NovelToon NovelToon
QUEEN MAFIA

QUEEN MAFIA

Status: tamat
Genre:Komedi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: yuni rahayu devi

Ini karya pertamaku...

Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.

Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Main

Sekarang Al dkk, Rizky dkk, dan Naila dkk sedang dikantin karena jam sudah menunjukkan jadwal istirahat.

"Al lo udah nggak apa-apa?" tanya Fatur.

"Nggak" jawab Al cuek.

"Makasih ya Al, Chan, Vin udah nolongin gue sama orang tua gue malam tadi" ucap Rizky.

"Sama-sama" ucap Kevin, Al dan Chandra hanya mengangguk.

"Emang malam tadi kenapa?" tanya Putra.

"Pas pulang dari restoran *** ada preman yang ngehadang mobil gue sama orang tua gue, jumlahnya kurang lebih 20 orang" jawab Rizky.

"Terus Al ngehajar mereka?" tanya Naila yang dapat anggukan dari Rizky.

"Terus luka tembakan lo gimana Al?" tanya Rosa.

"Aman" jawab Al.

"Sakit gak kena peluru, kok lo santai banget?" tanya Risa.

"Mau coba?" bukannya menjawab Al malah nanya balik ke Risa.

"Hehe gak deh" jawab Risa cengengesan.

"Ya sakitlah, masa gak" jawab Naila menjitak jidat Risa.

"Awh sakit" ucap Risa sambil mengelus jidatnya.

"Baru digituin udah sakit, apalagi kena peluru pingsan mungkin lo" cibir Naila, Risa hanya tersenyum melihatkan gigi putihnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Brak

Semua siswa/siswi langsung melihat kearah sumber suara.

"Eh ngapain sih lo?" tanya Rosa langsung berdiri.

"Gue mau ngasih dia pelajaran" jawab Sifa sambil menunjuk Al yang sedang fokus dengan ponselnya.

"Emang dia salah apa?" tanya Naila yang sudah berdiri, mereka semua berdiri kecuali Al dkk mereka masih tetap santai fokus mabar.

"Eh Chan kesana lo, Al hati-hati" ucap Kevin yang fokus dengan gamenya tidak menghiraukan mereka yang sedang ribut, membuat siswa/siswi yang ada disana heran dengan tingkah mereka.

"Iya, itu dibelakang lo" ucap Chandra masih dengan kegiatannya, Al hanya diam saja dia memilih fokus dengan gamenya karena Sifa dkk akan kalah juga.

"Woi lo pada bisa berhenti gak main gamenya!" suruh Salma.

"Lo siapa nyuruh kita berhenti, emak bapak kita aja nyantai kok lo yang sibuk sih" ucap Kevin tanpa melihat lawan bicaranya.

"Lo mau tau kan salah dia apa, karena dia Rizky gak nerima perjodohan kita berdua!" jawab Sifa tegas.

"Hahah Rizky gak nerima, lo malah nyalahin dia ada kaca dikamar lo, kalau gak ada gue beliin" ledek Naila.

"Sifa kenapa lo nyalahin Al?" tanya Dion.

"Karena malam tadi dia ada direstoran yang sama pasti dia ngikutin kita" jawab Sifa.

"Emang kita ngikutin kalian, tapi lebih tepatnya kita ngikutin keluarga Abiansyah" batin Kevin.

"Eh itu tempat umum semua orang berhak datang kesana" ucap Dion.

"Mon maap nih memang iya itu tempat umum tapi yang punyanya Al, jadi terserah Al dong mau kesana atau gak, bahkan dia bisa aja ngancurin tu restoran" batin Kevin.

"Tapi kenapa pada saat kita sampai dia juga sampai, pasti dia memang ngerencanain ini semua, dia pasti tau rencana dijodohin itu makanya dia ngikutin kita" ucap Sifa sinis.

"Heh mana mungkin dia tau, gue aja baru malam tadi tau pas kita mau berangkat kesana, mungkin kebetulan" ucap Dion.

"Heh lo jangan nuduh deh ruangan kita beda ya kalian diruangan VVIP 2 dan kami diruangan VVIP 1, gimana coba kita ngerencanain untuk gagalin perjodohan kalian?" tanya Kevin yang masih fokus dengan gamenya.

"Restoran *** ruang VVIP 1 hanya orang tertentu yang bisa boking ruangan itu"batin mereka.

