bacanya dari awal sampai akhirnya ya biar gak salah faham sama ceritanya😌
Vans pria kejam dipertemukan dengan Zahira seorang wanita yang dia anggap hanya sebagai pelacur yang dijual oleh keluarganya.
Tapi sedikitpun dia tak pernah anggap Zahira sebagai istrinya melainkan pembantu ( art )
Pernikahan yang di idamamkan oleh banyak wanita dengan seorang pangeran tampan sabar dan hubungan harmonis tidak didapatkan oleh Zahira.
Bak tinggal dineraka Zahira sedikitpun tak pernah merasakan apa itu cinta dari pernikahannya.
bagaimana kisah kehidupan mereka selanjutnya apakah akan tumbuh rasa cinta antara mereka ?
atau justru perpisahan akhir dari kisah cinta mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea alexia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masa lalu
12 preman datang dengan membawa senjata tujuannya untuk merampok sepasang sejoli yang memiliki lumayan harta. dan hidup berdua tanpa menikah.
Seorang lelaki dan perempuan disekap tanpa makan dan minum.
" Tuan tolong saya akan berikan harta saya tapi jangan sakiti istri dan anakku " ucap seorang pria
" Kalian harus tiada jika tidak kalian akan lapor polisi " tegas seorang pria bertopeng
" Tidak jangan kami punya anak tuan kasihanilah kami " ucap wanita itu
Dor..
senapan melesat ke arah dua sejoli itu dan nyawa mereka melayang seorang anak berusia 10 tahun berteriak memanggil orang tuanya.
" Ibu. Ayah " teriak Zahira dan penjahat itu pergi dengan membawa harta mereka.
...Mimpi...
" Ibu ayah " teriak Zahira yang bermimpi buruk
Melihat Vans tertidur di kursi Zahira pun menodongkan pistol ke arah Vans dengan penuh amarah tapi sulit untuk Zahira membunuh orang karna dia bukan penjahat.
Terbangun dan melihat Zahira mengarahkan pistol ke arahnya Vans pun menarik Zahira dan Zahira jatuh ke dalam pelukannya.
" Jika mau membunuh ku setidaknya tunggu aku bangun Zahira Maira " ucap Vans sambil mencium bibir Zahira
Tak menjawab Zahira langsung bangun dan kembali menodongkan pistol ke arah Vans
" Ayo tembak " ucap Vans sambil berdiri dan menutup matanya
Tiba tiba tangan Zahira gemetar dan Zahira mulai menangis dan menjatuhkan pistolnya.
" Tembak kenapa gak jadi " tanya Vans sambil memberikan pistol itu kepada Zahira
" Kamu hanya diam karna kamu mencintai ku Zahira. Saat umur ku 14 tahun ayah meninggal dan aku depresi Aku emang beda dengan Arav dia bisa hidup tanpa ayah tapi aku tidak tanpa ayah aku menjadi gila Zahira " ucap Vans menceritakan masa lalunya.
" Gila lalu bunuh orang " ketus Zahira
" Aku kabur dari rumah 1 Tahun lalu seorang pria merawat dan membimbingku seperti preman, memberiku narkoba merusak jiwa ku " jelas Vans sambil menghapus air matanya
" Anak 14 tahun polos kah? kenapa mau di ajarin hal buruk " tegas Zahira sambil menatap Vans penuh ke bencian
" Aku terhipnotis oleh kasih sayang mereka 1 tahun kemudian aku pulang dan sifat ku jadi seperti ini. Aku ingin berhenti meminum tarmadol ini kamu tau " ucap Vans sambil Melempar obat terlarang ke lantai
" Trus kenapa masih di minum buang itu setiap manusia bisa berubah " ucap Zahira
" Tak semudah itu. Aku sudah muak tolong tembak aku, ku mohon " ucap Vans sambil memberikan pistol kepada Zahira
" Aku ingin sendiri tolong tinggalkan aku. ku mohon " ucap Zahira dan menjauhi Vans. Vans pergi dari rumah
Maaf ibu maaf ayah aku gak bisa balas dendam aku mencintainya. Ntah kenapa aku bisa mencintai kriminal seperti dia.
Cinta ini membuatku lemah, maaf Zahira gak bisa balas dendam untukmu.
Dia suami ku dan ke jahatan itu sudah lama jauh sebelum aku mengenalnya.
Tapi aku tetap tak bisa memaafkannya ibu ayah karna dosanya sangat besar.
...****...
" Makanlah " ucap Vans sambil memberikan makanan kepada Zahira
" Gamau " tolak Zahira sambil menjauh dari Vans
" Ya sudah aku juga gamau makan " ucap Vans yang memang dia juga belum makan
" Boda amat " ketus Zahira
" Hukum aku jangan hukum dirimu Zahira aku yang salah " ucap Vans
" Males gamau jadi Allah hanya dia yang pantas hukum kamu " ucap Zahira sambil menghapus air matanya
" Ya udah aku akan hukum diriku sendiri jangan cari aku " ucap Vans sambil pergi dari kamar Zahira.
Apa yang di maksud menghukum diri sendiri semoga dia tidak berbuat hal gila ya Allah.
setidaknya kamu tak perlu melayani laki² hidung belang diluar sana😣😣