NovelToon NovelToon
Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.5
Nama Author: Susilawati_2393

"Menikahlah denganku!!" Edric menyeringai licik. Dia akan membuat gadis sombong ini bertekuk lutut padanya. Tidak boleh ada wanita yang berani menentang apa yang dia ucapkan kecuali sang mommy. Dan gadis di depannya ini sudah melakukannya. Edric tidak suka itu.

"Mimpi!!" Deandra berdecih dengan angkuh, "jangan harap aku mau menikah denganmu. Melihat wajahmu pun aku tidak sudi!!"

"Really?" Edric menautkan kedua alisnya, "dan kau pikir aku sudi menikah dengan gadis sombong sepertimu. Mau apa jadinya anak-anakku nanti." Edric tertawa meremehkan membuat Deandra kesal.

"Aku memang angkuh, tapi tidak perlu kau meremehkan anak-anak yang akan lahir dari rahimku nanti." Deandra langsung berdiri dan sebelum beranjak ia menyiramkan jus ke kepala Edric. Pria yang sedang tertawa itu mendadak menyimpan suara emasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susilawati_2393, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

“Selamat pagi Mr. Arrogant.” Sapa Deandra dengan riang saat Edric keluar dari kamar. Dan tentu saja mendapatkan tatapan bingung dari si pemilik apartemen.

“Kau kenapa, kesurupan?” Edric bergidik ngeri. Tidak biasanya Deandra tersenyum padanya, setelah kedapatan menangis tadi malam. Dan sekarang gadis yang berstatus sebagai istrinya itu bertingkah aneh.

Deandra menggeleng, “ayo sarapan.” Ajaknya berjalan lebih dulu ke ruang makan membuat Edric semakin curiga.

“Kau ingin meracuniku karena aku pulang malam?” tanya Edric, dia tidak ingin terjebak oleh makanan yang Deandra buat lagi.

“Oh itu,” Deandra tertawa. “Aku malah bahagia, itu artinya sebentar lagi kau akan menceraikanku. Tidak apa aku menyandang status janda muda.” Lanjutnya yang kembali tertawa.

“Kau tidak sakit hati?” tanya Edric dengan sedikit emosi. Dia berharap Deandra mengamuk karena mendapatkan fotonya bermesraan dengan Alice.

“Kau itu aneh, mana mungkin aku ini sakit hati.” Lagi-lagi Deandra tertawa. Tawa yang tidak pernah Edric lihat sebelumnya.

“Seperti halnya sadar diri sedang menumpang di apartemenmu, seperti itulah aku menanggapinya. Aku hanya sedang menumpang status sebagai istrimu, setelahnya kau akan mengusirku. Lalu untuk apa aku marah,” Deandra tersenyum manis memakan sandwich buatannya.

Setelah merenung pagi tadi ia terpikir untuk menghadapi Edric dengan cara berbeda. Kalau Edric marah maka dia akan tersenyum. Kalau Edric berteriak maka dia akan tertawa. Tidak ada gunanya menangisi nasibnya yang tidak beruntung ini. Dengan meratap justru akan semakin membuat dirinya tambah lelah.

“Dasar gadis gila!! Suami selingkuh malah bahagia.” Cerca Edric, Deandra hanya tersenyum menanggapinya. Usai sarapan dia langsung berangkat kuliah tanpa meminta tumpangan lagi. Ia cukup tahu diri posisinya di samping Edric.

Melihat Deandra yang sama sekali tidak cemburu pada Alice membuat Edric kesal. “Harusnya kau itu marah, karena aku pulang agar tidak menyakiti perasaanmu!”

Edric menarik napas berat, ada apa dengan dirinya ini. Lalu kenapa Deandra tadi malam menangis kalau bukan karenanya. Apa karena om-om itu yang sudah membuat Dea menangis. Mengingat itu membuat Edric semakin kesal.

*

*

*

“Hei pengantin baru kenapa melamun!!” Sari menepuk punggung temannya yang sedang melamun di kantin. Membuat Deandra terkejut dan refleks berteriak.

“Sariii, kau mengagetkanku!!” Kesal Deandra. Untung mereka tidak sedang berada di kelas. Gadis itu hanya tersenyum tipis saat menjadi pusat perhatian tapi matanya melotot tajam pada Sari yang duduk di sampingnya.

“Jelas kau kaget karena melamun, kalau tidak melamun pasti mendengar aku panggil dari tadi.” Ucap Sari jengkel.

“Hm,” Deandra hanya menanggapi ocehan temannya dengan deheman.

“Kau ini kenapa, ingin menyaingi Nissa Sabyan.” Ketus Sari yang merasa tidak dihiraukan sejak tadi.

