.

"Lo...bukannya semalem tidur disamping Umi?" tanya Hanita.

"Iya, tapi dia sudah tidak ada pas Umi bangun tadi, dibelakang juga tidak ada". jawab Umi.

"Fauzi juga gak ada", ucap Hanita, mengalihkan pandangannya ke arah Papanya yang masih tertidur, karena dia tau semalam Fauzi tidur disamping Papa.

"Iya, mungkin Afifa bersamanya", Kepala mama celingukan menoleh ke ruang tamu dan pintu kamar Fauzi yang tertutup.

"Hmmm...pasti dikamarnya", Nadia menimpali dengan sedikit senyum.

"Ayo kita lihat!, Umi belum tenang kalau belum memastikannya", ajak Umi.

Keempatnya berjalan menuju kamar utama rumah itu.

Mama mencoba memutar handel pintu, namun ternyata terkunci dari dalam, diapun mulai mengetuk, "Tok...tok...tok...!" Suara pintu diketuk Mama. "Zi...! Fauzi...!, Kalian didalam?" panggilnya.

Afifa terperanjat mendengar ketukan pintu dan suara panggilan Mama yang memanggil suaminya. "Kak..., bangun!" Ucapnya menggoyangkan lengan suaminya yang melingkar diperutnya.

Fauzi menggeliat, "Kenapa sayang...?", suaranya serak.

"Mama memanggil", mengalihkan pandangan ke arah pintu.

"Oh...", mengangkat tangannya dari tubuh istrinya, lalu bangkit dan membetulkan kain sarungnya yang berantakan, kemudian berjalan malas ke arah pintu, tangannya memutar anak kunci dan "glek!" membuka pintu.

Fauzi terkejut saat membuka pintu, 4 orang perempuan sedang berdiri dihadapannya, memandangnya dengan tatapan selidik, "Eh...emmm...ada apa? kok semuanya ada disini?" tanyanya heran.

Mama belum menjawab, dia menyembulkan kepalanya kedalam kamar yang hanya disinari lampu remang-remang, "Afifa ada didalam?" tanyanya, tidak menghiraukan pertanyaan putranya.

"Oh...iya Ma...Umi..., Afifa bersama Aji hehe...", jawab Fauzi cengengesan.

"Hhhhhh...Syukurlah...", Ucap semua orang.

"Dasar kamu ya Zi..., gak bisa jauh-jauh semalam aja gitu sama istri kamu?", ledek Hanita.

"Wah...berat itu kak...haha...", jawab Fauzi asal.

"Eh...jangan bilang kamu udah mau bikin lagi ya?" Selidik Hanita, "hati-hati Zi...!, Istrimu masih Nifas", godanya lagi.

"Ha ha...ya enggak lah Kak...! Fauzi tau kok", Mengusap rambutnya sampai tengkuknya.

Jawaban dan tingkah Fauzi mengundang gelak tawa dan geleng-geleng kepala dari semuanya.

"Maaf Ma..., Umi...dan semuanya, tadi Afifa pindah kedalam", Suara Afifa tiba-tiba muncul dibelakang Fauzi dengan langkah perlahan, nampak wajahnya tertunduk dan memerah karena malu.

"Gak Papa sayang", Jawab Mama, "kita hanya khawatir sama kamu", mengelus pucuk kepala menantunya.

Afifa tersenyum dan mengangguk.

"O ya Fa, Maaf... Kakak tadi cuma bercanda...biar kalian bisa tertawa lagi", Hanita menyunggingkan senyumnya.

"Iya Kak..." jawab Afifa.

"Sudah subuh Zi, ayo Sholat dulu!" Perintah Mama, sambil berjalan hendak membangunkan suaminya, Umi, Hanita dan Nadia mengikutinya.

***

Pagi datang, semburat sinar mentari menerangi setiap pelosok kota Bandung, secerca cahaya menyeruak masuk melalui celah-celah jendela kamar Afifa, seakan membawa sinar harapan yang akan membawanya pada hari yang baru dan kehidupan baru.

Afifa masih dikamarnya, duduk bersandar pada bantal yang bertumpuk untuk menopang punggungnya, tangannya masih setia dengan tasbih yang dipegangnya, untaian kalimah dzikir terus terucap dari bibirnya yang bergerak.

Kerongkongannya terasa kering, namun air minum dikamarnya sudah habis tak bersisa. Pandangannya pun beralih ke arah pintu kamar yang berukuran lumayan besar itu, pintunya sengaja terbuka, terdengar suara keponakannya yang sedang asyik bermain, suara deru mesin cuci, dentingan piring dan alat masak mengisyaratkan padanya bahwa sedang terjadi kerjasama didapur sana. Sepertinya semua orang sedang sibuk, lebih baik aku keluar untuk mengambilnya sendiri. gumamnya.

Afifa meletakan tasbih disampingnya, lalu menurunkan kedua kakinya dan perlahan berjalan keluar kamar.

"Mau kemana Dek?", tanya Fauzi tergesa-gesa menghampirinya saat melihat sosok istrinya keluar kamar, tangannya basah masih tersisa sedikit busa sabun disana.

