"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelesaikan Tugas, Mengungkap status asli Ibu Kandung Pangeran kembar
Suasana istana Kerajaan Feng Ling yang biasanya senyap dan tertib, kini tiba-tiba riuh rendah bagaikan ombak yang menerjang tebing. Kabar mengejutkan itu menyebar bagai api di tengah rumput kering, merambat cepat ke setiap sudut bangunan, hingga ke lorong-lorong tersembunyi sekalipun. Selir Agung Ling Mei Rong secara terbuka mengakui sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya, ia menyatakan bahwa Pangeran kembar, Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian, adalah darah dagingnya sendiri yang lahir dari pernikahan rahasianya bersama Kaisar Jin Feng.
Kabar itu tak berhenti di pelataran istana saja, melainkan melesat hingga sampai ke telinga Kaisar yang sedang duduk tenang di ruang singgasana. Belum sempat Kaisar merenungi apa yang didengarnya, langkah kaki teratur terdengar mendekat. Penasehat Kerajaan Ying Mo pun datang menghadap. Pria paruh baya itu tampak berwibawa dengan jubah menteri yang rapi, janggut tipis yang menyiratkan kearifan seorang cendekiawan, serta pembawaan yang tenang namun berwibawa, sosok yang dikenal sebagai penasihat kepercayaan tertinggi kekaisaran.
"Yang Mulia Kaisar, hamba menghadap," lapor Penasehat Ying Mo dengan nada penuh hormat, sambil menundukkan kepala.
"Ya, ada apa gerangan, Penasehat Ying?" tanya Kaisar Jin Feng dari atas singgasana kebesarannya.
"Hamba membawa kabar yang cukup mengejutkan, Yang Mulia," ucap Ying Mo masih dalam posisi tunduk hormat.
"Katakan, kabar apa yang membuatmu datang menghadap ku dengan begitu mendesak?" tanya Kaisar Jin Feng, duduk santai namun tetap berwibawa dengan kaki kanan disilangkan sedikit lebih tinggi di atas kaki kirinya.
"Ampun Yang Mulia, hamba mendengar huru-hara yang melanda seluruh penjuru istana. Konon, Selir Agung Ling Mei Rong mengklaim bahwa Pangeran kembar Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian adalah anak kandungnya bersama Yang Mulia. Padahal, selama ini kita semua mengetahui bahwa kedua Pangeran itu adalah putra mahkota yang lahir dari rahim Permaisuri Yan Shi," jelas Penasehat Ying Mo dengan hati-hati, kedua tangannya disatukan di depan dada, tangan kanan mengepal membungkus tangan kiri sebagai tanda penghormatan tertinggi.
"Panggil Tabib Kerajaan, serta hadirkan Selir Agung Ling Mei Rong beserta kedua Pangeran Mahkota!" perintah Kaisar Jin Feng dengan suara tegas dari atas singgasana.
Segera perintah itu dilaksanakan. Tak lama kemudian, Tabib Kerajaan pun tiba, disusul Selir Agung Ling Mei Rong yang didampingi Ling Xie, serta kedua Pangeran kembar. Mereka semua berjalan masuk dan bersiap menghadap Kaisar di hadapan singgasana.
"Ampun, hamba sekalian menghadap Yang Mulia Kaisar," ucap mereka seraya menundukkan kepala penuh hormat di hadapan Kaisar.
Penasehat Kerajaan Ying Mo melangkah maju ke depan, lalu mengangkat suara untuk membuka persoalan itu di hadapan seluruh yang hadir di ruangan singgasana.
"Menurut kabar yang kini bergemuruh ke segenap penjuru istana, Selir Agung Ling Mei Rong telah menyatakan klaimnya bahwa Pangeran kembar adalah anak kandung beliau bersama Yang Mulia Kaisar Jin Feng. Padahal, sepanjang pengetahuan kita, kedua Pangeran itu adalah putra kandung Kaisar Jin Feng bersama Mantan Permaisuri Yan Shi," ucap Penasehat Ying Mo dengan suara lantang dan tegas, bergema di seluruh ruangan.
