NovelToon NovelToon
Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: Melz

Welcome to kisah asmara rakyat jelata 😄

Jessica Setiawan harus melarikan diri dari kejaran mantan kekasihnya yang belum terima dengan kandasnya hubungan mereka.

Jessica pergi ke sebuah kota kecil, di mana dia harus meninggalkan kehidupan mewahnya.

Tanpa sepengetahuan Jessica, kakaknya mengirim bodyguard untuk mengawasi dirinya. Dia adalah Ken, pria kaku yang pendiam.

Tapi, Ken tidak sendirian menjaga Jessica. Jo tiba-tiba juga muncul di sana karena sebuah misi yang di perintahkan atasannya. Dia menjalankan misi sekaligus juga menjaga Jessica.

Kedua pria ini jatuh hati pada Jessica. Tapi, masalahnya mereka hanya seorang bawahan. Siapa yang akan Jessica pilih? Apakah gadis itu mau menikah dengan rakyat Jelata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian Semalam

Pak Hadi menunjukkan kamar Jessica di lantai 2. Mereka bersama-sama membawa Jessi dan Ken ke dalam. Jo merebahkan Jessica di ranjang, sedangkan Pak Hadi dan Martin merebahkan Ken di sofa.

"Thanks bro. Besok kita ngobrol lagi. Aku akan menunggu mereka." Jo menepuk pundak Martin dan mengusirnya secara halus.

Martin sebenarnya tidak ingin pergi, tapi karena Jo membimbingnya sampai ke depan pintu, akhirnya Martin pergi juga.

Setelah tinggal mereka bertiga di kamar, Jo bisa lebih leluasa untuk berpikir. Dia juga melepaskan sepatu Ken dan juga Jessi supaya mereka berdua bisa lebih nyaman.

Ponsel Jo berdering tepat saat Jo baru akan duduk di sofa.

Juna calling..

"Aku baru sampai, Jun." lapor Jo.

"Kenapa lama sekali? Harusnya kamu sudah sampai 3 jam yang lalu." ucap Juna curiga. Bos Jo yang satu ini memang punya insting yang kuat.

"Ya, ada sedikit masalah tadi. Aku sampai lupa memberitahumu."

"Masalah apa?"

"Aku bertemu dengan Jessica. Dan dia hampir diculik." terang Jo dengan jujur.

"Jessica si rambut biru? Kenapa dia di sana?" tanya Juna penasaran.

"Dia bersama dengan Ken." "Aku juga tidak tau apa yang mereka lakukan di sini, karena mereka sekarang sedang tidur." Jo menatap kedua orang yang ada di ruangan itu bergantian.

"Maksudmu, Ken nya Marsha?"

"Ya, Ken bodyguard Marsha."

"Apa? Marsha? Kenapa kamu sebut-sebut nama Marsha?" teriakan di ujung sana membuat Jo terpaksa menjauhkan ponselnya. Itu adalah suara teriakan istri Juna, alias Tiffany. (baca Pilihan CEO Tampan yaa..)

"Habislah aku. Tiff memang sangat sensitif sekali sejak kehamilan yang kedua ini." ucap Juna frustasi.

"Jadi anda tidak ke kantor?" Jo tertawa karena bos nya itu sangat kerepotan mengurus istrinya yang sedang hamil.

"Tiffany mengikutiku ke mana-mana. Jadi, daripada aku malu, aku kerja dari rumah saja."

"Hahaha.. Memang nyonya luar biasa. Hanya nyonya Tiffany yang bisa menaklukan seorang Juna Liem."

"Luar biasa apanya. Sudah lah. Berikan laporan besok pagi. Aku harus membujuknya dulu. Dia sedang menangis sekarang."

Juna menutup telepon secara sepihak.

Jo menghela nafas panjang. Badannya sungguh sangat lelah karena menempuh perjalanan dengan kereta selama 5 jam. Dia juga belum sempat makan karena menyelamatkan Jessi.

'Nasib.. nasib.. enggak di sana, enggak di sini, sama aja harus nelen promag.' batin Jo sambil menatap langit-langit kamar Jessi.

*

*

*

Ken membuka matanya karena merasakan bau yang cukup menyengat.

"Aaaa" teriak Ken sambil menyingkirkan lengan Jo yang tepat di depan wajahnya. Ternyata bau kecut yang dia cium berasal dari ketiak orang yang berada di dekatnya.

Ken melompat bangun dan langsung siaga dalam mode menyerang.Tapi setelah sadar sepenuhnya, Ken baru sadar jika orang itu adalah Jonathan alias asisten Juna Liem.

Ken mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Dia lalu menengok ke ruangan dan tatapannya berakhir pada Jessi yang sedang tertidur dengan selimut tebal yang membungkus badannya.