“Siapa itu Nissa Sabyan?” tanya Dea bingung.

“Kau tidak mengenalnya?” Sari balik bertanya. Di jaman modern seperti ini masih ada yang tidak mengenal artis yang populer dengan lagu religinya itu.

Deandra menggeleng, “emang ada lagi selain limbad yang puasa bicara?” tanyanya spontan.

Sari menepuk jidat merasa frustasi. “Kau ini hidup di jaman apa sih, sampai tidak kenal artis Nissa Sabyan?” Seru Sari semakin kesal.

“Aku hidup di jaman Siti Nurbaya makanya di jodohkan,” celetuk Deandra membuat sang teman jadi merasa bersalah.

“Kau ada masalah?” tanya Sari yang jadi merasa kasihan pada temannya.

“Bukankah semua yang hidup ini memiliki masalah?” Deandra menghela napas panjang.

“Suami tampanmu itu menyakitimu?” selidik Sari.

“Tampan,” Deandra tertawa kecil. “Andai sikapnya setampan wajahnya.” Tanpa sadar gadis itu memuji Edric.

“Jadi kau memuji Edric tampan?” Goda Sari sambil menyenggol-nyenggol bahu Deandra.

Si empunya menggeleng, “aku hanya mengatakan andai sikapnya setampan wajahnya. Tidak ada memujinya,” jelas Deandra.

“Itu sama saja!!” Sari berdecak kesal, berbicara dengan temannya yang satu ini membutuhkan kesabaran ekstra. “Jadi dia kenapa?” tanyanya kepo.

Deandra menarik napas berat, menceritakan perihal foto yang dikirimkan Edric tadi malam.

“Astaga belum pernah di ulek pakai ulekan itu laki!!” Seru Sari emosi dengan suara keras.

Deandra yang mendengar sampai menutup kuping. Dalam hatinya meringis karena orang-orang kembali menatap ke arah meja mereka. “Kenapa kau yang marah?”

“Kau tidak marah?” tanya Sari masih emosi setelah mendengar cerita temannya. Deandra menggelengkan kepala.

“Dasar suami istri edan!” Seloroh Sari, istri macam apa yang tidak cemburu melihat suaminya bersama perempuan lain.

“Tadi Edric mengataiku gila, sekarang kau juga mengataiku edan.” Rengut Deandra.

“Sorry, bercanda.” Sari tersenyum mengusap-usap bahu Deandra. Dia yakin walau temannya ini tidak marah pasti hatinya terluka.

“Baby,” panggil seseorang yang suaranya sangat Dea kenal.

Deandra dan Sari menoleh ke arah suara. “Siapa dia?” tanya Sari pelan.

Deandra tidak menjawab, fokus pada objek yang ditatapnya. “Om kenapa kesini?”

“Ikut Om,” Azmi mengulurkan tangan. Deandra menurut saja daripada nanti semakin menjadi pusat perhatian.

“Sari absenkan oke. Ini buat bayar minumanku.” Deandra mengedipkan mata kemudian mengeluarkan lima lembar uang berwarna merah sebagai uang tutup mulut. Tentu saja Sari tidak menolak, langsung mengacungkan jempol dengan tersenyum cerah.

1
hauraanna
fedofil sialann
mimma
Luar biasa
Trisna Elisha
yg cowok nya dan yg cewek plinplan ya
Risma Eandless
Lumayan
RossyNara
si edrik kna tipu sahabat sama pacarnya. kasian
nanasilly🍁🌼
dea jail ny puwooll
nanasilly🍁🌼
nyesekkk,,,dea lu bnr³ memprihatinkn
SLina
tinggalkan laki2 labil
Kamila Mbox'e Nata
bagus
Mira Zalianti
🥰🥰
hauraanna
deandra pick me girl
Jeroanggun
Kamu terlalu kasar Mr arrogant 👊
chaaa
sampe sini udh bisa d simpulkan..yg jatuh cinta dluan siapa, yg bucin dluan siapa, yg bakalan sering sakit hati dan patah hati siapa. padahal berharap nya si laki yg dluan cinta dan bucin. karna dr awal baca suka dg karakter tokoh cewek nya keknya tegas dan arogan, sulit jatuh cinta jadi bisa bikin si laki takluk.eh ternyata...
Nuri Maulidia
Kecewa
hauraanna
karakter orang² di sini pada pick me anjir🗿
Mamake Zahra
pasti banyak mata mata
Indri Sukawati
😂😂😂😂rasain tuh...
aynaaa
huuuuu.
Li Xian LinLu
Krn kbodohan n ke egoisanmu JD gini,sklian ga usah brjdoh dngn Ron ,Elle lebay JD cwe
Li Xian LinLu
kayakny saya i deh yg dtg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!