NovelToon NovelToon
Sistem Menantu Dewa: Membalas Dendam Dalam 3 Hari

Sistem Menantu Dewa: Membalas Dendam Dalam 3 Hari

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andrean Matabuh

Selama dua tahun pernikahan, Adrian hidup layaknya sampah di keluarga besar istrinya, keluarga Wijaya. Diinjak-injak, dihina, dan dipaksa merangkak bagai anjing hanya demi sekeping uang untuk pengobatan ibunya yang sekarat, Adrian mencapai batas kesabarannya. Namun, tepat di titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya: 'Sistem Penguasa Dewa Berhasil Diaktifkan.'

Bermodalkan dana instan sebesar 10 miliar rupiah di hari pertama dan misi-misi ajaib dari sistem, Adrian bangkit dari statusnya sebagai menantu sampah. Dalam waktu singkat, dia membalikkan keadaan, menguasai roda ekonomi kota, dan membuat orang-orang yang dulu menghinanya berlutut memohon ampun.

Dunia mengiranya hanya seorang menantu miskin yang tidak berdaya, tanpa tahu bahwa di balik layar, Adrian adalah "Dewa" yang mengendalikan segalanya dari kegelapan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrean Matabuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Guncangan di Pucuk Kekuasaan

Berita tentang lonjakan pengguna Asura Digital Bank yang menembus angka satu juta dalam waktu kurang dari dua belas jam segera memicu kepanikan massal di pusat pemerintahan dan distrik bisnis ibu kota. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sentral terpaksa menggelar rapat darurat tertutup pada sore hari itu juga. Beberapa bank konvensional papan atas milik konglomerat lama melaporkan adanya penarikan dana besar-besaran (rush money) yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah perbankan modern. Uang tunai ratusan triliun rupiah mengalir deras, berpindah secara digital ke dalam sistem enkripsi kuantum milik Asura Bank.

Namun, di tengah hiruk-pikuk dunia keuangan nasional, aku justru sedang berada di sebuah laboratorium penelitian bawah tanah yang terletak di kawasan industri pelabuhan eks-Baskoro Group yang baru saja kami akuisisi. Tempat ini terisolasi dari radar luar, dijaga ketat oleh puluhan sekuriti terlatih yang telah disumpah setia di bawah bendera Wijaya Group.

Di atas meja metalik di hadapanku, sebuah layar holografik memproyeksikan struktur molekul dan formula fisika kuantum yang sangat rumit. Itu adalah Cetak Biru Teknologi 'Energi Terbarukan Tingkat Dewa' yang baru saja dikirimkan oleh Sistem sebagai hadiah misi kemarin.

"Luar biasa... Ini benar-benar melompati teknologi peradaban manusia saat ini selama seratus tahun," bisikku sambil menyilangkan tangan di dada, menatap inti reaktor mini yang memancarkan cahaya biru murni yang sangat tenang di dalam tabung kaca kedap udara.

Teknologi ini dinamakan Asura Core. Ini adalah sistem pembangkit listrik berbasis pemisahan partikel hidrogen air dengan efisiensi konversi mencapai sembilan puluh sembilan koma delapan persen. Tanpa polusi, tanpa radiasi, dan yang paling gila: biaya produksinya hanya seperseratus dari biaya pembangkit listrik tenaga uap atau batubara konvensional. Satu unit reaktor seukuran koper mampu menyuplai kebutuhan listrik satu kota besar selama sepuluh tahun tanpa henti.

[Ding! Misi Pengembangan Sektor Riil Diaktifkan...]

[Tugas: Bangun Pabrik Pembangkit Listrik Berbasis 'Asura Core' Pertama di Kawasan Pelabuhan dalam waktu 48 jam!]

[Hadiah Misi: Kartu Hak Paten Global Mutlak, Keterampilan 'Presidensi Pemikat Massa', & Saldo Rekening senilai Rp 150 Miliar!]

Suara digital Sistem kembali bergema di dalam benakku, membawa gelombang kepuasan baru. Aku segera menekan nomor kontak sekretaris operasional baruku di bawah jaringan Asura Digital Bank.

"Tuan Adrian," suara pria di seberang telepon terdengar sangat takzim.

"Gunakan dana darurat sebesar lima puluh triliun rupiah dari rekening utama Asura Bank. Beli seluruh izin lahan industri kosong di sekitar teluk pelabuhan utara malam ini juga. Suruh tim konstruksi terbaik bekerja dalam tiga giliran selama dua puluh empat jam penuh untuk membangun struktur dasar pembangkit listrik baru kita," perintahku tanpa kompromi.

"Baik, Tuan! Proses akuisisi lahan dan mobilisasi alat berat akan dimulai dalam waktu satu jam!" jawabnya tegas sebelum menutup sambungan.

