Sanaya Angelina Franca harus terpaksa menikah dengan David Jonathan menggantikan kakanya yang mati karena sebuah kecelakaan.
Padahal Sanaya sudah memiliki seorang kekasih yang sangat Sanaya cintai tapi demi nama baik keluarganya ia terpaksa menerima pernikahan ini.
Derita dan perkelahian datang melanda sili berganti dalam rumah tangga David dan Sanaya karena David belum menerima Sanaya sebagai istrinya pasalnya David masih mencintai Anaya saudara kembar Sanaya.
" Apa kamu pikir hanya kamu yang tersiksa di sini Tuan David, lihat lah saya, hati saya masa depan saya banyak yang saya korbankan demi keluarga saya dan kamu pikir hanya kamu yang tersiksa, " ucap Sanaya lantang dengan tatapan marah pada David.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 " ik hou Van je' ( aku mencintaimu)
" apa kak David menantang ku...?,"
ucap Sanaya menatap mata maniak David hingga pandangan mereka bertemu.
David memandang mata Sanaya seakan terpikat dengan tatapannya, tatapan yang seakan ia cari dari Anaya namun tak dapat ia temui selama mereka berhubungan.
Sanaya tersenyum miring melihat David tertegun dan segera menjauh dari David.
" Siapa kau sebenarnya,?" tanya David memandang ke arah Sanaya.
" Aku Sanaya kak David ," jawab Sanaya duduk di samping David dengan wajah tenang namun sebenarnya ia juga sangat grogi saat wajahnya dan wajah David mendekat seperti itu.
" Apa dia berbohong, aku tau tatapan mata itu milik siapa ," batin David.
" Kenapa kak David diam, bukankah kak David tadi yang bilang belum melaksanakan tugas ku sebagai seorang istri, menatapku saja seperti itu kak David tidak bisa berkutik," ujar Sanaya berdiri menuju ke sofa namun langkahnya terhenti saat David mengangkat bicara.
" aku bukannya tidak berkutik hanya saja aku membenci wajah itu, wajah yang telah membunuh orang yang ku cintai ," ucap dingin tak menatap Sanaya.
Sanaya mendengar perkataan David hanya bisa menahan air matanya sambil mengigit kecil bibir bawah Sanaya, ia berbalik dan menatap David dengan memaksakan senyumnya.
" apa kau harus selalu mengulang perkataan itu untuk menyudutkan diriku," ucap Senayan memandang David dengan dingin.
" aku tidak menyudutkan mu hanya aku mengingatkan kesalahan yang pernah kau perbuat," balas David yang tak kalah dingin.
" kau mengingat kan ku pada satu filem yang pernah ku nonton dan kata yang paling aku sukai sangat pas untuk dirimu kak David" ujar Sanaya menatap David .
David mendengar ucapan Sanaya langsung menatap mata Sanaya dari jarak yang lumayan jauh dari dirinya namun David bisa tau Sanaya sedang menahan air matanya yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.
" kita tak tau dan tak pernah pasti tau hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak di turuti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu ," ucap Sanaya segera mengambil tasnya dan keluar dari kamar David sambil menghapus air matanya yang lolos dari susut matanya.
" sudah kuduga ," batin David tersenyum miring melihat kepergian Sanaya.
Sanaya berjalan sepanjang lorong rumah sakit sambil menitihkan air matanya, ia benar-benar sakit saat mengingat perkataan David seakan kematian Anaya semua kesalahan Sanaya.
" apakah setelah kau mengetahui kebenarannya kau akan tetap sama seperti ini pada ku ," batin Sanaya
"Niets is erger dan jezelf verliezen (tidak ada yang lebih sedih daripada kehilangan dirimu)," Gumam Sanaya menahan sesak di dadanya.
...****************...
William yang baru datang dari luar kota mendengar David masuk rumah sakit setibanya di bandara William langsung menuju ke rumah sakit untuk mengecek kondisi David.
ceklek...
pintu ruangan David terbuka membuat David menoleh kearah William masuk.
", apa kau baru tiba ,?" tanya David dengan cepat William langsung menghampirinya.
", setibanya di bandara saya langsung menuju ke sini tuan ," balas William.
" jangan memanggil ku seperti itu kalau kita sedang berdua ," ujar David berdiri tegak menghadap ke luar jendela.
" baiklah dan tugas yang mau berikan pada ku sudah aku selesaikan semuanya," ucap William mulai mendekat ke arah samping David.
" bagus, kirim semua berkasnya pada ku," pinta David membuat William mengangguk sambil tersenyum simpul.
" aku tidak percaya akan seperti ini kisah cinta kamu agak rumit untuk di mengerti," kata William melirik ke arah David.
