NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 META DIBAWA KERUMAH

Tenggorokan Dinar seakan tidak bisa bicara, lidahnya seakan kaku, air matanya mengalir tak henti. Dipeluknya Bik Ani erat air mata nya seakan tak. mau berhenti. hanya dengan Bik Ani kini dirasakan keteduhan hatinya.

"Ada apa Nanar..., cerita lah dengan Bik Ani, tadi Nanar baik-baik saja Nak Bobby, ada apa dengan Nanar"

Bobby yang berdiri terpaku tak bisa pula menjelaskan sesuatu yang cukup pahit kini dialami Nanar.

"Papa Bik.... Papa.. " Dengan terbata-bata Dinar berusaha memulai pembicaranya.

"Kenapa Papa Nanar, Papa kan pergi dinas keluar kota, apakah Pak Rudi baik-baik saja"

"Papa pembohong Bik... Papa pembohong besar, Papa susah mengkhianati Mama dan kita semua telah dibohongi"

"Non, kok bicara seperti itu"

"Papa kerja untuk kita semua, kenapa Non bicara seperti itu"

"Papa menikah Bik.... "

"Apa....menikah, maksud Non gimana, Bik Ani nampak kebingungan dengan ucapan Dinar"

"iya Bik, Papa sudah menikah lagi, Dinar ketemu di rumah sakit tempat Bobby kerja"

"Jadi Nanar dari rumah sakit? "

"Jadi Non ketemu Papa disana"

"iya Bik, Papa bohong, dia tidak pergi dinas melainkan dengan Istri mudanya dirumah sakit yang keguguran"

"Istrinya Bapak sedang hamil dan keguguran"

"Iya Bik"

"Jadi Non lihat istrinya itu? "

"Tidak lihat lagi Bil Dinar sangat kenal"

".Maksud Non Nanar kenal dengan Istri Bapak yang baru itu? "

"Iya. Bik" Airmata Dinar kembali mengalir deras.

"Bibi tahu siapa istri baru Papa?"

"Siapa memangnya Non"

"Meta Bik, cucu Nenek Aini"

"Apa..... Astaghfirullah, ini benar Non" Bik Ani nampak kaget mendengar perkataan Dinar.

"Bukan dia sudah menghilang sejak Mama Non meninggal dan kata Nek Aini dia survey apa.. tuh untuk skripsinya"

"Bohong Bik, mereka semua bohong, Papa, Meta dan Nenek Aini bohong"

"sejak dia menghilang Dinar mencari informasi tentang keberadaannya sampai Dinar dan Bobby pergi kerumah Neneknya. tapi Nenek Aini tidak ada"

"Beberapa kali Dinar melihat Papa mengantarkan Nenek Aini kerumahnya dengan alasan ketemu di jalan"

" Dan kemarin malam. Meta masuk. rumah sakit karena pendarahan dan Bobby sedang tugas Malam, Bobby memberitahu Dinar bahwa Meta susah ditemukan dan sedang di rawat rumah sakit. Makanya setelah mengantar Dut Dinar pergi Kerumah sakit tadi untuk mengunjungi Meta tapi yang ketemu malah mereka bertiga Papa dan Nenek Aini Serta Meta yang akan dioperasi karena kandungannya bermasalah."

"Astaghfirullah ya Allah kenapa jadi begini dan kenapa Pak Rudiansyah tega. Meta itu sahabat Non Nanar dan Meta ternyata musuh dalam. selimut tega menyakiti hati temannya sendiri"

"Ya Allah Pak Rudi... Pak... Rudi" Bik Aini memeluk Dinar seakan tak percaya akan semua penjelasan itu semua, namun kenyataanya itu nyata.

dipikiran Bik Aini selama ini Meta selalu disambut ceria dirumah ini, ternyata dia menyimpan kebusukan dibelakang. Pak Rudiansyah telah mengkhianati Buk Bunga yang sudah setia.

Dia tak dapat berkata atau berbuat apa-apa, karena dia hanya orang yang membantu-bantu di rumah ini.

"Non jangan-jangan ibuk sakit karena dia, agar dia bisa jadi istri Bapak"

"Dinar tahu yang pasti setelah ini Dinar akan minta penjelasan semua ke Papa."

