NovelToon NovelToon
AKU BUKAN PABRIK ANAK

AKU BUKAN PABRIK ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mei Sandra

Halo... sekian lama vakum akhirnya aku kembali ke platform kesayangan kita semua. Aku akan kembali aktif sebagai penulis menemani waktu senggang anda semua. Semoga bukuku bisa menjadi teman setia anda semua. Terima kasih.

Luna seorang dokter Onkologi berbakat dinikahi oleh seorang lelaki yang mengaku seorang karyawan di salah satu perusahaan besar bidang Farmasi. Lelaki itu menikahi Luna tanpa banyak tanya latar belakang Luna karena tahu Luna adalah anak yatim-piatu yang besar di panti asuhan. Lelaki itu mengira Luna hanya seorang perawat rumah sakit tanpa menyelidiki pekerjaan Luna sesungguhnya.

Ternyata di balik pernikahan ini tersimpan misteri yang tidak diketahui oleh Luna. Luna mengira suaminya memang seorang karyawan yang memiliki gaji kecil. Secara diam-diam Luna mendukung suaminya dengan memberinya obat hasil penelitiannya. Lalu apa yang didapatkan oleh Luna. Mari kita simak bersama-sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei Sandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Alvin

Hari pertama Luna di rumah Alvin terasa membosankan. Semua orang dalam rumah merasa segan mengusik Luna. Tak ada yang berani menganggu kesendirian Luna. Luna dibiarkan sendirian di dalam kamar yang telah dipersiapkan oleh Alvin. Kamarnya lumayan mewah dan bersih. Tak ada pernak pernik heboh selain lemari, seperangkat home theater serta meja kerja berikut satu set komputer lengkap.

Di tengah-tengah kamar terdapat satu tempat tidur empuk dikhususkan untuk ibu hamil. Di dekat jendela terdapat kursi sandar nyaman buat Luna di kala santai. Luna tidak tahu sejak kapan Alvin menyediakan barang-barang ini. Tahu-tahu semua sudah lengkap seperti Alvin sudah bisa membaca apa yang terjadi dalam hidup Luna.

Luna duduk merenungi kejadian demi kejadian yang menakjubkan ini. Luna tidak pernah menyangka kalau pernikahannya akan berakhir dengan memilukan. Orang yang dia percayakan mendampinginya hingga hari tua ternyata hanya seorang penipu. Untunglah semua cepat berakhir tanpa banyak drama. Luna tidak menyesal melepaskan status istri Anjas. Apa yang bisa dibanggakan bila posisinya hanya sebagai istri muda.

Senja perlahan mulai turun menyisakan sedikit cahaya remang-remang keemasan di sudut langit. Siang akan segera berlalu seiring dengan duka yang dialami oleh Luna. Setelah malam ini semua akan berganti dengan cerita baru. Luna mengajar diri sendiri untuk bersikap tegar menghadapi cobaan ini. Tanpa Anjas hidupnya tidakkan berakhir. Justru Luna harus lebih kuat menunjukkan kalau dia bukanlah wanita yang gampang direndahkan.

Lamunan Luna terhenti tatkala ada suara lirih memanggil dari luar kamar. Suara itu pelan seolah takut mengusik ketenangan Luna.

Luna menghela nafas bangkit dari kursi nyaman yang bikin dia betah lama-lama melamun. Luna membukakan pintu mau tahu siapa yang mengetok pintu secara perlahan.

Seorang wanita berpakaian seragam serba hitam menganggap sopan sebelum menyapa Luna. "Bu Luna harus bersiap makan malam bersama bapak. Apa perlu kubantu membersihkan diri?"

Luan terpana mendengar tawaran wanita itu. Apa maksudnya membersihkan diri. Apa dia tampak kotor sampai butuh seseorang membantunya bersih-bersih. Apa sih yang ada di otak Alvin sampai memberi perintah aneh-aneh.

"Aku sudah mandi... Tak perlu dibantu." Nada suara Luna agak ketus kurang senang diperlakukan seperti orang jompo. Luna cuma sedang hamil bukan invalid.

"Bapak cuma takut ibu tidak leluasa bergerak di kamar mandi dengan perut besar. Bapak takut ibu tergelincir di kamar mandi maka meminta kami mengawal ibu bila sedang mandi." pembantu menjelaskan tujuannya membantu Luna bersih-bersih. Tak ada niat lain selain takut Luna tergelincir di kamar mandi. Alvin hanya ingin memastikan keselamatan Luna dan anak-anaknya.

Hati Luna melunak diberi penjelasan logis. Tak nyana Alvin hanya mau memberi perhatian lebih demi anak-anak. Harusnya Luna bersyukur jumpa dengan orang penuh perhatian. Beda dengan Anjas yang tak pernah muncul sejak dia hamil. Hanya kabar angin yang datang via telepon.

"Katakan pada bapak kalau aku akan bersiap makan malam. Oya apa ada keluarga bapak yang lain tinggal di sini?"