"Itu karena Al ngegoda Rizky, dasar cewek gatel" jawab Sifa sinis.

"Eh eh eh perasaan gue ya dari Al masuk sampai sekarang dia diem aja, kalo ngomong juga singkat, jelas, padat, dingin, datar, kok bisa dia ngegoda Rizky" ucap Putra.

"Dia itu caper, kemaren aja sok-sok an ngelawan mafia" ucap Sifa.

"Mon maaf sok dari mana, caper dari mana coba? kalau dia gak nolongin kita, mungkin kita udah dirumah sakit atau kita disekap sama mereka disiksa, dipikir dulu kalau ngomong" ucap Naila.

"Sumpah ni orang kagak tau terima kasihnya" ucap Rosa.

"Ngapain gue terima kasih sama dia, bisa jadi ini rencana dia supaya dapat perhatian" cibir Sifa tak tau malu.

"Al rencanain ini semua, terus Al lawan anak buahnya sendiri, terus tembakan itu direncanain juga, gak mungkin Al mau nyelakain dirinya sendiri bego" ucap Fatur.

"Bisa jadi tembakan itu cuman pura-pura, coba kita liat bekas tembakannya" ucap Sifa.

"Gila lo, gak udah didengerin Al" ucap Naila.

"Coba buka kita liat apa ada bekas tembakannya" ucap Sifa, semua siswa/siswi membicarakan Sifa yang menurut mereka bodoh.

"Gak usah Al kita percaya sama lo" ucap Fatur.

"Pasti benerkan apa yang dibilang gue?" tanya Sifa kepada Al, Al tidak menjawab dia masih fokus bermain game.

"Woi kalau ditanya jawab!" ucap Nisa ngegas.

"Kok lo ngegas santai dong!" ucap Risa yang ikut ngegas.

"Eh sebelah utara musuh" ucap Kevin.

"Hajar" ucap Chandra.

"Al rumah disebelah kanan ada musuh" ucap Kevin.

"Siap" ucap Al.

"Gue udah pancing musuh supaya masuk kejebakan kita, sebentar lagi dia sampai disana" ucap Kevin.

"Otw" ucap Al dan Chandra.

"Eh lo bertiga malah asik main!" ucap Rere.

"Terserah kita" ucap Kevin.

"Woi lo pada denger gak sih gue suruh lo semua berhenti!" ucap Salma.

"Emang iya, tapi sayangnya kita gak peduli" ucap Kevin.

"Lo semua ya!" geram Salma.

"Al gue mau lo tunjukkin luka lo!" suruh Sifa ngegas.

"Siapa lo nyuruh-nyuruh Al, keluarganya bukan" ucap Kevin.

"Eh lo keluarga Al tapi tiri"batin Kevin membenarkan.

"Kita semua cuman mau liat apa benar ada luka tembakan, atau itu cuman akal-akalan lo pada" jawab Sifa Al dkk tidak menjawab.

"Lo disekolahin supaya pinter, bukan makin bego" cibir Rosa.

"Kalau omongan gue bener gimana?" tanya Sifa meledek.

"Terserah lo aja deh" ucap Rosa malas.

"Buka baju lo tunjukin luka lo" suruh Sifa, Al tidak menjawab.

"Eh tinggal 1 musuh di bagian barat" ucap Kevin.

"Gue otw" ucap Chandra.

"Gue udah nyampai, musuh didepan gue" ucap Al.

"Hajar aja Al gue masih jauh soalnya" ucap Chandra.

"Permintaan diterima" ucap Al lalu menembaki musuh.

"Sadappp" ucap Chandra dan Kevin. Mereka lalu bertos ria menggunakan siku mereka.

"Eh kalian ngapain disini?" tanya Kevin seperti hilang ingatan.

"Buka baju Al kita mau liat lukanya Al itu asli atau palsu" ucap Sifa. Al tidak menjawab dia lalu merobek baju lengan bagian kanannya terlihat perban putih yang ada di bahu kanannya.

"Tuh udah diliat puas lo" ucap Fatur.

"Belum, gue mau lo buka perbannya" suruh Sifa.

"Stop mending lo pergi dari sini!" surub Rizky tegas.

"Gue gak terima perjodohan kita karena gue tau sifat lo, dan gue udah bilang gue udah suka sama seseorang bahkan gue cinta!" ucap Rizky tegas.