"Astaga, apa yang terjadi kemarin di restoran? Kenapa mahkluk ini ada di sini juga?" Ken bermonolog sendiri. Dia hanya ingat jika setelah makan dan minum, dirinya begitu mengantuk.

"Jo, bangun Jo." Ken coba membangunkan Jo untuk minta penjelasan darinya.

"Jangan ganggu aku. Pergi kau." Jo mengubah posisi tidurnya dengan membelakangi Ken.

"Juna dalam bahaya, Jo." bisik Ken.

"Hah? Apa?" Jo langsung bereaksi. Dia bahkan melompat dari sofa dan segera tersadar. Jo menatap Ken dengan pandangan bingung.

Ken sudah tau ini adalah cara paling ampuh untuk membangunkan mahkluk bernama Jo. Meskipun dia adalah asisten Juna, Jo juga merangkap sebagai bodyguardnya. Jo akan sangat sigap jika nyawa Juna terancam.

"Jelaskan apa yang terjadi semalam, Jo." todong Ken.

"Kamu bodoh sekali, Ken." "Bagaimana Marsha bisa bergantung padamu?" Jo tersenyum sinis. "Kemarin ada obat tidur dalam minumanmu. Kamu tidak sadar dan Jessi hampir saja diculik. Untung saja aku datang tepat waktu." jelas Jo dengan bangga.

"Diculik? Marco?"

"Entahlah.Itu tugasmu untuk mencari siapa penculiknya."

"Lalu, kenapa kamu bisa di sini?"

"Mau tau aja, atau mau tau banget?" canda Jo supaya suasana tidak terlalu kaku.

Ken malas sekali menjawab Jo. Dia bergerak ke kulkas untuk mengambil air mineral.

"Okey, aku akan jelaskan." akhirnya Jo mengalah. Ken begitu kaku dan tidak bisa diajak bercanda, sama saja dengan bosnya. "Aku ke sini karena Juna ingin mengecek latar belakang mitra kerjanya."

"Kenapa tidak minta tolong Boy atau Sam? Dia aneh sekali."

Memang ucapan Ken benar. Akan lebih praktis jika Bosnya itu menggunakan jasa Sam atau Boy yang notabene hacker profesional. Tapi, Juna tetap menyuruhnya pergi ke kota kecil ini.

"Sejak menikah, mereka sibuk dengan pasangan masing-masing." kata Jo yang hanya mengarang alasan tak pasti.

"Aku rasa Juna sudah mulai bosan denganmu." ejek Ken.

Jo menggebrak meja, tidak terima dengan perkataan Ken.

"Kamu sendiri, di buang oleh Marsha dan Boy." balas Jo.

"Justru aku sedang mengawasi nona Jessica dari Marco. Ini tugas khusus."

"Kenapa mantan Jessi? Apakah dia masih mengikuti Jessi?"

"Seperti yang kamu lihat, Jo." "Mungkin yang melakukan semua ini adalah Marco."

"Aaaaaaaaaaaaaaa" teriakan yang begitu kencang itu menggema ke seluruh ruangan dan itu otomatis membuat Jo dan Ken menengok ke arah sumber suara.

1
Bisikan Luar Biasa
semangat Thor jangan lupa up
margoandme
Selamat! Karya kk masuk rak buku akuuuu haha bakal aku tunggu terus nih kelanjutannya
Windy Miller
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
Melz: lanjut dong.. sabar ya..
total 1 replies
infinite soul
Thor, kalau tiba-tiba aku kurus berati itu salahmu ya. Habisnya ceritamu bikin lupa waktu wkwkwk Semangat!
Melz: thank youu ya dukungannya🙂
total 1 replies
Zizi Suartini
Bagus nih ceritanya! Semoga kedepannya bakal tetep bagus dan terus bikin penasaran ya
Melz: thank you
total 1 replies
WillofWashington
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Melz: amiiin
total 1 replies
Garden Rose
wah aku tunggu tuh yang baru thor. kek nya bakal lebih seru😍😘
Melz: oke oke.. di tunggu updatenya ya😂
total 1 replies
Widya Pertiwi
Aku baru baca dan ga berasa udah sampe bab paling baru. Ditunggu bab selanjutnya, ya!
Melz: makasih🤗 ditunggu ya
total 1 replies
Madu Yang Luar Biasa
Harus berapa lamakah aku menunggumu kembali, Thor! Aku kepo lanjutannya, Thor!
Melz: siap2..tunggu yaa.. nanti malam semoga bisa update lagi😁
total 1 replies
morelight
lanjut author sayang 🤣
Melz: sudah up yaa..🙂
total 1 replies
Ani Ponianingsih
absen dulu ,smg ceritanya menarik
Melz: makasi kakak.. 🙂
total 1 replies
Zahreeta Jinan
aku mampir lagi ya Thor
Melz: okey.. thank you
total 1 replies
Zahreeta Jinan
semangat thor
Melz: thank you
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!