NovelToon NovelToon
Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Duda / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat menyambut putri tercintanya, Tama Yudha Satria harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan istri tercintanya. Dengan duka yang masih menyelimuti hati, Tama harus mencari Ibu susu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Anaya, mantan kekasihnya yang ternyata kini dia bersedia untuk menjadi Ibu susu bagi bayi Mas Duda.

Bagaimana menjalani kisah hidup dan berusaha bersikap profesional dengan Anaya. Sekaligus, menghapus duka yang masih bergelayut di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Upaya Mendapat Ibu Susu yang Baru

Usai diperiksa oleh Dokter Bisma, Citra kemudian dibawa pulang. Bukan hanya mendapatkan obat-obatan, tetapi Dokter Bisma rupanya meminta istrinya yaitu Kanaya untuk memberikan beberapa kantong ASIP untuk Citra. Mengingat bahwa Citra tidak bisa meminum susu formula. Sementara jika tetap dilanjutkan justru berbahaya untuk Citra, maka Dokter Bisma segera menelpon istrinya dan meminta untuk memberikan beberapa kantong ASIP terlebih dahulu untuk Citra.

“Makasih banyak Mas, semoga Citra bisa segera sehat,” ucap Tama.

“Iya, sama-sama Tam … jika ada apa-apa, bilang saja. Untuk ASIP ini sudah diantar kurir ke rumah kamu. Jadi, nanti berikan Citra ASIP saja,” pesan Dokter Bisma lagi.

“Iya Mas … nanti langsung aku berikan ASIP. Makasih banyak bantuannya ya Mas Bisma,” balas Tama lagi.

Setelahnya, Tama dan Mama Rina kembali membawa Citra untuk pulang ke rumah. Benar seperti yang disampaikan Dokter Bisma bahwa di rumah sudah tersedia beberapa kantong ASIP untuk Citra. Sungguh, di saat genting seperti ini dan ada bantuan dari orang tua dan kerabat tentu membuat Tama sungguh bersyukur.

Jika masalah pengasuhan, Tama bisa berbagi pengasuhan Citra dengan Mama Rina, untuk kebutuhan Citra, Tama juga bisa membelikannya. Hanya satu yang tidak bisa Tama usahakan yaitu memberikan ASI. Dirinya bukan wanita yang bisa memproduksi ASI. Mengingat kebutuhan ASI sangat penting untuk Citra, Tama segera menghubungi Dokter Tendean seperti yang sudah diberikan Mas Bisma kepadanya.

“Mama, nitip Citra dulu … aku telepon Dokter Tendean yang temannya Mas Bisma. Semoga kali ini mendapatkan Ibu ASI yang cocok untuk Citra,” ucapnya.

“Iya … semoga kali ini cocok untuk Citra,” balas Mama Rina.

Segera Tama menghubungi nomor itu, dan mengutarakan niatnya untuk meminta tolong kepada putri dari Dokter Tendean itu untuk menjadi Ibu Susu bagi Citra.

“Halo,” salam dari Tama begitu panggilan telepon itu sudah tersambung.

“Ya, halo … dengan siapa?” Seorang pria pun yang menerima telepon itu, dan sudah bisa dipastikan bahwa itu adalah Dokter Tendean.

“Perkenalkan, saya Tama, Dok … saya kerabatnya Dokter Bisma. Jadi, begini Dokter … saya ingin meminta tolong kepada putrinya Dokter Tendean untuk menjadi Ibu ASI untuk bayi saya,” jelas Tama dengan sopan kepada Dokter Tendean itu.

Di seberang sana, Dokter Tendean tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, “Oh … Dokter Bisma Spesialis Anak yah? Dia bilang sama kamu perihal putri saya yah?” tanya Dokter Tendean.

“Iya, benar Dokter … begini, bayi saya berusia dua minggu menjelang tiga minggu dan sekarang dia sakit karena intoleransi susu sapi. Jadi, bisakah saya meminta tolong kepada putrinya Dokter untuk menjadi Ibu ASI bagi putri saya?” tanya Tama lagi.

“Saya sampaikan ke anaknya dulu ya Tama. Nanti kalau dia mau, besok kamu bisa kemari untuk jemput dia. Dengan kondisi mentalnya yang belum stabil, saya belum memperbolehkan putri saya untuk membawa mobil sendiri. Jadi, keputusannya besok pagi yah,” ucap Dokter Tendean lagi.

“Ya, Dok … saya tunggu kabar baiknya,” balas Tama.

