NovelToon NovelToon
Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:195.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisha Bella

Cerita cinta indah antara Dinda dan Adit, yang dimulai dari awal perkuliahan hingga mereka wisuda dan akhirnya menikah.

Kisah cinta yang apik dan terbungkus romantisme sederhana, sesederhana hati mereka dalam mencintai dan menerima pasangan apa-adanya.

Cinta sejati terkadang tak bisa dimiliki. Namun cinta sejati akan selalu menjadi kenangan di hati. Karena dia mengajarkan banyak hal tentang rasa cinta, bukan sekedar mencintai untuk dicintai..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisha Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 MALAM PERTAMA - PART 2

"Terima kasih banyak sayang, kamu sudah mau mendengarkan ceritaku.." Kini Adit sudah tenang, beban di hatinya telah dia lepaskan. Tak ada lagi yang dia sembunyikan dari istri tercintanya, yang sudah dipeluknya kembali seperti semula.

Dinda tersenyum dalam pelukan suaminya. Dia berharap semoga setelah ini, Adit bisa berubah, bersikap mesra dan penuh cinta kepadanya tanpa dibayangi ketakutan lagi.

"Sayang, sudah larut malam. Kita pindah ke kamar?" Ajak Dinda manja.

"Kamu sudah mengantuk?" Adit masih terus memeluknya. Belum ingin melepaskannya. Dia sudah mulai merasa nyaman memeluk istrinya.

"Heemm.."

"Tidurlah di sini dulu, peluk aku terus. Aku masih ingin seperti ini, sayang.." pinta Adit sambil mencium lembut kening istrinya yang sudah memejamkan mata. "Aku mencintaimu.."

Dinda yang mulai lelap masih bisa mendengar ucapan Adit, dan dengan setengah tertidur dia membalasnya. "Aku juga mencintaimu.."

Tak lama kemudian, Adit yang mulai merasa lelah dan mengantuk pun ikut tertidur dengan menyandarkan kepalanya ke belakang, sambil terus memeluk tubuh istrinya yang semakin rebah pulas dengan kepala terkulai di atas dadanya.

.

.

.

Jam dinding menunjukkan pukul satu dini hari, saat Adit terbangun. Dia melihat ke arah istrinya yang masih terlelap di pelukannya.

Dia tidak tega kalau harus membangunkannya. Sementara hawa dingin semakin menyeruak menembus tulang.

Pelan-pelan dia menggeser sedikit posisi duduknya agar sebelah tangannya bisa menggapai ke arah kedua lutut Dinda. Setelah dirasa cukup aman, dia mulai bangkit sambil mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongannya.

Berjalan sangat hati-hati, dia melangkah memasuki kamar. Sesampainya di tepi tempat tidur, perlahan dia menurunkan istrinya di ranjang, dan membetulkan posisi kepalanya di atas bantal. Kemudian segera menyelimutinya agar tidak lagi merasakan dingin dalam tidurnya.

Dia sendiri segera naik ke atas tempat tidur, duduk di samping tubuh istrinya yang terus terlelap. Dipandanginya wajah cantik itu, polos tanpa riasan pun dia tetap mempesona. Pandangannya beralih satu per satu menyusuri setiap bagian wajah istrinya.

Mata yang terpejam itu, menampakkan barisan bulu mata yang lentik. Hidung kecil itu selalu saja menggemaskannya. Pipi yang sering merona itu, dia pernah menyentuhnya namun belum pernah menciumnya. Dan bibir itu.., Adit terpaku menatap bibir mungil nan menggoda itu. Semakin lama dia menatap bibir itu, dia mulai merasakan hasratnya...

Hasrat untuk mencium bibir istrinya, menikmati kehangatan rasanya, menelusuri setiap lekukan di bibir itu.. Aaarghh.., hasratnya semakin menggebu, ingin sekali untuk melakukan semua hal yang terlintas di pikirannya..

Tapi dia masih terus menahan diri. Dia tidak mau mencuri ciuman itu walau sangat ingin dilakukannya. Dia tidak mau jadi pengecut yang hanya berani mengambil kesempatan di saat Dinda tidak menyadarinya.

Dia hanya akan melakukannya, jika Dinda sudah mengijinkannya. Dia hanya mau mereka berdua sama-sama menginginkannya dan menikmatinya.

Di saat Adit akan membaringkan tubuhnya, tiba-tiba tubuh Dinda bergerak, menggeliat pelan lalu memutar tubuhnya ke samping menghadap ke arah Adit. Adit yang sudah setengah berbaring segera membetulkan selimut yang sedikit tersingkap karena gerakan tubuh Dinda, dan ikut menyelimuti tubuhnya sendiri, lalu merebahkan diri bersiap memejamkan mata. Mencoba melupakan hasratnya yang sempat memuncak tadi.

"Sayang..." Dinda yang merasa sudah berpindah tempat membuka matanya dan mendapati Adit yang tidur telentang di sampingnya.

Adit kembali membuka matanya yang baru saja terpejam dan menoleh ke arah Dinda. Wajah bertemu wajah, pandangan mereka pun beradu.

"Ini masih dini hari. Tidurlah kembali.." Adit menyunggingkan senyumnya, menepis hasratnya yang kembali hadir begitu melihat Dinda terbangun. Lalu dia memiringkan tubuhnya menghadap tubuh Dinda. Saling berhadapan, di bawah satu selimut. Mata mereka pun menjadi enggan terpejam.

"Boleh aku peluk..?" pinta Adit.

