Alisya adalah seorang gadis berhati lembut yang disukai oleh banyak orang. Dia adalah pemeran utama dalam sebuah novel yang mengisahkan tentang cinta yang berawal dari dare atau tepatnya tantangan.
Sedangkan Risa adalah gadis tertutup dan hidup dengan menyendiri. Bukan, bukan berarti dia bodoh dan miskin, tapi dia adalah seorang hackers terkenal diperkalangan Ahli IT..
Maka kenapa dia bisa masuk kedalam tubuh gadis bernama Alisya itu?
Kenzie lardfiez :"kau membuat aku tergila-gila kepadamu"ucapnya dengan seringai yang menjengkelkan
Yak!. itu bukan dialoqnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta
“kau kalah jika kau menyukaiku Kenzie”ucap malas Alisya sambil mengusap-usap tanda merah di lehernya lewat kaca.
Oh?. Kenzie menarik pinggang Alisya kepangkuannya. Gadis itu semakin kesal yang membuat Kenzie tersenyum geli “Aku tidak pernah kalah”
“en..?”
“aku belum mengambil hatimu”kenzie menatap lurus jalanan seraya menginjak pedal gas mobil. Entah mereka terlambat atau tidak. Sabodo tueing
Alisya bersidekap sambil mengangkat kaki kanannya kekaki kiri. Aura bossy melekat pada diri Alisya sampai-sampai Kenzie heran apa saat dia bersama Alisya tampak seimbang?, Atau dia terlihat seperti babu?
Gadis itu tidak menjawab. Kenzie hanya bisa menghirup wangi rambut Alisya. Salah satu tangannya menyingkap rambut yang sengaja menutupi kemerahan itu. Melihat hasil karyanya sendiri membuat Kenzie tersenyum-senyum.
“dasar gila”
“hm. Kau membuat aku sangat tergila-gila padamu”ucap Kenzie mengecup bahu cantik Alisya. Sepertinya Alisya harus menjauhi dres yang menampakkan bahunya kedepannya_-
Alisya memutar bola matanya.
Mobil berhenti saat sebuah Rumah besar yang dihiasi lampu berkedip-kedip terlihat.
tentunya itu adalah rumah Justine yang berulang tahun.
“bagaimana aku keluar?”ucap Alisya malas.
Kenzie tidak menjawab. Dia memeluk erat pinggang ramping Alisya sambil membuka pintu mobil. Mereka berdua keluar yang disambut oleh tatapan sekitar yang masi main didepan halaman rumah Justine.
Alisya membalikkan badannya. Dia melepaskan pelukan Kenzie “perbaiki rambutku. Kau yang menghancurkannya”ucap Alisya acuh tak acuh.
Kenzie membuka jas hitamnya menyisakan kaos hitam dengan ujung terkoyak kecil ditambah kalung rantai bergembok dilehernya. Bukannya terlihat urakkan tapi terlihat seperti model muda.
Kenzie mengulurkan tangannya untuk menutupi bahu Alisya dengan jasnya sambil menarik rambut itu keluar. Kenzie menatap puas Alisya, agar terlihat bahwa gadisnya sudah mempunyai kekasih hhehe.
Saat telah selesai. Alisya mengambil jalan memutar untuk menarik tas dompet merah kecilnya dijok samping. Hak tingginya berbunyi saat berjalan kearah Kenzie. Wajah cantiknya dengan badan ideal yang ditutupi tampak sangat sangat cantiikk.
Saat Kenzie terdiam. Alisya dengan santai memeluk lengan Kenzie “ayo jalan”
Kulit putih lembut bercampur kulit berwarna Putih tegas. Kenzie menatap tangannya kemudian melangkah bersama untuk masuk keballroom.
Dilain tempat, Justine berdiri sambil tersenyum ramah saat disapa oleh tamu undangan. Seseorang menepuk bahu Justine. Itu ibunya “ma. Ada apa?”
Ibu Justine berbisik “kapan acaranya dimulai. Ini sudah terlalu lama Justine, siapa yang kau tunggu?”
Justine tetap dengan senyuman manisnya “tenanglah ma, sebentar lagi”
“sayang. Papamu akan marah jika pesta ini sangat lama, kau tau sendiri dia seperti apa. muak dengan penjilat itu”jelas ibu Justine.
Justine terkekeh “dampingi saja papa ma ak–”
Bertepatan dengan itu. Aula ballroom dipenuhi bisik-bisikkan saat kedua sosok dewa Dewi kampus berjalan bersama memasuki ruangan.
Justine terdiam kemudian tersenyum lembut “ma. Ayo mulai pestanya”
Ibu Justine mengangguk sambil menatap kedua sosok yang menggemparkan tamu undangan itu. Tunggu.. apakah anaknya menunggu mereka berdua?.
Padahal dia mengira Justine menunggu kekasihnya. Pupus sudah mendapatkan mantu..
Setelah itu mic berdengung tanda pesta dimulai. Alisya menatap aneh Kenzie “kau tidak melepaskanku?”
Kenzie menoleh “Aku hanya malas berjalan”
Alisya berdecak “teman-temanmu sudah menatapmu sedari tadi”
“biarkan saja”kenzie sedikit melirik kearah keberadaan teman-temannya. Mereka ber'empat Tampak bergosip ria. Kenzie mendengus, lebih baik dia menjaga gadisnya disini dari pada mendengar mereka menggosipinya.