Al menarik perbannya kasar melihat kan luka yang masih belum sembuh.

"Al lo ngapain buka perbannya?" tanya Fatur khawatir.

"Lo udah liatkan lukanya Al mending lo pergi sekarang" suruh Naila.

"Gue gak mau" ucap Sifa, Al dkk lalu pergi dari sana tanpa sepatah katapun.

"Liat gara-gara lo gangguin kita mereka pergi" ucap Fatur lalu mengejar mereka diikuti Rizky.

"Jaga sikap lo Sifa, kalau Daddy tau semuanya pasti dia bakal marah besar" ucap Dion lalu pergi.

"Gak tau malu" ucap Naila.

"Tidak tau terima kasih, udah ditolongin nuduh" ucap Rosa dan Risa bersamaan lalu mereka bertiga pergi dari kantin.

Siswa/siswi menyoraki Sifa dkk, membuat mereka malu, mereka langsung pergi karena menahan malu.

Disisi lain Al dkk sedang ada diruangan pribadi Al.

"Obatin dulu luka lo" ucap Chandra sambil membawakan kotak p3k. Dia memasangkan perban dilukanya Al dengan hati-hati.

"Sumpah lama-lama tu orang ngelunjak" ucap Kevin.

"Gue gak tahan mau matahin tulang dia" ucap Chandra.

"Sabar, malam ini mereka mau kehotel, mereka mau main-main sama gue" ucap Al.

"Maksudnya gimana?" tanya Kevin.

"Jadi gini......" jawab Al.

Rizky dkk dan Naila dkk mencari Al dkk tapi mereka tidak menemukannya, pada saat mereka mau menuju kelas mereka melihat Al dkk berjalan kearah mereka.

"Al gimana luka lo?" tanya Fatur.

"Aman" jawab Al.

"Dari tadi aman-aman mulu" ucap Putra.

"Kalian dari mana aja kita nyariin?" tanya Risa.

"Kita ada disekitar sini, ngobatin luka Al" jawab Kevin.

"Tapi kenapa kita gak liat?" tanya Rosa yang dijawab Kevin dengan menaikkan kedua bahunya.

"Kalian ada waktu gak malam ini?" tanya Kevin.

"Emang kenapa?" tanya Dion.

"Kalian datang kemansion kita ya malam ini kita ada acara BBQan nih" ajak Kevin.

"Emang mansion kalian dimana?" tanya Naila.

"Depan mansion Rizky" jawab Putra.

"Jadi itu punya kalian?" tanya Rosa.

"Lebih tepatnya punya Al, gimana mau gak?" tanya Kevin.

"Boleh, jam berapa?" tanya Dion.

"Terserah kalian mau sekarang juga boleh" jawab Kevin.

"Jam 19.00 aja gimana kita kumpul dimansion Rizky dulu" ucap Putra.

"Siap" jawab mereka.

"Yaudah kita pulang dulu ya" ucap Kevin.

"Ini belum waktunya pulang" ucap Risa.

"Iya kita tau, tapikan percuma masuk juga paling disuruh keliling lapangan bosen mending pulang" ucap Kevin.

"Bener juga mending kita ikut pulang" saran Fatur.

"Tas kita gimana?" tanya Rosa.

"Biarin aja" jawab Putra.

"Tapi kalau pulang pasti kita kena omel dimansion" ucap Naila.

"Gak usah pulang kemansion, kita jalan-jalan aja" ucap Putra.

"Kemana? terus masa harus pakai baju seragam?" tanya Naila.

"Ke mall, disana kita ganti baju" ucap Putra.

"Yaudah ayo" ajak Dion. Al dkk sudah jalan duluan diikuti Rizky dkk dan Naila dkk.

 

Setelah sampai mall mereka memilih baju untuk digunakan mereka. Setelah memilih dan berganti baju mereka pergi ke bioskop.

"Nonton apa?" tanya Dion.

"Komedi" jawab Naila dkk, Putra dan Fatur. Dion lalu memesan tiket untuk mereka semua. Al dkk pergi membeli cemilan.

Setelah selesai mereka masuk kedalam bioskopnya, mereka memilih duduk dipaling belakang.

Film dimulai Naila dkk terus menerus tertawa melihat hal konyol yang dilakukan para aktor, Rizky dkk hanya tertawa pada saat akting mereka benar-benar lucu bagi mereka, sedangkan Al dkk mereka masih dengan wajah datarnya.

