mata yang indah dan memancarkan daya tarik...
aku pun akan tertarik dengan cara mu memandang ku.
bukan perihal kau itu di agung kan, bukan pula karena kau di sanjung.
aku jatuh hati tepat pada pandangan pertama di antara pertemuan 2 mata yang indah.
mungkim, menurut mu pernikahan kita di lakukan karena perjodohan,
kau salah,
karena memang sudah takdirnya Tuhan kita mengikat aku dan kau dalam satu ikatan halal bernama kan pernikahan.
M. Faris Azam
** **
aku tahu,
mungkin memang begini lah takdir memberiku jalan terbaik. di balik senyum yang penuh dengan nada nyaring menyenangkan gendang telinga orang lain, ada tangis dan pilu tertahan dalam batin.
tertahan karena memang begitu lah aku melakukan nya.
aku pergi,
jangan cari aku lagi.
karena kebahagiaan mu bukan ada pada diriku lagi....
Amirah Jilan Fakhira
** **
Hai iiii,
ini cerita yang akan saya buat. tema nya mungkin sedikit sama dengan orang lain diluar...perjodohan.
namun, semoga dengan membaca novel ini ada banyak kisah dan pelajaran yang bisa di Terima readers semua,,,
so there,.... stay tune❤
salam hangat
Ismi hana rizky
@ismirizky9898
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terbongkar...
16.
Hari yang cerah, hari libur yang selalu di impikan, dan waktu rebahan terbaik bagi para pekerja…
Ami saat ini sedang menstruasi, libur sholat dan bisa bangun hingga jam 7 pagi… hemmm, nikmat!
Tapi, seperti nya tidak untuk hari ini, seseorang mengganggu jadwal rebahan nya
“ting tong…
Bel rumah ami di tekan oleh seseorang, sebenarnya malas, namun tidak baik membiarkan orang luar disana menunggu.
Memakai jilbab biasa, karena hanya dirumah, mungkin yang datang hanya tetangga saja, piker ami.
Dia turun ke bawah, masih memakai piyama longgar berwarna hitam, dia turun dan membuka kan pintu
“walaikumsalam” jawab amira sedikit mengerutkan kening mendapati kakek azam ada disana
“hemmm, ada apa ya kek?” Tanya amira sopan
“saya ingin bertamu….” Jawab kakek azam sambil mencengirkan gigi, membawa seorang pekerja rumah di rumah nya
“ehmmm, silahkan kek. Halo bibi…” segan ami mau tidak mau menerima lelaki tua itu,
“tidak mengganggu bukan?” Tanya kakek azam
“sama sekali tidak kakek… tidak usah sungkan” jawab amira bersuara sedikit kecil
“nanti saya di usir seperti beberapa waktu yang lalu lagi…” kode kakek nya azam
“hehehehe, kakek tidak bermaksud untuk meminta jawaban yang waktu itu kan?” Tanya amira ikut duduk di depan kakek azam,
“hemmm, tidak.” Jawab si pak tua yang tersenyum sangat cerah menatap amira sesekali…
“sudah sarapan?” Tanya amira segan
“kebetulan belum. Aku ingin makan masakan mu nak amira” tiba tiba saja lelaki tua itu kini memanggil amira berbeda, membuat amira sedikit kurang percaya diri
“eh, kakek tidak usah memanggil amira pakai embel embel nak gitu…kurang nyaman. Hehehe, amira saja kek” ucap amira menolak, kakek azam mengangguk
Amira segera izin ke dapur sebentar, membuat kan sarapan untuk mereka bertiiga
Ada banyak hal yang di pikirkan amira, ada bebeberapa hal yang gamblang…namun semua nya di hempas begitu saja.
“tidak masalah lah, lagian kakek zikra sepertinya kesepian…” positif thinking di berlakukan saat itu juga
Tidak menunggu lama, amira sudah selesai dengan sarapan nya.
Amira mengajak kakek azam dan bibi itu ke belakang rumah, ad ataman juga kolam ikan disana… kolam ikan sederhana yang sekiranya bisa memberi sebuah ide ketika suntuk
“silahkan duduk kek…” ucap amira sopan pada kakek azam, menyuruhnya duduk dan memberikan sarapan.
Mereka sarapan bersama,,,
Entahlah, apa jadinya hal ini kalau diketahui oleh azam. Pasti azam semakin tidak ingin di jodohkan dengan amira…
“kalau saya sering kesini bagaimana?” Tanya kakek azam selesai makan,
“uhuk uhuk… amira terbatuk kecil
“hemmmm, sendiri?” Tanya amira
“tidak, tentu saja. Saya akan membawa teman saya, seperti bibi ini atau cucu cucu teman ku” jawab kakek azam cepat
“namun, saya sering tidak ada disini kek,,,”jawab ami
“saya bisa menghubungi kamu duluan” pendekatan mulai dilakukan kakek azam
“biasanya saya akan free sabtu dan minggu. Namun sabtu juga sering harus bekerja,,,” jelas amira sekali lagi
“tidak masalah, setiap minggu saya bisa bertamu kesini” jujur kakek azam meminum the herbal seperti permintaan nya beberapa saat lalu. Tea yang sama seperti dia ada di rumah sakit.
