NovelToon NovelToon
Transmigrasi menjadi Putri Abu

Transmigrasi menjadi Putri Abu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Balas dendam. / Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: bantalguling

Tahap Revisi

Tentang Vyolla, seorang gadis barbar yang dipaksa masuk ke dalam karakter Putri, sosok protagonis wanita di dalam novel yang selalu ia rutuki nan hina-hina..



📢 Novel pertamaku ini ceritanya ringan dengan protagonis yang anti menye-menye 🔥💪

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bantalguling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata, Benar Kamu

Kejadian absurd tadi pagi, sama-sama dianggap tak pernah terjadi oleh Bagas maupun Vyolla. Bagas yang tak tahu bahwa Vyolla hanya mengerjainya saja, memilih untuk tidak menanyakan hal memalukan tersebut. Dan Vyolla yang takut terkena pasal pelecehan sek*sual itupun, akhirnya memutuskan untuk berpura-pura tak tahu dengan tragedi burungnya Bagas.

"Duh Pak, kok safety belt nya susah lepas sih," rengek Vyolla dengan terus berusaha melepaskannya.

"Drakor banget sih Put," jawab Bagas tak percaya.

"Beneran Pak." Vyolla kembali berjerih payah melepas sabuk pengaman yang mengukung dirinya dengan posesif, "tuh, nggak bisa."

"Bohong nggak nih? Saya nggak mau kejebak terus sama keisengan kamu."

"Suudzon lebih berdosa daripada tidak suudzon Pak."

"Hmmm."

Sedikit curiga, Bagas akhirnya tetap menolong Vyolla yang terlihat benar-benar kesusahan. "Kan, jail."

Cuppp

Bagas yang kaget karena mendapat kecupan singkat di pipinya, langsung melihat lurus kearah Vyolla. Manik mata mereka yang kini beradu, membuat Bagas dan Vyolla sama-sama terdiam menikmati semburat pesona yang terlihat jelas dari netra mata keduanya. Dan seakan tertarik oleh magnet dari indera penglihat Vyolla, dengan sadar Bagas terus mendekat menghilangkan jarak antara wajah Vyolla dan dirinya.

"Drakor banget yah Pak, he-he-he."

Mimik muka Bagas yang seketika berubah jadi kesal, membuat Vyolla tak kuasa menahan lagi hasrat untuk menertawakan laki-laki malangnya.

"Tauk."

"Hahahaha."

"Kamu tuh... Ih!"

Lagi-lagi Bagas dibuat dongkol dengan ulah Vyolla yang selalu berhasil menjailinya. Seperti sekarang, Vyolla yang berpura-pura kesulitan melepas safety beltnya, hanyalah kamuflase belaka. Karena yang sebenarnya terjadi adalah, Vyolla hanya ingin menggoda Bagas dengan melakukan adegan di drama-drama yang biasanya akan berakhir dengan ciuman dan lu*matan basah.

"Tadi ngucapin drakor bangetnya sambil ngeledek. Tapi kok... adegannya malah diikutin juga, Pak. Hihihi."

"Tadi pas saya lepasin safety belt, tangan kamu sudah berjaga di reclining seat yah?"

"He-eum. Hahahaha."

"Pantes, pas bibir saya hampir nempel, senderan jok mobilnya tiba-tiba ke belakang."

"Hahahaha." Vyolla mencoba menahan diri untuk tidak tertawa lagi. "Mmm, saya masuk dulu yah Pak. Makasih udah nganterin sampai rumah."

"Iyah sama-sama."

"Tulus yah Pak."

"Iyah, tulus."

"Dih, siapa yang nanyain Bapak tulus atau enggak?"

"Lah, tadi?"

"Maksud saya, Tulus tuh hati-hati di jalan. Kan lagu terbaru Tulus, judulnya itu."

"........................."

Vyolla keluar dari mobil seraya tertawa yang terdengar renyah di telinga Bagas.

"Yaa Allah, gemes bangetttttt." Bagas mencengkeram stir mobil dengan kuat, sangking gregetan nya.

"Heh, kok lo nggak ngajak dia mampir dulu sih?" bisik Lani, ketika Vyolla berjalan mendekat kearahnya.

"Ohhh, itu, dia ada urusan lain."

