NovelToon NovelToon
CEO Rescue Me!

CEO Rescue Me!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:554k
Nilai: 5
Nama Author: Ough See Usi

Adisti harus memutuskan pertunangannya dengan Prasetyo Anggoro, seorang pewaris Anggoro Putra Group, saat 30 hari menjelang pernikahannya. Rita Gunaldi, desainer sekaligus MUA baju pengantin yang merupakan, pemilik The Ritz “mengambil” tunangannya tepat di depan matanya.

Siapa yang menyangka tepat di hari H yang sudah dibatalkan, Adisti jatuh dari tebing dan justru bertemu dengan jodoh yang sebenarnya di tengah jurang, Bramasta Sanjaya seorang pewaris Sanjaya Group dan perintis B Group. Pertama kali mereka bertatap mata di tengah jurang, pertama kalinya mereka merasakan jatuh cinta. Dan huruf “G” kecil tulisan tangan Adisti semakin meyakinkan hati Bramasta.

Keluarga Anggoro dendam. Begitupula Rita Gunaldi. Dendam menguak aib dan kejahatan yang mereka lakukan. Melibatkan Interpol dan polisi di dalamnya.

Cinta dan Dendam, kepada siapa nasib akan berpihak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ough See Usi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 – RUMAH ADISTI

Rumah Keluarga Gumilar berada di hook sebuah komplek perumahan menengah. Rumah bercat putih dengan warna kusen dan besi teralis juga putih mengingatkan dengan rumah model Eropa kolonial. Asri, adalah kata pertama yang terlintas saat melihat rumah itu. Bramasta dan Indra terpesona dengan halaman samping.

Ada naungan paranet untuk menaungi sayuran aquaponik, di bagian bawahnya adalah kolam ikan nila. Air yang mengaliri tanaman sayuran diputar terus dari kolam di bawahnya.

Ada juga petak-petak sayuran dalam bedeng-bedeng kayu. Setiap bedeng dibatasi dengan bunga marigold ataupun bunga refugia. Ada gazebo yang nyaman juga di sana. Indra diam-diam mengambil gambar lalu mengirimkan kepada Mommy.

Notifikasi gawai Indra berbunyi. Chat dari Mommy. “Share loc, Ndra.”

Indra membalas chat Mommy dengan membagikan lokasi rumah Adisti.

“Nak Bram, Nak Indra, ayo masuk dulu,” kata Bunda.

Adisti tengah duduk di ruang tengah. Bahunya masih dibebat sehingga geraknya jadi terbatas.

“Disti nyaman?” tanya Bramasta.

Adisti tersenyum dan mengangguk.

“Pak Gumilar belum pulang ya Bu?” tanya Bramasta lagi.

“Mungkin sore ini. Urusannya di Garut belum selesai,” Bunda membuka stoples manisan kolang-kaling, “Nih cobain, buatan Adisti sehari sebelum jatuh.”

“Bos, kayaknya ada yang kelupaan, ya?” Indra menyikut lengan Bramasta, “Itu yang di simpan di jok belakang.”

“Oh iya. Maaf,” Bramasta segera berdiri menuju mobilnya yang terparkir di carport.

Tidak berapa lama, Bramasta kembali dengan membawa buket bunga yang dibungkus kertas berwarna fuschia berpinggiran silver.

“Buat Disti, maaf selama kami menengok di rumah sakit kami lupa membawa apapun. Syafakillah, get well soon_Cepat sembuh ya_."

“Waah cantik banget bunganya, Pak,” Adisti tersadar, “Eh, Bang. Abang Bramasta.”

“Wah, Adek dikasih bunga dari Nak Bram?” tanya Bunda.

“Ini bunga pertama yang Pak Bos beli buat cewek, Bu,” Indra memandang Adisti. Bramasta menyikutnya keras.

“Memangnya Nak Bram belum pernah punya teman wanita?”

“Teman wanita sih banyak, Bu. Tapi yang spesial, gak ada,” Indra meringis karena sikutan Bramasta mengenai pinggangnya, “Dia jomblo sejak lahir, Bu.”

Adisti terkikik geli. Agung yang baru turun dari tangga ikutan terkekeh.

“Sama dong dengan Kakak,” kata Adisti.

“Kok bisa sih cowok seperti Bang Bram masih jomblo?”

“Pak Bos kalau dengan cewek bakal jaim banget. Jaga jarak. Bukan karena gak suka dengan cewek,” Bramasta menepuk punggung Indra dengan keras, Indra sampai membelalakkan matanya karena kaget, “Tapi karena Pak Bos sangat berhati-hati supaya para cewek tidak baper dengannya. Pak Bos juga berhati-hati agar tidak ada gosip tentang kehidupan pribadinya. Dia komit dengan janji hatinya. Cita-cita, impiannya masa kecil dulu.”

