NovelToon NovelToon
Pendekar Tingkat Dewa

Pendekar Tingkat Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:224.3k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.

Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.

Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.

Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?


(Remake)

Zhong Li -> Shi Yexian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 17 - Pelajaran Di atas Arena

Zhong Li meregangkan badannya sebelum mulai melangkah ke arena pertandingan, di mana sudah ada Hou Tian yang sedang berdiri di sana menunggunya.

Pedangnya sudah tersarung rapi di pinggang kirinya, ia hanya perlu menariknya keluar di saat pertarungan ini sudah di mulai sepenuhnya. Zhong Li bisa melihat jika Hou Tian sama sekali tidak membawa pedang, jadi dirinya bisa mengambil kesimpulan jika pria paruh baya itu akan menggunakan Pedang Transparannya.

“Ini akan sulit, aku tidak yakin bisa menang melawannya, meskipun dirinya tidak menggunakan semua kekuatannya sekalipun.” Zhong Li bergumam pelan sambil masih melangkahkan kakinya pelan ke tengah arena di mana Hou Tian berada.

“Aku harus memaksimalkan semua kesempatan yang ada, entah itu cara yang bisa di bilang sedikit curang sekalipun.” Zhong Li bergumam di dalam hatinya.

“Apakah kau sudah siap? Aku tidak mengharapkan mu menggunakan cara yang kotor, tapi demi mengalahkan yang kuat kau bisa menggunakan segala cara untuk itu.” Hou Tian sedikit menebak pemikiran Zhong Li.

“Sebelum memulai pertarungan ini, aku ingin mengatakan jika kau harus menggunakan teknik ini.” Hou Tian menjulurkan tangannya, sebelum akhirnya mengepalkannya dengan kuat.

Tidak lama setelah itu, tampak aura berwarna biru menyelimutinya, Zhong Li yang terkejut langsung berkomentar mengenai hal itu. “Apa-apaan itu! Meskipun itu tampak sangat mudah untuk di lakukan, tapi aku sangat yakin jika itu tidak akan bisa di kuasai dengan waktu yang sangat singkat.”

Belajar dari pengalaman yang telah dilalui nya sampai saat ini, Zhong Li sangat yakin dengan firasatnya itu. Meskipun begitu Hou Tian tampak terus meyakinkannya dengan mengatakan jika teknik berbeda dengan teknik-teknik sebelumnya.

“Ayolah, ini berbeda dengan latihan yang kau jalani kemarin-kemarin, ini sangat mudah. Aku yakin kau bisa menguasainya hanya dalam satu pertarungan saja.” Hou Tian yang masih mengepalkan tangannya itu berkata dengan santainya.

Setelah itu dirinya melepaskan kepalannya tersebut, dan tampak aura biru pekat yang mengelilingi tangannya itu hilang dengan perlahan. “Ini adalah teknik lanjutan dari Pengendalian Kekuatan Qi. Kau seharusnya sudah mempelajarinya sebelum sampai ke sini bukan.”

“Bukankah itu adalah teknik paling dasar, semua orang juga seharusnya juga sudah bisa tanpa harus di ajari. Apa bedanya teknik ini dengan dasarnya?” Zhong Li memiringkan kepalanya karena bingung.

“Jelas ada! Kalau begitu Zhong Li, tolong jawab pertanyaan ku…” Hou Tian memandang Zhong dengan serius, tapi di dalam suasananya saat ini dirinya tetap mempertahankan senyum tipisnya.

“Aku akan berusaha menjawabnya.”

“Aku tidak akan sungkan! Jika saja kau membutuhkan lebih banyak tenaga di dalam pukulan mu, apa yang akan kau lakukan?”

“Mengalirkan sebagian besar kekuatan ku ke sana.” Zhong Li menjawabnya dengan normal, tapi sebenarnya dirinya sedikit bingung dengan pertanyaan yang baru saja ia dengar. ‘Bukankah ini seperti pertanyaan anak-anak?’

“Itu memang benar, tapi hanya bagi orang normal seperti mu saja!”

“Hah?” Alis Zhong Li naik turun karena mendengarnya, “Jika begitu, apa anda adalah orang yang tidak normal? Pantas saja anda bisa menyadarinya.”

“Aku anggap itu sebagai pujian, sekarang mari kita fokus kedalam pembelajarannya!… Pengendalian kekuatan Qi, ini adalah teknik dasar dari segala teknik. Maka dari itulah teknik ini sangat lah penting! Misalnya saja saat ini kita sedang berada di atas air ini.” Hou Tian memandang ke bawah, di ikuti dengan Zhong Li.

“Jika saja kita tidak mengaliri kekuatan Qi ke dalam kaki kita, tidak mungkin bukan kita bisa berada di atas air seperti ini. Bagimu memang seperti itu bukan?”

“Sebenarnya apa yang sedang anda bicarakan.”

“Kita terus menyerap kekuatan ini, tapi kita bisa melihat bentuknya.”

“Teknik itu sudah ku pelajari, jadi aku sudah bisa melihatnya sekarang.” Zhong Li teringat cara berlatihnya.

“Aku tidak butuh itu, sekarang yang harus kau pahami sekarang adalah Kekuatan Qi sangat berbeda dengan air yang mengalir, atau pernafasan yang memutar di tubuhmu. Samakan saja dengan tenaga fisik yang kau gunakan sehari-hari. Kau memang bisa mengalirkan tenaga ke dalam tangan mu, tapi jujur kau salah dalam memandangnya.”

