NovelToon NovelToon
PENGANTIN PENGGANTI

PENGANTIN PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:32.2k
Nilai: 5
Nama Author: sputri_23

Seorang gadis bernama Kinara Stevania Wijaya yang harus rela menggantikan posisi kakaknya Levina Nindia Wijaya sebagai mempelai wanita saat hari pernikahan kakaknya dengan pria bernama Cakra Aditama.

Kinara menggantikan posisi kakaknya karena pada saat hari pernikahan sang kakak kabur, karena tidak setuju dijodohkan dengan pria yang belum ia kenal.kedua keluarga tidak memiliki pilihan lain, sehingga terjadilah pernikahan antara Cakra dan Kinara

bagaimana kah kelanjutan dari pernikahan yang tidak dilandasi cinta itu?


jangan lupa mampir dan beri kritik, saran serta dukungan ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sputri_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahpahaman berujung fatal

Warning...

Wajib buat yang baca untuk like, komen berupa saran atau kritik ya biar author makin semangat up episode nya.Semoga nggak membosankan ya alurnya.

Cakra yang sudah tidak dapat menahan emosinya pun langsung bangkit dan pergi dari rumah, entah kemana.sedangkan Nindi tengah tersenyum karena berhasil membuat Cakra emosi.ia berpikir bahwa ini adalah awal dari pecahnya rumah tangga adiknya, sungguh Nindi seorang kakak yang tidak berperasaan.

Sedangkan disisi lain Kinara tengah berada di sebuah mall bersama dengan Siva, Sita dan juga Indah.mereka sekarang tengah berada disebuah tempat makan yang ada di mall.

"Ra, kenapa lo jarang banget sekarang nongkrong nongkrong sama kita?dan lo juga jarang banget kayanya aktif di media sosial deh?"tanya Siva sambil meminum minumannya.

"hm, sebenarnya gue mau ngomong sesuatu yang penting sama kalian"Kinara menatap temannya satu persatu.

"ngomong apaan Ra?"tanya Indah sambil menyantap makanannya.sedangkan Sita yang tahu apa yang akan dibicarakan oleh Kinara hanya diam menunggu Kinara buka suara.

"gue bakalan cerita tapi gue minta sama kalian buat jangan berlebihan kagetnya, nanya satu persatu jangan beruntun, dan plis jangan sampai apa yang gue kasih tau ke kalian ini tersebar"Kinara menatap Siva dan Indah

"oke"Siva memberikan jempol untuk Kinara, sedangkan Indah hanya mengangguk dengan ekspresi yang seperti sangat menantikan apa yang ingin dibicarakan oleh Kinara.

"oke, sebenarnya gue itu udah Nikah"ucap Kinara

membuat Siva dan Indah hanya mengangguk karena belum begitu sadar dengan ucapan Kinara membuat Kinara dan Sita bingung dengan reaksi Siva dan juga Indah yang biasa saja.

Namun dalam beberapa detik tiba tiba mereka berteriak heboh.

"apa?nikah?"teriak Siva dan Indah bersamaan membuat Kinara dan Sita ikut kaget karena Siva dan Indah yang berteriak.

"diem sialan"Kinara kesal karena sekarang mereka sedang menjadi sorotan para pengunjung disana.

"Maaf spontan Ra.coba jelasin lagi, lo nikah gitu?"tanya Indah

"jadi gini, kan beberapa hari lalu gue pernah izin sakit kan nah pada saat itu gue di nikahin oleh orang tua gue.sebenarnya yang mau menikah pada saat hari itu kak Nindi, tapi kak Nindi kabur di hari pernikahan karena dia nggak mau dijodohin sama pria yang nggak sama sekali dia kenal"ucap Kinara menjelaskan

"bentar bentar.ini lo dinikahin sama siapa?kenapa orang tua lo masih pake jaman siti nur baya?emang orang tua lo kekurangan duit?"