"Apakah hal itu benar adanya, Selir Agung Ling Mei Rong?" tanya Kaisar Jin Feng, tatapannya tajam menyelidik penuh keheranan.
"Atas dasar apa kau berani mengklaim bahwa Pangeran kembar itu adalah anak kita berdua, padahal selama ini kita tahu mereka adalah putraku bersama Mantan Permaisuri Yan Shi?" tanya Kaisar kembali dengan nada yang makin berat dan serius.
Selir Agung Ling Mei Rong saat itu dikawal ketat oleh dua orang penjaga, yang sedikit mendorong tubuhnya hingga ia berlutut di hadapan singgasana.
"Ampun, Yang Mulia... Hamba bersumpah tahu persis bahwa mereka berdua adalah darah daging kita berdua. Bukti nyata ada pada kalung giok putih yang bertatahkan lukisan burung Phoenix emas yang terukir di permukaannya. Kami memiliki kalung yang sama persis," ujar Selir Agung Ling Mei Rong seraya mengeluarkan kalung giok putih itu dari lehernya.
Penasehat Kerajaan Ying Mo maju mengambil kalung tersebut, kemudian memeriksa kalung yang dipakai oleh kedua Pangeran kembar. Ternyata, ketiga kalung itu adalah serpihan dari satu keping giok putih utuh, yang jika disatukan akan membentuk empat gambar Phoenix emas yang saling berkaitan. Melihat hal itu, Kaisar Jin Feng kembali menatap Selir Agung Ling Mei Rong.
"Apakah kau yakin giok putih ini memang asli milikmu?" tanya Kaisar Jin Feng dengan nada berat.
"Benar, Yang Mulia. Giok ini milik hamba, pemberian terhormat dari Ibu Suri Zhao He tepat setelah pernikahan kita. Hamba sendirilah yang menyelipkan kalung-kalung ini ke dada kedua bayi yang hamba lahirkan," jawab Selir Agung Ling Mei Rong.
"Pada saat yang sama, Mantan Permaisuri Yan Shi juga melahirkan. Tabib Kerajaan kala itu memang memastikan hamba mengandung bayi kembar, dan hal itu terbukti benar. Namun dua puluh tahun silam, hamba menyaksikan sendiri ada seseorang yang menukar bayi kembar hamba dengan bayi Permaisuri Yan Shi. Bayi Permaisuri kemudian dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah lahir. Sedangkan hamba sendiri difitnah kejam, dituduh melahirkan bayi meninggal dunia hasil hubungan gelap dengan seorang pria dari Dusun Bara Rendah... Apakah Yang Mulia masih melupakan peristiwa kelam itu?" papar Ling Mei Rong, air mata menetes deras di pipinya, penuh dengan kepedihan yang terpendam bertahun-tahun.
Kaisar Jin Feng terperanjat, kenangan kelam masa lalu itu seketika berputar kembali di benaknya. Bagaimana kejam nya sikap dan tindakan nya yang telah menyakiti perasaan wanita yang sangat di cintainya itu. Lalu ia menatap tegas ke arah tabib kerajaan yang sudah puluhan tahun di percayai.
"Segera ambil sampel darah dari mereka bertiga. Lalu teteskan pada giok putih itu untuk di buktikan! jika benar mereka adalah hubungan ibu dan anak kandung, Konon Giok itu akan bergerak sendiri bersatu dan memancarkan suara Phoenix emas," perintah Kaisar Jin Feng dengan suara menahan haru bercampur keraguan.