" benar apa yang kau katakan sangat rumit sampai aku salah untuk menilai kebenarannya," jawab David menundukkan kepalanya sambil tersenyum sinis.
ceklek...
saat William dan David sedang asik berbincang tiba-tiba pintu ruangan David terbuka dan menampakan seorang wanita yang tersenyum pada mereka berdua.
" Hai kak David, kak William ," sapa wanita itu langkah mendekat ke arah David dan William.
" kenapa kau berada di sini ,?" tanya David dengan sinis menatap wanita itu.
" aku kesini untuk menjenguk kak David, aku dengar kak David jatuh sakit dan langsung kemari ," balas wanita tadi melemparkan senyum ke arah David.
" aku tidak butuh perhatian mu pada ku, lebih kau keluar dari pada membuat sakit ku lebih parah," ujar David membuat wanita tadi langsung terdiam menahan emosi.
" aku tidak akan pergi, kau membutuhkan orang untuk merawat mu dan aku tau adenya Anaya yang gak tau diri itu pasti gak urusin kak David kan ...!," ucap wanita itu membuat David berbalik menatapnya dengan rahangnya yang sudah mengeras.
" jangan berani untuk menghina Sanaya atau kamu benar-benar akan tau akibatnya Della ," ujar David menatap Della dengan mata yang mulai menyala karena menghina Sanaya.
Della yang mendengar hal itu membuat ia benar-benar emosi, selama ini Della menunggu David putus dengan Anaya berbagai cara ia lakukan namun hasilnya tetap nihil, Devan dan Anaya tidak bisa di pisahkan.
hingga suatu hari Della mendengar kabar kematian Anaya, benar-benar membuat hati Della bahagia karena ia bisa memiliki David seutuhnya namun harapan Della musnah saat mendengar David menikah Sanaya adik kembar dari Anaya.
" kalau begitu Della pulang, semoga cepat sembuh kak David ," pamit Della lalu segera keluar dari ruangan David.
" kenapa wanita itu selalu berada di dekat ku, benar-benar membuat ku sangat tidak nyaman ," ungkap David, ia benar-benar muak melihat Della yang sok polos padahal ia sudah tidak lagi virgin sering melayani banyak pria bertahta untuk kepuasan hasrat mereka.
" anggap saja ia serangga yang hanya lewat, jangan terlalu memperdulikan nya ," balas William menepuk pundak David dengan pelan.
mereka berdua pun kembali mengobrol bersama mengenai perusahaan yang akan mengadakan proyek baru yang begitu besar.
...***************...
malam harinya Sanaya ternyata masih setia menemani David walau sudah di hina begitu oleh David tak membuat Sanaya luntur untuk tidak mempedulikan David.
David memperhatikan gerak gerik Sanaya yang mengurusnya dari mengganti pakaian David, menyentuh setiap inci tubuh David yang begitu indah dengan perut kotak-kotak yang mengunggah selera.
Sanaya juga memberikan David makan, ia menyuapi nya dengan talent membuat David begitu nyaman dengan perlakuan Sanaya.
" sudah selesai waktunya bagi mu untuk istirahat" pinta Sanaya mulai menarik selimut David dan merapikannya di atas tubuh David.
" kamu masih berani menunjukkan wajah mu walau sudah ku peringati berapa kali ," ucap David menatap Sanaya dengan datar.
" aku hanya melakukan kewajiban ku sebagai istri mu dengan baik ," balas Sanaya dengan enteng setelah merapikan selimut untuk David Sanaya segera pergi menuju sofa untuk tidur namun langkah Sanaya terhenti saat tangan kekar milik David menahannya.
" kamu mau kemana ,?" tanya David.
" aku ingin tidur," jawab Sanaya dengan jantung yang berdetak tak karuan saat David menyentuhnya seperti ini.
dengan satu hentakan David menarik tangan Sanaya hingga Sanya berbalik dan jatuh di badan kekar milik David.
" bisa sebentar saja seperti ini," pinta David membuat Sanaya tak bisa berkutik.
" aku rindu, rindu sekali pada mu, Ik houd Van je' ( aku mencintaimu) ," lirih David membuat jantung Sanaya benar-benar tidak beraturan hingga Devan melepaskan pelukannya dan menatap mata Sanaya membuat pandangan mereka bertemu.
" Ik houd Van je' Anaya ( aku mencintaimu Anaya ) ," lirih David.
ampuh membuat Sanaya membulatkan matanya saat David mengatakan hal seperti itu, jantung Sanaya saat ini benar-benar tak beraturan.
" apa maksud kak David ,?" tanya Sanaya.
Bersambung...
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
lanjut kak🙏