“Tenaga itu tidak pernah kau alirkan! Tenaga itu sudah menetap berada di semua bagian tubuhmu, jika kau ingin menggunakannya maka kau hanya perlu mengaktifkannya saja dari kepalamu. Itulah juga yang menjadi dasar dari teknik lanjutan ini.”

“Aku paham untuk sementara ini, tapi aku tetap tidak paham dengan Teknik Pengendalian Qi yang anda gunakan barusan.” Sebenarnya Zhong Li sedikit muak dengan penjelasan barusan, tapi dirinya tetap berusaha untuk menerimanya dan memahaminya.

Hou Tian menghela napasnya pelan sebelum akhirnya menjelaskan bagian akhirnya. “Kekuatan Qi muncul di tangan ku bukan Di alirkan ke tangan ku, seharusnya begitulah yang benar.”

“Senior, anda terlalu bertele-tele dari tadi, ini membuat durasi sebelum pertarungannya menjadi sangat panjang.” Zhong Li menarik pedangnya dari sarungnya, setelah itu langung membuat kuda-kuda.

“Bisakah kita memulai pertarungannya, aku sudah tidak sabar untuk tidur dan menantikan hari esok!”

“Aku suka semangat mu itu, tapi kau harus mengerahkan semua kekuatan mu di pertarungan ini. Bersiaplah!” Hou Tian menyiapkan kuda-kudanya yang sama persis dengan milik Zhong Li, dengan pedang berwana biru transparan dirinya sudah siap untuk bertarung.

Kini di arena pertarungan yang sama, di danau yang memantulkan gemerlap bintang di langit, dua orang pria sedang mempersiapkan kuda-kuda dan rencananya untuk menghadapi satu sama lain.

‘Dia adalah Pencipta Pedang, seseorang yang telah menciptakan Aliran Pendekar Dewa, yang saat ini sedang ku gunakan. Jadi wajar saja jika dirinya juga bisa menggunakan Aliran ini, jelas ini sangat merepotkan!

‘Mungkin aku akan mengganti aliran saat sedang bertukar serangan dengannya nanti.’

Zhong Li mulai menarik nafasnya dalam-dalam, dirinya sedang menggunakan Pernafasan Pendekar Dewa untuk mengawali semua pertarungan ini.

Setelah selesai menarik nafas mengaktifkan teknik pernafasannya, Zhong Li memulai pertarungan ini dengan langsung berlari ke arahnya. Mencoba untuk langsung adu serangan dengan pria paruh baya itu.

Serangan pertama di luncurkannya, jelas itu di balas dengan serangan lainnya. Di saat awal ini mereka tampak masih bermain dengan santai, serangan di balas tangkisan, dan tangkisan di balas dengan tipuan.

Di tengah permainan pedang ini, Zhong Li memulai rencana untuk agresif, di mulai dengan dirinya yang mengubah gaya berpedangnya secara tiba-tiba.

“Gaya Tombak Pembalik, Sambaran Guntur.”

Zhong Li menusukkan pedangnya ke arah Hou Tian, jelas pria paruh baya terkejut, dirinya langsung mengubah jurusnya berniat untuk menangkis tusukan tersebut.

Sudah menyadari jika tusukan pedangnya akan di tangkis, Zhong Li tersenyum kecil. ‘Dia terpancing! Tepat perhitungan, dengan ini mungkin aku bisa mengalahkannya, tidak mungkin setidaknya melukainya.’

“Aliran Pendekar Sejati, Perpindahan Tangan.”

Pedang Zhong Li terhenti, tubuhnya sedikit maju seakan pedang itu menarik dirinya. Sampai tangannya di pinggang kirinya dengan pedang yang masih terarah ke depan dirinya segera menguatkan pondasi tubuhnya agar tetap kokoh saat melanjutkan serangannya.

“Aliran Pendekar Matahari, Pelangi Langit Malam.”

Pedangnya yang tadi masih terarah kedepan kini sudah ia tempatkan seperti masih ada di sarungnya. Tebasan dari sana terjadi dengan cepat, tebasan itu terarah ke leher Hou Tian.

Zhong Li memang tidak berniat untuk membunuhnya, tapi demi memenangkan pertandingan ini dirinya harus tampak seperti orang yang yang sedang ingin membunuhnya

1
Jumadi 0707
yng dimaksud pria paruh baya itu umur brp ada jenggot dah putih n masa umurnya 50 an setidaknya 70 an lah Thor jelasin aja Thor peria tua
Jumadi 0707
maksud bertempur gk tau maunya dan bertele2 gk ngerti
alexander
bagus ceritanya
Muhamad Rizki
GT
Dzikir Ari
Kenapa jadi berbeli Belit kata katanya
Dzikir Ari
Alur mulai tertata dan selanjutnya jangan membosankan Tor, ini sekedar masukan...🙏
Dzikir Ari
Gimana kok Alurnya mbulet tor
Dzikir Ari
jalan ceritanya cukup menarik tapi terlalu bertele tele Tor
Dzikir Ari
Lanjutkan Tor
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Coba mampir, moga Alurnya tidak bikin bosan Tor 🙏
Haryanto Sendtot
lanjut
Haryanto Sendtot
mna up nya lgi
Abdullah
update ya
Djambar Barmo
Alur cerita tidak mengalir,beberapa bab isinya tidak berhubungan, kalau bercerita harusnya terstruktur
Ahmad Tavip
remove aja cerita ini
Ahmad Tavip
bertele tele
Suyatno Saban
lanjutkan
Idk!
bagus ceritanya, lanjutkan
de wek
baru nemu malam ini di beranda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!