"Tidak ada... Yang ada cuma kami-kami yang mengurus rumah. Bapak tinggal tidak memiliki keluarga selain ibu. Ibu merupakan satu-satunya keluarga bapak. Bapak sudah berpesan kepada kami untuk merawat ibu sebaik-baiknya karena ibu adalah istri satu-satunya."

Hati Luna mencelos kaget diakui istri oleh Alvin. Secepat itu Alvin menyingkirkan Anjas di kehidupan Luna. Alvin langsung menyambut posisi sebagai suami Luna menggantikan Anjas. Alvin benar-benar ingin memutuskan hubungan Luna dan Anjas tanpa tersisa sedikitpun.

"Pergilah...aku akan datang! Oya...di mana ruang makan kalian? Rumah ini terlalu besar bikin orang tersesat." Luna melayangkan pandangan ke sekitar ruangan yang dingin dan sepi. Semua barang tertata rapi tetapi tidak ada tanda-tanda kehidupan di ruangan itu. Tak ada celoteh penghuni rumah yang menandakan rumah ini ada penghuninya. Untunglah rumah ini dicat putih sehingga tampak bersih. Coba kalau warna kelam, suasananya pasti akan seram.

"Setengah jam lagi aku akan datang jemput ibu. Aku permisi Bu." pembantu itu membungkuk sopan lalu mengundurkan diri secara teratur. Pembantu di rumah Alvin benar-benar kena pelatihan ketat. Mereka tahu kapan harus bergerak dan bagaimana bersikap terhadap majikan.

Luna menutup pintu kamar setelah pembantu itu pergi. Sanggupkah Luna menjalani kehidupan demikianlah kaku. Para pembantu bersikap kaku seperti robot melayani majikan. Mereka bergerak setelah mendapat perintah dari pemiliknya. Betapa membosankan hidup bersama orang yang tidak memiliki jiwa.

Luna mengeluarkan laptop dari kopernya mencari kesibukan menjelang waktu makan malam. Ponsel Luna sudah tak aktif sehingga dia hanya bisa komunikasi dengan teman via email. Alvin sudah melenyapkan kartu ponsel Luna untuk hindari pelacakan oleh Anjas. Anjas bukan orang biasa gampang terkecoh. Dia pasti memiliki kemampuan melacak keberadaan Luna via perangkat ponsel. Jalan satu-satunya adalah nonaktifkan ponsel Luna.

Luna mengirim kabar pada seseorang lewat email. Kedengarannya lucu di zaman ini masih pakai email untuk komunikasi tapi ini kenyataan yang harus dihadapi oleh Luna.

Luna cepat mendapatkan balasan dari orang yang dia hubungi. Kelihatannya orang itu juga sudah tak sabar untuk ngobrol dengan Luna. Obrolan urgen di mana menentukan nasib perusahaan Anjas.

\=Pihak Kutilan menuntut penjelasan konkrit mengenai pembatalan kontrak tanpa pemberitahuan. Aku belum beri jawaban. Aku sudah coba hubungi kakak tapi ponsel tak aktif.\=

Luna sudah menduga hal ini akan terjadi. Pihak Anjas akan menolak diputusin kontrak. Tapi ini sudah menjadi keputusan Luna tak ingin punya hubungan dengan Anjas. Sudah cukup dia membantu Anjas selama ini. Dia lakukan tanpa pamrih. Luna selalu utamakan kemajuan tempat kerja Anjas biar Anjas mendapatkan pujian dari bos. Ternyata ketulusan Luna dibayar dengan pembodohan.

\=Final putus kontrak. Dan lagi tak ada etiket baik dari mereka. Kontrak sudah kadaluarsa lebih dari dua bulan tapi mereka tak ada niat perbaharui kontrak. Ini bukan salah kita kan? Tak perlu ladeni mereka. Katakan saja kontrak sudah dialihkan ke farmasi lain sejak bulan lalu. Katakan saja pikir pihak Kutilan yang tidak berniat perpanjang kontrak. Limpahkan kesalahan pada mereka.\=

\=Baik kak..kalau aku boleh tahu mengapa ponsel kakak tak aktif? Mengapa komunikasi harus pakai email?\=

\=Apa kau tak lihat apa yang terjadi di rumah Anjas. Aku sudah ambil cuti hamil. Aku mau istirahat total sampai lahiran. Kalau mau hubungi aku cukup via email.\=

\=Baik kak...aku akan kabari kakak bila sudah ada balasan dari pihak farmasi Kutilan.\=

\=Jangan ngoceh tentang aku! Aku tak mau mereka mengenalku. Tutup identitasku.\=

\=Bukankah selama ini juga begitu. Siapa yang kenal penemu formula obat jitu kanker. Mereka hanya tahu orang lembaga yang melakukan riset.\=

\=Bagus. Tetap jaga rahasiaku. Tak seorangpun boleh tahu siapa aku.\=

\=Siap kakakku. Nanti aku kabari lagi.\=

Luna memutuskan hubungan di laptop. Luna mematikan laptop menunggu jemputan dari pembantu Alvin. Luna puas sudah mempermainkan perusahaan Anjas. Mereka takkan pernah mendapatkan formula-formula hasil penelitiannya. Luna akan cari farmasi lain untuk memasarkan obat hasil risetnya. Kutilan sudah tak berhak memasarkan jerih payah Luna. Biarlah mereka mencari apoteker lain yang mampu meracik obat ampuh. Luna sudah tidak peduli pada Anjas.