"Ni film gak lucu ya kok Al, Chandra sama Kevin gak ketawa sama sekali?" batin Dion.

"Filmnya ada yang salah kali ya sampai gak ngebuat mereka ketawa" batin Putra.

"Mereka gak ketawa" batin Fatur.

"Mereka memang gak bisa ketawa atau gimana sih" batin Rizky.

"Ni film kagak ada yang salah, kitanya aja yang gak bisa ketawa diliatin orang banyak" batin Kevin.

"Lo ngerasa ada yang aneh gak disini?" tanya Kevin berbisik kepada Al dan Chandra.

"Merinding gue" jawab Chandra yang ikut berbisik.

"Banyak orang jadi gitu" jawab Al.

"Maksudnya yang gak keliatan ya?" tanya Kevin memastikan yang dijawab anggukan oleh Al.

"Pantesan hawanya kayak aneh" ucap Chandra.

"Ngapain mereka disini?" tanya Kevin.

"Mau ikut nonton kali" jawab Al.

"Iya bener juga kata lo hihi" ucap Kevin tertawa kecil.

"Lah dia ketawa"batin Fatur.

"Ini yang aneh gue, filmnya atau mereka"batin Putra.

Filmnya pun selesai mereka pergi kerestoran*** untuk makan siang.

"Ruangan VVIP 1 sudah siap, mari saya antar" ucap pelayan restoran yang melihat Al dkk datang.

Mereka pergi keruangan VVIP 1, setelah sampai mereka langsung masuk kedalam ruangan tersebut.

Mereka semua memakan makanannya tapi tidak dengan Al dia sibuk dengan laptopnya dimeja lain, dia tidak bergabung bersama mereka karena ada yang harus dia selesaikan.

"Al kenapa lo gak makan?" tanya Rosa namun tidak dijawab oleh Al.

"Kalau Al lagi fokus sama laptopnya jangan diajak ngomong gak akan kedengeran" jawab Kevin yang sudah tau kebiasaan Al.

"Lah kok gitu?" tanya Fatur.

"Ya memang gitu dia orangnya gue juga gak tau" jawab Kevin.

"Selesai huh" ucap Al sambil meregangkan ototnya.

"Al tadi lo ditanya sama Rosa" ucap Kevin, Al hanya mengangkat salah satu alisnya tanda apa.

"Kata dia kenapa lo gak makan" ucap Kevin.

"Masih kenyang" jawab Al lalu dia mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.

"Halo, gimana?" tanya Al pada saat telponnya sudah tersambung.

"Beres, nanti itu digabung sama yang lain atau mau lo tunjukin kesemua orang?" tanya seseorang.

"Digabung buat nanti aja, kalau ditunjukin nanti gak seru" jawab Al.

"Bener juga masa langsung ketauan sifat aslinya kan gak nyess" ucap seseorang tersebut.

"Tuh lo tua, yaudah deh gue matiin bye" ucap Al lalu mematikan telponnya.

"Eh buset gue dibilang tua" ucap seseorang tersebut saat telponnya sudah mati.

"Siapa Al?" tanya Chandra.

"Biasa" jawab Al lalu fokus dengan laptopnya untuk mengecek beberapa berkas.

"Siapa?" tanya Putra.

"Abangnya" jawab Kevin yang dijawab oh oleh Putra.

"Abis ini kita kemana?" tanya Rosa.

"Pulang aja gimana, jam pulang udah lewat 5 menit yang lalu" saran Naila.

"Yaudah ayo balik" ucap Putra.

"Al lo gak balik?" tanya Fatur.

"Udah gue bilang kalau Al lagi fokus gak usah ngajak ngobrol" ucap Kevin.

"Astaga gue lupa" jawab Fatur lenepuk jidatnya.

"Terus gimana?" tanya Naila.

"Kalian pulang aja kita bakal nungguin Al bentar lagi juga dia selesai" jawab Kevin.

"Yaudah kita pulang dulu" ucap Putra yang diangguki oleh Kevin.

Mereka semya keluar dari ruangan tersebut, Chandra dan Kevin langsung menghampiri Al.

"Gimana?" tanya Chandra.

"Rebes" jawab Al lalu menutup laptopnya.

"Bakal malu dia" ucap Kevin tersenyum miring.

"Ya pastilah" jawab Chandra.

