Larisa Nicolas a.k.a. Larisa pemilik S'V Company perusahaan terkaya no.1 di dunia. Larisa adalah seorang leader dari Blood Sweet yang disegani dan ditakuti diseluruh dunia dan sering disebut sebagai Queen of racing yang terkenal dimana-mana. Larisa tinggal bersama Oma dan Opanya yang ada di Korea, ia juga memiliki sahabat yang memiliki sifat berbeda-beda. Larisa juga sering disebut dengan Ice Queen memiliki sifat yang dingin,cuek dan kejam. Larisa memiliki tiga kepribadian ganda, pertama Axcel kepribadian yang bersifat seperti iblis dia akan membunuh siapa saja tanpa pandang bulu meskipun perempuan atau laki-laki dia akan tetap membunuh orang yang menghalanginya, kedua Angel dia memiliki nama yang artinya malaikat tapi dia bukan malaikat dia adalah seorang iblis dia akan membunuh orang yang mengganggunya tapi sifat Angel tidak seperti Axcel yang sangat kejam dia masih memiliki hati yang baik dan terakhir adalah Zee kepribadian Larisa yang terakhir ini memiliki sifat yang tomboy, baik dan kadang-kadang dia itu jail tapi bila dia sedang marah dia akan menjadi monster yang menyeramkan.
Jangan lupa follow✨
Vote✨
And comment✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adisa Argani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17 ~Berubah~
Author's POV.
Matahari terbit dari ufuk timur dan menyinari dunia dengan cahaya, menghangatkan semua makhluk hidup yang ada didunia ini. Seorang gadis cantik sedang terlelap sebelum ia terbangun dari tidurnya karena suara alarm yang mengganggunya.
"Hoom....jam berapa sih" Gumam Larisa dan setelah itu ia langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi.
Saat selesai melakukan ritual mandi ia baru menyadari bahwa selama ia bangun tidur tidak ada Steven disampingnya dan itu membuatnya sedikit sedih tapi langsung ia tepis pikiran itu dan mencoba untuk berpikir positif mungkin saja Steven sudah berangkat pagi² karena ada urusan penting mungkin?.
Setelah melakukan sarapan sendiri karena ia bangun kesiangan Larisa langsung berangkat ke sekolah tapi ia merasa ada yang kurang mungkin karena sering bersama Steven ya?
Setelah sampai disekolah Larisa buru² menuju kekelas dan melihat ada sahabat²nya jangan lupa bersama pasangannya tapi tidak ada Steven disitu terus dimana Steven?, tanpa pikir panjang ia langsung menuju ke bangkunya dan bergabung dengan yang lain.
"Ris mana Steven kok gak ada sama lo? ada masalah?" Tanya Andhini dan langsung disetujui oleh yang lain.
"Gpp kok gak ada masalah" Jawab Larisa sambil tersenyum. Setelah itu pelajaran dimulai dan kelas pun terlihat sunyi saat guru datang.
Author's POV end.
💐💐💐💐
Steven POV.
10.00 a.m.
Saat ini gue gak sekolah cuman gara² nenek lampir ini doang dan disini lah gue didalam mall cuman nemenin dia belanja dan parahnya lagi gue yang disuruh bayar dia kira gue om² yang uangnya banyak?! bukan siapa² tapi belagu bener.
"Yaang ayo kita makan aku laper" Ucapnya dan sedikit dibuat mendesah ' kayak menggoda gitu lo guys ' sedangkan gue yang denger suaranya pengen gue tonjok aja nih orang dan gue pun terpaksa mengiyakan ajakan dia, saat ini gue ada di restoran sama nenek lampir ini.
"Selamat siang mas,mbak bisa saya bantu" Ucap seorang pelayan laki² dengan sopan.
"Hmm gue mau pesen tenderloin steaknya 1 sama matcha lattenya 1 terus kamu mau pesan apa Ven?" Tanya Davina Ke gue.
"Samain aja" Ucap gue dengan padat dan jelas.
"Oh ya udah mas tenderloin steaknya 2 matcha lattenya 2" Ucapnya kepada pelayanan tersebut.
