NovelToon NovelToon
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:796.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mawar berduri

maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏


apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.

kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀

Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.

Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.


bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

permohonan

pagi hari tepatnya pukul 05.00, Dinda terbangun dari tidurnya, Dinda bangun kesiangan karena semalam dia tidur terlalu malam. semenjak Hendra tidak ada di rumah, tak ada yang membangunkan dan memperhatikan nya, itu sebabnya Dinda selalu bangun kesiangan.

Dinda bangkit dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi untuk bersih bersih, habis itu dia langsung melaksanakan shalat subuh.

setelah selesai shalat, dengan terburu buru Dinda langsung turun ke ruang bawah berlari menuju dapur membuat sarapan untuk Hendra, seperti biasa, hari ini Dinda akan mengantarkan sarapan untuk suaminya yang berada di penjara.

untuk hari ini, Dinda membuatkan ayam goreng sambal matah, lengkap dengan minuman kesukaan Hendra teh jeruk, entah kenapa hari ini Dinda tidak bersemangat, dari semalam perasaannya tidak karuan, entah apa yang akan terjadi pada dirinya sehingga dia merasakan kegelisahan seperti sekarang.

''non teh kenapa atuh non? ko malah melamun'' tanya bi Minah yang melihat Dinda menatap dinding dengan mata kosong

''gak pp bi, aku cuma lagi gak enak badan aja'' ujar Dinda kembali membereskan masakan ny

''udah, non teh istirahat aja atuh non, biar bibi saja yang anterin makanan ini ke si bapak'' ujar bi Minah. mengambil kotak makanan itu dari tangan Dinda

''tidak usah bi, biar aku aja. aku juga kangen sama mas Hendra Bi, sudah seminggu dia tidak bersama kita'' ujar Dinda sedih. Dinda menyembunyikan perasaannya yang sedang tidak karuan, dia sangat mengkhawatirkan suaminya

''iya non. bibi juga ngerasa begitu, rasanya sepi kalau gak ada si bapak. apalagi sekarang ibu non sudah pulang, bibi jadi gak ada teman ngobrol'' ujar bi Minah dengan mata yang berkaca-kaca

''iya Bi, doain ya, mudah mudahan mas Hendra bisa cepat pulang'' ujar Dinda berharap

''amiiinnn non'' ujar si mbok

''aku berangkat dulu ya mbok, assalamualaikum'' ujar Dinda pamit, mengucapkan salam

''waalaikumsalam'' si mbok menjawab salam dengan air mata yang jatuh di pipinya

si mbok merasa sedih melihat majikannya yang selalu murung, si mbok merasa ada banyak yang berubah di rumah itu, dia tidak menyangka majikannya bisa masuk ke dalam penjara padahal Hendra di kenal sangat baik oleh nya.

Dinda berjalan masuk ke dalam mobilnya, lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. hari ini Dinda sangat buru buru karena ingin segera bertemu dengan suaminya. ingin rasanya Dinda mengungkapkan segala keluh kesahnya kepada Hendra. Dinda begitu sangat membutuhkan dan merindukan Hendra.

...🌺di kantor polisi 🌺...

Hendra duduk bersandar di dinding memeluk lututnya. Hendra merasakan kesakitan yang luar biasa di bagian perut dan kepalanya hingga dia tidak kuat untuk berdiri.

semalam Hendra di pindahkan karena di h**** oleh teman setahanannya. dia di pindahkan ke ruangan yang lebih besar dan lebih nyaman dari ruangan ny yang pertama.

''pa Hendra, ada yang ingin bertemu dengan anda'' ujar polisi yang sedang berjaga

Hendra hanya menganggukkan kepalanya sembari memperhatikan polisi itu berjalan meninggalkan nya, penglihatannya terlihat samar karena kepalanya yang terbentur ke tembok hingga dia merasakan sakit yang luar biasa membuat penglihatannya terganggu.

''gimana kabar kamu mas?'' tanya dewi yang baru saja di Persilahkan masuk oleh polisi untuk menemui Hendra

tak ada jawaban dari hendra, yang ada dia sangat benci kepada dewii wanita yang sudah memasukan dia ke balik jeruji yang penuh dengan penderitaan, tangannya mengepal. rasanya dia ingin mencabik cabik wanita yang ada di depan nya itu.

''mas, aku bawakan makanan kesukaan kamu'' ujar Dewi memperlihatkan kotak makanan yang dibawa di tangannya

''ngapain kamu kesini?'' ujar Hendra bangkit dari duduknya dengan tubuh yang gemetar menahan sakit

''astaga mas, kamu kenapa? kenapa mukamu babak belur kaya gitu?'' tanya Dewi. Dewi kaget melihat wajah Hendra yang terlihat memar

''puas kamu. senang kamu lihat saya kaya gini'' jawab Hendra yang sangat marah

''maaf mas, aku juga tidak menginginkan kamu berada disini. aku cuma minta pertanggung jawaban kamu. itu saja'' ujar Dewi menjatuhkan air matanya

''pergi kamu dari sini, sampai kapanpun saya tidak Sudi menikah dengan wanita seperti kamu'' ujar hendra. Hendra kembali duduk, memalingkan wajahnya seakan tidak mau melihat dewi wanita yang sangat dia benci

''ya sudah kalo mas masih keukeuh tidak mau menerima ku, aku pergi'' ujar Dewi pergi meninggalkan Hendra

dewipun pergi dari ruang tahanan Hendra berjalan ke luar halaman kantor polisi, Dewi merasa kesal dengan Hendra Karena hendra masih belum bisa menerimanya.

