Bekerja dengan bos yang mengeluarkan peraturan 'Kamu jangan pernah jatuh cinta dengan atasanmu'. Wah gimana ya perasaan Yasmin diworo-woro oleh bos tampan pemilik perusahaan tempat dia bekerja?
Ketika tidak sanggup lagi menghindari perasaan cinta yang tumbuh perlahan terhadap bosnya Yasmin memutuskan untuk resign sebelum bosnya memecat dia terlebih dahulu. Yasmin pergi ke kota lain untuk melupakan cintanya.
Bayu, bos Yasmin baru menyadari bahwa dia telah menaruh hati dengan gadis berjilbab syar'i itu yang telah mengubah hidupnya menjadi lebih religius setelah Yasmin resign tanpa persetujuan darinya.
Akankah Bayu bertemu kembali dan mengungkapkan cintanya kepada Yasmin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rabiha Adzra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18 Pertemuan Tak Terduga (2)
Yasmin pulang ke rumah dengan hati yang campur aduk. Ada perasaan bahagia bisa bertemu lagi dengan Bayu. Di sisi lain dia khawatir rasa yang berusaha untuk dia hilangkan muncul lagi ke permukaan.
'Bisa kebetulan seperti ini, ya,' batinnya.
"Tante...," panggil Annisa, keponakan Yasmin melihatnya memasuki halaman rumah. Yasmin berjalan sambil melamun sehingga panggilan Annisa tidak didengarnya.
Gadis kecil itu berlari menghampiri Yasmin lalu merangkul tangan tantenya itu.
"Eh, Nisa Sholehah," ujar Yasmin tersadar ketika Annisa sudah bergelayut di tangannya.
"Tante jadi nggak beliin Nisa es krim," tagih Annisa menyodorkan tangannya kepada Yasmin.
"Ya Allah. Tante lupa, Sayang. Maafin Tante, ya. Insya Allah besok Tante belikan," ujar Yasmin sambil berjongkok memegang kedua pundak keponakannya. Annisa memanyunkan bibirnya dengan wajah cemberut.
Yasmin benar-benar lupa. Sudah dari ATM dia memang rencananya mau membelikan es krim untuk keponakannya itu. Tapi karena ada accident tadi, dia jadi lupa dan langsung pulang ke rumah.
"Nisa!," panggil Melati melihat anaknya dari muka pintu masuk. "Nggak usah minta apa-apa. Tante Yas tidak bekerja lagi, jadi tidak punya uang," sambung Melati mengingatkan putrinya itu.
Yasmin menoleh ke arah kakaknya."Tidak apa Kak. Aku udah janji dengan Nisa. Kalau hapalan Qurannya bertambah, aku akan membelikannya es krim," ujar Yasmin menjelaskan.
"Udah. Nggak usah cemberut lagi," ucap Yasmin sambil mencubit kedua pipi Annisa gemas. "Besok Tante belikan,"
"Tapi dua, ya," ujar Annisa sambil menunjukkan dua jari kepada Yasmin.
"Iya...iya. Ayo masuk," ajak Yasmin lalu menggandeng tangan Annisa. Annisa pun tersenyum lebar karena dijanjikan akan mendapatkan dua wa krim dari yasmin.
"Nisa jangan terlalu dimanja, Yas," ujar Melati setelah Yasmin masuk ke dalam rumah.
"Tidak apa, Kak. Aku kan jarang juga bertemu dengan keponakanku. Tidak ada salahnya menyenangkan hati mereka," balas Yasmin. Melati hanya tersenyum melihat sifat adiknya itu. Kalau sudah niat tidak bisa dilarang.
"Kak...Besok kakak tidak ada acara, kan?," tanya Yasmin sambil duduk.
"Tidak ada. Kenapa?," Melati balik bertanya.
"Hm, aku ada janji dengan teman," jawab Yasmin.
"Teman? Kamu belum lama di sini, udah dapet teman. Siapa? Cowok atau cewek?," tanya Melati curiga.
Yasmin mendesah. 'Harus ya diceritakan,' batinnya.