Lalu di tengah permasalahan itu, tabib kerajaan berjalan maju. Para Dayang dan Kasim mulai mempersiapkan peralatan nya. Di tengah masalah itu, satu persatu dari ketiga nya di ambil darahnya dan di teteskan lansung di tiga giok putih itu. Baru saja ritual pembuktian itu terjadi, tiba-tiba saja ketiga batu giok putih tersebut bergerak sendiri ke atas langit-langit ruangan singgasana. Aura keemasan mulai muncul di udara. Ketiga giok putih itu menyatu. Burung Phoenix emas mulai muncul di udara langit-langit ruangan singgasana kaisar Jin Feng.
Tak hanya itu, giok yang dikenakan Ling Xie pun ikut bereaksi. Namun, ia mengepalkan tangannya dengan erat, berusaha menahan agar giok nya tidak ikut bergerak menyatu dengan yang lain. Aura cahaya Phoenix emas di balik bahunya pun tampak bergejolak, namun ia berusaha sekuat tenaga menahannya, agar status aslinya sebagai Putri tidak terungkap saat ini. Seluruh yang hadir tertegun terpana melihat kejadian itu. Terbukti sudah, Selir Agung Ling Mei Rong tidak berbohong.
Senyuman tulus merekah di wajah Kaisar, diikuti senyuman lembut yang terukir indah di wajah Ibu Suri Zhao He. Kaisar pun turun dari singgasananya, berjalan perlahan menghampiri Selir Agung Ling Mei Rong.
"Selir Agung Ling Mei Rong... kekasihku. Maafkan aku, aku telah salah menilai mu selama ini. Ternyata kaulah ibu kandung dari Pangeran kembar ini. Tak sia-sia aku menggabungkan nama kita berdua untuk nama mereka," ucap Kaisar Jin Feng dengan suara penuh haru, seraya meraih kedua tangan Ling Mei Rong.
Kaisar memeluknya erat, penuh dengan kasih sayang yang terpendam bertahun-tahun. Setelah melepaskan pelukan itu, ia beralih menghadap kedua putranya.
"Kalian berdua, Pangeran Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian... peluklah ibu kandung kalian," ucap Kaisar dengan nada lembut dan haru.
"Kalian berdua, Pangeran Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian, peluklah Ibu kandung kalian." ucap Haru kaisar Jin Feng.
Kedua Pangeran kembar pun melangkah menghampiri Selir Agung Ling Mei Rong, lalu memeluknya erat sambil memanggilnya dengan sebutan yang selama ini mereka rindukan.
"Ibu... ternyata kaulah ibu kandung kami. Wanita yang begitu baik hati, penuh kasih sayang, dan tak pernah memendam dendam. Maafkan kami, Bu... kami pernah bersikap jahat kepadamu," ucap Pangeran Jin Ling Jian dengan suara bergetar, penuh penyesalan mendalam atas sikapnya di masa lalu. Kata-katanya pun disusul oleh Pangeran Jin Lim Jian.
Sementara itu, Ling Xie berdiri diam memandangi pemandangan itu, hatinya terasa haru sekaligus pilu.
"Berbahagialah kalian... Maafkan aku, sepertinya aku belum ingin mengungkap status asliku sebagai putri Kerajaan Feng Ling. Sebab sesungguhnya, permasalahan yang ada belum selesai," batin Ling Xie dalam hati.
Tiba-tiba, waktu seakan berhenti berputar sejenak. Sebuah layar biru bercahaya melayang muncul di udara.
[SELAMAT!!]
[ANDA TELAH BERHASIL MENYELESAIKAN TUGAS INI DENGAN SANGAT BAIK DALAM WAKTU SINGKAT!]
Terimalah hadiah dari Sistem untukmu, Tuan Rumah Nona Ling Xie:
• 30 Poin telah masuk ke akunmu!
• Kini kamu menjadi orang kepercayaan utama Selir Agung Ling Mei Rong dan Ibu Suri Zhao He.
• Mendapatkan gelar kehormatan, Tabib Muda Kerajaan.
Tugas selanjutnya akan segera diberikan!