“Apa itu?” mereka bertiga kompak bertanya.

Bramasta yang merasa sedang dikuliti oleh Indra tampak panik.

“Ndra, yaelah..tega banget lu jadi temen..”

“Kalem, Bos. Ini juga dalam rangka membantu Pak Bos…”

“Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-10, setelah acara potong kue, dengan lantang dia berbicara kepada kami semua, bahwa dia akan menikahi gadis bertulisan tangan yang rapi dengan huruf G kecil yang ditulisnya berbentuk seperti semut.”

“Hah??”

“Kok??”

Bramasta menutupi wajahnya dengan bantal sofa bergambar flamingo.

“Assalamu’alaikum..” terdengar suara yang sangat dikenali oleh Bamasta. Indra memanjangkan lehernya untuk menengok ke arah pintu.

“Wa’alaikumussalam..” Bunda menyambut tamu yang datang.

“Mommy?” Bramasta berdiri sambil menghampiri, “Kok Mommy ke sini? Tahu dari mana alamat ini?”

“Isssh, salim dulu,” Mommy mengangsurkan tangannya.

Di belakang Mommy tampak Pak Arya, supir Mommy, tangannya tampak sibuk membawa beberapa paper bag dengan nama rumah makan khas Sunda terkenal.

“Belum pada makan siang kan? Bu Gumilar gak usah masak ya. Kan masih capek dari rumah sakit. Kita makan ini aja ya Bu, bareng-bareng,” Mommy menggandeng lengan Bunda ke ruang tengah, “Hai, Disti.. gimana udah enakan? A Agung masih cuti hari ini?”

Agung dan Adisti tertawa melihat tingkah Mommy.

“Kok Tante tahu saya cuti?” tanya Agung.

“Ya iyalah, wong kamu ada di rumah sakit terus..”

“Mom, Bram nanya kok belum dijawab? Lupa sama anak sendiri?” Bramasta memasang wajah sedih.

“Tuh..” Mommy menunjuk Indra dengan dagunya, “Gara-gara Indra ngeracunin Mommy, jadinya Mommy kan penasaran, pengen ke sini.”

“Ngeracunin gimana maksud Mommy?”

“Nih, Indra ngirim foto ini,” Mommy menyodorkan chatnya dengan Indra.

Bramasta dan Bunda membelalakkan matanya. Foto Bramasta tampak sedang berjongkok di bedeng tanaman kol dengan latar belakang rak aquaponik. Ada sedikit bagian gazebo yang ikut terfoto.

“Fotonya ngeracunin banget buat Mommy yang lagi demen mantengin yutubnya Li Ziqi. Untung anak baik ini,” tangan Bunda menguyel-uyel pipi Indra dengan gemas, “Mau berbagi lokasi dengan Mommy.”

“Tan… udah atuhlaaah.”

Semuanya tertawa.

“Saya pindahkan dulu makanannya ke meja makan ya Bu. Terima kasih banyak loh dibawain makan siang buat kita semua. Kan sayanya jadi enak..” Bunda menepuk-nepuk lengan Mommy.

Mommy mengangkat dua jempolnya sambil memamerkan giginya.

Bunda mengeluarkan piring-piring saji. Memindahkan makanannya, merapikan dan menatanya. Kemudian baru tersadar, nasinya belum ada. Segera ke dapur untuk mencuci beras. Kemudian bergabung ke ruang tengah lagi.

“Udah siap?” tanya Mommy, “Bisa makan sekarang?”

Bunda tertawa. “Tunggu 30 menit lagi ya. Nasi belum matang.”

“Astaghfirullah!” Mommy menutup mulutnya, “Mommy lupa beli nasinya.”

“Selera bule dah…” celutuk Indra.

“Mommy kan cuma setengah bule. Setengahnya Jawa,” Bramasta meneguk sirup dingin yang disajikan Bunda, “Eh, apa ini? Enak. Seger banget.”

“Jeniper,” jawab Adisti.

“Siapa itu Jennifer?” tanya Bramasta lagi.

“Jeniper, Bang.. Jeniper. Pakai P bukan F. Jeruk nipis peras. Produk UMKM dari Kuningan, Cirebon. Minggu lalu Kakak baru dari sana.”

“Ngapain A di Kuningan?”

“Audit pembukuan kantor cabang di sana.”

“Lah, kirain ada gebetan gadis Kuningan,” Indra mencoba sirup jenipernya.

“Memangnya Mommynya Bang Bram bule mana?” tanya Adisti saat Bunda mengajak Mommy ke halaman samping.

“Belgia.”

“Kalau Ayah Bang Bram?” Agung ikut bertanya.

“Daddy setengah Pakistan, setengah Riau. Tapi keluarga besar Daddy sudah di Indonesia semua, tidak ada yang di Pakistan.”

“Bang Indra asli mana?” tanya Adisti.

