NovelToon NovelToon
Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / Keluarga & Kasih Sayang / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:210.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Ardila Sari

‘’Hei, Mbak! Ini lelaki yang kamu inginkan, bukan? Eh, suamiku maksudnya! Secara kan dia masih suamiku. Ambillah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Ardila Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Mau Lelaki Itu?

‘’Jangan berteriak kalo kamu nggak mau mati!’’ lelaki itu berpakaian serba hitam dan menutupi kepalanya, hanya matanya saja yang kelihatan dan dia menodongkan pisau tajam kepadaku. Membuatku begitu takut dan dadaku terasa sesak. Ya Allah, apa yang harus kulakukan?

‘’A—apa mau kamu?’’ kataku dengan terbata, menahan rasa takut yang hadir dan keringat dingin membasahi mukaku. Orang itu terus saja mendekat ke arahku. Hingga aku pun tak ingat apa-apa lagi.

‘’A—aku di mana?’’ kuedarkan pandangan ke sekelilingku.

Tempat apa ini? Ruangan yang hanya memiliki cahaya remang-remang dan dipenuhi dengan karton saja. Jadi lelaki asing itu membawaku ke sini. Apa mau lelaki itu? Dan siapa dia?

‘’Aduhh!’’ rupanya tanganku yang berdarah.

Kuyakin lelaki itu tadi menarik infus dengan paksa di tanganku hingga menimbulkan luka. Aku meringis kesakitan sembari masih memandangi luka di tanganku, darahnya bertetesan hingga jatuh ke karton yang tergeletak di tembok. Dengan tubuh yang masih terasa lemas, aku bangkit dengan pelan. Kucoba melangkah ke arah pintu dengan langkah gontai.

‘’Pintunya dikunci. Ya Allah!’’ gumamku setelah mencoba membuka pintu. Aku terduduk lemas.

‘’Apa ini kelakuannya Mas Deno? Atau si pelakor itu?’’ tebakku lirih.

Siapa lagi kalau bukan lelaki yang masih berstatus sebagai suamiku itu atau si pelakor. Ya, hanya dua orang itu saja yang kucurigai. Padahal mereka yang duluan membuat ulah denganku. Mereka yang bikin aku sakit hati. Tapi, kenapa kini aku yang disekap dan diculik? Dasar manusia licik! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sedangkan tubuhku terasa begitu lemas tak berdaya dan apalagi aku disekap di tempat yang terkutuk ini.

Bagaimana bisa aku akan sembuh, jika aku masih disekap di sini. Yang ada penyakitku akan semakin bertambah, apalagi jika tak ada makanan yang masuk ke perutku. Sungguh tak punya hati orang yang menculik!

‘’Ya Allah, kepalaku!’’ kepalaku sungguh terasa sakit dan tubuhku semakin terasa lemas tak berdaya saja.

‘’Ya Allah, tolong kuatkan aku. Masih ada putriku yang harus kujaga. Jangan Engkau ambil aku di saat seperti ini. Tugasku masih ada,’’ lirihku dengan suara bergetar sembari memegangi kepala yang masih terbalut perban.

Aku tersandar di pintu dengan tubuh tak berdaya. Apa aku akan menghadap Sang Ilahi di tempat ini? Bagaimana dengan anakku Ya Allah. Masih banyak tugasku di dunia ini. Dan aku masih ingin menjaga serta mendidik buah hatiku.

‘’Nelda! Nel!’’

‘’Suara itu?’’

Ya, suaranya tak asing lagi bagiku. Lelaki yang telah menyelamatkanku itu. Akhirnya dia datang juga. Dari mana dia tahu kalau aku diculik dan disekap di sini? Tapi apakah dia tahu kalau aku tengah berada di gudang ini? Eh, tunggu bukannya sekarang sudah tengah malam dan bagaimana jika lelaki itu hanya jelmaan manusia saja, atau malah syetan. Jam segini biasanya hanya perjalanan makhluk halus. Aku berusaha menepis semua rasa itu. Ya, semoga saja itu adalah Reno sungguhan. Bismillah!

‘’Ren! Tolongin aku! Aku di sini!’’ teriakku.

‘’Nel, kamu di mana?’’

Aku sudah berteriak semampuku, tetapi kenapa tak didengar oleh Reno?

‘’Ya Allah! Bantu Reno untuk menemukan aku di sini,’’ batinku yang tubuhku mulai luruh ke lantai. Tak berdaya rasanya.

BRAKKK!

‘’Nelda!! Ya Allah!’’ samar terdengar olehku suara lelaki berwajah tampan itu.

Alhamdulillah ternyata dia benaran Reno sungguhan.