"Eh, sini, sini dulu." Lani menarik badan Vyolla agar semakin dekat dengannya.

"Hmm."

"Lo udah ngomongin apa aja tentang gue ke dia? Ngomongin yang baik-baik kan?"

"Iyah, aman."

"Ya ngomongin apa aja, gue mau tahu."

"Pokoknya yang baik-baik."

"Ya apa?"

"Lo itu rajin, karena suka bantuin Ibu di rumah. Terus lo itu baik banget sebagai adik. Dan dia bilang, wahhh baik banget yah adik kamu. Gitu."

"Seriusan?"

"Iyah. Dia tuh suka sama cewek yang pekerja keras. Jadi pas tahu lo suka bantu-bantu dirumah, dia jadi tertarik gitu deh sama lo."

Lani yang bahagia dengan karangan cerita dari Vyolla, tanpa sadar memeluk kakak tirinya itu dengan erat.

'Lo tuh sebenernya manis Lan. Cuma sayang, salah didikan,' ucap Vyolla dalam hati sembari membalas pelukan adik semata wayang Putri.

...****************...

"Hah.. hah.. hah.."

Malam ini adalah malam ketiga kalinya Vyolla mendengar tangisan pilu itu. Dan sekarang, suaranya semakin jelas dirasakan oleh Vyolla.

"Sekarang gue yakin, lo orangnya." Vyolla meminum air putih yang berada di atas nakas meja. "Tapi, kenapa lo?"

"Vyo~"

"Uhuk.. uhuk.." Vyolla tersedak karena kaget dengan datangnya Cherry yang sudah lama tak pernah muncul.

"Eh, eh, sorry sorry Vyo, aku nggak sengaja bikin kamu kaget."

"Cher! Lo kemana aja, ya ampun. Lo baik-baik aja kan?” tanya Vyolla sambil menggenggam tangan Cherry dengan erat.

"Baik kok Vyo." Cherry membalas genggaman tangan Vyolla. "Kemarin aku tuh habis ketemu sama Beliau, dan Beliau ngajak aku sekalian ke dunia kita dulu."

Vyolla mengernyitkan dahi. "Beliau?"

"Iyah, Beliau. Emang aku belum cerita yah sama kamu, tentang Beliau?"

Vyolla menggeleng dengan cepat.

Cherry menghembuskan napas pelan. Ia melepaskan genggaman tangan Vyolla dan lalu membawa guling yang akan ia simpan di atas paha. "Mm, kamu percaya nggak, tentang Tuhan yang ngasih kesempatan untuk hamba-Nya, supaya menyelesaikan masalah pentingnya dahulu sebelum meninggal dunia?"

Vyolla tampak berpikir sejenak, dan kemudian setengah mengangguk.

"Nah, hal itu yang aku alami sekarang Vyo." Cherry tersenyum lebar. "Memangnya, kamu nggak aneh apa, dengan aku yang bisa bawa kamu kesini? Dan kenapa juga novelku yang hanya sebuah tulisan itu, tapi nyatanya bisa dimasukin kita berdua?"

Vyolla diam.

"Semua ini karena aku meminta kepada Tuhan, untuk mewujudkan permohonan ku, yang ingin merubah dahulu karakter Putri sebelum aku meninggal."

Vyolla masih enggan untuk menyanggah.

"Aku pernah cerita kan sebelumnya sama kamu, kalau aku nggak sengaja nabrak kamu itu, karena aku sedang depresi dengan banyaknya komentar negatif yang diberikan para pembaca untuk Putri?"

Vyolla mengangguk.

"Nah, saat aku ada di tempat yang kata kamu Afrika itu, aku ketemu sama sosok bapak paruh baya yang sekarang aku panggil dia dengan sebutan Beliau. Kenapa aku panggil dia Beliau? Karena Beliau nggak pernah ngasih tahu siapa dia sama aku. Beliau cuma bilang, bahwa Beliau akan membantu untuk mewujudkan permohonanku sesuai dengan perintah Tuhan. Dan ya, sekarang kita ada di sini itu karena bantuan beliau, bukan aku."

"Hmm. Jadi, yg treuk treuk itu cuma pura-pura doang?" Vyolla menirukan jentikan jari jari Cherry ketika mereka akan masuk ke dalam dunia novel Putri. "Yang sebenarnya mindahin kita itu, ternyata Beliau?"