“Indonesia dong..” katanya sambil menggigit manisan kolang-kaling, “Depok. Hmmm.. beneran enak banget nih.”

“Betawi dong.”

“Iya, cicitnya si Pitung.”

“Ngaku-ngaku..”

Bunda dan Mommy masuk lagi ke dalam.

“Kita makan di dalam saja ya Bu. Gazebonya harus dibersihkan dulu karena beberapa hari rumah ditinggal tidak ada yang ngurus,” kata Bunda.

“Tapi nanti boleh ya. Kita makan di gazebo, sayuran dan ikan fresh dari kebun. Kita petik-petik dulu sayurannya sambil menyiangi gulma, mancing dulu, masak bareng. Boleh ya?” tanya Mommy.

“Boleh dong. Nanti kalau Adisti sudah sembuh biar bisa bantuin kita, Bu. Kalau Ayah di rumah juga ya. Yang senang mancing tuh Ayah, kalau Agung dia paling bete kalau disuruh megangin pancingan.”

“Kenapa Gung?” tanya Mommy.

“Lama Tante nungguin umpan kita di makan ikan. Kadang ikannya cuma noel aja,” Agung memperagakan memancing, “Ikan-ikannya ayah, sombong semua. Sok jual mahal..”

Semuanya tertawa.

“Lu nya aja kali Gung, sering bikin keki ikannya,” kata Indra.

Nada penanda nasi sudah matang terdengar.

“Nah tuh sudah matang nasinya. Yuk kita makan sekarang,” ajak Bunda.

Usai makan siang dan sholat Dhuhur, Bramasta, Indra dan Agung duduk di teras. Agung menyerahkan handphone dengan casing girlie.

“Punya Adisti.”

“Gak dikunci?”

“Nggak.”

Wallpaper pembukanya foto kanvas dengan lelehan cat aneka warna. Berantakan lelehannya tapi artistik. Agung menekan tombol aplikasi chat warna hijau. Daftar chat masuk terlihat. Agung menekan nama Ibunya Tiyo.

“Saya udah blokir nomornya,” kata Agung.

“Buka aja lagi blokirannya A. Siapa tahu dia ngoceh lagi, jadi bahan amunisi kita nantinya,” Bramasta mengamati foto profilnya.

“Tante gaul gak dengan Ibunya Tiyo?” tanya Indra.

“Gak tahu. Tapi kayaknya cuma sekedar kenal aja deh. Mommy kan gak suka acara kumpul-kumpul sosialita. Wasting time.” _Buang waktu_

Chat dibuka. Chat-chat panjang dari Ibunya Tiyo dibalas dengan chat pendek oleh Adisti.

Ibunya Tiyo _Kamu seharusnya lebih bersabar menerima Tiyo. Katanya cinta, katanya sayang. Baru sekali aja nge-gep Tiyo dengan Rita aja kamu udah kebakaran gitu. Batalin semuanya padahal tinggal 29 hari lagi kamu jadi istrinya. Sok suci kamu!_

Adisti _Jadi harus berapa kali ke-gep-nya Tante, baru boleh saya marah?_

Ibunya Tiyo _Sombong kamu! Miskin aja sombong ya_

Adisti _Maaf, Tante. Kami gak miskin kok. Kami berkecukupan_

Ibunya Tiyo _Miskin belagu!_

“Wow. Adiklu keren, Gung,” komentar Indra.

Mereka masih membaca chat Ibunya Tiyo kepada Adisti.

“Mulai dari chat ini, Adisti tidak membalas chat Ibunya Tiyo,” Agung menunjuk sebuah chat, “Adisti mulai capek meladeni Ibunya Tiyo yang semakin kasar chatnya. Mungkin itu sebabnya Adisti sakit. Kelelahan dengan serangan kalimat yang mempengaruhi emosi dan pikirannya.”

Ibunya Tiyo _Tiyo sudah cerita semuanya. Kamu sebagai tunangannya tidak pengertian terhadap dirinya sebagai laki-laki_

Adisti _Maksudnya?_

Ibunya Tiyo _Pegangan tangan, pelukan, kissing itu hal yang lumrah dilakukan orang pacaran._

Adisti _????_

Ibunya Tiyo _Apa??!_

Adisti _Maaf, yang berhak akan tubuh saya hanya suami saya._

Ibunya Tiyo _Sok suci banget kamu._

Adisti _Alhamdulillah, saya masih menjaga kesucian saya._

Ibunya Tiyo _Heh, saya bisa dengan mudah membayar orang buat perkosa kamu, ya! Supaya kamu tidak suci lagi. Muak saya dengan kamu!_

Ibunya Tiyo _Kenapa gak bales?? Baru mikir kamu? Saya bisa melakukan apa saja buat menghancurkan kamu!_

Ibunya Tiyo _Bukan cuma kamu, kakak kamu bahkan orangtua kamu bisa kami hancurkan dengan mudah._

Ibunya Tiyo _Sudah gak bisa jawab lagi kamu?? Makanya jangan belagu! Jangan melawan keluarga Anggoro!_

“Yang ini bisa kita pakai pasal pengancaman dan intimidasi,” kata Bramasta. Indra mengangguk.