Dewi bingung mengepalkan tangannya, entah apa yang harus dia lakukan supaya Hendra mau menikahinya, berbagai macam cara telah dia lakukan, tapi tetap saja hasilnya nihil.

dewipun melangkahkan kakinya menuju tempat parkiran lalu dia melajukan mobilnya meninggalkan kantor.

ketika Dewi pergi, dindapun sampai di kantor. Dinda langsung masuk ke dalam kantor untuk menemui suaminya yang sudah lama menunggu.

''selamat pagi pak, apa bisa saya bertemu suami saya'' ujar Dinda kepada polisi penjaga

''sebentar Bu, saya panggilkan dulu'' ujar polisi penjaga

tak lama kemudian, Hendra berjalan menghampiri Dinda dengan muka yang memar dan tubuh yang gemetar.

''sayang.'' Hendra memanggil istrinya yang duduk membelakanginya

''iya mas, selamat pagi'' ujar Dinda menoleh ke belakang

deg. wajah ceria dengan senyuman manisnya hilang ketika Dinda melihat suaminya penuh dengan memar di wajahnya.

''ya allah mas, kamu kenapa?'' tanya Dinda kaget sekaligus khawatir melihat suaminya kesakitan

''mas gak pp sayang'' jawab Hendra tersenyum mengelus pipi Dinda

''engga mas, kamu jangan bohong. kamu kenapa? tanya Dinda menjatuhkan air matanya

''mas di pukul Sama tmn mas di tahanan'' jawab Hendra menundukkan kepalanya

''ko bisa si mas'' tanya Dinda heran

''mas'' perkataannya terhenti

''maaf pak, Bu, waktu jenguk sudah habis. sekarang bapak bisa masuk kembali ke tahanan'' ujar polisi penjaga

hendrapun masuk ke dalam sell tahanan sebelum menjelaskannya kepada Dinda. Dinda hanya punya waktu 5 menit untuk sekedar menghilangkan rasa kangennya, air matanya mengalir tak tertahankan ketika melihat suaminya tersiksa.

''kamu pulang ya sayang, mas gk pp ko'' ujar Hendra tersenyum menutupi kesedihannya. Hendra ingin sekali menghabiskan waktu yang lama bersama istrinya tapi apalah daya, dia hanya punya waktu 5 menit saja

dindapun pulang dengan air mata yang tak henti jatuh dari pelupuk matanya. dinda tidak bisa melihat suaminya menderita, hatinya sakit, dia sangat khawatir, Dinda takut terjadi apa-apa dengan Hendra apalagi dengan kondisinya saat ini.

Dinda masuk ke dalam mobil, melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kontrakan Dewi. Dinda akan melakukan apa saja untuk membawa suaminya pulang ke rumah. Dinda akan memohon kepada Dewi agar Dewi mencabut laporan nya, Karena hanya itu jln satu satunya

...2 jam kemudian...

''assalamualaikum'' ujar Dinda mengetuk pintu kontrakan Dewi

''waalaikumsalam'' ujar Dewi dari dalam rumah, menjawab salam

''ehh ada Dinda, ada apa Din?'' tanya Dewi tersenyum. dengan kondisi hendra yang terlihat menderita dewi sudah mengira kalau Dinda akan datang kerumahnya memohon agar suaminya di bebaskan

''Dewi, aku mohon sama kamu. kamu mau mencabut laporan itu, aku gak bisa lihat mas Hendra menderita di penjara Dew, aku mohon sama kamu'' ujar Dinda memohon. Dinda menangis bertekuk lutut di hadapan Dewi

''aku bisa saja mencabut semua laporan nya, asal Hendra mau tanggung jawab dengan anak yang aku kandung'' ujar Dewi tersenyum

''iya Dew. mas Hendra pasti tanggung jawab'' ujar Dinda yang terus menangis

''ok, hari ini juga aku cabut laporannya, tapi ingat Dinda, besok suami kamu harus menikahi aku'' ujar dewi

''iya Dewi, besok mas Hendra pasti nikahi kamu'' ujar Dinda. Dinda terpaksa mengiyakan meskipun dia tidak sanggup melihat suaminya harus menikah lagi dengan perempuan lain

...bersambung...

1
falea sezi
laki tai🤣
Suria Hasan
lamaaaaaaaa amat up nya thor..
Ony Syahroni
Luar biasa
Ony Syahroni
Biasa
Suria Hasan
karma pasti sedang kamu jalani dewi...
Francisca Helena Dompas
crtanya menarik n mudah u dipahami jg mengandung nasehat yg bail jg... bhsa yg digunakan jg sederhana...
Rinnie Hassan Azhoeri
thoor maaaf ini masukan saja ya
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
Amanda Ayunda
namanya juga Dewi Iblis
mom's ana
maaf niya klo aku gak akan memaafkan penghianatan apapun bentuk dan alasannya...apalagi ketauan lagi kuda2an no ..big no buat balik lagi jijik rasanya 🤮🤮🤮dr lubang orang k lubang kita lagi jijik sumpah...lumah bukan cinta din tapi bego akut
Cinta Suci
dewi kan uda sadar smoga berjodoh sm frans
Cinta Suci
alhmdllh dewi uda sadar smoga jdi lebi baik
Adolvin Tangka
semangat thor lanjut
Sulati Cus
berpura-pura kuat tp nyata nya...
Yulia Yulia
aq qo g suka dinda y trlalu lemah n kurang greget sm pelakor
Rita Ratnawati
selalu bgini ceritanya mengenai pelakor males baca istri sah kalah bodoh lemah cengeng
Rita Ratnawati
gk suka karakter Dinda lemah dan bodoh
Rita Ratnawati
sewa pengacara donk org kaya
Rita Ratnawati
org pintar moso lgsung percya
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu ya 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!