"Iya Non"

Setelah menumpahkan isi hatinya Dinar mulai tenang. Bobby pun berpamitan untuk pulang. Sejuta rasa kasihan dihati Bobby kepada Dinar melihat ulah Papanya setelah Mamanya tiada.

***

Beberapa hari telah berlalu saat Dinar berusaha memulihkan hatinya yang begitu terluka oleh kebohongan orang-orang didekatnya. Tiba-tiba saja siang itu dia melihat kembali mobil Papanya dari kaca jendela kamarnya yang mengarah ke bagasi mobil, datang memasuki rumahnya.

Pak Rudiansyah turun dari mobilnya, dan beberapa saat kemudian turun Meta dan Nenek nya. Nafas Dinar sangat sesak melihat peristiwa itu, Papanya memegangi tangan Meta yang baru pulang dari rumah sakit. Akan memasuki rumah itu, jiwa muda Dinar seakan membara, dimana Papanya dengan beraninya membawa istrinya itu kerumah tanpa harus bicara dulu kepadanya.

Dinar langsung berlari keluar dimana, Bik Ani akan membuka pintu ruang tamu itu.

"Jangan dibuka Bik, Papa membawa perempuan penipu itu kesini"

"Bik Ani..." Pak Rudiansyah mengetuk pintu itu berulang-ulang. Dut yang mendengar suara Papanya juga berlari keluar dari kamarnya.

"Papa pulang Kak"

"Biarkan Papa diluar Dut, Papa tidak sayang kita lagi"

"Tapi Dut mau lihat Papa Kak.. "

"Papa bawa istri barunya Papa sudah jahat pada Mama" Dut terdiam walau dia masih kecil dia. mengerti sedikit-sedikit perkataan kakaknya.

"Dinar... buka pintunya, Papa tahu kalian didalam dengar Papa dulu, Papa akan jelaskan semua, beri Papa dan Meta untuk masuk, jangan. menjadi anak durhaka dengan melawan Papa seperti ini"

Pak Sukri yang dari tadi dikamarnya keluar menuju ruang tamu karena panggilan suara Pak Rudiansyah, dia melihat Dinar, Dut dan istrinya berdiri saja.

"Jangan dibuka Pak" Dinar melarang Pak Sukri. membuka pintu rumah itu.

"Non jangan begitu, bagaimanapun itu Papa Non, Non harus menghormati nya kita dengar dulu apa yang terjadi"

Akhirnya pintu dibuka oleh Pak Sukri, Pak Rudiansyah melihat putri dan putra ya sedang berdiri saling berpelukan.

"Kanapa Lama sekali bukanya, Papa hanya. ingin. bicara kepada kalian berdua, tolong beri Papa kesempatan"

"Sebagaimana Dinar tahu Papa sudah menikah Siri dengan Meta, dan saat ini Meta masih lemah, Papa tahu, Papa bersalah telah menyembunyikan ini dari kalian semua. Tapi Papa dan Meta saling menyukai sejak Mama kalian Masih ada, dan setelah Mama kalian meninggal Papa menikahi Meta"

"Papa tidak bisa memberitahu kalian karena kondisi kalian masih sedih kehilangan Mama, dan karena Dinar sudah mengetahui pernikahan Papa waktu dirumah sakit, maka sekarang saatnya Papa ingin kalian tahu sebenarnya, dan Papa berencana membawa Meta untuk tinggal disini sebagai Mama kalian"

"Jadi Papa harap kalian bisa menerima Meta dan Neneknya disini"

"Aku minta Maaf Dinar karena telah menyembunyikan ini semua dari kamu" Tiba-tiba Meta muncul dari luar berjalan menuju Dinar.

'Maafkan aku Dinar, aku tidak bermaksud melukai hati kamu dan merebut Papa kamu dari kamu dan Mama kamu "

"Plakkkk" Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipi Meta dari tangan Dinar"

"Aduh.... " Meta sempat terpekik"

"Dinar.... " Pak Rudiansyah kaget melihat sikap Dinar yang menampar istri mudanya.