"Balik yok" ajak Al.

"Ayo" jawab Kevin, mereka keluar dari sana menuju parkiran untuk mengambil mobil mereka.

Sesampainya dimansion mereka menyuruh art untuk menyiapkan segalanya, setelah itu mereka masuk kekamar masing-masing.

Al masuk kekamarnya lalu pergi kekamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu, setelah mandi dan memakai baju dia langsung sholat Dzuhur, setelah sholat dia memilih untuk tidur.

Jam menunjukkan pukul 16.00 Al terbangun dari tidurnya, dia lalu kekamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu sholat Asar. Setelah sholat dia pergi keruangan olahraga untuk latihan.

Rizky dkk dan Naila dkk sudah berkumpul di mansion Rizky.

"Kita langsung kesana aja atau gimana?" tanya Putra.

"Terserah, gue sih ikut-ikut aja" jawab Fatur.

"Langsung aja yok, bosen gue" jawab Naila.

"Yaudah ayok" ucap Dion.

Mereka pergi kemansion Al dengan berjalan kaki karena dekat. Setelah sampai dimansion Al mereka bertemu penjaga yang bekerja disana.

"Ada keperluan apa kesini?" tanya penjaga tersebut.

"Kita mau main, tadi pas disekolah kita disuruh kesini" jawab Dion.

"Tunggu sebentar" ucap penjaga tersebut lalu memencet tombol untuk menanyakan kepada Al dkk.

"Nona, Tuan muda" panggil penjaga dari alat komunikasi.

"Iya" jawab mereka.

"Ada tamu katanya mereka disuruh nona dan tuan muda kesini" ucap penjaga tersebut.

"Suruh mereka masuk" suruh Kevin.

"Baik" ucap penjaga tersebut lalu menghampiri mereka.

"Silahkan masuk" ucap penjaga tersebut membukakan gerbang tersebut.

Mereka pun masuk kedalam mansion Al mereka sangat takjub melihat mansion Al yang dipenuhi barang-barang mewah.

"Sini" suruh Kevin sedikit berteriak dari ruang keluarga. Mereka menghampiri Chandra dan Kevin yang sedang ada disana.

"Duduk, tunggu sebentar gue panggil art suruh bawain minum sama cemilan" ucap Kevin lalu pergi kepojokan membuat mereka heran kecuali Rizky.

"Bi bawain minum sama cemilan" ucap Kevin pada alat komunikasi.

"Tunggu sebentar ya den" ucap art tersebut. Kevin lalu kembali duduk disofa.

"Al dimana?" tanya Naila.

"Perasaan gue dia diruangan olahraga" jawab Kevin.

"Ngapain disana?" tanya Fatur.

"Masak, ya latihanlah" jawab Kevin kesal.

"Lukanya gimana?" tanya Fatur, Kevin hanya menaikkan kedua bahunya.

"Kalian mau liat Al, ayo" ucap Kevin lalu berdiri diikuti yang lainnya mereka semua mengikuti Chandra dan Kevin.

Setelah sampai diruangan olahraga mereka melihat Al sedang memukul samsak, mereka tidak masuk mereka hanya melihat dari pintu.

Al tidak sadar sedang dilihatin oleh mereka dia terus saja memukul samsak tersebut pada saat Al memukul kembali samsak itu langsung rusak membuat mereka semua terkejut.

"Al lo udah ngancurin berapa ratus samsak, baru kemaren diganti" ucap Kevin lalu masuk kedalam diikuti yang lain.

"Sejak kapan disitu?" tanya Al.

"Sejak 5 menit yang lalu sebelum lo ngancurin itu samsak" jawab Kevin.

"Oh" ucap Al cuek lalu meminum minumannya.

"Astaga cantik banget"batin Fatur.

"Yaampun suer dah tambah cantik aja"batin Putra.

"Cantik"batin Dion.

"Tambah cantik"batin Rizky.

Al dan Kevin yang mendengar itu saling lirik, Kevin menaik turunkan alisnya Al hanya cuek bebek.

"Udah yok balik ketempat tadi, kita main ps" ucap Kevin.

"Yok" ucap Fatur.

"Gue cabut" ucap Al lalu pergi dari ruangan olahraga.

"Yaudah ayo" ucap Kevin berjalan pergi diikuti Chandra dan yang lainnya.

