Auristella Leesham, mahasiswi tingkat akhir di Universitas Swasta di Kota A. Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi Auris, di sela-sela kesibukannya menyiapkan segala sesuatu untuk Tugas Akhirnya, dia harus bekerja untuk membiayai kuliahnya sendiri. Hal itu dia lakukan setelah perusahaan Audi milik keluarga Leesham mengalami kebangkrutan.
Auris yang baru saja pulang dari bekerja paruh waktu menemukan keluarganya terbunuh di rumahnya sendiri.
Auris memeriksa keluarganya dan mendapati ayah serta ibunya nya telah tiada. Hanya adiknya yang masih bernafas. Auris segera membawa adiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Di rumah sakit, Auris bertemu dengan Aziel. Sosok asing yang baru pertama kali ditemui Auris. Auris yang tidak memiliki cukup uang dibantu oleh Aziel, namun dengan syarat.
“Aku akan membantumu membayar biaya rumah sakit adikmu, tapi dengan syarat,” Aziel.
“Apa syaratnya?” Auris.
Akankah Auris menerima bantuan Aziel dan syarat yang diajukan Aziel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rastiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
Saat Auris asik dengan buku Angel, ponselnya berbunyi.
“AURIS! AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!”
“Ini pasti si pembunuh yang membunuh keluargaku. Tapi siapa orang ini? Aku akan mencoba melacak nomor ponsel ini.”
Auris melangkah menuju meja kerja milik Aziel yang memang ada di kamar itu. Dia mencoba mencari tahu nomor ponsel itu dengan melacaknya.
“Huh! Dia menggunakan nomor sekali pemakaian,” desisnya karena tidak berhasil melacak pemilik ponsel itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Apa yang kau lakukan? Kau bisa tertangkap kalau kau mengirim pesan seperti itu pada Auris. Jangan lupa dia sangat mahir dalam hal IT.”
“Aku melakukan ini sudah dua kali dan dia belum berhasil menemukanku. Itu tandanya tidak masalah, bukan?”
“Walaupun dia belum berhasil bukan berarti dia tidak berhasil.”
“Diamlah! Aku ingin Auris mati secepatnya.”
“Jangan gegabah, sekarang Auris ada di genggaman Aziel. Kita akan celaka kalau sampai kita ketahuan laki-laki ******** itu.”
“Aku mengerti apa yang harus aku lakukan. Kalau memang harus tertangkap asalkan Auris mati, maka aku rela tertangkap.”
“Dendam apa yang kau punya sampai kau terlihat seperti orang gila begini.”
“Diamlah!!!”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 10 tepat, Aziel tiba di restoran tempatnya dan Aarav bertemu. Mereka sengaja memilih bertemu di luar perusahaan. Mengingat perusahaan mereka berada di kota yang berbeda, jadi mereka memilih jalan tengahnya.
“Kau tidak datang dengan asistenmu?” tanya Aarav.
“Tidak, Rehan ada pekerjaan di sana.”
“Baiklah, mari kita mulai meetingnya.”
Rara, asisten pribadi Aarav membantu menyiapkan segala keperluannya sebisa mungkin. Sampai tiba-tiba suara ponsel Rara menginterupsi kegiatannya.
“Keluarlah dulu, jawab panggilan itu. Siapa tau penting,” ucap Aarav mengizinkan.
“Baik, Tuan.”
Rara berjalan keluar. “Aisshhh aku lupa kasih kabar ke kak Adit kalau aku meeting du luar dengan pak Aarav.”
“Hallo, kak.”
“Rara, kamu di mana? Kenapa saat aku kembali kamu tidak ada di bangkumu.”
“Emmm maafkan aku, kak. Aku lupa mengabari kakak kalau aku ada rapat di luar dengan pak Aarav dan pak Aziel.”
“Huh, baiklah. Jaga dirimu baik-baik.”
“Iya kak.”
Rapat berjalan lancar dan mereka menemukan kesepakatan dengan baik.
“Nanti malam aku akan menggelar kejutan ulang tahun untuk istriku, kalau kau ada waktu datanglah bersama Grizelle.”
“Uhukk,,” Aziel sedikit tersedak menedengar Aarav menyebutkan nama Grizelle.
“Sorry,, sorry,” ucap Aziel.
Aarav menyadari bahwa Aziel ingin menatakan sesuatu, jadilah dia meminta Rara untuk keluar terlebih dulu.
“Sebenernya gue udah nikah, tapi bukan dengan Grizelle.”
“Lalu?”
“Gue nikah sama Auris, awalnya gue nikah demi sebuah misi. Tapi, ternyata Auris adalah gadis yang gue kira udah meninggal. Gue nggak tau, tapi tatapan mata Auris itu bikin gue jatuh cinta sama dia gitu aja.”
“Gila lo. Terus Grizelle gimana?”
“Gue belum tau, dia masih ada di Singapura. Gue belum bilang apapun sama dia. Tapi, gue udah janji apapun yang terjadi gue bakal tetep pertahanin Auris.”
“Huh, good luck bro. Buruan dikelarin sebelum berlarut-larut. Gue hampir kehilangan anak sama istri gue karena gue nggak gerak cepet.”
“Gue tau itu, thanks lo udah ngingetin gue. Gue juga kasih penjagaan ke Auris karena kemarin dia sempet diculik Anton, pewaris Star-Corp. Untung pelayan di rumah gue cepet-cepet bilang ke gue.”
