#1
#WAJIB LIKE, KOMENT, VOTE, DAN FAVORIT,
KALO KALIAN BISA!
Adiba Khanza Adira & Noah Aditama
"Jadi ada keperluan apa kamua kesini?" Tanya nya dengan to the point.
"Em jadi gini pak saya kesini mau meminjam
uang sebesar 100jt ke perusahaan untuk
pengobatan bapak saya" ucap Diba dengan lirih.
"Apa yang akan saya dapatkan dengan saya meminjamkan kamu uang?" Tanya pria itu.
"Saya tidak bisa memberikan apapun untuk bapak karena memang saya tidak punya apa pun pak, saya janji akan mengembalikan uang itu dengan cara mencicilnya sampai lunas walaupun sampi seumur hidup saya".
"Saya mohon pak,bapakk saya di kampung sedang sakit jantung dan perlu di oprasi jika tidak-" Diba tidak melanjutkan kata-katanya.
"Kamu tahukan uang 100 juta bukan uang yang kecil? Saya bersedia membantu kamu asal kamu menikah dengan saya" ucap Noah dengan enteng nya.
"Ha maksud bapak?" Tanya Diba tak percaya.
penasaran! yuk baca bab 1- akhir😅👍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon candrania272, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 18
HAPPY READING!
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, DAN FAVORIT👍
...👀💨👀💨👀💨...
Hari minggu siang yang cukup cerah ini, Diba habiskan dengan berdiam diri dikamar, bukan tanpa sebab tapi karena ia dikunci dari luar. Ia memeluk lutut nya dan air mata tak henti-hentinya keluar dari mata indah itu,hingga membuat nya bengkak. Namun sepertinya bukan hanya matanya saja yang bengkak.tapi juga bibir ranum nya terlihat bengkak.
'Apa aku salah mengucapkan hal itu? Apa dia marah karena aku menyebutkan mantan nya atau pacarnya. Huh.. entah lah, aku tak peduli dengan status mereka. Tapi mengapa dia bisa sampai marah seperti itu padaku? Apa Diba salah dengan mengambil langkah tetap menikah dengan pria itu? Diba bingung pak, Diba harus gimana? Diba nggak sanggup terus-terusan hidup dengan nya. Tuhan... takdir apa yang kau berikan pada ku?". Kurang lebih begitu lah curahan hati Diba saat ini.
"Tok tok" terdengar suara pintu di ketik dari luar dan juga suara kunci di putar.
"Non saya boleh masuk?" Tanya suara perempuan yang Diba kenali sebagai bi Rani.
Tak mendengar jawab dari Diba, wanita itu langsung membuka pintu tersebut dan melihat Diba yang duduk di depan jendela sambil memeluk lutut nya sendiri di depan jendela.
"Non" panggil bi Rani sambil berjalan mendekati Diba dengan nampan di tangan nya yang berisi makanan dan segelas minuman.
"Ini saya bawakan makanan untuk non. Non kan belum sarapan dari pagi?" Ucap bi Rani dengan lebut..
"Saya nggak lapar bi" ucap Diba dengan suara serak sehabis menangis.
"Jangan gitu non. Non bisa sakit loh kalau nggak makan,ayo di makan dulu non" bujuk bi Rani.
"Apa memang seperti itu ya bi,pak Noah kalau marah?" Tanya Diba menghadap ke arah bi Rani.
"Begitu gimana non?" Tanya bi Rani balik.
"Ya begitu. Mata nya merah, suaranya keras dan pokoknya menyeramakan".
Mendengar ucapan Diba, bi Rani tersenyum simpul.
"Bibi boleh duduk di sini" ucap Diba menepuk ruang yang ada di samping nya. Bi Rani pun duduk di dekat Diba.
"Non belum tau saja bagai mana sifat aslinya" ucap bi Rani. "Non tau?" Tanya bi Rani.
"Tau apa bi?" Diba terlihat tertarik dengan pembicaraan bi Rani.
"Tuan Noah itu orang nya lebut,sabar,penyayang dan sangat baik". Diba tergelak dengan perkataan bi Rani.
Mana mungkin seorang Noah Aditama lembut?sabar?penyayang? Baik?. Yang ada itu kasar,pemarah,pembenci,jahat. Itu deskripsi seorang Noah dimata Diba.
"Non nggak percaya?" Tanya bi Rani yang melibatkan Diba tertawa kecil.
"Dulu tuan Noah Itu orang nya yang sangat hangat,ramah,hormat kepada siapa pun,dan yang paling penting itu dia tak pernah menyombongkan harta yang dia miliki" ucap bi Rani sambil mengarahkan sendok yang ada makanan nya ke arah mulut Diba.