“Besok malam nanti kita hubungi Pak Armand, lawyer kita ya? Konsultasi hukum dulu lalu rundingkan langkah selanjutnya,” kata Bramasta lagi, “Di tempat gue aja ya? Kalau di sini kurang bebas. A Agung nanti ke tempat saya ya.”

“Insyaa Allah sepulang kantor, saya langsung ke tempat Abang.”

1
Ough See Usi
gak di ACC pihak NT.

Sama dengan Mr. Architect, awalnya pakai foto Taehyung BTS, tapi disuruh ganti.
Niken Dwi Handayani
Awalnya pakai photo Chow Yun Fat, kok bisa ganti jadi Hyun Bin Thor?
Ough See Usi: waduh salah kolom sayanya.. 🙏🏼

karena gak di ACC pihak NT
Ya gitu deh...
total 1 replies
Ough See Usi
Eric masih 11 tahun
Alif 8 tahun
Abay 5 tahun
Andra 2 tahun
Sidney 15 tahun
Niken Dwi Handayani
Di novel ini Eric umurnya berapa ya? Sebab di novel nya Anton, umurnya sudah 11 tahun kalau ga salah baca.
Ough See Usi: maaf salah naruh komen.
Author juga salah nempatin umur 🙏🏼🙏🏼

Belum direvisi 🙏🏼🙏🏼
Mau nge-revisi udah kelewat jauh.

Semua novel, masih ditahun yang sama.
total 1 replies
Syaiful Leli
kapan munculnya naga2 dalam tubuh merwka thor
Ough See Usi: ada di bab-bab ataupun cerita berikutnya

Keempat novel Author itu twtralogi, saling menyambung jalinan ceritanya.

Selamat membaca, semoga suka ya. 😍😍😘
total 1 replies
Ulla Hullasoh
halahhhh....... lupa tuh Indra
Ough See Usi: qqqqqq 😁🤭
total 1 replies
Ulla Hullasoh
keluarga medusa emang keluarga bejad menyeramkan
Ough See Usi: jahara pokoknya..
total 1 replies
Ulla Hullasoh
Hadiah buat ayah mertua/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ough See Usi: ofcourse... 😁😁🤭
total 1 replies
Ulla Hullasoh
wahhhhh ngebut nih Bram wkwkwk
Ulla Hullasoh
keren nih bang Bram tanjabbb tanpa basa basi...keren Thor
Ough See Usi: Bram gitu loh.... 🥰🥰
total 1 replies
Ulla Hullasoh
tamu nya Adisti pada kreatif wkwkwk
Ough See Usi: qqqqqq 🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
Ulla Hullasoh
waduhhhh mama toh yang membocorkan
Ough See Usi: Mommy memang gak bisa nge-keep cerita... 😁😁🤣
total 1 replies
Ulla Hullasoh
semangat Thorrr
Ough See Usi: siyyyaaaap
(walau sambil meriang...)
total 1 replies
Ulla Hullasoh
Anton keren kumplit nih laporannya
Ough See Usi: selalu dong... Anton... 😁😁
total 1 replies
Ulla Hullasoh
lanjut Thorrr ceritamu selalu bagus. kerennn
Ough See Usi: Hatur nuhun, hatur tengkyu

🥰🥰🥰🥰🌷🌷🌷
total 1 replies
Ulla Hullasoh
kerennn Thor...saya malah sdh duluan baca cerita Anton yg sdh menikah. kerennn
Ough See Usi: Author baru nemuin Reader yang membacanya dengan urutan terbalik... 🤭

Kalem, gak akan jadi bingung.
Paling, "Ooh jadi begitu benang merahnya..."


Selamat membaca ya.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
amelia Adwin
ttp setia deh...tenang za...😘
Ough See Usi: 🥰🥰🥰 iya... iya.... 😁😁😁😘
total 1 replies
Noni Diani
Luar biasa
Ough See Usi: Terima kasih banyak🥰🥰
Ayo capcus ke novel berikutnya supaya lebih kenal dengan para Babang Ganteng di Kuping Merah 😁😁😉🌺
total 1 replies
Noni Diani
Biasa
Ough See Usi: Terimakasih banyak
Jangan lupa baca novel selanjutnya ya.. 🌷
total 1 replies
Septi Lahat
aq nggk ush baling-baling apapun tuh kak thor,, aq pengen punya kendaraan yg bisa anter jemput ank2 qu dg aman terlindungi dri panas n hujan 😁😁😁
Ough See Usi: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!