"Kak Aji lagi ngapain?" Afifa malah balik bertanya saat melihat tangan suaminya berbusa

"Nyuci hehe..."

"Kok nyuci sendiri? gak minta Bi Yati aja yang cuciin?"

"Enggak, banyak darah sisa kamu melahirkan semalam, jadi kucuci sendiri, memang itu kewajiban suami kan?"

Afifa hanya terdiam memandang kagum suaminya, benar-benar suami idaman fikirnya, seandainya tidak ada siapapun dirumahnya, ingin sekali dia memeluk suaminya saat ini.

"O ya, kamu mau apa keluar Dek?" tanya Fauzi lagi.

"Fifa cuma mau ambil minum, dikamar habis", Jawab Afifa.

"Ya sudah aku ambilkan ya, kamu duduk saja dikamar!"

"Gak usah, aku bisa kok", tolak Afifa.

"Eits...sayang..., ayolah..., biarkan aku menjagamu kali ini", Fauzi memelas.

Afifa tersenyum memandang suaminya, "Makasih sayang", ucapnya, "tapi aku bosan dikamar terus, aku duduk di kursi depan saja ya".

Fauzi mengangguk dan memapah Afifa duduk dikursi tamu, lalu kembali kebelakang untuk mengambil segelas air putih.

"Assalamualaikum...", Sapa seseorang dari luar pintu rumah yang sedikit terbuka.

"Waalaikum salam", Afifa menoleh, ternyata Wulan dan Talita yang datang bersama seorang pria muda dibelakangnya. "Mbak Wulan? ayo silahkan masuk!" Ucapnya sambil berusaha turun dari kursi berukuran besar itu hendak menghampiri tamunya.

Karena sedikit terburu-buru, Afifa tidak menyadari pijakannya, kakinya terbentur kaki meja, tiba-tiba saja tubuhnya oleng dan terpelanting, hampir terjatuh, tapi... "Hap...!" tangan seseorang menangkap tubuhnya, membuat wajah mereka begitu dekat, sepersekian detik mata mereka bertemu, keduanya diam tanpa ekspresi.

Fauzi yang baru saja datang dengan membawa segelas air minum ditangannya, hanya berdiri mematung menyaksikan adegan romantis istrinya bersama pria lain dihadapannya...

*************

Bersambung...❤❤❤

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Hai Readers...Alhamdulillah hari ini bisa Up lagi...

Readers tau?... Berkarya itu sungguh menyenangkan, dan akan terasa lebih menyenangkan jika kita tahu, karya kita dihargai orang lain...

So...untuk membuat Author senang dan tambah semangat, ayo tunjukan penghargaanmu dengan meninggalkan jejak disini...😊

pastinya dengan Like, vote, tips dan tentu saja komentar...😊

LOVE YOU ALL...❤❤❤😙😙😙⚘⚘⚘

By : @Rahma Husnul#

1
puji hastuti
jadi benci
puji hastuti
Wulan ngga dikasih sangsi apapun ?
Secara dia sudah berbuat salah ...ngasih obat perangsang
Sampai di sini kok dramanya datar2 aja ?
Zulaika Liza
bagus👍👍
Rahma Husnul: terimakasih hadirnya 🙏😊
total 1 replies
Sivia
👍🏻
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses
semangat
mksh
Maryana Fiqa
🥰🥰🥰🥰🥰
Maryana Fiqa
kok sesak dari tadi 😭😭😭😭😭😭 begitu banyak penderitaan mu Afifa
Budi Yulia
saya dng Afifa, semoga Wulan dng Faqih menikah
Budi Yulia
thor cerita yg 1 Afifah sdh hamil sesudah 2th ko baru hamil lagi tlg dijelaskan ya thor, makasi.
Budi Yulia
maaf thor Thalita itu kan bukan anak Wulan dan Fauzi, Wulankan keguguran yg hamil dari Fauzi krn kecelakaan, Thalita anak dari suami yg sah ya thor episode yg 1 ceritanya begitu ko sekrg Thalita jadi anak Fauzi dng Wulan tlg dijelaskan ya thor jalan cerita yg sebenarnya. makasi.
Rahma Husnul: Sebenarnya sudah d jelaskan mbak, bahwa cerita Wulan d SCA satu itu hanya karangan Wulan saja supaya Fauzi Fauzi menjauh dan terhindar dari dendam Ayahnya yang sakit mental 😊
total 1 replies
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga Afifa tidak kenapa-napa 🙏🙏
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Yana... Yana... mau enaknya sendiri
Laki macam apa sich, bejek² aja kak Owner 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
👍👍👍👍
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
lah apakah Talita memang anak Fauzi ya dan Wulan berbohong dengan Afifa kalau dulu pernah keguguran saat kecelakaan naek bus
🤔🤔🤔
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
wah jangan² Nadia nanti berjodoh dengab Farid nich 🤔🤔🤔
#ngarep
Herlina Nasution
menghibur bangat crtanya lanjut lagi dong
Herlina Nasution
lanjut
startlife
aku udah like nih, ternyata seru ceritanya. jangan lupa mampir yuk ke karya pertama ku "Si Cupu?!"
Ida Lestari
jodoh mna jodoh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!