"Sebenarnya, tadi aku bertemu dengan atasanku. Dia minta temani aku ke acara Omnya," jawab Yasmin terus terang.
"Bos kamu, Yas?," tanya melati tidak percaya. Yasmin hanya mengangguk.
"Yas, ini kesempatan kamu untuk bisa kembali kerja lagi. Mumpung kamu bertemu dengan atasanmu," ujar Melati memberi semangat adiknya. Yasmin kan tidak mungkin tinggal di Bangka terus.
"Kalau ternyata dia sudah ada sekretaris baru, bagaimana?," gumam Yasmin sedih.
"Ya, minta pekerjaan di bagian lain saja. Paling tidak kan atasanmu sudah tahu bagaimana kinerja kamu di kantor," saran Melati.
Tapi rasanya malu harus meminta pekerjaan seperti dengannya. Yasmin akan mempertimbangkan saran dari kakaknya.
"Aku ke kamar dulu, Kak," pamit Yasmin menuju ke kamar.
Yasmin ingin menghubungi Ririn untuk menanyakan posisi sekretaris yang dia tinggalkan.
[Assalamualaikum]
[Waalaikumsalam]
[Ya Allah, Yasmin!! Kamu apa kabar? Di mana kamu sekarang?]
Ririn tidak menyangka kalau yasmin bakalan menghubunginya. Karena sudah lama Yasmin tidak ada kabar dan tidak bisa dihubungi.
[Alhamdulillah. Aku sehat, Rin. Aku ada di rumah Kak Mela di Bangka]
[Yas, kamu baca SMS dariku kan?]
[Iya. Aku berhenti karena suami Kak Mela kecelakaan, jadi aku di sini membantunya mengantar jemput anaknya yang sekolah. Karena Kak Mela mengurus suaminya di rumah sakit]
[Ya Allah, Yas. Kamu kan bisa minta izin saja. Tidak harus resign begitu]
[Aku kan tidak tahu harus berapa lama di tempat Kak Mela, Rin]
Benar juga. Pikir Ririn. Kalau udah berminggu-minggu Pak Bayu pasti komplain juga. Tapi daripada tidak tahu sama sekali di mana keberadaan Yasmin. Lebih baik diizinkan.
[Yas, sejak kamu pergi, Pak Bayu tampak uring-uringan dan tidak bersemangat di kantor]
Yasmin hampir tidak percaya mendengar ucapan Ririn. 'Masa sampai segitunya. Bukannya dia senang kalau aku pergi' batin Yasmin.
[Udah ada sekretaris baru?]
Yasmin coba mencari tahu.
[Aku kan udah SMS kamu, kalau Pak Bayu menolak surat resign kamu. Sampai sekarang belum ada pengganti kamu, Yas. Pak Fauzan juga udah berapa kali menawarinya untuk mencari sekretaris baru, tapi Pak Bayu selalu menolaknya]
Sudut bibir Yasmin melengkung. 'Dia masih menungguku. Jangan-jangan setelah bertemu denganku di sini, dia langsung mau mengajakku pulang,' pikir Yasmin.
[Yas, kayaknya Pak Bayu udah jatuh cinta sama kamu, deh]
Yasmin tertawa kecil mendengarkan ucapan Ririn.
[Nggak tau]
[Masa kamu nggak percaya juga. Aku saja bisa merasakan itu dari sikapnya setelah kamu pergi. Kalau dia ketemu kamu, aku rasa dia tidak akan melepaskan mu lagi]
'Apa benar? Sekarang kita lihat saja apa yang akan dia lakukan. Bukankah sekarang dia sudah bertemu denganku,' batin Yasmin.
[Ucapan kamu membuatku takut saja]
Ririn tertawa di seberang sana. Dia sih senang saja kalau temannya bisa jadian dengan anak pemilik Golden Corp.
[Aku mendukung kamu, Yas]
[Dukung apa, Rin. Udah ah. Assalamualaikum]
Yasmin menutup panggilan telponnya setelah Ririn membalas salam darinya.
Drettt.Drett.Drett
Ponsel Yasmin pun berbunyi, tak lama setelah dia menelpon Ririn tadi.
