NovelToon NovelToon
Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Ari Arexc

ling tian adalah sorang yatim piatu yg tinggal di pigiran kota bulu emas, dirinya hidup bergantung dengan mencari tanaman herbal di hutan yg tidak jauh dari kota bulu emas, ling tian selalu di ejek dan di aniaya oleh anak-anak bangsawan atau warga yg ada di kota bulu emas karna ia tidak bisa berkultivasi karna dantiannya tersumbat.

tapi pada suatu hari dirinya tak sengaja berjalan terlalu dalam di hutan biasanya ia mencari herbal untuk di jual dan akibatnya dirinya di serang binatang buas hingga dirinya terpaksa melarikan diri lebih dalam ke dalam hutan, karna terdesak dirinya nekat masuk kedalam sungai dan hanyut lalu terjatuh dari air terjun dan tak sengaja masuk kedalam gua di bawah air terjun.


karya author pemula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ari Arexc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18.tetua sekte gunung pedang.

"berhenti..."

suara teriakan dari seorang pria paruh baya.

peria paruh baya itu memakai jubah putih dan mulai mendekat ke arah Ling Tian dan pemuda yg ada di depannya.

pemuda yg melihat kalau itu adalah tetua sektenya menjadi lega sekaligus gembira.

"tetua, selamatkan kami, bocah ini tanpa alasan yg kuat menghajar kami"

ucap pemuda itu yg langsung lari ke sebelah peria paruh baya itu.

peria paruh baya itu yg mendengar ucapan salah satu murid sektenya hanya menyipitkan matanya.

"anak muda kenapa kau menyerang murid sekteku, apa mereka telah menyinggungmu..?"

ucap pria paruh baya itu.

"apa paman adalah tetua dari sekte gunung pedang..?"

ucap Ling tian yg tidak menjawab pertanyaan peria paruh baya itu tapi malah balik bertanya.

"benar aku adalah tetua pelataran tengah dari sekte gunung pedang"

jawab pria paruh baya itu.

"apa sekte gunung pedang adalah sekte aliran putih atau aliran hitam..?"

ucap Ling Tian.

peria paruh baya itu menyipitkan matanya heran, sektenya adalah sekte besar dan semua orang sudah pasti tau tentang sekte gunung pedang, tapi pemuda di depannya ini malah memberikan pertanyaan seperti itu.

"tentu saja sekte gunung pedang adalah sekte aliran putih anak muda"

ucap peria paruh baya itu.

"kalau memang sekte paman adalah sekte aliran putih, kenapa murid-murid paman itu tidak mencerminkan setatus sektenya sebagai sekte aliran putih"

ucap Ling Tian dengan nada tenang.

peria paruh baya itu langsung mengerti apa yg di maksud oleh Ling Tian, ia sekarang paham mungkin ke 4 muridnya ini telah membuat masalah dengan pemuda yg ada di depannya ini.

"anak muda apa ke 4 muridku ini membuat masalah denganmu..?"

ucap peria paruh baya itu.

"ke 4 murid paman itu terlalu arogan, hanya karna mereka adalah murid sekte besar mereka bertindak semau mereka, memandang rendah orang lain, apa menurut tetua itu mencerminkan setatus sekte gunung pedang yg termasuk sekte aliran putih..?"

ucap Ling Tian tenang.

"sialan bocah, jangan memutar balikan fakta"

ucap pemuda itu d Ngan tubuh gemetaran karna takut jika mendapat hukuman dari sektenya.

"heh memutar balikan fakta katamu, semua orang yg m nonton di sini bisa menjadi saksi atas kelakuanmu dan ke 3 temanmu, kau bilang aku memutar balikan fakta, lucu sekali hahahahahahaha"

ucap Ling Tian sambil tertawa.

sedangkan di antara kerumunan ada beberapa murid sekte besar lainnya juga sedang menonton.

"sungguh murid sekte gunung pedang itu sangat memalukan"

ucapnya.

"saudara ucapanmu sangat benar, mereka terlalu sombong"

ucap teman di sampingnya.

"sudah lah jangan ikut campur urusan mereka, kita cukup melihat saja tindakan dari tetua sekte gunung pedang itu"

ucap pria tua yg ternyata adalah tetua ke 2 sekte harimau putih, salah satu sekte besar aliran putih yg sama dengan sekte gunung pedang.

peria paruh baya yg merupakan tetua pelataran dalam sekte gunung pedang itu langsung gram kepada ke 4 murid bodohnya, di sini jelas muridnya lah yg memancing keributan.

"anak muda jika begitu aku sebagai tetua sekte gunung pedang sungguh meminta maaf karna kelakuan ke 4 murid sekteku ini, yakinlah sekte akan memberikan hukuman yg sepada kepada ke 4 murid ini"

ucap peria paruh baya sambil menangkupkan tangannya.

Ling Tian yg melihat itu langsung tersenyum.

"sesuai dengan namanya sekte gunung pedang aliran putih, tetuanya tidak malu meminta maaf atas kesalahan muridnya walaupun harus merendahkan harga dirinya"

batin Ling Tian.

"baiklah paman, aku masih menghargai sekte gunung pedang sebagai sekte aliran putih dan aku masih memandang paman yg sangat bijak tanpa melihat hargadiri paman demi kebenaran, aku akan melupakan kejadian ini, tapi untuk kalian ber 4, ingatlah alam semesta ini sangat luas, belum tentu orang yg kalian lihat hanya orang biasa dan lemah adalah orang yg lemah seperti yg kalian lihat, bisa jadi orang itu adalah orang kuat yg sebenarnya, kalian masih katak di dalam sumur, keluarlah melihat dunia yg lebih luas maka kalian akan mengerti"

ucap Ling Tian bijak.

semua orang terdiam kaena kata-kata yg keluar dari mulut Ling Tian.

peria tua tetua sekte harimau putih itu tersenyum saat mendengar ucapan Ling Tian yg sangat bijak.