“hai kak. Kak kenzie”
Kedua sijoli itu membalikkan badan mereka. Ada Ghena dan Zein ternyata. Alisya dan Kenzie tidak menjawab tapi bergumam pelan.
Zein menatap Kenzie dengan jas hitam yang menutupi bahu Alisya bergantian. Sepertinya adik tirinya ini mempunyai kekasih. Kekasihnya sangat tampan, Zein akui
“Alisya..”
Alisya mengangguk pelan namun sesuatu dipinggangnya mengerat. Ck, Kenzie berulah..
“kak. Selamat yha”
Hm? Alisya mengangkat salah satu alisnya bertanya.
“atas bersatunya kalian” Ghena tersenyum geli sambil menoleh pada abangnya Zein “kak, apa kau tau. Kak Al dan kak Kenzie ini adalah primadona sekolah?”
Ghena mengoceh seakan mengagumi Alisya. Padahal dalam hatinya sedang mengumpat, Alisya hanya membiarkan saja sambil meminum anggur sedikit.
Alisya menoleh kearah Kenzie “kau tidak memakan permen karet?”ucap Alisya. Setaunya permen karet Sangat jarang dilepas oleh mulut Kenzie.
Kenzie mengusap rambut Alisya “aku merasa kau risih nantinya”kata Kenzie dengan tatapan lembut. Berbeda dengan tatapan tajam untuk sekitarnya. Oh betapa beruntungnya seorang Alisya menurut para hawa.
Tapi bagi Kenzie dialah yang beruntung mendapatkan Alisya. Pria itu memeluk bahu Alisya sampai Alisya menjadi keenakan sendiri.
Eh
Suara tepuk tangan mengalihkan tatapan mereka. Disana Justine telah siap dengan pidatonya. Tinggal pemotongan kue saja.
Semuanya kembali bertepuk tangan saat kue telah terpotong. Ghena yang melihat Alisya dan Kenzie tidak membawa hadiah membuat suaranya “hadiah kakak dimana?”
Kenzie dan Alisya saling tatap kemudian Alisya menatap Ghena malas “apa kau lupa adikku sayang?. Tak perlu hadiah karena presiden sekolah itu kaya. Dia hanya butuh ucapan bukan hadiah”
Ghena bungkam. Tiba-tiba aula memutar lagu untuk menambah suasana ballrom meriah. Justine terlihat melangkah kearah Alisya berada. Semuanya disibukkan oleh pasangan masing-masing, jadi tidak ada yang menyadari kecuali para hawa yang menunggu Justine mengambil salah satu dari mereka menjadi partner.
“hai”
Alisya menatap Justine “en..”
“aku tidak menyangka kau akan benar-benar datang Alisya”
Alisya memandang datar Justine “tidak ada alasan aku untuk tidak datang”
Justine menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Ia mengalihkan tatapannya kearah Kenzie dengan tampang sedikit terkejut “ah Kenzie. Aku sudah lama tak melihatmu datang kepesta seperti ini. Mungkinkah..”
“Alisya telah membuatmu bertekuk lutut untuknya?”goda Justine dengan tersenyum geli.
Kenzie mengusap lengan Alisya dengan lembut sambil merapikan rambut gadisnya agar rapi. Ia tak mengindahkan ucapan Justine. Alisya juga tampak tak peduli dan memilih untuk berdiam diri menikmati Kenzie memainkan rambutnya.
Justine tertawa saat tidak mendapatkan jawaban. Ghena yang melihat itu tentu saja tidak mau diam “kak Justine.. aku Ghena dari jurusan ***** sama dengan kakak. Kakak ingat?”ucap Ghena lembut.
“ah tentu saja. Siapa yang tidak mengenal gadis berbakat sepertimu?”puji Justine “oh, Kira-kira siapa yang disampingmu itu?”tanya Justine melihat keberadaan Zein disamping Ghena. Setaunya pria ini juga sempat terlibat percakapan dengan Alisya sebelum dia datang kesini tadi.
Zein tersenyum tipis hampir tak terlihat. Ia menyodorkan tangannya yang disambut oleh Justine “saya Zein kakak tiri Alisya sekaligus kakak kandung Ghena”
Saat mereka terlibat percakapan. Kenzie menarik Alisya menjauh. Mereka duduk bersama. Gadis itu yang hendak mengambil anggur kembali menjadi terhenti saat Kenzie menangkap tangannya.
“kau sudah meminumnya berapa kali hm?”
“kurasa..”Alisya memutar otaknya berpikir. Dia tidak sadar berapa yang telah ia minum. Kemudian Ia meletakkan gelas itu dengan patuh “kurasa memang terlalu banyak”angguk Alisya.
“Kenzie. Adikmu itu Masi sekolah?”
Kenzie tertegun sambil menatap Alisya dengan serius “maksudmu adikku Zyna?”
“tentu. Kurasa kau harus tau, adikmu sedang pergi diam-diam bersama temannya malam ini sebab kau yang tidak ada dirumah”
“Alisya. Apa kau dukun?!”
“bodoh. Tapi... Anggap saja begitu”
Alisya melanjutkan “jangan terlalu membatasi pergerakan adikmu. Dia akan menjadi candu kabur diluar pengawasanmu. Biarkan dia masuk sekolah sebab ayahmu sudah tau juga tentang oreno yang masi hidup. Tua Bangka itu hanya diam karena menunggu waktu yang tepat untuk mengancammu”
Rahasia yang tak terduga!
terimakasih telah membaca^^