"He-he-he. Kan biar keren Vyo."

"Ih, apaan sih."

"Hahaha. Mm, thanks yah Vyo."

"Hm?"

"Mungkin ini jalan dari Tuhan untuk mewujudkan permohonanku. Tuhan menemukanku dengan kamu yang sudah tahu jalan cerita novelnya."

"Ohhh. Iyah, sama-sama. Gue juga seneng kok masuk ke dunia novel lo. Banyak kejadian waw!"

Cherry menatap Vyolla penuh selidik. Wajah Vyolla yang penuh ekspresif, membuat Cherry menjadi curiga. "Hayoh, selama aku nggak ada, kamu udah ngapain aja sama si Bagas?"

"Apaan, nggak ada apa-apa!"

Wajah Vyolla berubah panik, dan itu membuat Cherry semakin ragu.

"Oiyah, lo mampir dulu nggak, ke ruangan gue?" Vyolla mengalihkan pembicaraan.

"Mampir, dan aku ngelihat bos kamu yang lagi nangis di sebelah badan kamu!" Cherry begitu semangat saat membicarakan masalah Agiyassa.

"Oyah? Kan, benerrrr."

"Bener apa?"

"Tadi tangisan itu dateng lagi di mimpi gue. Tangisannya sekarang semakin jelas. Dan gue yakin itu suara dia. Tuh kan, ternyata beneran dia, kan."

"Ohhh. Dia beneran kelihatan sedih banget loh Vyo. Terus aku dengar dia minta maaf-minta maaf gitu deh sama kamu."

"Minta maaf?"

"Iyah. Tapi aku nggak tahu dia minta maaf nya buat apa. Soalnya dia nggak ngomong apa-apa sih selain kata maaf."

"Ummm."

"Oiyah. Tadi beliau ngomong sama aku, semakin banyak bab yang udah kamu lewati, semakin jelas juga suara-suara yang akan kamu dengar saat orang-orang berbicara di dekat raga kamu."

"............................"

"Tinggal 11 bab lagi Vyo. Ciayo!"

1
Dede Mila
mampir
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
moonmaker
semangat berkarya kak!
Imarin
Salam kenal kak..
aku mampir ya baca, like dan coment. Mampir juga baca novel q yuk..
ZaeV92
semangat Kakak 😘😘😘
ZaeV92
Hadir kak🤗🤗
Untaian Fiksi(Hiatus)
🤣🤣🤣 makan dah tu hantu
👋🏻 emak chimon 🐣: xixixiiixxxxxi
total 1 replies
Husna_az
masih penasaran
Husna_az
akibat terlalu emosi sampai salah kamar 🤣🤣🤣
👋🏻 emak chimon 🐣: maklum kak, anak magang, belum familiar sama tempat kerjanya, xixixii
total 1 replies
Zy Lin
saran aja kak, judul ceritanya dibikin awalan kapital. biar enak di bedain mana judul dan percakapan
👋🏻 emak chimon 🐣: ohhh gitu Kak??
oke kak, aku kapitalin judulnya yah kak,,
makasih saranyyyaaa 💋
total 1 replies
Zy Lin
marsha ga tau diri dih
Hawa zaza
jejakku disini
👋🏻 emak chimon 🐣: makasih kakkkk
total 1 replies
kang roasting cerita
baca Cherry jadi pengen makan cerri thor...
kang roasting cerita
bintang 5 untuk mu...
👋🏻 emak chimon 🐣: ahhhh, maacih kakkk
total 1 replies
kang roasting cerita
mungkin karena rezekinya dia novelnya best seller...
Cerita Aveeii
cheery ini penulisnya ya
👋🏻 emak chimon 🐣: iyah kak, yg nulis novel putri nya 💖
total 1 replies
kang roasting cerita
vyolla aja gemes... apalagi pembacanya ...
👋🏻 emak chimon 🐣: mmuachhh 💋
total 1 replies
Cerita Aveeii
ngakak si bos bisa baca pikiran
👋🏻 emak chimon 🐣: Xixixiixiiiiii
total 1 replies
Cerita Aveeii
mampirrr thor mulai baca
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹
Ceritanya menarik untuk lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!