‘’Nel, bertahanlah. Izinkan aku untuk menggendongmu ya,’’ katanya dengan lirih.

‘’Aku nggak ada pilihan lain. Kamu harus segera dibawa ke rumah sakit lagi,’’ imbuhnya kemudian. Aku hanya mampu mengangguk saja.

‘’Sepertinya ada yang berhasil masuk, Bos!’’

‘’Hei! Berani-beraninya loh menyelamatkan dia!’’ satu hantaman tertuju pada Reno, untung saja dengan sigap dia bisa menghindar. Ternyata ada temannya dari belakang yang memberi satu pukulan pada Reno membuat dia terhuyung.

‘’Reno!’’

Dengan menahan rasa sakit Reno bangkit dan melayangkan hantaman, mereka tak sigap menghindar. Hingga keduanya terhuyung ke lantai. Reno kembali lagi melayangkan kayu ke tubuh kedua lelaki itu hingga membuat mereka tak bisa bangkit.

‘’Kita harus pergi dari sini, Nel,’’ katanya dengan lirih.

‘’Ma’afkan aku ya, aku harus melakukan ini.’’

Aku hanya mampu mengangguk, karena tubuhku begitu terasa sakit dan tak berdaya, ditambah kepalaku yang makin terasa pusing. Dia bergegas menggendongku dan meninggalkan dua lelaki penjahat yang menculikku dalam keadaan tak berdaya , lantas melangkah ke luar. Tampak dari jauh mobil bewarna abu-abu itu, bertengger di tepi jalan. Ternyata lumayan jauh tempatnya dari jalan. Entah daerah mana ini. Tapi sepertinya tempat ini begitu sepi.

‘’Duuhh!’’ aku meringis kesakitan.

‘’Bertahanlah, Nel.’’ dia melirik sejenak kepadaku yang masih dalam gendongannya.

Kutatap wajah tampannya yang terdapat luka di sana. Sepeduli ini kah dia kepadaku? Bahkan dia rela berkorban untuk bisa menyelamatkanku. Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia bisa sebaik ini padaku? Atau ini hanya aktingnya saja demi untuk menjalankan rencananya. Ya Allah, apa yang kupikirkan.

Aku dan Reno pun akhirnya tiba di dekat mobil miliknya. Dia bergegas memasukkan aku ke dalam mobil.

‘’Nel, kamu pasti kuat,’’ katanya menyemangatiku yang tampak meringis kesakitan sejak tadi. Tampak dia bergegas memasuki roda empat itu.

‘’A—aku nggak kuat lagi, Ren,’’ ucapku lirih. Nyaris tak terdengar oleh Reno, membuat dia menoleh, tangannya masih sibuk menyetir.

‘’Bertahanlah, Nel. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit.’’

Tapi aku tak kuat lagi. Ya Allah!

**

Aku berusaha membuka mataku, rasanya begitu lelah dan kepalaku sungguh terasa sakit. Kuedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tampak ruangan bernuansa biru.

‘’Alhamdulillah, kamu udah sadar, Nel,’’ katanya dengan lirih, tampak samar olehku wajahnya. Kupandangi terus hingga wajahnya jelas olehku.

‘’Re—Reno?’’ dia hanya mengangguk lantas tersenyum manis. Ternyata masih ada bekas luka di wajahnya itu. Ah, ini semua karena dia menyelamatkanku.

‘’Ren, makasih banyak ya. Kamu udah nolongin aku, kalau enggak ada kamu entah aku hidup sekarang entah enggak. Pokoknya aku berhutang nyawa sama kamu,’’ kataku dengan lirih. Nyaris tak terdengar olehnya. Dia melangkah dan mendekatiku, menghenyak di kursi.

‘’Sama-sama, yang penting bagiku kamu udah selamat. Aku ikhlas membantu kamu kok, Nel,’’ sahut lelaki berwajah tampan itu.

‘’Istirahatlah, Nel. Kamu sekarang aman kok, aku udah melaporkan kejadian ini ke pihak rumah sakit.’’

‘’Satpam sedang berjaga di luar, tepat di depan kamarmu,’’ imbuhnya kemudian yang membuat aku semakin terharu saja.

‘’Ah, enggak mungkinlah, Nel. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu, kamu jangan terlalu percaya. Bukankah lelaki itu banyak yang sama?’’ aku membatin dan berusaha mengingatkan diri sendiri. Mataku tertuju pada tanganku, ternyata terpasang kembali infus dengan indah di tanganku.

Aku menghela napas,’’ Iya, aku istirahat dulu,’’ kataku kemudian.