Dinda menganggukkan kepala. Setelah apa yang diceritakan Adit padanya, dia tak lagi mempermasalahkan suaminya yang masih meminta terlebih dahulu sebelum menyentuhnya. Biarlah nanti seiring waktu, Adit akan terbiasa dengan sendirinya dan akan melakukannya dengan nyaman.

Adit menggeser tubuhnya merapat ke tubuh Dinda, kemudian satu tangannya melingkar di bawah kepala istrinya, bermaksud untuk menjadikannya bantalan tidur bagi sang istri, lalu tangan yang lainnya memeluk pinggangnya dengan erat. Dinda membalasnya dengan melingkarkan tangannya ke bagian atas tubuh Adit dengan erat, sehingga mereka berdua saling berpelukan berhadapan, di bawah satu selimut.

"Apa kamu merasa nyaman?" Adit masih takut sikapnya berlebihan bagi Dinda. Dinda pun segera menggelengkan kepala membuat Adit mulai gusar.

"Tidak..., tidak pernah senyaman ini sayang.."

Adit bernafas lega, lalu tersenyum bahagia.

Sejenak mereka terdiam, hanya saling menatap.

Suasana malam beranjak menuju pagi yang sunyi berpadu dengan sapuan angin yang dingin, membuat dua insan itu ingin saling memberikan kehangatan.

"Apakah sudah terlambat, sayang..?" Adit bertanya dengan suara bergetar. Setengah memberanikan diri dan setengahnya lagi ragu..

"Apa maksudmu..?" Dinda mengeryitkan kening, belum memahami pertanyaan suaminya.

"Sekarang.. Apakah sudah terlambat untuk memulai malam pertama kita..?" Adit mengulang pertanyaannya dengan lebih jelas.

Deeggg...!! Jantung Dinda seketika berdegup kencang mendengarnya. Nafasnya tertahan beberapa saat. Namun dia merasakan sesuatu yang tenang di dalam hatinya. Adit menginginkannya..

"Kamu yakin sayang? Kamu mau melakukannya sekarang?" Dinda mencoba memastikannya kembali.

"Iya. Aku menginginkannya.." Adit menjawab lirih, dengan tatapan sendu yang menyiratkan hasratnya.

Dinda menatap tajam ke dalam mata suaminya. Dia melihat kejujuran itu di sana. Keinginan itu..

Dinda mengangguk disertai dengan senyumannya.

"Lakukanlah apa yang sudah menjadi hakmu atasku. Dan aku akan melakukan apa yang telah menjadi kewajibanku kepadamu.."

"Terima kasih sayang. Aku mencintaimu.." Adit mencium kening istrinya dengan lembut dan lama.

"Aku juga mencintaimu sayang.." Dinda membalasnya dengan mencium tangan suaminya yang sudah lebih dulu digenggamnya sedari tadi.

Dan akhirnya, di bawah selimut yang sama, mereka mulai melakukannya. Saling mengeratkan pelukan, saling menghujani ciuman, berbagi nafas bersama, berbagi desahan bersama, berbagi peluh bersama, mencoba untuk saling memuaskan.

Dini hari itu menjadi saksi awal penyatuan dua raga yang saling mencintai dan saling menginginkan. Dua anak manusia yang tengah beradu melepaskan hasratnya, meluapkan gairah cinta yang telah sampai pada puncak penantiannya.

1
ningsih
awal yang menarik
Mbah Edhok
ingus...😅😅😅
Mbah Edhok
diam2 langkah adit jauh ke masa depan
Mbah Edhok
kembali mantap dit...👏👏👏👍👍👍
Mbah Edhok
mantap dit...
Mbah Edhok
emang melamar romantis itu harus, ya.... 🤔
Mbah Edhok
orangtua selalu khawatir saat anak kuliah & udah pacaran... yg sering emang dsuruh langsung nikah... bnyk yg bgt...
Mbah Edhok
🥰
Mbah Edhok
pergerakan hati adit...
Mbah Edhok
temponya bergerak atau mulai merambat naik dalam alur... 👍
Mbah Edhok
mulai mengarah ke yg sangat privasi ya...?
Mbah Edhok
sampai part ini ... awal alur cerita yg bagus ... terima kash jabarannya thor... masih tetap menyimak... aq paham...👍🙏
Mbah Edhok
takut ... wajar krn tdk juga kenal n tiba2 seperti SKSD... jaga diri... menyimak ceritamu thor ... terima kash suguhannya...🙏👍
Mbah Edhok
kata2 dinda seharusnya : yg kehilangan serasa separuh hidupnya hilang itu bisa disalah artikan oleh siapapun yg mendengarnya... krsalahan fatal seorang isteri yg mengatakan hal yg rawan pd seorang pria lain sekalipyn sahabat...
✰͜͡v᭄pit_hiats
kade tong aya kang bawang😠😠😠
sinti123
nama yang cantik Thor (cinta Adira Paramitha)
✰͜͡v᭄pit_hiats
tetap d pantau🥰🥰🥰🥰
✰͜͡v᭄pit_hiats
kade loba bawangan thor🥺🥺🥺🥺
Nurlela Nurlela
typo adit
Aisha Bella: Karya pertama yang masih amburadul acakadul dan belum sempat direvisi sama sekali 🙈
Terima kasih Kak Nurlela sudah berkenan mampir. Mohon maaf jika maish banyak banget kurang2nya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nurlela Nurlela
security nya kemana aja ?
koq gk ada yg muncul wkt ada keonaran spt itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!