Ketukan pintu pelan kembali terdengar oleh kuping Luna. Cara kerja pembantu sini memang mendapatkan hati. Mereka hati-hati sekali takut terjadi kesalahan dalam bertugas. Jelas sekali kalau Alvin itu manusia disiplin walau memiliki watak aneh. Luna tak enak menyebut Alvin seperti bencong. Dia hanya lemah gemulai tidak berbuat aneh-aneh menjijikkan mata. Tak ada alasan bagi Luna menghakimi Alvin. Biarlah Alvin tetap berada di dunianya asal tak ganggu Luna.

"Ya..." Luna menyahuti panggilan dari luar kamar. Luna tak perlu menebak yang datang itu sudah pasti pembantu Alvin.

Benar saja tebakan Luna. Di depan pintu sudah ada pembantu yang ajak dia makan. Sikapnya tetap sopan bikin orang terenyuh oleh kesetiaan orang kerja macam gini. Tiba-tiba Luna teringat pada mbok Yem di rumah Anjas. Mbok Yem pasti jadi sasaran omelan Anjas sejak dia menikah rumah tanpa kabar. Anjas pasti mengejar keterangan dari mbok Yem. Mbok Yem tak tahu apa-apa mana bisa kasih keterangan jelas. Luna emang sengaja tidak memberitahu Mbok Yem ke mana dia pergi. Luna tak yakin mbok Yem bisa jaga mulut. Kadang sogokan mampu membuka mulut yang terkunci rapat. Luna belum tahu mbok Yem itu bisa dipercaya atau tidak. Sebelumnya Luna berjaga-jaga jangan sampai mbok Yem membocorkan kepergiannya.

"Bapak sudah pulang?" tanya Luna mau tahu apa pemilik rumah pulang makan malam bersamanya.

"Sudah Bu...bapak sudah menunggu di ruang makan. Bapak pulang lebih awal untuk temani ibu makan."

"Memang sebelumnya bapak jarang pulang makan?"

Pembantu itu mengangguk tetap dengan sikap santun. Luna tak tahu bagaimana cara Alvin mendidik pembantu bisa sepatuh ini. Beretika pula. Orang-orang yang bekerja di tempat Alvin pasti orang terlatih memiliki kemampuan di atas rata-rata pembantu.

"Bapak pulang kalau sudah lewat tengah malam. Kami memasak hanya untuk konsumsi para art sini dan satpam serta tukang kebun. Hari ini bapak pesan harus masak untuk ibu."

"Gitu ya... maaf sudah menambah pekerjaan kalian!" Luna berkata simpati membuat pembantu itu terkesima. Luna majikan tapi tidak malu minta maaf. Kelihatanya majikan mereka mendapat seorang wanita berhati mulia. Biasanya orang kaya selalu anggap pembantu hanyalah orang kecil berada di posisi terendah.

"Itu sudah merupakan tugas kami Bu. Kami malah senang bisa melayani ibu. Kami senang rumah bakal ramai oleh suara bayi. Kami tak sabar menunggu kelahiran majikan muda kami."

Luna tak tahu apa yang dikatakan oleh Alvin pada pembantu di rumah ini. Belum apa-apa mereka sudah mengakui keberadaan Luna sebagai nyonya besar di rumah. Bahkan menganggap anak-anaknya sebagai majikan muda. Pembantu mengira kalau Luna benar-benar mengandung anak Alvin sehingga perlakuan mereka luar biasa ramah.

Luna tidak perlu memberi penjelasan kepada pembantu di rumah ini. Biarlah mereka mengira anak-anak dalam perut Luna memang anak Alvin. Posisi ini menguntungkan Luna sampai mereka mendapatkan kepastian soal hubungan mereka. Untuk sementara ini Luna hanya membutuhkan perlindungan dari orang yang lebih kuat dari Anjas. Luna belum tahu apakah Alvin mampu melindunginya dari incaran Anjas. Luna hanya bisa menaruh harapan semoga Alvin menepati janji memberinya keamanan.

1
arniya
bau bangkai sudah tercium.....
arniya
pembalasan d mulai.....
arniya
firasat......
indy
Siapa yang membuntuti mobil Rendi
indy
biarkan luna menghilang dari pasangan itu
indy
Namany lucu, keluarga Kutilan😄
indy
Jadir kakak...
Mei: Makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!