"Siapa lagi?,"gumam Yasmin sambil melihat layar ponselnya.
"Pak Bayu!," teriak Yasmin sambil menutup mulutnya. Dia mengatur debaran jantungnya yang berdetak kencang lalu menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
[Assalamualaikum] sapa Bayu.
[Waalaikumsalam]
'Mau apa dia telpon,ya?' hati Yasmin bertanya-tanya.
[Kamu ada acara nggak malam ini?]
[Pak Bayu, aku ini anak rumahan. Mana ada acara, apalagi malam hari]
Jelas Yasmin sambil tertawa kecil.
[Aku mau mencicipi kuliner di Bangka. Tapi nggak ada temannya. Kamu mau menemaniku?]
[Memangnya makanan di hotel apa tidak enak, Pak]
[Makanan hotel pastilah enak. Tapi aku kan jarang ke Bangka. Ingin menikmati suasana malam di sini]
[Baiklah. Tapi aku akan mengajak keponakanku. Boleh, kan?]
Yasmin tidak mau hanya pergi berdua saja dengan Bayu di waktu malam kecuali besok. Dia akan menemani Bayu ke acara Omnya di siang hari. Selain itu jika dia mengajak Annisa suasana antara dia dan Bayu nanti tidak terasa canggung.
[Oke. Tidak masalah]
Bayu setuju saja. Dia tahu Yasmin selalu akan menjaga jarak dengannya.
[Nanti aku menemui Bapak di hotel]
[Sampai ketemu di hotel. Assalamualaikum]
[Waalaikumsalam]
Bayu pun mengakhiri percakapan mereka sambil tersenyum.
***
Yasmin mengajak Annisa. Gadis kecil itu sangat senang diajak Yasmin jalan keluar. Mereka berdua menuju hotel menggunakan motor Melati.
Bayu sudah menunggu Yasmin di lobi hotel. Laki-laki tampan itu tersenyum menyambut kedatangan Yasmin bersama dengan seorang gadis kecil yang cantik.
"Halo cantik. Siapa namanya? Nama Om, Bayu," sapa Bayu ramah sambil tersenyum melihat Annisa.
'Bisa ramah juga dengan anak kecil,' batin Yasmin tidak menyangka melihat Bayu menyapa keponakannya.
"Annisa Salsabila," jawab Annisa malu-malu.
"Nisa salim tangan Om Bayu," perintah Yasmin. Annisa pun menurut. Gadis kecil itu lalu meraih tangan Bayu yang sudah terhulur untuk dicium punggung tangannya.
"Ayo. Kita naik motor kamu saja, ya," usul Bayu. "Annisa bisa duduk di depan," sambung Bayu karena melihat Yasmin tampak berpikir.
Yasmin pun setuju. Akhirnya mereka bertiga naik motor menyusuri jalan sambil melihat-lihat tempat kuliner yang akan mereka singgahi.
"Aku mau makan bakso!!," seru Annisa.
"Nisa, Om Bayu belum tentu mau," balas Yasmin dari belakang Bayu.
"Nggak apa,Yas. Ayo, kita cari tempat makan bakso," ajak Bayu.
Annisa mengarahkan tempat makan bakso yang pernah dia datangi bersama kedua orang tuanya.
Yasmin hanya geleng kepala. Bayu menuruti kemauan Annisa. Akhirnya mereka bertiga makan bakso. Yasmin jadi malu karena telah mengajak keponakannya itu. Belum lagi ketika pulangnya. Annisa menagih janji Yasmin untuk membelikannya es krim.
'Sudah dibilang besok. Kok malah malam ini, sih,' batin Yasmin memejamkan matanya merasa tidak enak dengan Bayu.
Alhasil, Annisa membawa satu plastik penuh es krim yang bisa dia makan hingga esok hari. Karena Bayu membelikan Annisa beraneka jenis es krim merk ternama itu.
***
karya yg sangat bagus n ispiratif
biasanya sy baca ga pernah smpe habis, ini ko malah pengen lagi ❤️