"Ditunggu yah mas,mbak pesanannya" Ucap pelayanan tersebut setelah itu pergi.
"Steven?" Ucap seseorang dari arah belakang dan saat gue lihat ke belakang......
💔💔💔💔
Setelah pulang sekolah gue gak pulang ke Mansion dulu karena gue mau beli baju sama sepatu jadi disini lah gue didalam mall. Selama perjalanan ke mall gue selalu kepikiran sama Steven dari gue bangun tidur sampai disekolah digak ada sama sekali, akhirnya gue sampai didalam mall.
"Enaknya kemana dulu ya? makan atau belanja dulu hmm....makan aja deh" Setelah beberapa menit berfikir gue pun pergi ke restoran terdekat buat ngisi perut gue. Saat gue udah sampai didalam restoran gue cari tempat duduk yang pas setelah itu datang seorang pelayan.
"Permisi kak mau pesan apa ya?" Tanya pelayan tersebut dengan sopan.
"Hmm.... spaghetti carbonaranya 1 sama minuman blue ocean 1 udah cuman itu aja" Ucapku sambil tersenyum ramah kepada pelayanannya bukan senyum menggoda lo guys garis bawahi menggoda nya.
"Ditunggu yah kak pesanannya" Ucap pelayanan tersebut setelah itu pergi, setelah kepergian pelayan tersebut gue ngambil hp dan lihat apa ada notif dihp gue apa gak dan hasilnya nihil gak ada apa lagi Steven dia gak ngechat gue satu kata buat dia berubah, saat gue melihat sekeliling tanpa gue sadar mata gue mengarah ke dua sejoli yang tengah duduk berdua didekat jendela.
"Apa itu beneran Steven tapi kenapa dia kok gak ngomong kalau dia bakal keluar sama Davina apa lagi dia juga mantan pacarnya" Ucapku sambil melihat kedua sejoli tersebut.
Pasti kalian heran kenap gue bisa tau kalau itu Davina ya karena gue minta bantuan sama anak buah gue untuk cari tau siapa itu Davina dan ya akhirnya gue tau siapa itu Davina masak kalian gak tau kalau gue itu ketua dari blood sweet, semua hal pasti bakal gue tau walaupun itu disembunyikan gue bakal tau.
"Apa sesakit inikah? kenapa gue gak pernah bahagia walau hanya sebentar saja apa ini memang takdir gue? tapi mengapa harus menyakitkan" Ucapku sambil tersenyum lirih dan tanpa gue sadar air mata gue jatuh dengan derasnya akhirnya cepet² gue hapus nih air mata sialan dan entah kenapa gue pergi ke tempat duduk mereka berdua padahal gue mau pergi dari sini.
"Steven?" Tiba² entah dari dorongan mana gue manggil nama dia dan karena suara gue dia menoleh kearah gue dan gue dapat melihat raut wajahnya yang kelihatan kaget dan tegang.
"Larisa? kamu ngapain disini?" Ucapnya sambil berdiri dan berusaha mencari alasan agar gue percaya tapi maaf gue gak bakal percaya sama seorang munafik!.
"Seharusnya aku tanya sama kamu ngapain kamu disini terus juga kenapa kamu gak sekolah? apa gara² wanita itu kamu kayak gini?!" Ucap gue dengan emosi mengembun-embun.
"A a aku mau makan lah terus ya mau ngapain lagi" Ucapnya dengan nada tergagap-gagap.
"Udah lah percuma aku percaya sama seorang pembohong dan satu hal yang harus kamu tau aku gak bakal pernah percaya sama seorang pembohong dan selamanya aku gak akan pernah percaya!!" Ucap gue setelah itu ninggalin ini mall ketempat parkiran untuk ngambil mobil gue setelah itu gue langsung pulang ke Mansion.
Stevani POV end.
TBC.
Datang dengan cinta dan pergi dengan luka: ) - Larisa Nicoles
Maaf telah membuat luka baru dihatimu: ( - Steven Gerrard
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊
maaf kalau salah/kurang teliti baca tapi kayaknya emang orang yang baik semua nya sih itu visualnya✌️
bener atau salah yha Thor😁✌️