Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.
Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSP # Bab 18
Marco dan Ellena akhirnya benar\=benar menanggalkan status gadis dan perjaka yang selama ini mereka sandang. Kini, keduanya telah menyempurnakan pernikahan mereka dengan melakukan hubungan suami istri.
Ellena dan Marco tidur dengan saling berpelukan, sampai akhirnya Marco bangun lebih dulu dengan rasa pusing yang menghinggapi kepalanya. Laki-laki itu memindahkan tangannya dari tubuh Ellena yang masih terpejam. Dia lalu duduk sembari mengingat apa yang terjadi kemarin.
Marco bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi dengannya dan Ellena. Mereka telah melakukan hubungan yang memang seharusnya dilakukan oleh suami istri, tetapi tadi malam terasa sangat berbeda dari malam pertama mereka yang Marco pikir adalah kejadian sebelum menikah.
Laki-laki itu mengukir senyum karena merasa cinta telah hadir di hatinya untuk Ellena. Dia lalu meraih pakaiannya yang tergeletak di samping sang istri.
Ellena yang mengetahui suaminya telah bangun, akhirnya ikut terbangun dan seketika merasa malu atas pertempuran panas mereka tadi malam. Sejak malam tadi, statusnya sebagai istri telah sempurna, Ellena bukan lagi gadis tapi dia telah menjadi wanita setelah menyerahkan mahkotanya pada sang suami tercinta.
“Yang tadi malam, aku minta maaf, El,” ucap Marco setelah memakai kaus miliknya. Dia merasa bersalah karena lagi-lagi melakukan penyatuan tanpa kesadaran.
Ellena mengulum senyum malu-malu sembari mengangguk pelan. “Nggak apa-apa, Kak.”
Wanita itu mengambil pakaiannya dan membelakangi Marco untuk memakai baju miliknya. Smeentara sang suami terus memandangi tubuhnya yang mulus itu dari belakang.
Saat Ellena selesai memakai pakaiannya, Marco menangkap sesuatu yang membuat matanya membulat sempurna. Sebuah noda merah di seprei terlihat jelas dari penglihatan Marco.
Jika semalam bukanlah yang pertama kali untuk mereka, lalu noda apa itu? Tidak mungkin kalau Ellena datang bulan karena baru seminggu yang lalu gadis itu kembali suci.
“Ellena, itu ....” Tangan Marco menunjuk pada noda merah itu. Ingatannya lalu tertuju pada kejadian tadi malam. Marco bisa merasakan saat miliknya menembus sesuatu yang menjadi penghalang penyatuan mereka. “Nggak, itu bukan darah keperawanan, 'kan El?”
“Em, Kak Marco aku ... itu nggak seperti yang Kak Marco pikir!”
“Ellena! Kamu tahu alasan aku menikahi kamu kan? Itu semua karena rasa bersalahku, El! Aku merasa bersalah karena sudah mengambil kesucian kamu! Merusak masa depan kamu! Tapi ini ... kamu nipu aku?” Marco mencengkeram bahu Ellena dengan kuat hingga wanita itu merintih kesakitan.
“Sakit!”
Marco baru melepaskan tangannya dari bahu Ellena setelah mendengar istrinya itu mengaduh kesakitan.
“Jawab, El. Apa kamu sengaja menipuku!” bentak Marco dengan segenap rasa kecewa yang merasuki relung hatinya.
Ellena mulai ketakutan, bibirnya bergetar tapi wanita itu tetap harus menjawab. “Maaf, Kak. Aku terpaksa melakukannya. Aku nggak mau kehilangan kamu karena aku benar-benar tulus cinta sama kamu!”
Marco memicingkan mata. Cukup lama dia mengenal Ellena tapi tidak pernah terlintas sedikit pun dalam benaknya untuk dicintai majikannya sendiri.
“Kamu bercanda kan, El? Kamu sadar nggak apa yang udah kamu lakuin itu mengecewakan banyak orang!” Marco kian emosi karena alasan Ellena yang terlalu kekanakan itu.
Marco sangat kecewa karena merasa telah dibohongi oleh Ellena. Dia harus melawan kedua orang tuanya, dan juga mengecewakan Naina dan orang tuanya juga.
“ Aku nggak tahu harus berbuat apa lagi? Aku benar-benar mencintai kamu Kak Marco. Aku juga menyerahkan kesucianku sama kamu kan? Bukankah itu sama saja?” tanya Ellena membela diri.
“Kamu tahu kamu egois! Sebelum menikah sama kamu, aku sudah punya tunangan bernama Naina. Kedua orang tuaku dan orang tuanya sangat mengharapkan pernikahan kami. Lalu, aku menghancurkan semuanya karena rasa bersalah sudah merenggut kehormatan kamu! Tapi kenyataannya, apa yang terjadi? Kamu sudah menipuku!”
Kekecewaan yang Marco rasakan pada Ellena benar-benar tidak tertahankan lagi. Laki-laki itu sudah sangat percaya dengan Elena, karena itulah dia merasa marah karena tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Aku egois karena aku cinta sama kamu, Kak. Toh sekarang kamu juga udah jadi suamiku!”
Jawaban yang keluar dari mulut Elena itu membuat Marco kian tersulut emosi. Namun, belum sempat dia membalas, tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke ponselnya.
Marco mengambil ponsel itu dan berniat mematikannya, tapi saat melihat nama ibunya yang muncul di sana, Marco mengurungkan niat.
Rasa bersalah pada sang Ibu semakin merundung Marco. Dia sudah mengecewakan orang tuanya, dan sekarang dialah yang dikecewakan oleh istrinya.
“Halo, Bu!”
“Marco, kamu bisa ke sini? Naina ... Naina semakin parah Marco, dia dirawat di rumah sakit Abdi Sentosa!”
“Apa? Naina makin parah, Bu? Iya-iya aku segera ke sana!”
***
Kang Mas Marco, ajakin dedek El ya.. Jangan ditinggal, nanti nangis!
Kembang kopinya jangan lupa gaess 💋💋
sana sama Otor aja... pasti mau dia...