NovelToon NovelToon
Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mak Nyak

4 saudara kembar, yaitu Archee, Aylin, Amaris, dan Adelia. Mencari sosok yang bisa menggetarkan hati. Sebagai tempat dermaga cinta terkahir bagi hati mereka. Masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda.
Akankah perjalanan cinta mereka akan mulus dan mudah menemukan siapa sosok cinta sejati mereka?
Ataukah akan berliku dan banyak kendala dalam menemukannya? Siapakah orang-orang pilihan yang berhasil memenangkan cinta A squad?
Mari kita ikuti kisah cinta mereka dalam coretan "Pelabuhan Hati si Kembar 4"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Waktu mendekati pukul 12 siang. Archee bersama Humai keluar dari rumah. Memeriksa semua jendela dan pintu sudah di kunci. Menghidupkan lampu depan, lalu masuk ke mobil. Archee membukakan pintu mobil untuk Humai.

"Makasih bang" jawab Humai dengan pipi yang merona. Archee mengangguk. "Sama-sama"

Mereka menuju rumah sakit. Humai memperkirakan waktu tempuh dari rumah Archee ke rumah sakit. Hanya sekitar 10 menitan jika menggunakan mobil.

Mereka telah sampai di RSUD, Humai dan Archee turun untuk menunggu pengumuman. Banyak orang juga yang menunggu pengumuman itu. Seorang pria datang menghampiri Humai. "Hai, kamu yang kemarin kan?"

Humai dan Archee menoleh ke sumber suara. "Oh, iya, kamu yang dokter umum itu kan? Gimana? Belum keluar ya hasilnya?"

Pria itu mengangguk. "Belum. Bentar lagi mungkin" Humai dan Pria itu mengakrabkan diri. Membuat Archee seperti orang asing disana. Jengah, panas meskipun di dalam gedung terlindungi atap.

Pengumuman pun keluar. Mereka yang menunggu pengumuman itu langsung menyerbunya. Archee menepi. Humai ikut dalam gerombolan itu. Humai menghampirinya setelah 10 menit melihat pengumuman itu.

"Abang! Lihat ini, aku lulus!" ucapnya senang dan reflek memeluk Archee. Archee mematung mendapatkan pelukan itu.

Humai tersadar lalu melepaskan pelukan itu. "Coba Abang lihat" Humai menunjukkan foto yang diambilnya, yang menyatakan dirinya lulus.

"Alhamdulillah" kata Archee tersenyum. Humai tersenyum senang. "Selamat ya, terus habis ini masih nunggu atau apa?"

"Jadwalnya minggu depan tes wawancara. Jadi, bisa langsung pulang kok" Archee mengangguk. Mereka langsung menuju mobil. Pria tadi memanggil Humai kembali.

"Hei.... tunggu!"

Humai dan Archee berhenti. "Kamu lulus?" tanya Pria itu. Humai mengangguk. "Selamat ya?" kata Pria itu sambil menyodorkan tangan. Archee menjabatnya. "Terima kasih, kalian bukan muhrim jadi biar aku saja yang mewakili uluran tanganmu" Pria itu melepaskan genggaman tangannya

"Kamu lulus juga?" Pria itu menggeleng. "Belum rejeki" kata Humai. Pria itu mengangguk, lalu berpamitan. "Saya permisi" lalu pergi meninggalkan Humai dan Archee.

Archee langsung masuk mobil tanpa membukakan pintu untuk Humai. "Ih, dia nih kenapa sih? Aneh, tadi bukain pintu, sekarang dicuekin"

Ia masuk ke dalam mobil. Archee langsung tancap gas meninggalkan rumah sakit. Mereka saling diam. "Dia nih kenapa sih?" gumam Humai. Archee menepikan mobil di minimarket dan membeli beberapa makanan dan minuman tanpa bertanya pada Humai.

Membuat Humai semakin bingung. "Kamu kenapa sih Bang? Bentar-bentar perhatian banget, bentar-bentar dingin banget" tanya Humai tanpa ada jawaban. Archee kembali ke mobil dan meletakkan belanjaannya di dashbor. Langsung tancap gas.

Dalam perjalanan itu mereka hanya saling diam. Humai melirik Archee. "Bang" panggilnya.

"Hmm"

"Abang kenapa?" tanya Humai

"Gak papa"

"Gak papa tapi sedari tadi diam terus"

"Malah bagus kan kalau Abang diam? Biar gak ganggu kamu?" Humai membaca ekspresi Archee. Jengkel, marah, kecewa, campur menjadi satu kata, yaitu cemburu.

