NovelToon NovelToon
Pak Guru! I Love You

Pak Guru! I Love You

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: riena

follow Ig @rii.ena

Bastian melotot membaca surat yang ada di tangannya, surat cinta yang di terimanya dari anak perempuan berusia dua belas tahun, surat cinta.

" Cih."
Ucapnya jijik.

Bastian melemparkan begitu saja kertas merah jambu itu dilantai, lalu dengan menggunakan sapu dan sekop sampah, Bastian membuangnya ke dalam tong sampah.

Sepuluh tahun setelahnya, Malam setelah mereka menikah, Bastian baru tahu jika perempuan yang baru dinikahinya adalah bocah yang pernah menulis surat cinta padanya.

Apakah Bastian akan menceraikan Istrinya malam itu juga atau Bastian tetap melanjutkan pernikahan itu, secara Bastian sudah tiga kali gagal menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Jadi bahan gosip di toilet

Sebenarnya Bastian sedikit merasa aneh ketika mengantri untuk membeli tiket, sudah lama di tidak melakukannya, bahkan dengan ketiga calon istrinya yang dahulu.

Mereka semua tidak ada yang suka menonton di bioskop, seperti anak remaja, katanya.

Kali ini, Bastian ikut mengantri seperti yang lainnya, berdiri di antara para remaja, benar juga kata mereka, demi apa coba ? Demi Amel yang kepengen merasakan seperti orang yang berpacaran.

" Biar aku yang mengantri, Mas duduk saja, gak tega ngelihatnya "

Amel sedikit mendorong badan Bastian agar keluar dari barisan, tetapi Bastian menolak.

" Gak pa pa, kamu duduk saja ! Mas juga pernah ngantri begini ketika masih remaja, memangnya kamu kira, begitu lahir, Mas sudah tua ? "

Amel tertawa, ternyata Bastian bisa juga bercanda.

kasihan melihat Bastian mengantri sendiri, Amel ikut berdiri, lalu bercerita tentang apa saja dengan suara perlahan agar yang didepan dan dibelakang Bastian tidak ikut mendengar.

Karena suara Amel yang sangat pelan, berkali-kali Bastian membungkuk sedikit dengan mendekatkan telinganya di depan bibir Amel.

Melihat gerakan keduanya terlihat sangat mesra.

Sepanjang Amel bercerita, Bastian hanya tersenyum tanpa menyela.

" Mel, mulutnya gak capek bicara terus "

Bisik Bastian ketika keduanya sudah duduk di dalam Bioskop.

" Enggaklah, perempuan kan memiliki dua puluh ribu kata perhari yang harus dikeluarkan, berbeda dengan laki-laki, dari pada aku mengomel, lebih baik aku bercerita "

" Pintar kamu "

Bastian mengacak acak rambut Amel, menjepit leher Amel dengan lengannya, lalu mencium puncak kepala Amel.

Amel diam saja, hari ini sudah tidak bisa terhitung Bastian menciumi wajahnya berapa kali, sampai Amel menjadi terbiasa.

Sepanjang menonton film, Bastian sama sekali tidak menonton, dia lebih asik dengan mainan barunya, siapa lagi kalau bukan Amel.

Semua gara-gara curhatan Amel setelah selesai makan siang tadi, sikap Bastian maupun Amel sama- sama berubah, mulai dekat secara fisik.

Amel-nya sih masih biasa, Bastian saja yang seperti tidak pernah ketemu perempuan.

Ada saja yang mau disentuhnya. Mengusap-usap rambut di kepala Amel, menowel-nowel pipi Amel, kalau sudah gemes, dicium.

Bastian seakan lupa sekarang ada di mana.

" Mas, mau nonton atau cuma mau nowel-nowel aku ? "

Amel risih juga lama kelama'an.

" Sekalian, yang nonton kan kamu, ternyata kamu itu ngegemesin ya ? Jadi gak sabar "

Bastian tertawa pelan.

" Kalau cuma mau beginian, dirumah saja tadi, kenapa Mas justru sibuk mengajak jalan-jalan ? "

" Kalau di rumah, Mas takut khilaf, kalau disini kan enggak "

Amel hanya bisa menghembuskan napasnya kuat.

Terserah Bastian mau apa, yang penting Bastian gak ngajak pulang, karena Amel sedang serius menonton film F & F, 9.

Kalau nonton dengan Anwar pasti seru nih.

Mendadak Amel memikirkan Anwar, sekilas Amel menatap Bastian yang bertepatan Bastian ingin kembali mencium pipi Amel, justru yang tercium bibir Amel.

Bastian dan Amel sama-sama tersentak kaget.

Mesin waktu seakan terhenti, bibir keduanya masih menempel, Amel yang tidak pernah berciuman, hanya bisa diam menikmati sensasi yang luar biasa, walaupun cuma menempel, tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata, sementara Bastian, dari siang tadi memang Bastian berusaha tidak menyentuh bibir Amel karena Bastian tidak akan bisa menghentikannya jika sudah memulai, apalagi Amel sedang datang bulan.

Bastian cepat-cepat menarik wajahnya.

Perlahan Amel memalingkan kembali wajahnya menatap ke depan.

Film yang sedang di putar sudah tidak bisa lagi Amel nikmati, kejadian tabrak bibir tanpa sengaja terus berputar di kepala Amel.

Layar Raksasa di depan sudah menampilkan tulisan-tulisan yang bergerak ke atas, Bastian dan Amel baru beranjak dari duduknya.

" Mas, aku ke toilet dulu "

Belum mendapatkan jawaban dari Bastian, Amel sudah melesat pergi.

Suara pertama yang keluar dari mulut Amel setelah tabrakan maut, eh tabrakan bibir tadi.