"sialan lo nggak gitu juga bego"Kinara

"gini kalo orang yang nikah sama Kinara biar gue yang ceritain"Sita memotong percakapan mereka

"nah tuh dengerin Sita"Kinara

"kalian harus denger baik baik, Kinara nikah sama pemilik bandara yang terkenal dengan usianya yang tergolong muda tau, tapi kalo di lihat antara Kinara sama dia udah kayak ponakan sama pamannya"Sita berbicara dengan ekspresi yang begitu serius

"what?"Siva dan Indah bersamaan

"pemilik bandara di kota ini, Cakra Aditama?"tanya Indah

"iyaa"Sita

"buset Ra, lo nggak tekanan batin nikah sama dia"tanya Siva

"pertanyaan lo ya"Kinara menatap Siva kesal

"ya gue kan nanya Ra, itu pemilik bandara emang ganteng, kara raya, tapi asal lo tau banyak banget rumor kalo dia sangat anti sama wanita, dingin, cuek, orangnya bodo amatan banget, dan galak.itu udah terkenal loh dimana mana.bisa bisanya lo nikah sama dia."Siva memasang ekspresi heran

"gue juga nggak mau nikah sama dia, tapi mau gimana lagi acara udah dimulai dan para keluarga juga udah kumpul.kalo pernikahan dibatalin apa kata para tamu coba?gue nikah sama dia buat menjaga nama baik keluarga gue dan keluarga dia juga"jelas Kinara

"terus gimana hasil pernikahan terpaksa lo ini?gue udah bisa dapat ponakan belom?"tanya Siva polos membuat ia langsung mendapat pukulan pada lengannya oleh Kinara yang kesal karena perkataan Siva

"dih sakit bego"Siva

"lo mikir kejauhan"Kinara

"ye maaf kan becanda, nggak boleh tegang tegang banget Ra"ucap Siva

"Siv kalo lo masih tetep juga bicara nggak jelas gitu mending lo pulang sekarang deh.gue ngusir lo"Indah membuat Siva mendelik

"gila lo Ndah malah ngusir temen sendiri"Siva

"lagian orang lagi serius malah di buat candaan"Indah menatap Siva kemudian bergantian menatap Kinara

"berarti lo tinggal dirumahnya suami lo dong Ra?"tanya Indah

"ya iyalah, masa gue tetep di rumah gue"Kinara

"terus kak Nindi itu gimana, dia nggak mikirin lo gitu dan kenapa pas hari pernikahan dia kabur?kenapa nggak bilang dari jauh jauh hari?"tanya Indah

"ya gue juga sempet kaget banget karena dia tiba tiba bilang ke gue kalau dia nggak mau nikah sama pria yang sama sekali nggak dia kenal.gue udah sempet cegah dia pergi tapi dia nekat minta jemputan dari orang lain yang kayanya itu pacarnya.dan saat dia pergi mama sama papa gue nggak punya pilihan lain selain nikahin gue sama dia"jelas Kinara

"Ra kasian banget ya lo"Siva

"udah nasib gue dan gue berharap lo pada juga dijodohin biar ngerasain apa yang gue rasa"ucap Kinara membuat semua temannya mendelik

"sembarangan aja lo Ra, sengsara kok ngajak ngajak"ucap Siva

"bodo amat"Kinara

Mereka kemudian melanjutkan makan sambil beberapa kali melanjutkan obrolan mereka.Namun tiba tiba ada seorang pria menghampiri mereka khususnya datang mendekati Kinara.

"hai Ra ketemu lagi"Ucap pria tersebut yang ternyata adalah Daren membuat Kinara yang tengah makan spontan mendongak melihat orang yang menyapanya.

"hah, lo kok ada disini juga?"tanya Kinara dengan mimik wajah yang terkejut.