“kamu belajar dimana menyeduh tea ini?” Tanya kakek azam tiba tiba
“ayah saya suka membuat hal hal yang jarang orang lakukan kek, saya di suruh ini itu, menggabungkan beberapa tanaman obat yang menurutnya bisa membuat daya tahan tubuh membaik” jelas amira, sedang amira saat ini tidak baik baik saja
“pantas saja,,, rasanya sangat enak. Saya bisa menjual minuman herbal seperti ini, saya bisa memberikan lapangan pemasaran minuman yang menyehatkan…” ucap kakeknya mulai berpikir tentang usaha
“maaf kek, ayah tidak ingin menjual ramuan seperti ini, karena minuman seperti ini hanya kami berikan secara sukarela… tidak mau memasarkan nya…” tolak amira cepat cepat
“oh… tidak apa apa” putus nya.
“apa pekerjaan mu?” Tanya kakek itu
“arsitektur,,, seorang teknik sipil…desainer” jawab amira sedikit bersuara
Tiba tiba kakek azam mengeluarkan sebuah dokumen,,,
Dokumen yang berisikan keterangan keterangan tentang amira
“saya tahu kamu siapa amira….” Gumam kakek azam
“ini….apa kek?” Tanya amira sedikit tidak nyaman
“saya tahu kamu pemilik sebuah perusahaan…” gumam kakek azam, membuat detak jantung amira sedikit tidak enak di dengar
“saya rasa informasi ini salah kek” coba amira mengelak
“namun saya tidak akan percaya dengan apa yang nak amira katakana,,, bukan begitu?” seolah olah saat ini amira sedang di introgasi
“kakek bisa mengatakan apa pun tentang saya, tidak masalah” ucap amira tiba tiba, membuat kakek azam terdiam tidak tahu mau mengatakan apa apalagi,,,
“saya akan berjanji,,, tidak akan mengatakan rahasiamu kepada orang lain nak amira” ucap kakek azam tiba tiba,
“saya tidak akan takut kalau kakek memberitahu kan hal ini ke public,” jawab ami sambil tersenyum
“…..” kakek azam diam
“karena saya tahu, kakek adalah orang yang baik. Orang yang akan menjaga privasi orang lain… bukan begitu?” Tanya amira kembali,,, kakek azam tersenyum, merasa bahwa amira tidak hanya sopa, namun dia adalah wanita yang cukup cerdas.
“baiklah, sepertinya sudah cukup lama kami ada di sini, kami akan pulang” ucap kakek azam kemudian
“tunggu sebentar. Saya membuat beberapa bungkus ramuan tea untuk kakek,,,” ucap ami berdiri kemudian mendekati meja
“minum sewaktu pagi, selesai sarapan. Minuman ini bisa menenangkan kakek, membantu menekan rasa sakit yang datang tiba tiba… mohon di terima” ujar amira senyum,
Kakek azam menerima nya dengan senang hati,
“dibalik penutup wajah itu, kau memiliki wajah yang cantik. Dan mata yang indah nak amira… mata yang sama dengan mendiang istri saya dulu” tiba tiba kakek itu bersuara,
“saya jarang menemui orang seperti kamu, maka dengan sangat besar hati, saya berharap kamu bisa menjadi orang terdekat saya. Jadi istri untuk cucu saya,,, menjadi cucu menantuku, yang bisa memberikan cicit untuk ku, menemani hari tua ku lebih lama” ucapan terakhir dengan salam kemudian masuk kedalam mobil.
Amira tidak bisa menjawab apapun, jawaban nya masih sama, namun ada sesuatu yang menarik di hati nya,
Dia cukup suka dengan kakek azam,,,
Amira pernah mendapat kakek, kakek dekat rumah nya. Dia sama baik, namun kakek yang di dekat rumah nya dulu sudah meninggal,,, sedang amira butuh seorang kakek untuk mengobati rasa rindu dan keinginan nya.
Beberapa menit kemudian, amira menekan tombol di area kolam belakang itu, menampakkan sebuah kolam renang sederhana untuk dia berenang disana…
Memang, desain rumah yang terlihat sederhana di luar, namun dalam nya penuh dengan keindahan yang tersembunyi.
Masuk ke dalam kolam, kemudian menikmati dingin nya air. Meletakkan segelas jus disamping nya, memasukkan kaki nya ke dalam air. Ada banyak hal yang ingin dia lakukan,,,,
Ada banyak hal yang ingin dia usahakan…
Mungkin, belum saat nya ia memiliki sebuah hubungan baru antara lelaki dan wanita.
Cinta pertamanya dulu masih sama, terkunci rapat di dalam hati nya, dan itu sulit di lepas…
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
tetap semangat berkarya buat author..
semoga amira sembuh dan semua berakhir bahagia 💖💖💖