Sampai di toilet, Amel menatap ke cermin, terutama pada bibirnya, jemari tangannya meraba ke sana.

Duh, bibir aku udah gak perawan nih, lagian Mas Bas, merawaninya di dalam bioskop, kan cuma segitu aja, gak kaya' tadi yang ada di film, gimana ya rasanya ?

Otak Amel gresek, takut kelama'an Bastian menunggu di luar, Amel segera masuk ke dalam bilik toilet.

" Eh, kalian tahu gak kalau pasangan yang tepat berada di depan aku, Pak Bastian, dosen Literatur dan bahasa Inggris itu ? "

Tanya salah seorang di depan pintu bilik toilet yang Amel gunakan.

" Yang perjaka tua ? "

What ? Yang benar saja, Mas Bas dibilang perjaka tua.

" Gak tua juga kale tapi dewasa, kenapa "

Imbuh yang lainnya.

" Gila, aku sampai gak bisa nonton film gara-gara nonton adegan Pak Bas yang hedeuh, ngalahin kita gaes "

" Maksudnya "

Tanya yang lainnya.

Amel bisa menebak kalau yang sedang bergosip itu ada tiga orang, bisa dihitung dari suaranya yang berbeda.

" Pak Bas ternyata gak kalah mesumnya dengan cowok-cowok kita, sepanjang film di putar...."

Brak

Amel membuka pintu, ketiga perempuan yang usianya mungkin satu tahun di bawah Amel menatap terkejut ke arah Amel yang juga menatap ketiganya.

" Menggosipkan dosen sendiri, dosa lho, apalagi yang digosipkan ada disini "

Ketiga perempuan saling berpandangan.

" Kamu..."

" Ya, saya istri dari dosen yang kalian bicarakan tadi.

Apakah memesra'i istri sendiri masuk katagori mesum seperti yang kalian bicarakan ? "

Mulut ketiga gadis hanya bisa melongo tidak percaya.

" Mungkin tidak pada tempatnya untuk bermesraan, tapi terkadang luapan perasaan yang menggebu melupakan logika dan etika.

Terlepas dari dia seorang pengajar atau apapun profesinya, dia juga seorang pria yang sama seperti yang lainnya, merasakan cinta dan di cintai serta memiliki nafsu "

Amel berjalan mendekati cermin untuk merapikan penampilannya.

Ketiga gadis itu melihat Amel dari ujung rambut hingga ke kaki, terutama yang pertama sekali membuka pembicaraan.

Mencoba mengingat-ingat, seperti apa sosok perempuan yang bersama dengan Dosennya tadi, karena pencahayaan yang minim di dalam gedung tadi kecuali dari layar raksasa yang menempel di dinding dan posisi duduk dari belakang, dia kurang tahu perempuan itu seperti apa.

" Jangan katakan kalau kamu...."

Amel berbalik menatap ketiganya.

" Ya, saya dan suami saya, Pak Bastian, kami yang kalian bicarakan "

" Pak Bas belum menikah "

" Siapa bilang ? "

" Tapi...."

" Memangnya kalian siapa sehingga harus tahu atau mendapatkan undangan ketika Pak Bas menikah, seorang dosen juga punya kehidupan pribadi bukan ? "

Gadis yang dari awal tanya jawab dengan Amel, sudah membuka mulutnya lagi ingin menjawab, tetapi kedua temannya terlihat menyenggol lengannya.

Amel segera meninggalkan toilet dengan langkah kaki yang dibuat se-anggun mungkin.

Setelah sampai di luar, Amel menyentuh dadanya yang berdebar-debar.

Huh.

Amel membuang napasnya kasar.

Kalau aku dikeroyok di dalam toilet, siapa yang tahu.

Sedikit berlari Amel mencari keberadaan dimana Bastian menunggunya, kuatir bertemu lagi dengan ketiga gadis tadi.

...*******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Syam
sampai di sini Bastian dan Amel 👍
Syam
cakep mell👍
Syam
mampir kak riie 🤭
zhalwaaa93
klo aku sih gak bakal mau ngasih sekalipun dia ibu kandung🥱
zhalwaaa93
berarti kecebong suamiku mati semua di dalam soalnya sudah lebih 2 tahun nikah blm berkembang perutku🤣🤣
zhalwaaa93
bener tuh mel, aku jg gak mau kasih pegang uang banyak2 ke pak misua😂
zhalwaaa93
mama dina sama gesreknya dgn pak joko🤣
zhalwaaa93
😆😆😆
maya dhaniel
oooo ini kisah kakek Bastian sama nenek Amel ya, mertuanya birru samudera, hhmmmhhhh, cerita d lapak sebelah udah khatam, makanya pindah ksini, pokok e disusuri novelnya 😁😁
maya dhaniel
menghibur
Rania Syafira
Luar biasa
Mmh dew
🧡💜💙❤❤💛
bibuk Hannan & Afnan
terus panggilnya apa dong, emak riena aja gt ya
bibuk Hannan & Afnan
lbh ganteng si tp wajahnya macho serem thor, pas karakter Rendi yg psikopat
bibuk Hannan & Afnan
aelahh mana Amel denger mas bas klo ngungkapin nya dlm hati
bibuk Hannan & Afnan
hadeuuhhhh mel Amel km gokil banget si gemesinnn, bisa²nya lg ciuman sm paksu inget sama Anwar 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yulias Fe
Kecewa
Yulias Fe
Luar biasa
syafica putri
ya ampyun kk rii selama d fz bru kmaren kk ksh tay d NT ada krya kk,cus estafet aq bcanya, pdhal di nt aq cm bca krya author ksayangan aja eh skrg krya kk nambah d dftar favq,cm 2 author ksangan yg aq bc d nt nnsetia nunggu krya selanjutnya
Mryn
SeRuuu Ceritanyaaaa 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!