Mereka sampai diruang keluarga, para lelaki bermain ps sedangkan para gadis mereka membaca buku yang ada diruang keluarga, tak lama Al datang dia sudah mandi dan berganti baju. Dia ikut bergabung dengan yang lainnya, dia berbaring dengan kepala dipaha Chandra.

"Bahan-bahan BBQ udah siap?" tanya Al sambil fokus keponselnya.

"Udah tinggal ditata aja diatas nanti" jawab Chandra yang fokus bermain ps.

"Al lo masih ada buku lagi gak?" tanya Naila yang sibuk membaca.

"Ada tuh dipintu sana gue simpen bukunya" jawab Al sambil menunjuk pintu yang ada disebelah televisi.

"Kita boleh kesana gak?" tanya Rosa ragu.

"Boleh" jawab Al yang fokus pada ponselnya. Mereka pun menuju kepintu yang ditunjuk Al, pada saat mereka membuka pintu, mereka terkejut dengan isinya karena banyak sekali buku disana.

"Wah ini banyak banget bukunya" ucap Risa melihat buku-buku tersebut.

"Pantas aja Al pinter" ucap Rosa.

"Ayo kita liat, siapa tau ada buku yang bagus" ucap Naila lalu masuk kedalam ruangan tersebut diikuti Rosa dan Risa.

"Al lo gak main?" tanya Kevin fokus pada psnya.

"Gak sibuk" jawab Al yang masih fokus pada ponselnya.

"Sibuk main hp hihi" ucap Fatur.

"Tuh lo tua" ucap Al.

"Tau Al tau bukan tua" ucap Fatur.

"Sama" jawab Al.

Tak lama Naila dkk datang dengan membawa buku-buku.

"Banyak banget lo pada bawa bukunya?" tanya Putra.

"Supaya pintar" jawab Rosa.

"Al pinjem sebentar ya" ucap Naila.

"Iya" jawab Al.

Mereka pun sibuk dengan kegiatan masing-masing, jam sudah menunjukkan pukul 18.00.

"Gue cabut dulu" ucap Al lalu duduk.

"Kemana?" tanya Kevin.

"Sholat" jawab Al.

"Kalian mau sholat juga?" tanya Kevin yang dapat anggukan dari mereka.

"Mau sholat sendiri-sendiri atau berjamaah?" tanya Kevin.

"Berjamaah aja deh" jawab Naila.

"Yaudah ayo ikut" ajak Kevin lalu pergi dari sana diikuti yang lainnya, Chandra tidak ikut dia ssudah pergi bersama Al.

Kevin membawa Rizky dkk dan Naila dkk ke mushola yang ada dirumah Al.

"Dah sampai, semuanya udah ada disana" ucap Kevin.

"Gue kekamar dulu mau siap-siap, tempat wudhu disebelah sana" ucap Kevin sambil menunjuk tempat Wudhu lalu pergi dari sana.

"Astaga ni mansion lengkap banget" ucap Fatur kagum.

"Musholanya juga elegan" ucap Dion.

"Tapi perasaan gue mansion ini kok dominan warna gelap" ucap Putra.

"Ruang tamu sama mushola gak" ucap Rizky.

"Iya bener" ucap Putra.

"Udah kapan mau sholatnya kalau ngomong terus" ucap Risa lalu pergi ketempat wudhu diikuti yang lain.

Setelah selesai wudhu Kevin pun datang dengan pakaian yang sudah ia ganti.

"Siapa jadi iman?" tanya Kevin pada saat sudah ada disana.

"Dion" ucap Fatur dan Putra.

"Yaudah ayo kita mulai" ucap Kevin lalu bersiap diposisinya.

Mereka pun sholat dengan khusyuk, setelah sholat mereka kembali keruang keluarga disana sudah ada Al dan Chandra yang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing, mereka sedang mengecek berkas-berkas kerjasama lewat ponsel mereka.

Mereka duduk disofa itu beberapa detik kemudian art yang menyiapkan BBQ datang.

"Permisi, semuanya sudah siap diatas" ucap art tersebut.

"Oh nanti kita kesana" ucap Kevin.

"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap art tersebut lalu pergi.

"Keatas yok semuanya udah siap" ajak Kevin lalu pergi mengajak mereka.

Al dan Chandra sudah tidak fokus pada ponselnya mereka mengikuti Kevin yang ada didepan.