Usai menelpon Dokter Tendean, Tama benar-benar berharap bahwa esok dirinya akan mendapatkan kabar baik. Semoga saja pencariannya kali ini untuk mendapatkan Ibu susu bagi Citra berjalan baik. Tama sangat tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang pernah kehilangan. Akan tetapi, siapa tahu dengan kerja sama ini keduanya bisa sama-sama diuntungkan. Ada Citra yang bisa mendapatkan ASI, dan si Ibu susu itu yang bisa sembuh dari depressinya karena kehilangan bayinya.

***

Keesokan harinya ….

Pagi hari, Tama bangun dengan mengecek analog jam di layar handphone. Masih pukul 05.00, yang Tama lakukan adalah berjalan ke kamar orang tuanya, melihat Citra yang tidur di dalam box bayinya di dalam kamar Mama Rina dan Papa Budi, kemudian Papa muda itu mulai mencuci pakaian kotor Citra dengan mesin cuci, mencuci berbagai dodot ASI milik Citra dan mensterilkannya dengan air panas, dan kemudian merebus air jika nanti Citra bangun bisa segera dimandikan.

“Sudah bangun Tam?” sapa Mama Rina kepada putranya.

“Sudah, Ma … ini dodot buat Citra juga sudah, Tama cuci dan steril semuanya,” balas Tama.

“Gimana, Tam … yang diberitahu Mas Bisma kemarin sudah dihubungi?” tanya Mama Rina.

“Sudah Ma … cuma keputusannya hari ini. Jadi, kalau dia mau nanti Tama harus jemput dia, Ma … Papanya tidak membolehkannya bawa mobil sendiri karena dia masih sering depressi usai kehilangan bayinya,” jawab Tama.

Mendengar apa yang disampaikan Tama, Mama Rina pun menganggukkan kepalanya, memang sangat tidak mudah untuk kehilangan seseorang yang sangat dekat di hati kita. Tak jarang, beberapa orang mengalami duka berkelanjutan karenanya. Rupanya tidak berselang lama, handphone milik Tama pun berdering dan di sana, tertulis nama Dokter Tendean. Dengan segera, Tama mengangkat telepon pagi hari itu.

“Halo Tama,” sapa Dokter Tendean melalui telepon pagi itu.

“Ya, halo Dok,” balas Tama.

“Begini … putri saya mau untuk menjadi Ibu susu untuk bayimu. Apa kamu bisa menjemputnya sekarang? Hanya saja, jika malam saya akan menjemputnya pulang. Di malam hari, bisa diberikan ASIP saja bukan?” tanya Dokter Tendean lagi.

“Iya Dok, tidak apa-apa. Saya akan jemput putrinya Dokter sekarang yah,” balas Tama.

“Oke … kami tunggu yah. Saya akan share lokasi saya,” jawab Dokter Tendean dan mematikan teleponnya.

Tama segera berlari meninggalkan Mama Rina, membersihkan dirinya sebentar dan mengambil kunci mobilnya. “Mama, Tama jemput Ibu Susu baru untuk Citra dulu ya Ma? Titip Citra, Ma … bye.”

Rasanya Tama ingin cepat-cepat bergegas. Demi Citra, tentu semuanya akan dia lakukan. Jika sekadar menjemput si Ibu susu baru tidak menjadi masalah untuk Tama asalkan bayinya mendapatkan nutrisi yang tepat dan seimbang dari ASI yang dia dapatkan walaupun bukan dari Ibu kandungnya.

1
Deistya Nur
keren semangat terus dan ditunggu karya terbarunya ka 👍💪
Erina Munir
intinya...ada pelakor y thoor...klo ada pelakornya....yg jdi korbannya jngn jdi lemah atuh thoor...alananya hrs jdi kuat n tegas...enak itu bacanya
Erina Munir
tq outhooor.../Good//Good//Good/
Erina Munir
😭😭 jdi mellow
Erina Munir
kaan bnerr...apa ku bilang .. soalbya deket rmh sama sekolahnya chitra ibunya almarhm
Erina Munir
betuul bangeettt
Erina Munir
kejutaaan
Erina Munir
hahaaa jdi lucu yaa
Erina Munir
wiih Anaya bahagia bangeet ya...banyaknyg mensuport
Erina Munir
gaa usah pake baju dinas juga udh membara kalee thoor...😆😆😆😆
Erina Munir
bacsnya ssmpe deg degaan thoor hahaaa
Erina Munir
pokoknya paaliing....terbaik laah
Erina Munir
betul tuh...menjalin k keluargaan
Erina Munir
mengenang masa muda tpi yg indah2 aja yg sedihnya jngn...
Erina Munir
lycuu banget chitra...💕💕💕💕
Erina Munir
ada aja iklan 😆😆😆😆
Erina Munir
ketagian s opa....🤣🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
bruntung si opa dpt gadis yg masih tingting
Erina Munir
semoga ssmawa ya oma opa
Erina Munir
biasanya siih....adaa kan thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!