Humai mengingat lagi kejadian saat memperkenalkan Zidni kepadanya. Persis seperti itu ekspresi Archee saat ini. Dan Humai baru menyadari kejadian di rumah sakit tadi. "Bang"

"Hmmmmm!"

"Ih, Abang.... Abang cemburu kah?" tanya Humai langsung pada inti permasalahan yang sedang mendera Archee. Archee menggeleng.

"Bohong" jawab Humai. "Abang cemburu karena tadi Humai akrab dengan cowok tadi kan?"

"Kalau sudah tahu ngapain nanya?" Jawab Archee akhirnya mengaku. Entah mengapa, Humai senang dengan jawaban Archee. "Abang gak suka sama cewek yang friendly ke semua cowok"

"Cuma 1 cowok" ralat Humai.

"1 dari mana? Yang tadi? Zidni? Itu cuma 1 cowok?"

Humai menautkan alisnya. "Yang Zidni diralat, kan memang aku ada hubungan sama dia dulu sebelum sama Abang"

Archee melirik Humai. "Benar kan?"

"Ya... ya tapi..."

"Iya aku tahu, aku tidak akan akrab lagi dengan lawan jenis kecuali itu mahram dan muhrimku. Puas pak camat???"

Archee menahan senyumnya mendengar panggilan itu dari Humai. "Kenapa kamu berjanji begitu?" tanya Archee

"Karena Abang juga hanya menjaga hati dan perasaan Abang untuk ku" terang Humai. Archee meliriknya kembali. Mereka kembali diam. Humai menghidupkan musik dalam mobil itu. Terputar lagu milik Armada. Hargai Aku.

"Kok aku merasa disindir ya dengan lagu ini?" Archee menoleh. "Abang sengaja nyiapin lagu ini buat nyindir aku?"

"Ih, nuduh! Mana ada? Orang memang munculnya lagu itu kok"

Humai memanyunkan bibirnya dan bersidekap. Membuat Archee gemas dan reflek mengusap-usap kepala Humai. Mereka kembali sama-sama merona.

Humai tersenyum tipis. Hatinya berdesir mendapatkan sentuhan dari Archee. Humai melihat isi belanjaan Archee. Humai mengambil minum dan membukanya. Lalu menyodorkannya pada Archee.

"Abang gak minta minum" kata Archee. "Ya sudah kalau gak mau" Archee langsung merebutnya, membuat air itu tumpah di celananya. Humai mengambil tisu dan membersihkan bagian paha Archee yang terkena air itu.

Archee merinding. "Mai, Abang lagi nyetir, jangan buat sesuatu dibawah sana bangun karena sentuhanmu" Humai langsung duduk kembali ke kursinya.

"Abang jorok"

"Kok jorok? Heh, kita ini besok sudah halal, gak ada itu istilahnya jorok tentang milik pribadi kita"

"Perjanjian tetap berlaku lho yo"

Archee menggodanya. "Gak tahu bisa menepati janji itu atau tidak, kalau Abang sudah sangat berhasrat gimana? Kewajiban kamu kan? Hak Abang kan?"

Humai menyilangkan tangan di depan dadanya. Membuat Archee tertawa. "Lelaki sejati adalah dia yang memegang janjinya" kata Humai.

"Lelaki sejati adalah yang bisa membahagiakan istrinya" jawab Archee. Membuat Humai semakin takut. "Ih.... Abang...." rengeknya.

Archee tertawa. "Tidur tidur tidur, jangan gangguin Abang yang lagi nyetir"

"Jawab dulu, kalau Abang tidak akan memintanya sebelum aku jatuh cinta sama Abang"

Archee menahan tawanya. "Ih.... Abang...."

"Iya sayang"

Deg. Jantung Humai berhenti berdetak beberapa saat. Nafasnya tercekat. Hatinya berdesir-desir tak karuan. Archee melirik ekspresi wajahnya. "Tidur hih, sebelum Abang berubah pikiran"

Humai salah tingkah. Ia menurunkan sandaran kursinya lalu tidur miring membelakangi Archee.

Archee membiarkannya tertidur. Hingga masuk Magelang, Humai tak kunjung bangun. Archee membiarkannya. Setelah sampai di rumah Humai, barulah dia membangunkan Humai. Humai berpura-pura menguap.