Aku menyunggingkan senyum tipis. Ketika bank digital menguasai perputaran modal, dan Asura Core menguasai pasokan daya energi, maka seluruh sektor industri di negeri ini secara otomatis akan berlutut di bawah kendaliku.

Sementara itu, di sebuah vila mewah di kawasan perumahan elite Menteng, Jakarta Pusat, sebuah pertemuan rahasia tingkat tinggi sedang berlangsung. Nicholas Baskoro duduk di sudut ruangan dengan wajah pucat dan tubuh yang tampak jauh lebih kurus. Di hadapannya, duduk seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan rambut beruban yang dipotong rapi, mengenakan kemeja batik sutra mahal. Dia adalah Haryo Baskoro, kakak kandung dari Teguh Baskoro, sekaligus salah satu komisaris utama holding bisnis keluarga Baskoro yang tersisa dari kejaran KPK.

"Paman Haryo... kita tidak bisa diam saja!" ucap Nicholas dengan suara yang bergetar menahan dendam sekaligus ketakutan. "Adrian itu... dia bukan hanya menghancurkan saham kita di bursa, tapi dia juga membantai seluruh tim Black Cobra di daerah kemarin malam! Pemimpin mereka bahkan berbalik memihak Adrian dan mengancam posisi kita di Jakarta! Bajingan itu ingin menghapus nama keluarga Baskoro dari negeri ini!"

Paman Haryo menghisap cerutu mahalnya dalam-dalam, mengembuskan asap tebal ke udara ruangan yang remang-remang. Matanya berkilat dengan kelicikan seorang politikus senior. "Nicholas, ayahmu terlalu ceroboh karena meremehkan menantu daerah itu. Perang finansial dan fisik melawannya secara langsung adalah tindakan bodoh. Kita tidak akan bisa menang melawan seseorang yang memiliki pasokan dana tunai tanpa batas seperti yang ditunjukkan oleh Asura Digital Bank."

Paman Haryo mengetukkan jarinya ke atas meja marmer. "Tapi, dia lupa satu hal. Di negeri ini, seberapa kaya pun dirimu, kamu tetap harus tunduk pada regulasi dan kekuasaan birokrasi pemerintah. Aku telah menghubungi beberapa menteri sekutu kita di kabinet. Besok pagi, kementerian hukum dan kementerian keuangan akan merilis surat keputusan bersama untuk membekukan izin operasional Asura Digital Bank dengan tuduhan pencucian uang dan ancaman stabilitas keamanan ekonomi nasional."

Nicholas langsung mendongak, matanya yang redup kembali berbinar serakah. "Benarkah, Paman?! Mereka akan membekukan bank digital sialan itu?!"

"Tentu saja. Begitu bank itu dibekukan, seluruh aliran dananya akan disita oleh negara, dan Adrian akan diseret ke pengadilan sebagai kriminal ekonomi. Di saat itulah, kita akan merebut kembali seluruh aset pelabuhan kita dan menghancurkan Wijaya Group sampai ke akar-akarnya," ujar Paman Haryo dengan tawa licik yang menggema di dalam ruangan.

Keesokan paginya, badai politik yang dirancang oleh keluarga Baskoro benar-benar pecah. Tepat jam delapan pagi, seluruh stasiun televisi nasional menyiarkan berita tentang rencana pembekuan darurat terhadap Asura Digital Bank oleh otoritas gabungan ibu kota.

Di dalam ruang kerja Direktur Utama Wijaya Tower, Kirana menatap layar televisi dengan tubuh yang gemetar hebat. Wajahnya memutih menahan rasa panik yang luar biasa. "Adrian... ini... mereka menggunakan kekuatan pemerintah untuk menekan kita! Jika izin bank kita dicabut hari ini, seluruh reputasi yang kita bangun akan hancur, dan para pengusaha akan menarik kembali modal mereka karena takut!"

Aku yang sedang berdiri di sampingnya tetap tampak tenang dan santai, tidak ada sedikit pun riak kepanikan di wajahku. Aku melirik jam dinding, tepat satu menit sebelum surat pembekuan itu resmi ditandatangani di ibu kota.

Aku meraih ponselku, mengaktifkan fungsi komunikasi khusus Sistem yang langsung menghubungkan suaraku ke pusat interkom ruang rapat kabinet di istana negara menggunakan keahlian Retorika Hipnotis Dewa tingkat maksimal.

"Kirana, tenanglah," ujarku lembut sambil mengusap pundaknya, sebelum berbicara ke arah ponsel dengan nada dingin yang siap mengguncang pucuk kekuasaan tertinggi negara. "Mari kita lihat, siapa yang akan hancur terlebih dahulu saat sistem energi terbarukan Asura Core kuumumkan mati total untuk seluruh wilayah ibu kota jika mereka berani menyentuh seujung kuku pun dari izin bank milikku."

1
Darns Jabat
👍
Andrean Matabuh: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!