"iya Ra mampir bentar, kebetulan banget ya kita ketemu.mungkin emang kita ditakdirkan bersama Ra"Daren memandang Kinara tanpa memperdulikan ketiga teman Kinara

"ditakdirkan bersama pala lo, asal lo tau aja kalo kinara udah-"ucapan Siva terpotong karena ia mendapat cubitan dari Sita yang sadar kalau Siva akan mengatakan tentang status Kinara, membuat Siva meringis

"aduh sakit bego"ucap Siva

"diem"desis Sita seketika itu Siva tersadar dan ia pun seketika menepuk dahinya sendiri karena hampir membongkar seluruh rahasia milik Kinara namun untungnya Sita dengan cepat menegurnya.

"sudah apa?"tanya Daren penasaran

"udah nggak cinta sama lo"Kinara membuat Daren seketika menatapnya

"kamu serius Ra sudah nggak punya perasaan sama saya?"tanya Daren kemudian di balas anggukan oleh Kinara

"kamu itu sebenarnya kenapa Ra?"tanya Daren lagi

"gue nggak kenapa kenapa"Kinara

Sementara itu disisi lain dari kejauhan tampak Cakra yang tengah mengepalkan tangannya karena melihat Kinara yang lagi lagi tengah bersama dengan pria yang memeluknya saat di sekolah tadi.jika pelukan itu tidak disengaja kenapa mereka bisa bertemu lagi disini?pikir Cakra.

"ternyata saya salah Ra karna menganggap kamu sudah bisa menerima saya dan mencintai saya"Cakra pergi dari sana karena ia sangat muak melihat pemandangan itu.

Namun saat Cakra berjalan pergi Kinara tidak sengaja menatap ke arah tempat Cakra berada dan ia begitu terkejut melihat Cakra yang ada disana dan hendak pergi.Ia panik dan hendak bangkit dari duduknya dan pergi mengejar Cakra namun tangannya dicegah oleh Daren.

"lepasin gue"Kinara

"kamu harus jelasin sama saya Ra, kamu nggak bisa acuhkan saya begitu saja.saya juga butuh penjelasan"Daren namun Kinara masih tetap melepaskan genggamannya itu sedangkan teman teman Kinara kini bingung bagaimana mereka membantu Kinara.mereka juga tidak tahu jika suami Kinara sempat ada disana tadi.

"kak mending lo lepasin Kinara sekarang juga dan pergi dari sini atau kalo nggak gue bakalan teriak lo penculik"Siva tegas

"saya ingin bicara dengan Kinara"Daren tetap memaksa

"tapi Kinara nggak mau bicara sama lo.jadi mendingan lo pergi dari sini sekarang juga sebelum kita teriak"Sita

"oke, Ra saya tunggu penjelasan dari kamu"Daren melepas cengkraman tangannya kemudian pergi dari sana.

1
Arum Ranggawati
lanjut thorr yang banyak
sdng mimpi
follow aku ya!!😊
Arum Ranggawati
lanjut thorr
Eka Novia
lanjut thor
Arum Ranggawati
semoga cepat belah duren ya Thor 😁
Arum Ranggawati
lanjut thorr
Tinah Haryati
mana lanjutan nya thorr
Emgeha
lanjut yuk tor, semangat ... biar yg nabur bunga jg semangat
Arum Ranggawati
lanjut thorr yang banyak
sdng mimpi
Jangan lupa follow aku ya temen temen🙂
Arum Ranggawati
lanjut kakak
Arum Ranggawati: pasti itu mah
total 2 replies
Emgeha
yuk lanjut...
semangat thor .
Narsha
kecewa nih
Arum Ranggawati
lanjut kak tapi yang banyak hehehe
Narsha
kok berhenti .di lanjutin ding
Narsha
lanjut dong
Wisna Wanti
lanjut donk seruu bangett
Emgeha
bagus ceritanya
Wisna Wanti
lanjut donk seruu bangett
sdng mimpi: terima kasih kk🙏😊
total 1 replies
Wisna Wanti
lanjut donk seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!