Diba yang asik mendengarkan ucapan bi Rani pun kecewa saat wanita itu menghentikan obrolan mereka.
"Makan dulu non nanti baru saya lanjutkan ceritanya" dengan cepat Diba melahap makanan itu.
"Ayo bi lanjutkan" ucap Diba dengan mulut penuh makanan.
"Sampe mana tadi? Bibi lupa, maklum udah tua".
"Tuan Noah tidak pernah sombong".
"Hm iya,dia memang tidak pernah sombong.pokoknya dia orang yang sangat baik. Dia juga anak yang cerdas. Tapi saat ayahnya meninggal,ia belum lulus SMA sudah dituntut untuk memimpin perusahaan untuk menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Mau tidak mau ia harus menjalankan nya dan melanjutkan sekolah dengan home. schooling, tapi saat kuliah ia melanjutkan nya di luar negri tapi tetap memantau perusahaan yang di jalankan orang kepercayaan ayah nya".
Diba mengunyah makanan suapan terakhir sambil berpikir dan memahami cerita bi Rani.
"Kok bibi tau semua sih tentang pak Noah?" Tanya Diba dengan polosnya.
"Hm, ya tau lah non. Saya kan yang merawat tuan Noah dari kecil, bahkan dari ia masih bayi yang masih merah sudah saya gendong" ucap bi Rani dengan senyum lebutnya.
"Ya sudah ya non,saya mau mengenbalikan piring dulu dan mencucinya di dapur" pamit bi Rani.
"Iya bi, tapi janji ya makan-makanan cerita lagi" ucapnya dengan mengacungkan jari kelingking nya.
//ε//
Malam semakin larut. Suara musik berdentuman dengan keras,para wanita berlomba-loba berjoget dan dan saling memamerkan tubuh indah mereka. Sedangkan di lantai VIP meja pojok terdapat seorang pria yang duduk sendirian, dengan banyak minuman kosong di hadapan nya. Pria itu adalah Noah.
Terlihat kini di wajahnya, Noah sangat frustasi. Dan sesekali meneguk minuman nya,walau sudah habis beberapa botol minuman,namun Noah tidak kunjung puas.
Sekarang yang ada di pikiran nya hanya percakapan nya dengan Diba tadi pagi.
flashback on
"Sepertinya saya sudah harus mengemasi barang-barang saya" lanjut Diba.
"Apa maksud mu?" Tanya Noah menaikkan nadanya satu oktaf.
"Ya, ini kan tujuan anda? Menikahi saya hanya untuk balas dendam. Dan sepertinya itu sudah berakhir karena wanita itu sudah di permalukan di depan umum. Mungkin sebentar lagi anda bisa bebas darinya, begitu juga saya yang akan segera bebas dari sini" ucap Diba panjang lebar di setia senyum yang merekah.
Sontak emosi Noah terpancing dan menatap Diba dengan tatapan membunuhnya.
"Lancang sekali kau!" Ujar Noah marah dan penuh penekanan.
Diba terkejut. Ia bingung, apakah dirinya salah bicara?.
Sedangkan Noah, ia sangat marah dengan ucapan Diba yang lancang dan asal menyimpulkan.
mendapatkan perlakuan seperti ini dari Noah. Ia juga syok karena tak pernah melihat Noah marah hingga seperti ini. Ia memang tau Noah orang yang dingin dan tidak tersentuh oleh siapa pun,tapi baru kali ini Diba mendapatkan perilaku seperti ini.
Masih belum sampai disitu saja Noah juga menyeret Diba ke kamarnya dan membanting nya ke kasur.
'Bug'
"Jangan coba-coba keluar dari kamar ini!" Setelah mengucapkan itu. noah langsung keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras dan mengunci nya dari luar.
flashback off
Tiba-tiba datang lah pria dan dengan lancang duduk di sampingnya dan menepuk punggung nya.
"Hey! Lo udah lama nggak datang kesini. Dan sekali nya lo datang pesen minuman cukup banyak?" Ujar pria itu seraya menepuk punggung Noah dengan akrab.
Dia Mario, pemilik club malam sekaligus teman baik Noah.
"Hm" Noah hanya menanggapinya dengan deheman saja.
"Apa lo ada masalah?" Tanya Mario.
"Hey!" Terdengar suara laki-laki yang baru datang dan ikut duduk di antara mereka.
"Lo juga disini?" Tanya Liam ke arah Noah yah seorang pria yang menyela pembicaraan Noah dan Mario adalah Liam.
Memang sejak dulu mereka berteman baik. Noah, Mario, liam, dan William.
Liam memang seorang dokter, tapi dia juga tak pernah menolak saat di ajak ke club. Alih-alih di ajak, ia malah yang mengajak teman nya ke club. Entah bagaimana ia bisa tercebur ke profesi dokter, teman-teman nya pun banyak yang tidak percaya jika dia lulusan dokter spesialis terbaik di universitas luar negeri.