‘’Ya udah, kalo ada apa-apa hubungi aja aku ya, Nel.’’ aku hanya menyahut dengan anggukan kepala.

Dia bergegas bangkit dan melangkah menuju pintu, lalu kembali menutupi pintu itu. Kupandangi benda yang melingkar di dinding. Ya Allah, menunjukkan pukul 03.00. Betapa gilanya lelaki yang menculik aku itu. Aku tak habis pikir, siapa sebenarnya yang menyuruh dua lelaki asing itu melakukan ini semua padaku. Reno pun tak ingat menanyakan. Ahh, sudahlah! Yang penting aku sudah selamat dan sudah kembali ke rumah sakit.

‘’Ka—kamu ngapain ke sini? Setelah kamu merebut suamiku!’’

Bersambung.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Penasaran? Yuk, ikutin dan baca terus ya. Jika suka dengan novelku mohon supportnya dengan cara meninggalkan jejak vote, komen dan share ya Readers biar aku lebih semangat melanjutkan ceritanya. Terima kasih. Sehat selalu dan dimudahkan segala urusannya.

Oh ya, ada yang nungguin aku update nggak? Aku berharap sih ada yang nungguin lanjutan cerita ini. Jika ada yang nungguin koment ya.

See you next time! ❤

Instagram: n_nikhe

1
Dewi 1234
kok di ylangin lagi...
Ai Diah
udah curiga tapi tetap di terima justru yang aneh adalah pemikiran Melda 🙄
Anonim
bisan bacanya
Jumiah
bisa jd mertua mu sdh tau kelakuan anak x..berselingkuh...
Jumiah
ngapain lg di tunda 2...
sebaik ap mertu klo sdh pisah ia anak nya urusan x..
Jumiah
klo gk mau ad masalah sma orang tua kenapa selingkuh ha dasar suami chemen ,
Jumiah
kesabaran mu nel akan berbuah manis pd ahir nya..
angel
Buruk
angel
langsung aja ksh tau mertuanya ... ngapain jg di simpan ...mertua sebaik apapun tetap anaknya yg di bela
Arin
mampir ach,sprtny menarik...Krn sy pling suka baca novel peran cweny tegas
Jumiah: ak salut bangat ..
semangat baca klo wanita x tegas gk bodoh..
total 1 replies
Mega Mkf
jujur aja si,nelda itu pwrempuan munagix,otak sm logikanya bertolak belaka,,,, makanya (maaf sebelumnya) jgn jadikan kebaikan sbgai kedok buat kemunafixan,dan itu jg banyak di kehidupan nyata/real,,,,,,
Mega Mkf
justru kl ortu ngk di ksh tau,nnti akan menyesal sndri,seberat apa pun mslh rumah tangga kita ortu pasti akan tau,jgn smp ortu tau dr org lain,itu mlh akan menambah ortu tersinggung,mmg ada yg mengatakan jg kl seberat apa pun mslh rumah tangga kita ortu tdk perlu tau,tp itu tergantung mslhnya,kl mslh perselingkuhan,salah kl ortu smp ngk di ksh tau,,,, jgn smp menyesal dan nnti ujung2nya,,, MAAF IBU,,, itu kata2 basi,,,,,
Vivi Bidadari
Eh dasat anak durhaka sdh tau salah malah menyalahkan ortu
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
Jangan jangan itu anak si mita makanya mamanya mengusir dia dari rumah
Nike Ardila Sari: Baca sampe ending ya, Ka. Terima kasih banyak sudah membaca karyaku. Support terus ya.😍🙏
total 1 replies
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
ou gitu ya
🧭 Wong Deso
semangat terus Bun, perjalanan mu untuk mencapai silver agaknya masih panjang..
Pa'tam
menarik
Nike Ardila Sari: Terima kasih banyak, Kak. Ikutin sampe ending ya. Semoga Kaka dan keluarganya sehat selalu. 🙏❤❤
total 1 replies
🧭 Wong Deso
Semangat terus Thor, votenya udah mendarat manis seperti karyamu 😊
Nike Ardila Sari: Terima kasih banyak, Bun. Sukses selalu dan semoga senantiasa diberikan kesehatan❤❤
total 1 replies
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
jangan lama dong up nya sayang
Nike Ardila Sari: Ma'af, Ka. Kebetulan aku beberapa hari ini menstruasi. Seperti biasa, aku akan mengalami sakit perut luarbiasa. Alhamdulillah, sekarang udah mendingan. Aku barusan udah update kembali, silakan dibaca. ❤❤
total 1 replies
Daryati Idar
Aamiin yg sabar y thor
Nike Ardila Sari: Makasih Kak. Semoga Kakak sehat selalu.❤❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!