"Kamu pantas mendapatkan tamparan ini, musang berbulu domba, kau dekati aku, kau sapa Mamaku tapi dibelakang kami kau incar suaminya"

"Papa... kenapa Papa berteriak kepadaku, Papa sama tidak punya hati dengan perempuan ini, berlagak keluarga bahagia dan romantis, tapi Papa sama saja dengan Om-Om diluar sana, senang dan doyan dengan daun muda, seusia anak sendiri"

"Tutup mulutmu seperti ini kamu Papa ajar" Pak Rudiansyah murka kepada putri yang tak pernah dimarahinya itu.

"Hebat Papa karena wanita ini Papa memarahi aku, sampai kapanpun aku tak akan menerima kalian berdua naik dirumah ini, ini rumah Mama, warisan dari Kakek, jadi Papa tidak berhak membawa istri muda Papa Kesini"

"Plak" sebuah tamparan singgah dimuka Dinar, Pak Rudiansyah menampar Dinar, tubuhnya gemetar, karena baru pertama kali dia melekatkan tangannya kepada putrinya itu.

"Papa.... kenapa pukul Kakak" Dut yang melihat Kakaknya dipukul menangis didepan Papanya. Tapi Dinar tak sedikitpun keluar airmata, hatinya tiba-tiba hampa dan merasa sakit.

"Jangan kurang ajar kamu jadi anak, aku yang masih memberi kamu makan, dan tak ada seorangpun yang bisa melarang aku membawa istriku kesini"

"Baik mulai hari ini aku tak akan. meminta makan kepada Papa lagi, berani Papa membawa perempuan ini ke rumah ini dan neneknya aku yang akan turun dari rumah ini"

"Aku hanya sementara Dinar disini, sampai aku pulih, kita kan sahabat Dinar' Meta berusaha membujuk Dinar.

"Diam kau Meta perempuan licik, jangan. kau pikir aku tidak tahu akalmu, kau pikir aku bodoh kau lupa siapa aku, otakku lebih encer darimu jika bukan karena aku kau tak akan lulus SMA dan aku ajak kau magang tempat Papaku ternyata memang kau jual kecantikanmu, untuk merayu Om-Om termasuk Papaku"

"Sudah, hari ini Papa tegaskan Meta akan tinggal disini dan kalian harus panggil dia Mama dengar Dinar, Dut"

"Dan Pak Sukri Bik Ani tolong layani seluruh kebutuhan Meta karena dia nyonya dirumah ini sekarang"

"Baik Pak" Pak Sukri dan Bik Ani tidak bisa berbuat Apa-apa atas tindakan Pak Rudiansyah kepada keluarganya.

"Jika tidak setuju silakan ke luar dan angkat kaki dari rumah ini"

"Baik aku akan keluar dari rumah ini dan silakan Papa nikmati sementara rumah ini dengan istri muda Papa, aku tak sudi serumah dengan wanita busuk dan Papa pengkhianatan seperti kalian berdua."

"Dinaaaaaaar" Teriakan kemarahan Pak Rudiansyah membuat pria itu mencekik putrinya sendiri.

"Pak..... jangannnnn" Pak Rudiansyah seperti kesetanan pak Sukri berusaha melepaskan cekikan Pak Rudiansyah dari leher Dinar yang sudah cegukan, akhirnya Dinar menghantam Papanya tersebut dengan ilmu bela diri yang dimilikinya karena terpaksa, Pak Rudiansyah terpental ke sudut ruangan.

setelah menarik nafas Dinar masuk kekamar nya dan membereskan semua pakaian dan buku-buku akademiknya diletakan diatas mobil. Pak Rudiansyah yang masih sakit karena hajaran Dinar merintih kesakitan dipegang oleh Meta.

"Hari ini aku akan angkat kaki dari rumah ini, tapi aku akan kembali mengambil rumah Mamaku lagi, dan kau puas sudah merusak keluargaku Meta, suatu saat akan jadi penyesalan bagimu, juga Papa suatu saat Papa akan tahu siapa perempuan ini "

Dinar akhirnya pergi dari rumah itu dengan membawa photo dan beberapa buah benda kenangan dari Mamanya, termasuk Handphone Mamanya yang sudah lama tidak dibukanya.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!