“Anton?”
“Iya, lo tau?”
“Dia pewaris Star-Corp?”
“Hmm.”
“Dia sepupu Randy, saudara angkat gue, wakil A Corporation.”
“Bukannya ibunya Randy udah meninggal?”
“Iya, tapi belum lama ini tuan Arif, pemilik Star-Corp datang dan mengaku sebagai ayah biologisnya. Sebenernya Star-Corp itu hak milik Randy karena dia cucu pertama dari pemilik Star-Corp, kakeknya Randy. Tapi, dia menolak dan memilih jadi wakil A Corporation. Alasannya simpel, dia nggak mau ada pertumpahan darah karena dia membaca gearakan tantenya yang ingin mencelakai dirinya.”
“Apa tantenya itu ibu dari Anton?”
“Mungkin.”
“Thanks a lot untuk informasinya.”
“Sip, gue cabut dulu bro!”
Mereka memang dekat karena memang Aziel dan Aarav sama-sama orang yang hangat dan humble, sehingga sangat mudah berteman. Bahkan, sepertinya mereka selalu berkawan dengan lawannya.
“Kalo sampe Star-Corp jatuh ke tangan Anton, gue yakin banget nggak perlu gue susah payah jatuhin perusahaan itu, maka dia akan hancur karena pemimpinnya, tapi gue nggak akan biarin dia keluar dari penjara dengan mudah.”
Aziel berjalan meninggalkan restoran itu. Dia kembali ke perusahaan karena pekerjaannya masih belum selesai.
“Ziel!!”
Sampai di basemen perusahaannya, seseorang memanggil Aziel.
“Woii, tumben ke sini?” tanya Aziel.
“Hahaha, gue pengen ketemu baby Rianti.”
“Oh masih sama yang kepala divisi personalia?”
“Hahaha, susah banget dia ditaklukin.”
Aziel mendelik mendengar jawaban Putra, salah satu manajer bagian di anak cabang Bior Group. Selain sebagai manajer, Putra juga merupakan salah satu kawan sepermainan Aziel saat masih sekolah dan kuliah dulu.
“Biasa lo sana sini nemplok.”
“Iya, tapi Rianti ini susah banget.”
“Itu karma karena lo playboy abad 20. Untungnya walaupun lo playboy, tapi lo banyak duit. Hahaha.”
“S*** lo.”
“Hahahaha, gue masih ada kerjaan, lo mau ikut masuk ke ruangan gue apa mau ke ruangan Rianti?”
“Gue ikut lo aja.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Aku harus gimana sekarang? Apa aku bilang Aziel aja? Kalo aku bilang ke Aziel, bisa-bisa dia makin posesif sama aku. Kalo aku nggak bilang ya aku takut sendiri kalo tiba-tiba pembunuh ini datang dan mencekik leher aku dan aku ga bisa bernafas dan aku meninggal. Astaga aku masih mau hidup.”
Auris mondar-mandir di kamarnya, sampai ketukan pintu mengejutkan dirinya.
“Tok,,tok,,tok.”
“Astaga, Huh ngagetin!! Siapa!!?”
“ini saya Bi Inem, nyonya.”
“Iya bi? Kenapa bi?”
“Nyonya tidak makan siang? Saya sudah menyiapkan makan siang untuk nyonya.”
“Oh iya bi, terimakasih. Nanti saya turun.”
Auris kembali masuk ke kamarnya dan mengambil ponselnya.
“Selamat siang my hubby, apa kamu sudah makan siang?”
Send.. Auris mengirimkan pesan kepada suaminya.
Tidak ada satu menit, ada notif panggilan masuk.
“Tuh kan video call lagi. Hmm.”
“My hubby, aku hanya mengirim pesan, jadi cukup di balas.”
“Aku ingin melihat wajah istriku.”
“Jangan terlalu sering melihat wajahku, kau akan bosan.”
“Mana ada aku bosan. Yang ada aku semakin jatuh cinta melihat wajahmu.”
“Ewwwhh bucin, sudah makan siang my hubby?”
“Sudah sayang, tadi aku ada pertemuan dengan Tuan Aarav di restoran. Kamu?”
“Baiklah, aku akan makan siang dulu.”
“Nikamti makanmu, sayang.”
Tut.. panggilan terputus.
“Ewwwhhh Bucin!” ucap Putra menirukan perkataan Auris.
“Biarin, gue bucin sama istri gue sendiri. Nah lo? Bucin sama anak orang.”
“Hahahha sans bro, terus gimana nasib hubungan lo sama Grize?”
“Gue udah yakin mau pertahanin Auris, lagian Grize juga gila kerja. Ngeri gue sama cewek yang gila kerja gitu.”
“Bagus deh kalo lo pertahanin Auris, nih gue mau bilang sesuatu. Tapi, gue belum ada buktinya. Jadi, lo bisa cari buktinya sendiri.”
“Apaan?”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung…
mau sok2 an bikin penasaran 😂
like.comment rate ramaikan, pokoknya ramaikan yuhuuuu 🤗🤗🤗
MAKANYA,,DLM RMH TANGGA ITU SETIAP MASALH BICARAKN SAMA PASANGAN KITA, BKN DIPENDAM SENDIRI, DN COBA UNTUK MNGATASINYA SENDIRI..
EVAN ITU SAMA DGN ANTON YG JUGA NAKSIR AURIS..
jangan sampai dia jadi pelakor