Mereka memasuki lift yang ada dimansion supaya cepat sampainya. Setelah sampai mereka kagum dengan keindahannya semua tersusun rapi.

"Waw indah banget" ucap Rosa.

"Foto kuy" ajak Naila.

Para cewek berfoto ria tapi tidak dengan Al dia hanya berdiri memandangi jalan menuju markasnya yang ada disana.

"Ngapain disini aja" ucap Rizky mengagetkan Al.

"Gak ngapa-ngapain" ucap Al tanpa melihat Rizky.

"Nih jagung bakar" ucap Rizky sambil memberi jagung bakar tersebut.

"Makasih" ucap Al sambil mengambil jangungnya lalu memakannya.

"Sama-sama" ucap Rizky ikut memakan jagung bakarnya.

"Lo kenapa gak gabung sama yang lain?" tanay Al cuek.

"Mereka lagi sibuk sama kegiatan mereka masing-masing" jawab Rizky yang dapat anggukan dari Al.

"Woi Al, Ky ngapain disitu sini" ajak Fatur, mereka pun datang kesana.

"Lo berdua malah pacaran, ntar pacarnya ngambek gimana?" tanya Putra yang gak tau kalau Al dan Chandra sepupuan.

"Siapa yanh pacaran" ucap Rizky cuek. Al lalu pergi dari sana menuju ayunan yang ada ditempat itu.

Mereka semua sibuk BBQ an tapi gak dengan Al dan Chandra mereka sibuk dengan berkas-berkas yang dikirim lewat email.

Acara BBQ selesai jam sudah menunjukkan pukul 22.30 mereka masih ada dimansion Al.

"Kalian nginep aja" ucap Al.

"Iya udah malam ini" ucap Kevin.

"Emang boleh?" tanya Fatur.

"Nggak boleh, kan udah disuruh ya pasti bolehlah" ucap Kevin ketus.

"Gue izin dulu sama ortu" ucap Naila lalu menelpon orang tuanya Rosa dan Risa pun sama mereka menelpon orang tuanya.

"Boleh katanya" ucap Naila.

"Sama gue juga" ucap Rosa dan Risa.

"Kamar kalian ada dilantai 2 pilih aja" ucap Al.

"Kekamar yok" ajak Naila.

Mereka semua turun menuju lantai 2 untuk menunjukkan kamar mereka semua.

"Kalian mau tidur sendiri-sendiri atau sama-sama?" tanya Al.

"Sama-sama aja" jawab Rizky dkk dan Naila dkk.

"Buka semua pintu kamar yang ada dilantai 2" suruh Al kepada tombol yang ada didinding tersebut.

"Baik" bunyi dari tombol tersebut.

Pintu semua kamar terbuka lebar memperlihatkan isi kamarnya masing-masing.

"Kalian pilih mau yang mana" ucap Al lalu duduk dikursi yang ada didekat sana diikuti Chandra dan Kevin.

Rizky dkk dan Naila dkk memilih kamar mereka setelah mendapat pilihannya mereka pun mengatakannya.

"Kita yang ini" ucap Fatur.

"Kalau kita yang ini" ucap Risa.

"Boleh, yaudah gue cabut" ucap Al lalu pergi diikuti Chandra.

"Kalian istirahat kalau ada apa-apa kalian tekan aja tombol yang ada disana panggil nama gue" ucap Kevin yang dapat anggukan dari mereka lalu dia pergi dari sana menyusul Al dan Chandra.

"Gila ni kamar hampir semua warna hitam" ucap Fatur.

"Warna kesukaan Al kali" ucap Dion.

"Gue gak nemu warna pink" ucap Putra melihat kesekeliling.

"Udah ayo kita istirahat" ucap Rizky lalu masuk kedalam kamar.

"Kalau butuh sesuatu ketuk pintu kamar kita" ucap Dion lalu masuk diikuti yang lain.

Mereka semua tidur dengan pulas, Al dkk sedang ada diruang keluarga mereka malah bermain ps.

"Gimana rencana lo?" tanya Kevin tanpa melihat lawan bicaranya.

"Ikutin alur mereka" jawab Al.

"Semua rencana mereka lo akan ikutin?" tanya Kevin.

"Iya" jawab Al.

"Kata bang Satria gak lama lagi kita ada acara camping, bener Al?" tanya Chandra.

"Iya tapi itu nanti masih lama" jawab Al.