"anak muda itu sangat menarik, ia seperti sudah pernah melewati pengalaman hidup yg sangat banyak, dan seperti seorang ahli yg sudah berumur ribuan tahun, tidak sesuai dengan umurnya yg masih 15 tahun"

ucap orang tua itu yg masih dapat di dengar oleh para murid sektenya.

peria paruh baya yg mendengar ucapan Ling Tian langsung tersenyum tipis.

anak muda di depannya ini memiliki fikiran yg sangat luas, ia seperti bicara dengan ahli tua yg sudah menjalani hidup selama ribuan tahun.

"terimakasih karna telah memberikan yg tua ini wajah anak muda dan terimakasi atas nasehatnya untuk ke 4 murid sekteku ini, yakinlah aku akan mendisiplinkan mereka dengan tanganku sendiri"

ucap peria paruh baya itu.

"baiklah paman, aku pamit dulu dan maaf telah membuat murid paman cedera"

ucap Ling Tian sambil menangkupkan ke 2 tangannya tanda hormat sebelum berbalik pergi dari lokasi itu.

setelah kepergian Ling Tian para penjaga kota sampai di lokasi tapi kerumunan sudah mulai bubar tinggal pria paruh baya dan ke 4 murid sektenya saja yg masih di sana karna ke 3 muridnya masih pingsan dan 1 lagi masih cidera.

"kau dengar ucapan pemuda itu, dia lebih berpengalaman darimu dan berpengetahuan luas darimu, bahkan aku tidak dapat menembus batas kultivasi dari pemuda itu yg artinya pemuda itu bukan anak muda sederhana dasar bodoh, kalian mencoreng nama baik sekte gunung pedang"

ucap peria paruh baya itu dengan nada marah.

"tuan kenapa kalian membuat keributan di kota kami, apa kalian dapat memberi penjelasan..?"

ucap salah satu penjaga ke amanan kota itu kepada tetua gunung pedang.

"maafkan kami tuan penjaga, murid-muridku ini masih sangat muda dan darah panas mereka sedang dalam puncaknya jadi mereka sedikit membuat keributan, saya akan memberikan kompensasi akan kerusakan di sini"

ucap tetua itu menjelaskan.

sedangkan Ling Tian sekarang ini sudah berada di restoran terbesar di kota bulu emas, ia ingin mencoba makanan di restoran yg katanya mewah itu.

"selamat datang tuan muda, tuan muda ingin pesan apa..?"

ucap pelayan dengan sopan.

"Nona aku ingin makanan terbaik di sini dan minuman terbaik di sini, jangan ada araknya"

ucap Ling Tian sambil tersenyum.

"baiklah tuan muda pesanan tuan muda akan segera datang mohon di tunggu"

ucap pelayan itu sebelum pergi.

"restoran ini cukup ramai, ada 3 lantai di restoran ini, aku tidak tau seperti apa lantai 2 dan 3, aku cukup di lantai satu ini saja"

gumam Ling Tian.

1
Dudun Ferduzi
sungguh membosankan, cuma urusan sepele saja sampai berjilid2
Dudun Ferduzi
terlalu bertele2 percakapannya, jadi malas juga melanjutkan untuk membacanya
MuhammadSalahuddin209
sangat bagus/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Anonymous
bacoot aj dibanyakin
Ivan Sumampouw
bagus
ayik yafi
pilny yg dilelang gmna?
Suratno Gurdi Gen3 Gurdi
Ceritanya menjadi monoton ya😄
Sis Nurhayati
mantap
Ani Sumarni
💪💪 Tetap semangat teruslah berkarya berjuang ke yang lebih baik baik baik lagi
Salam sehat sukses selalu AUTHOR
Sis Nurhayati
mandi ahhh
Ani Sumarni
Bin Salabin abba kadabra puuuh
Ani Sumarni
Ling Tian Mengangguk dan tersenyum tipis
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Pohon Darah buahnya juga warna darah segar mungkin, kandungan air yang ada di dalam buahnya juga merah darah dimakannya juga bau Amiis iiiih /Smug//Smug/
Ani Sumarni
Menyimak saja
Salam sehat sukses selalu untuk Author tetap semangat 💪💪
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Mantap selagi Haus menempuh perjalanan Ling Tian pasti pingin minum air yang segar penambah Energi bertemu dengan Kelompok/Kerajaan Peri dan dipersilahkak untuk Mampir di sambut dengan baik disuguhi Minuman Madu Asli yang penuh Vitamin, Nutrisi dan berenergi
👍👍😄😄Mantul banget MCnya Author
Ani Sumarni
Ling Tian bertemu dengan Sekumpulan Peri Hutan mungkin Pohon itu Kerajaan Peri Hutan
Kayanya Ling Tian akan bertemu dengan Raja/Ratu Peri Hutan itu
Biasanya Ling Tian akan menolong sesuatu yang menimpa Kerajaan Peri
Ani Sumarni
Saya suka banget sama MC yang rajin belajar Berkultivasi untuk memperdalam Ilmunya di merasa puas diri telah berilmu tinggi Semangat Belajar Berkultivasi disaat2 ada waktu luang yang memungkinkan 👍👍
Ani Sumarni
👍👍 Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!