Percintaan mereka awalnya begitu kuat , walau dengan di tentang kedua orangtua , mereka kekeh untuk tetap bersama .Walau pertentangan itu sangat kuat , mereka mampu mengatasinya .Tetapi satu peristiwa , menyebabkan dunianya abu abu bahkan hitam .
Bram Gunawan , seorang CEO sukses, masa lalunya membuatnya pernah mengalami keterpurukan .Satu peristiwa menyebabkan dia harus melepaskan isteri yang dia cintai.
Ana Laura Geraldine , seorang wanita berusia 28 tahun , menikah dalam usia muda , dan memutuskan bercerai 23 tahun.
Dia harus memutuskan bercerai dari suaminya , karena rasa bersalah pada dirinya yang begitu besar . Tahun tahun penghukuman itu dia lakukan, tanpa ada mengurangi rasa sakit dan sedih.
Bahkan mengunjungi sebuah makam pun mereka selalu berbeda waktu .
Apakah mereka akan kembali bersama lagi ? Usaha apa yang di lakukan Bram untuk meraih hati mantan isterinya ?
Simak kisah ini .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesibukan
Ana masih sibuk menggambar rancangan Bangunan perkantoran ,sekaligus pusat perbelanjaan. Ana beberapa kali minum , dan memakan buah yang sudah di kupaskan suaminya .
Bram ada pertemuan dengan beberapa klien , Ana menyerahkan urusan penanganan klien kepada suami nya , dan jika klien mau bertemu dengannya , Ana hanya menerima pertemuan di kantor , tidak buat pertemuan di luar.
Di pikiran Ana muncul beberapa desain dan konsep ,diapun menuangkannya di atas kertas .
Sudah 3 hari ,Ana menggambar proyek ini , dan sore ini rampung , Ana tersenyum bahagia , pekerjaannya selesai , dan besok acara bertemu dengan teman nya .
Sebuah pelukan ,membuat Ana menoleh .
" Mas barusan ketemu klien sayaaang ".
" Hmmmmm...".
" Kita mendapat kontrak kerja lagi , pembangunan di Paris ."
" Kita akan disana meninjau lapangan , sambil jalan , mau kan yaaaang ".
" Kapan mas ?".
" Bulan depan sayang , "
" Hmmm, ku akan kerjakan gambar ku mas , biar full holiday ."
Bram memencet hidung Ana .Ana bergelut manja dalam dekapan sang suami .
" Kita makan di luar yuk yaaang ".
" Ayukkk".
Ana dan Bram pun turun ke ruangan Bram , disana para pegawai sudah pamit pulang .
Ana menunggu Bram sedang bertelepon dengan anggota di lapangan , mereka pun menuju sebuah restoran.
" Kamu keliatan lelah sayaaang ".
" Pinggang lumayan pegal mas ".
" Nanti mas urut , mau ?".
" Hmmm, urut pelan ya mas, soalnya dedek kan udah ada ."
" Pegal , pengaruh dedek ya yang , biasa , punggug aja kan yang pegal ".
" Iya mas ".
Bram memeluk erat tubuh sang isteri , tangan Bram bergelayut di pinggang Ana.
Bram mengecup dahi Ana .
Ana memesan es cream , steak dan , sedangkan Bram memesan aneka puding .
" Yaaang coba in , nih enak , puding terbaru ".
Bram menyuapi Ana.
" Lembut banget mas , enak ..".
" Suka yaaang ?".
" Suka ".
" Mas sudah pesan ,buat di bawa pulang ."
" Hmmm, makasih sayang...".
Bram tersenyum dan mengelus pipi sang isteri .
" Mas , proyek dengan Ruth gimana ?".
" Mas akan bertolak ke Bali , Jumat malam
yaaang ".
Ana pun mengangguk .
Ana mendengar lantunan lagu , diiringi biola dan piano , Ana terpukau dengan gesekan biola yang membuatnya terhipnotis .
Jujur , Ana kurang nyaman dengan kerjasama suaminya dengan Ruth . Ana tidak bisa mengatakan apa - apa .
Hanya mampu memasrah kan pada Tuhan .
Seperti malam ini , Ana kembali berdoa dengan sang suami .
Ana sudah menukar pakaian nya , memakai lingerie berwarna hitam .
Bram tersenyum dan memeluk Ana yang sedang menyisir rambutnya .
Bram mengangkat Ana , menuju ranjang .Malam itu Bram sangat lembut , Bram begitu menjaga Ana dan kenyamanan buah hati mereka .
" Mas tidak bisa tanpa kamu sayang , wangi tubuhmu , menjadi candu".
" Mas gombal ".
Bram tersenyum .
Ana dan Bram membersihkan diri di kamar mandi .
" Jangan lama yaaang , nanti masuk angin ".
Ana pun mengangguk , mengenakan piyama nya .
Bram meletakkan kepalanya di atas perut sang isteri
" Anak papi dan mami , sehat selalu ya nak , papi dan mami sangat menyayangimu ."
Bram mengelus perut Ana.
" Mas , jangan pernah berubah , tetap menyayangi Ana dan baby kita".
" Pasti sayaaang , di sisa umur dan perjalanan hidup mas , mas akan menjaga kamu , menjaga anak kita ."
Bram mengurut perlahan pinggang sang isteri .
Ana merasa nyaman .
Ana pun tertidur .
Bram melihat sang isteri tidak begitu rewel menghadapi kehamilan nya , gak muntah , atau berbaring . Ana hanya sesekali merasa pegal di pundak dan pinggang , akibat menggambar .
Bram.melanjutkan pekerjaan nya , menggambar beberapa desain interior hotel yang akan di terapkan di Bali .Dari kolam renang, lobi , restoran , tempat gym , cafe , Bram merancang nya beda dengan desain lainnya . Sesuai permintaan Ruth .
Bram melihat jam nya menunjukkan pukul.12 malam , Bram pun berbaring di samping sang isteri , mengecup dahi dan mengelus wajah Ana dengan penuh kasih sayang .
" Sehat selalu isteri ku , sehat selalu anak ku ."
Bram pun memeluk sang isteri , sampai dirinya tertidur .
🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️🙋♀️🙋♂️
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
keegoisan wanita
* pemeran utama wanita selalu dibenarkan dan kesalahan tidak dianggap salah, ngugat cerai suami (kesalahan fatal),
*pemeran utama pria selalu disalahkan dan dibuat menderita dan akan mengemis cinta
*pelakor dilaknat dan dibuat jahat
*pebinor (sangat banyak dinovel ini) dan semua dianggap benar
* intrak pemeran utama pria dengan wanita lain (pelakor) menjijikan
* intraksi pemeran utama wanita dengan pria lain (pebinor) akan dibenarkan dengan berbagai alasan, persahabatan lah, persaudaraanlah
Ayar yg selalu mengingatkan kita bahwa apa yg ada didunia semuanya fana.
Tuhan yg memberi maka Tuhan juga yg akan mengambil.
🥰🥰🥰🥰