"Pasti seru" ucap Kevin.

"Pasti" ucap Chandra tersenyum miring.

Mereka bermain ps sampai jam 03.00, mereka ketiduran disofa, tv belum sempat mereka matikan.

Rizky dkk dan Naila dkk sudah bangun jam sudah menunjukkan pukul 03.40 mereka turun kebawah dan mereka melihat Al dkk sedang tidur dengan tv yang masih hidup.

"Mereka tidur disini?" tanya Naila melihat mereka tertidur.

"Kayaknya" jawab Dion.

"Bangunin sana" ucap Putra.

"Al, Chan, Vin bangun" ucap Dion membangunkan mereka.

"5 menit lagi Chan" ucap Al dan Kevin bersamaan.

"5 menit lagi Al" ucap Chandra.

"Lah kok gitu" ucap Fatur heran.

"Mungkin yang biasa ngebangunin Al sama Chandra jadi gitu" ucap Risa.

"Al, Chan, Vin bangun sekolah, baju kita gimana?" tanya Rosa sambil membangunkan mereka.

"Baju tuh udah ada di sofa sebelah sana, coba liat" jawab Kevin masih menutup mata sambil menunjuk sofa.

"Ini baju siapa?" tanya Fatur melihat baju seragam sekolah.

"Baju kalian" jawab Kevin lalu membuka matanya. Al dan Chandra sudah membuka matanya.

"Gue cabut" ucap Chandra, Al dan Chandra lalu pergi dari sana.

"Mau kemana mereka?" tanya Risa.

"Mandi, kalian siap-siap juga sana gue juga mau cabut" ucap Kevin.

"Oh iya itu udah lengkap semua tinggal pake aja" ucap Kevin lagi lalu pergi.

Mereka semua pergi untuk bersiap-siap.

Dikamar yang ditempati Rizky dkk.

"Eh gila ini lengkap loh sama cdnya juga" ucap Fatur melihat barangnya.

"Pas lagi dibadan gue" ucap Putra yang sudah memakai seragamnya.

"Mereka tau dari mana ukuran baju kita?" tanya Fatur.

"Gue juga gak tau, udah pake aja" ucap Dion yang sedang memakai seragam.

Mereka pun memakai seragamnya masing-masing, Al juga dmsudah menyiapkan tas dan buku untuk mereka semua.

Dikamar yang ditempati Naila dkk.

"Ini baju pas loh" ucap Naila sambil melihat dirinya dicermin.

"Siapa yang beli ya, dan kapan mereka beli?" tanya Rosa.

"Gak tau terserahlah asal ada baju" ucap Risa.

Mereka sudah siap untuk pergi kesekolah sekarang mereka sedang ada dimeja makan. Tak ada percakapan diantara mereka.

Selesai sarapan mereka pun langsung pergi kesekolah menggunakan mobil masing-masing.

***Bersambung***

1
Mrs. Kan
Selama aku baca novel tentang MAFIA baru kali ini MAFIA nya sholat 😭😭
Shabrina
Bagus sih tapi masih banyak typonya
Dede Mila
jejak
Amelia Amel
Thor perut gw sakittttt
Shabrina
Next
Yura Safira
keren
anu naninu
hmm keren
Nitaaaaaaaa
😍
Tataaaaaaaaaaa
.
Ratna Henita
tlng season 2 ny thor
Ratna Henita
knp episode main d ulang trus thor
Nayyira
lanjulanjutt
Nayyira
lanjut
Libra3
lebih tepatnya bawa para ART atau mereka ke tempat yang aman,,
kalau disimpan keknya rada ganjal
Qayum Dan Qasih
lanjut thor
Yoni Hartati
makanya kenapa ikut2 an ngerepotin kan .makanya mikir riz kamu itu cuman merepotkan dan dijadikan kelemahan. mestinya jodohnya al jgn orang yg lemah mestinya yg kuat jgn riz jodohnya
Yoni Hartati
bodoh amat rizk,km ikut al jd beban .apa tdk mikir?
Shelvia Amanda Dika: benar itu kak
total 1 replies
Yoni Hartati
nyusahin ini nama nya rizky. apa tdk pikir km cuman beban .
Yoni Hartati
mereka kok suka banget ngikuti al? apa mereka tdk sekolah?
Sri Aisyah
gak asing telinga denger tiba tiba " brakkkkkk" 😉😉😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!