Archee mengerutkan dahinya. "Kamu tidur atau pura-pura tidur sih? Kok kayaknya bukan habis tidur ya"

"Tidur lah, udah, aku turun dulu. Assalamualaikum"

"Waalaikum salam" Archee turun dari mobil dan membuntuti Humai. Humai bergumam sendiri. "Gimana bisa tidur setelah dengar panggilan itu? Hati aku malah jadi tak karuan begini kok bisa tidur" katanya.

Archee tersenyum mendengarnya. Ia mendahului Humai. "Berarti perjanjian itu batal, karena kamu sudah jatuh cinta sama Abang"

Humai berhenti. Wajahnya sudah seperti udang rebus. Archee menyalami calon mertuanya. Maryam menghampiri Humai.

"Kenapa wajah kamu merah begitu? Demak panas banget emang? Atau kamu digoda terus sama Bang Archee?"

Humai berdecak. Ia tak menjawab pertanyaan kakak iparnya dan pergi berlalu masuk ke dalam rumah melewati semuanya.

.

.

.

Like

Vote

Komen

Tip

1
Niken Dwi Handayani
Untung di novel, hal yang aneh bisa ada. di dunia nyata? oh belum tentu bisa😀
Gina Savitri
Hahaha..ngakak parah..imam kualat loh ngerjain emak..
Gina Savitri
Hahaha..ilyas lebih pinter dari damar, nggak mau di kerjain ya mending ke hotel 😂
Gina Savitri
Wulan bodoh sih klo masih mau temenan sama suci apalagi sampai masa bodo sama urusan orang lain pdhl adiknya sendiri yg di sakiti 🙄
Gina Savitri
Hahaha..suci merasa rendah diri pdhl suaminya yg berulah malah nyalahin orang lain sampai mau balas dendam..
Aylin gak bisa tersentuh karna imam menjaga nya dengan baik, tapi knp gak imam hancurkan aja tuh suci dan seno sekalian yg kelakuannya sama2 bobrok..
Gina Savitri
Tuh persis dugaan saya kayanya suci biang kerok nya, nggak bisa balas langsung ke aylin malah balas mau menghancurkan keluarga damar-amaris lewat mama nya..
Gina Savitri
Kayanya ada hubungan nya sama mantan damar atau nggak suci yg menghasut gak terima klo seno masih ngarep sama aylin
Gina Savitri
Kadang mertua bisa jadi orang ketiga penyebab kehancuran rumah tangga anaknya sendiri klo masih suka ikut campur apalagi masalah keuangan 😏
Gina Savitri
Hahaha..ngakak sumpah, damar bodoh bnr kata aylin mau aja di tipu geng somplak..
Gina Savitri
Hahaha..damar yo keno di isengi meneh..
Kayanya obat pencahar atau obat tidur ya 🤔
Gina Savitri
Hadeuh buaya darat mulai membandingkan mantan dan istri sah, dulu lebih milih suci ya skrng telen aja tuh baik dan buruknya suci 😂😂😂
Gina Savitri
Haduh azka jangan cemburu lah, gimana mereka gak deket lah orang tua mereka deket dari mereka blm di bikin 😁 Dari kecil udah main bareng 😂
Gina Savitri
Hayo damar dan imam saatnya menguji kalian, kenal nggak sama pasangan masing2 klo dandanan mereka semua mirip 😂
Gina Savitri
Agil sama rachmi aja biar gak ganggu hubungan ilyas dan adel 😁
Gina Savitri
Untungnya 8 bulan del bukan 8 tahun 😉
Gina Savitri
Lah damar bripda apa ipda sih ? Klo bripda masih polisi baru masuk, tapi klo ipda udah perwira
Gina Savitri
Abang ilyas jangan lupa jelasin sama rachmi klo udah ada calon istri, kasian anak orang di cuekin tanpa penjelasan 😏
Gina Savitri
Semoga emang masih sama2 ada rasa, biar ilyas dan adel tetap bersatu ke pernikahan walaupun skrng harus berjauhan lebih dulu demi menguji kekuatan cinta mereka 😊
Gina Savitri
Nyesel kan lu adel, makanya jangan keras kepala punya pacar nggak ada perhatiannya pdhl ilyas udah perhatian banget 😐
Gina Savitri
Abang ilyas jangan pindah ke lain hati ya memperbaiki lebih baik daripada memulai hubungan baru lagi 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!