Zahira harus menikah dengan seseorang yang baru di kenalnya beberapa hari ini, demi menutupi kesalahannya Abian tidak menolak saat orang tuanya menikah kan nya dengan Zahira..
Abian yang bandel dan banyak ulah, mampu membuat Zahira jatuh cinta padanya.
namun saat keduanya sudah saling mencintai berbagai macam masalah membuat keduanya harus berpisah berulang kali..
yu ikut cerita selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siluet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
delapan belas.
rindu.
malam itu Abian tidak pulang ke rumah.
Mirna sendiri pusing memikirkan hal itu,ia mencoba menghubungi Abian,namun nomor nya tidak aktif.
pesan terakhir Abian,ia menginap di rumah Zaki.
Zahira sendiri pergi ke sekolah diantar oleh aqso.
"kamu masih sakit..!" ucap aqso melihat Zahira tampak murung.
Zahira memikirkan Abian yang tidak pulang semalam.
"gak kak... Zahira udah sehat ko..!" ucap Zahira mencoba tersenyum.
"oh ya udah...!" ucap aqso kembali fokus menyetir.
disekolah Zahira tampak tidak semangat karena Abian tidak masuk sekolah.
"kalian berantem...?!" ucap serin.
Zahira mengangguk dan terisak.
"ya udah pulang sekolah nanti kita kerumah ku ya..kamu bisa cerita semuanya sama aku.!" ucap serin.
setelah itu ia menelpon aqso untuk tidak menjemput nya karena ia akan main ke rumah serin.
sesampainya di rumah serin Zahira menangis dan menceritakan semuanya.
tentang Abian yang marah karena ia melarang nya pergi dengan teman teman nya,
ia sedikit merasa lega karena sudah menceritakan masalah nya dengan serin, setidaknya ia punya sahabat yang mau mendengarkan keluh kesah nya.
setelah itu serin mengantar Zahira pulang.
"mah Abian udah pulang...?!" ucap Zahira saat sampai di rumah.
"belum...itu anak kalau udah ngambek kaya gitu, tapi kamu gak usah khawatir ia ada di rumah Zaki ..!" ucap Mirna mengelus punggung gadis itu.
Zahira berharap Abian segera pulang, namun saat ia membuka Instagram miliknya disitu terlihat Abian mengunggah sebuah foto.
Poto Abian sedang camping dengan teman teman nya.
Zahira melempar hp nya dan menghela nafas panjang.
Zahira merebahkan tubuhnya dan menutup mata nya.
malam ini ia akan tetap sendiri.
Abian pergi camping dengan teman temannya.
mungkin saja hal itu bisa membuat nya sedikit melupakan Zahira, namun ia salah justru ia sangat merindukan gadis itu.
pagi itu Zahira keluar untuk berolahraga.tak sengaja ia bertemu dengan Aldi.
"betah Lo ya Tinggal di rumah orang.. emang dasar tukang numpang..!" ucap Aldi masih dengan makian nya.
Zahira tidak menghiraukan hal itu.
namun Aldi menarik nya hingga terjatuh.
"ah...sakit tahu kak...!" ucap Zahira terhempas kebawah.
"gue gak peduli...gara gara Lo mama sama papa Pisah.!" ucap Aldi.
"kenapa kak Aldi nyalahin aku..!" ucap Zahira dengan mata berkaca-kaca.
"karena Lo ..mama berusaha untuk mempertahankan Lo..papa tuh gak suka sama Lo..mama lebih milih Lo dari pada keluarga nya yang utuh..!" ucap Aldi.
"apa salah Zahira sama papa.. selama ini aku selalu nurut sama papa..!" ucap Zahira terisak.
"salah Lo....mama tuh sayang banget sama Lo, hingga semua kasih sayang tercurah buat Lo.. hingga melupakan gue yang jelas anak kandung nya.. sedang Lo cuma anak pungut..?!" ucapan Aldi sungguh sangat menyakiti perasaan Zahira.
tanpa menjawab Zahira berbalik dan berlari meninggalkan Aldi.
saat Zahira berlari tiba tiba ia menabrak seseorang dan terjengkang.
namun buru orang itu menarik tangan Zahira.
"Abian....!" ucap Zahira.
Abian tidak menjawab..ia menatap wajah Zahira yang sembab..
"kamu....!" ucap Zahira terhenti saat Abian tiba tiba memeluk nya.
"aku rindu sama kamu...Ra...!" ucap Abian mengeratkan pelukannya.
Zahira terdiam mendengar hal itu.
ia sendiri sangat merindukan lelaki yang saat ini tengah memeluknya.
"maafin aku ya...!" ucap Abian memangku wajah gadis itu dengan tangannya.
kemudian Abian menghapus sisa air mata yang keluar.
"aku....!" ucap Zahira terhenti saat Abian menarik tangan nya untuk pulang dengan nya.
tak lama keduanya sampai di rumah.
"ya ampun Abian...!" ucap Mirna saat melihat Abian pulang.
"ko kalian bareng...!"tanya Mirna melihat Abian menggandeng tangan Zahira.
"ketemu di depan...!" ucap Abian kemudian membawa Zahira ke dalam kamar nya.
Mirna sendiri hanya menggeleng kan kepalanya.
Abian jongkok di hadapan Zahira yang sedang duduk di sofa.
"jangan nangis lagi...aku janji gak akan sering keluyuran sama temen temen ku!" ucap Abian.
namun Zahira malah terisak lagi, sungguh menyakitkan kata kata Aldi terhadap nya.
'bukan itu yang membuat nya menangis, tapi Aldi..dulu Aldi tidak pernah seperti itu, tapi semenjak Zahira beranjak remaja Aldi mulai menjaga jarak dan terkesan membenci nya, entah kenapa..'
Abian terdiam ia bingung menghadapi sikap Zahira.
"Abian.....!" ucap mama nya di luar memanggil.
Abian menghampiri pintu.
"ya mah...." ucap Abian.
"mama mau ke Bandung, katanya nenek sakit.. kalian baik baik ya dirumah.. jangan keluyuran..!" ucap Mirna tersenyum.
"ya mah....!" ucap Abian.
kemudian Mirna pun pergi.
"kenapa....?!" ucap Zahira.
"mama ke Bandung..!" ucap Abian.
"nanti kita main yu ke basecamp aku.. nanti aku kenalin kamu sama temen temen aku!" ucap Abian.
"maaf ya Bi...!" ucap Zahira mengalihkan pembicaraan.
"maaf kenapa...?!" ucap Abian.
"aku....!" ucap Zahira tertahan.
"sudah lah,aku Ngantuk... semalaman gak tidur mikirin kamu...?!" ucap Abian mencium kening Zahira singkat.
Abian Juga bingung harus berbuat apa, hubungan nya dengan Zahira sudah sejauh ini,
ia harus bersyukur Zahira mau menerima keadaan ini,terang saja ia dan Zahira menikah karena kesalahannya.
bersambung.