Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.
Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?
yuk kepo-in novel saya yang kedua...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACS 17
Setelah kepergian Yoga Aditya langsung melanjutkan pekerjaannya yang tertunda waktu makan siang tadi.
Tapi sayang...! Dia tidak konsentrasi dengan semua pekerjaan nya karena selalu terbayang wajah cantik Suci.
" Kenapa sih aku selalu teringat dia? Ya Tuhan rencana apa yang engkau persiapkan untuk ku" ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Kemudian Aditya melanjutkan kembali pekerjaannya.
Sampai akhirnya dia dapat menyalesikan semuanya disela sela terbayangnya wajah Suci. Terdengar suara ponselnya berdering, dan langsung di jawabnya panggilan Yoga yang sudah berada di bawah menunggunya.
Aditya kemudian bergegas pergi turun ke lantai Lobby menemui sang sahabat, dan mereka sama sama memasuki mobilnya, perlahan-lahan mobil Aditya dan Yoga meninggalkan kantor menuju ke arah rumah Rara.
Mobil Yoga mengikuti laju mobil Aditya karena Aditya yang tahu jalan menuju kerumah Rara.
Beberapa menit kemudin sampailah kedua mobil tersebut di halaman rumah Rara.
Kemudian mereka berdua keluar dan langsung turun dari mobilnya berjalan menuju ke arah pintu rumah Rara
"Tok tok tok"
" Assalamualaikum "sapa Aditya.
"Waalaikumsalam" jawab seorang wanita yang ada di dalam dan langsung membukakan pintu betapa terkejutnya wanita tersebut melihat yang datang adalah bosnya dan bersama temannya yang sudah membuat hatinya sakit yang tidak tahu sakitnya itu rasanya bagaimana
"pak Aditya pak Yoga silakan masuk pak, inilah rumah saya apa adanya "ujarnya mempersilahkan masuk kedua tamunya " terima kasih ucap Yoga dan Aditya sambil berjalan menuju ke arah sofa yang tersedia di ruang tamu rumah Rara.
Rumah Rara memang sederhana tapi terlihat nyaman dan rindang dengan pepohonan yang ada di kanan kiri samping rumah angin semilir masuk menghembus ke dalam ruang tamu di mana mereka sedang duduk.
" maaf ada keperluan apa bapak berdua ke rumah saya " ujarnya lagi bertanya kepada kedua tamunya tersebut
"nggak usah panggil bapak Ra, kita kan teman "ujar Aditya
"iya anggap juga aku teman ucap Yoga akhirnya berbicara.
Rara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
" Tapi ada perlu apa kalian berdua ke sini ?"ucapnya lagi.
" Kamu sebenarnya nggak ada masalah keluarga kan? Tanya Aditya.
Rara menoleh kearah Aditya, dia merasa terkejut mendengar ucapan Aditya.
" Urusan nya sudah selesai" ucap Rara tersenyum terpaksa, karena dia telah berbohong pada Aditya dan Yoga.
Aditya mengangguk kan kepalanya ,padahal dia tidak yakin kalau Rara ada masalah keluarga, dia hanya mengiyakan saja.
"Aku ke sini mau mengantarkan Yoga, karena ada yang ingin dia omongkan kepada dirimu, "kata Aditya.
"Berbicara pada diriku memang ada apa ?" tanya Rara pada mereka berdua.
"Aku kesini mau bertanya kenapa kamu meninggalkan kami waktu saat makan siang tadi ?" tanya Yoga.
"apakah karena gara-gara itu kalian ke sini cuma menanyakan itu aja" jawab Rara.
"Bukan..! bukan masalah itu, tapi ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kamu " ucap Yoga tidak tahu harus memulainya dari mana.
Yoga harus berbicara kepada Rara mengungkapkan isi hatinya, yang sudah di pendam nya selama ini, saat bertemu dengan Rara pertama kali.
" Ya udah, silahkan aja kalian berbicara berdua, aku mau balik kerumah, karena badanku gerah " ucap Aditya.
" Ya udah cepatan pulang sana, ganggu aja jadi racun nyamuk" ucap yoga.
" Iya cendol aku pulang.." ucapnya.
Sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.
" Hati hati ya Dit, ucap Rara.
" Yoi.." ucap Aditya.
Kemudian meninggalkan rumah Rara dan menuju kearah rumahnya, Aditya sengaja meninggalkan mereka berdua biar mereka leluasa berbicara dari hati ke hati.