"Ya CEO kita ini ada disini. Sepertinya dia sedang galau dengan berita wanitanya yang tersandung kasus vidio syur itu" ucap Mario menjawab pertanyaan Liam yang di lontarkan untuk Noah.
"Ck! Lo sangat tidak up to date ,dia udah nikah untuk apa lagi memikirkan ****** itu" ujar Liam mencibir Mario.
Mario dibuat tercengan dengan perkataan Liam barusan.
"Hah? Kapan?" Pekik Mario.
"Entah lah aku nggak tahu tepatnya" jawab Liam sekedarnya dengan menaikkan bahunya.
Mario lalu berganti menatap Noah yang sedang menyerap minuman nya. Tak mungkin rasanya jika ia bertanya sekarang kepada Noah.
dilihatnya saja Noah sudah hampir tak sadarkan diri karena terlalu banyak minum.
"Eh kayak nya dia udah banyak minum deh" ujar Liam menyadari Noah yang terlihat sudah hampir tak sadarkan diri.
"Noah, udah lo udah ngabisin banyak botol. Gue nggak bakal miskin kok walaupun lo nggak borong minuman gue, masih banyak pelanggan lain"
"ogep lu temen udah kek gini lo masih aja mikirin dagangan lo" sungut Liam.
"Yallah canda kalik, biar nggak tegang" ucap Mario nyengir tanpa dosa.
"Nggak usah bawa-bawa nama tuhan lo di tempat kek gini!" Sungut Liam.
Astaga,
masih saja mereka berdua berdebat.
"Udah nggak usah banyak bacod deh lo mending telpon William deh, biar di bawa pulang" putus Liam mengakhiri perdebatan mereka.
"Ya ya pinter" ucap Mario.
"Emang gue pinter".
"Kadang-kadang".
Mario pun menghubungi William untuk menjemput Noah .
Sambil menunggu kedatangan William, Liam dan Mario membujuk agar Noah tak minum lagi. Namun bukan nya berhenti Noah malah semakin gencar mencegah minuman nya hingga sampai botol terakhir.
"Minum! Mana minuman nya!" Teriak Noah meminta minuman lagi.
"Udah lah bro tenang-tenang lo udah banyak minum,itu nggak baik buat lo" bujuk Liam yang kebetulan sedikit waras dari biasanya.
"Iya bener tu,kalau lo ada masalah cerita dong sama kita-kita. Kita bakal bantu kok selagi kita bisa" kini giliran Mario yang angkat bicara.
"Dia mau pergi! Gue pikir dia udah mulai suka sama gue" kacau nya.
"Hah siapa?" Tanya Mario memandang ke arah Liam.
"Bini nya kalik" tebak Liam.
"Emang secantik apa sih bininnya? Cantik mana sama bini gue?" Tanya Mario.
Memang diantara mereka berempat mario lah yang duluan menikah,ya bisa lah, Mario nikah karena MBA. [Married By Accident]
"Ya jelas cantikan bini nya lah, bini nya tuh cakep, masih muda lagi mungkin umurnya belum genap dua puluhan, tapi jangan di ragukan body nya beuh... nggak mengecewakan deh".
"Oh jadi dia nikah sama daun muda. Gue jadi makin penasaran sama bini nya" ujar Mario.
"Sekali lagi kalian ngomongin istri gue. gue pecahan kepala kalian pakek botol ini!"
Mario dan Liam pun mengangkat tangan nya pertanda menyerah tak ingin kepalanya yang masih berharga ini hancur.
"Ok..ok..ok kita nggak akan ngomongin bini lo lagi".
Setelah sekian menit, William pun datang.
"Huh... akhirnya lo datang juga" ucap Mario menghembuskan napas nya lega.
"Kenapa bisa kayak gini?" Tanya William yang baru datang.
"Entahlah gue juga nggak tau. Dia terus minta minum.dan kalau nggak di kasih dia ngamuk" jelas Mario.
"Kayak nya bos lo ini ada masalah deh" sahut Liam.
William mendekati Noah dan membawa Noah ke mobilnya tentu saja dengan bantuan Mario dan Liam.
SAMPAI SINI JA DULU!
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, DAN FAVORIT👍
👀💨👀💨👀💨
NOAH ADITAMA
WILLIAM DANUARTA
LIAM BENJAMIN
MARIO
ADIBA KHANZA ADIRA
CECILIA BELVINA
BEATRIX
ε✿♡♡
Semangat berkarya kak💪💪
penasaran nih 😊
semangat ya thorr💪
semoga sehat selalu thorr